Anda di halaman 1dari 50

KEBIJAKAN

KELOMPOK 11
IKM C 2015

DEFINISI KEBIJAKAN
Kebijakan secara etimologis berasal dari kata polis
dalam bahasa Yunani, atau Greek yang berarti
negara-kota.
Menurut William N. Dunn 2000:132
A policy is a complex pattern of dependence of
collective choice interdependent, including the
decision to act made by the agency or government
office (Kebijakan adalah pola ketergantungan
yang kompleks dari pilihan kolektif yang saling
tergantung, termasuk keputusan untuk bertindak
yang dibuat oleh badan atau kantor pemerintah).
2

Kamus Oxford Learners Pocket Dictionary


A policy is a plan of the various measures
agreed or chosen by a political party, business,
and others. In another context, the policy can also
be interpreted as an insurance contract in
writing. (Kebijakan adalah suatu perencanaan
dari berbagai tindakan yang telah disetujui atau
dipilih oleh sebuah partai politik, bisnis, dan lainlain. Dalam konteks yang lain, kebijakan juga
dapat diartikan sebagai kontrak asuransi tertulis).
3

Menurut Carl Frederic.


Policy is an action that leads to the goal proposed by a
person, group or government in a particular environment
with respect to their particular barriers while seeking to
achieve goals or realize the desired goals. (Kebijakan
adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang
diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah
dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya
hambatan tertentu seraya mencari peluang untuk
mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang
diinginkan).
4

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat


disimpulkan bahwa kebijakan adalah rencana suatu
program tertulis yang diambil oleh pimpinan
dalam suatu system atau organisasi sebagai suatu
keputusan untuk menyelesaikan permasalahan
yang menghambat tercapainya tujuan dari
organisasi tersebut dan bersifat mengikat.

KARAKTERISTIK KEBIJAKAN
1. Regulatif Regulasi dan kontrol aktivitas.
2. Distributif Distribusi sumber daya baru.
3. Protektif Melindungi kepentingan dan
keinginan publik maupun privat.
4. Redistributif Perubahan distribusi
sumberdaya yang sudah ada

UNSUR KEBIJAKAN
1. Masalah publik (Public Issue);
merupakan isu sentral yang akan
diselesaikan dengan sebuah kebijakan.
2. Nilai Kebijakan (Value); setiap kebijakan
selalu mengandung nilai tertentu dan juga
bertujuan untuk menciptakan tatanilai baru
atau norma baru dalam organisasi.
7

3. Siklus Kebijakan; proses penetapan


kebijakan sebenarnya adalah sebuah
proses yang siklis dan bersifat kontinum,
yang terdiri atas tiga tahap:
a. Perumusan Kebijakan (Policy
Formulation)
b. Penerapan Kebijakan (Policy
Implementation)
c. Evaluasi Kebijakan (Policy Review)
8

4.

Pendekatan dalam Kebijakan; pada


setiap tahap siklus kebijakan perlu
disertai dengan penerapan pendekatan
(approaches) yang sesuai.

5.

Konsekuensi Kebijakan; pada


setiap penerapan kebijakan perlu
dicermati akibat yang dapat
ditimbulkan.
9

PRINSIP KEBIJAKAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kebijakan didasarkan pada eksplisit


Kebijakan membantu pemecahan konflik
Kebijakan yang konsisten
Kebijakan bersifat fleksibel
Kebijakan bersifat dinamis
Beberapa orang yang menafsirkan dan
menerapkan kebijakan itu sendiri
7. Kebijakan didukung oleh pendidikan
8. Kebijakan dengan waktu terbatas
10

TINGKATAN KEBIJAKAN
1. Kebijakan Makro
2. Kebijakan Meso
3. Kebijakan Mikro

11

SIKLUS KEBIJAKAN
6.
Evaluasi

5. Implementasi

4.
Keputusan

1. Isu
Kebijakan

2. Agenda
Kebijakan

3.
Konsultasi
12

RUANG LINGKUP KEBIJAKAN

1. KEBIJAKAN PUBLIK
2. KEBIJAKAN PRIVAT

13

1. KEBIJAKAN PUBLIK
Dye, 1981
Whatever governments choose to do or not to
do.
Smith, 2003
A proposed course of action of a person,
group or government within a given
environment
providing
obstacles
and
opportunities which the policy was proposed to
utilize and overcome in an effort to reach a
goal or realize an objective or purpose.

14

CONTOH KEBIJAKAN PUBLIK


1. Kebijakan Publik Bidang Kesehatan
UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan.
2. Kebijakan Publik Bidang Pendidikan
UU No 2 Tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
3. Kebijakan Publik Bidang Kebudayaan
UU No 5 tahun 1992 tentang benda cagar
budaya.
15

2. KEBIJAKAN PRIVAT
Kebijakan privat merupakan kebijakan yang
digunakan untuk kelompok atau organisasi
tertentu,
dan
kepemilikannya
bersifat
kelompok atau organisasi.

16

CONTOH KEBIJAKAN PRIVAT


1. Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2004
tentang
Pengendalian
Merokok
di
Lingkungan Pemerintahan.
2. Kebijakan menggunakan pakaian yang rapi
dan sopan, berkerah, dan bersepatu ketika
memasuki lingkungan Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Airlangga (FKM
Unair).
17

CONCLUSION
According from several opinions, can be seen a
policy A policy is a written program plan which is
taken by a leader in system or organization as a
decision to resolve the problems that hamper the
attainment of the objectives of an organization and
it is binding. The policy has some characteristics
include: Regulatory, Distributive, Protective, and
redistributive. Policies generally have five
elements.
18

The function of policy-making not only solve


existing problems, but also prevent problems in a
future. Cycle policy-making identify policy issues,
agenda
setting,
consultation,
set-making,
implementation, and evaluation. The scope of
policies divided into two, namely Public Policy and
Private Policy. Both are different in the
determination of the goal.

19

KEBIJAKAN PUBLIK

20

PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK


1. Kebijakan publik harus menjaga
perkembangan sektor swasta.
2. Kebijakan publik melibatkan rakyat dalam
perkembangannya
3. Kebijakan publik dilandasi analisis manfaat
sosial
4. Kebijakan publik bersifat fleksibel
5. Kebijakan publik harus mencapai tujuan lain
dan terukur
21

PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK


6. Kebijakan publik harus disertai dengan
dokumentasi
7. Kebijakan publik harus memberikan insentif
berbasis pasar
8. Kebijakan publik harus dilaksanakan oleh
pemerintah fungsional
9. Kebijakan publik jelas dan realistis
10.Kebijakan publik disertai hukum yang sederhana
11.Kebijakan publik harus konsisten dengan hukum
yang ada
22

PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK


12.Kebijakan publik harus mendukung inovasi
pemerintah
13.Kebijakan publik memprioritaskan efisiensi
penggunaan sumber daya publik dan swasta.
14.Kebijakan publik memastikan kedudukan
stakeholder komite dan dewan
15.Kebijakan tepat sanksi
16.Kebijakan publik membatasi hukuman sipil
untuk restitusi ekonomi
17.Kebijakan publik disertai waktu yang jelas

23

ERAN DAN FUNGSI KEBIJAKAN PUBLIK


1. Mencapai beberapa tujuan luas yang
mempengaruhi segmen besar warga suatu
negara atau publik.
2. Menekan
dan
mendorong
aktivitas
masyarakat pada suatu negara.
3. Mewujudkan campur tangan dan pengaturan
pemerintah
terhadap
kehidupan
masyarakatnya di berbagai bidang
4. Melindungi dan menjaga kepentingan dan
keinginan seluruh masyarakat
24

PERAN DAN FUNGSI KEBIJAKAN


PUBLIK
5. Membangun lingkungan yang memungkinkan
setiap pelaku, baik bisnis maupun non bisnis
untuk mampu mengembangkan diri menjadi
pelaku-pelaku yang kompetitif.
6. Melakukan serangan frontal terhadap isu
publik.
7. Membantu untuk pengaturan analisis isu
perdebatan yang sedang terjadi maupun akan
terjadi di masa mendatang
25

ISU KEBIJAKAN PUBLIK


Adalah pandangan yang berbeda tentang
masalah kebijakan serta berbagai cara untuk
memecahkannya (W.N. Dunn). Isu publik adalah
suatu masalah yang telah menjadi pembicaraan
masyarakat luas, mempunyai pengaruh dalam
masyarakat, dan juga menimbulkan keresahan
bagi masyarakat

26

TINGKATAN ISU KEBIJAKAN


PUBLIK
1.
2.
3.
4.

Isu Utama (major issues)


Isu sekunder (secondary issues)
Isu fungsional (functional issues)
Isu minor (minor issues)

27

28

KEBIJAKAN KESEHATAN
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
kebijakan kesehatan mengacu pada keputusan ,
rencana , dan tindakan yang dilakukan untuk
mencapai tujuan kesehatan tertentu dalam
masyarakat . Sebuah kebijakan kesehatan yang
membantu untuk menetapkan target dan titik
acuan untuk jangka pendek dan menengah.

29

CONCLUSION
In the application of public policy, there are
17 principles presented by the Association of
Washington Business. These principles are
interrelated, so a public policy role and
functions in order to create a successful
implementation.
These problems can become an issue of
public, unless the matter has been talk by
others, have an influence in society, and also
raises concerns for the community. Public issue
has five levels.

30

In the application of public policy,


including health policy thats refers to
decisions, plans, and actions taken to achieve
specific health goals in society.

31

KEBIJAKAN PRIVAT

32

PRINSIP KEBIJAKAN PRIVAT


Beberapa prinsip kebijakan privat menurut
Queensland Council of Social Service (2006) :
1. Kebijakan sesuai dengan visi dan misi
organisasi.
2. Kebijakan yang diambil harus sesuai dengan
jenis layanan yang diambil.
3. Kebijakan harus meningkatkan kualitas
pelayanan.
4. Kebijakan dapat bermanfaat bagi
penggunanya.
33

5. Kebijakan praktis dan realistis.


6. Kebijakan mudah dibaca.
7. Kebijakan mudah diakses, dan pengguna
dapat membacanya.
8. Kebijakan termasuk dalam semua bidang
yang relevan.
9. Kebijakan menginspirasi pembaca.

34

PERAN DAN FUNGSI KEBIJAKAN


PRIVAT
Kebijakan privat berlaku pada sekelompok
orang yang terkait dalam kebijakan privat
tersebut. Contoh kebijakan privat adalah
peraturan yang dikeluarkan BEM FKM UNAIR
bahwasanya para panitia ospek fakultas harus
berkomitmen untuk tidak merokok selama
pelaksanaan ospek. Hal ini tentu berbeda dengan
peraturan di tempat lainnya, misalnya BEM FK
UNAIR.
35

CONCLUSION
Some principles of private policy must be in
accordance with the vision and mission of the
organization, according to the organization's needs,
and can control the performance of the
organization. That policy must be in accordance
with the type of service, so that can improve the
quality of service of the organization, usefully,
practical and realistic, easy to read, easy to access.
Including in all relevant areas and inspire readers.
36

The role and function of private policies


closely with the role and function of public
policy, just differ on the scope of application
or the policy coverage.

37

ANALISIS KEBIJAKAN

38

DEFINISI ANALISIS KEBIJAKAN


1. Menurut Lasswell (1968, p.1)
2. Menurut Williams (1971, p.13)
3. Menurut William N. Dunn, 2000
Analisis kebijakan (public) dapat diartikan
sebagai suatu kajian terhadap sebuah kebijakan
yang telah dibuat oleh pemerintah sebagai sarana
untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas
dari kebijakan tersebut sehingga kebijakan itu
akan dapat bertahan lebih lama.
39

METODE ANALISIS KEBIJAKAN


1. Perumusan masalah (problem structuring),
1. Pencarian masalah, (problem search)
2. Pendefinisian masalah (problem definition)
3. Spesifikasi masalah (problem
spesification), dan
4. Pengenalan masalah (problem sensing).
2. Peramalan (forecasting),
3. Rekomendasi (recommendation),
4. Pemantauan (monitoring),dan
5. Evaluasi (evaluation).

40

SIKLUS ANALISIS KEBIJAKAN

Gambar 3. Analisis kebijakan yang berorientasi pada masalah41

PENDEKATAN ANALISIS
KEBIJAKAN
Pendekatan adalah berbagai metoda
pengkajian dan argumentasi untuk
menghasilkan dan mentransformasikan
informasi-informasi kebijakan agar dapat
digunakan
secara
politis
untuk
menyelesaikan masalah kebijakan.

42

3 Pendekatan Analisis Kebijakan:


1. Pendekatan Empiris : Pendekatan empiris
ditekankan terutama pada penjelasan berbagai
sebab dan akibat dari suatu kebijakan publik
tertentu.
2. Pendekatan Valuatif : Pendekatan ini lebih
ditekankan pada penentuan bobot atau nilai
beberapa kebijakan.
3. Pendekatan Normatif : Pendekatan ini lebih
ditekankan pada rekomendasi serangkaian
tindakan yang akan datang yang dapat
menyelesaikan masalah-masalah publik.

43

PENDEKATAN PERTANYAAN

Empiris

TIPE

UTAMA
INFORMASI
Adakah dan akankah ada Deskriptif
dan
(fakta)

prediktif

Valuatif

Apa manfaatnya (nilai)

Valuatif

Normatif

Apakah

yang

harus Preskriptif

diperbuat (aksi)

44

CONCLUSION
Policy analysis (public) is a study of policy have
been made by goverment as a facility to repair or
increase quality from that policy. So, that policy
will survive at longtime. Problem formulation,
forecasting, and recommedation is a ex ante
method. While monitoring and evaluation is a ex
post method. Fifth policy analysis procedure
usefull as a tool to draw relation between method
and technique of policy analysis.
45

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN

46

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN
Salah satu permasalahan kesehatan di
Indonesia yaitu masalah gizi ganda yaitu
kondisi dimana di satu sisi masih banyaknya
jumlah penderita gizi kurang, sementara di sisi
lain jumlah masyarakat yang mengalami gizi
lebih cenderung meningkat.

47

HASIL KEBIJAKAN
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air
Susu Ibu Ekslusif

48

CONCLUSION
Although Indonesia has been developed in a
variety of sectors, but on the health sector
Indonesia still has many obstacles. One way or
solution that's can be doing is decentralization.
Thus, each region can manage the health of every
region which is regard to the national health
system. So, the government needs to create a policy
to address the problem.

49

TERIMA KASIH

50