Anda di halaman 1dari 9

TERAPI

TERAPI NON FARMAKOLOGI


1. Diet yang diberikan harus tinggi kalori, yaitu
memberikan kalori 2600-3000 kalori per hari baik
dari makanan maupun dari suplemen.
2. Konsumsi protein harus tinggi yaitu 100-125 gr
(2,5 gr/kg berat badan ) per hari untuk mengatasi
proses pemecahan protein jaringan seperti susu
dan telur.
3. Olah raga secara teratur.
4. Mengurangi rokok, alkohol dan kafein yang
dapat meningkatkan kadar metabolisme.

5. Operasi pengangkatan kelenjar tiroid : untuk


nodul, gondok ukuran besar, kurangnya
penanganan obat tiroid dan pasien yang
kontraindikasi terhadap tionamida (alergi atau
efek samping)
6. Komplikasi operasi termasuk serangan ulang
hipertiroid atau hipertiroid yang menetap (0,60,8%), hipotiroid (sampai 49%), hipoparatiroid
(sampai 4%), dan gangguan pita suara (sampai
5%).
Frekuensi kemunculan hipotiroid
membutuhkan pemantauan secara periodik
untuk identifikasi dan penanganan.

Fitoterapi Hipertiroid
Ekstrak Kulit Manggis
(Garcinia mangostana)

Ciplukan
(Physalis angulata fructus)

Daun Sirsak
(Annona muricata folium)

(Heinrich et al, 2010)

Ekstrak kulit Manggis


Garcinia mangostana

Kandungan Kimia: Xanthone, yang meliputi mangostin,


mangostenol,
mangostinon
A,
mangostenon
B,
trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfamangostin, beta
mangostin, garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin,
dan gartanin

Efek Farmakologis: Antioksidan, hipertiroid, antibakteri, antikanker, anti-radang, dan mengobati penyakit jantung, darah tinggi dan
juga mampuh membunuh sel kanker yang menyerang kelenjar getah
bening. Xanthone juga memperlebar pembuluh darah dan
memeperlancar peredaran darah. manggis juga kaya akan mineral
kalium yang membantu metabolisme energi.

Bagian Yang Digunakan: Buah

Cara Pemakaian:

Pertama, pisahkan kulit manggis dengan


buahnya. Pengolahan bisa dengan mengikutsertakan biji manggis
(kaya lemak) atau hanya sekadar kulitnya. Gunakan sendok untuk
mengeruk bagian dalam kulit yang sudah dibersihkan, dan pisahkan
dari kulit keras di bagian luarnya. Kemudian, campur dengan ethanol
dan air dengan perbandingan 1:2 lalu hancurkan dengan blender.
Endapkan selama 24 jam, setelah itu saring untuk memisahkan ampas
dengan ekstrak Xanthone kulit manggis.
Untuk menghadirkan rasa yang nikmat dan segar, bisa dicampur
dengan madu dan diberi ekstrak bunga rosela, serta anggur atau apel
sebagai penambah rasa. Hasil pencampuran Xanthone dengan rosela
dan madu dipanaskan dengan suhu 90-95 derajat Celsius selama 10
menit untuk menguapkan ethanol. Setelah itu, dinginkan dengan suhu
kamar lalu campurkan dengan flavor anggur atau apel.

Ciplukan
Physalis angulata fructus

Kandungan Kimia: Saponin, flavonoid, polifenol.


Efek Farmakoligis: Hipertyroid, obat cacing dan
penurun demam. Daunnya digunakan penyembuhan patah
tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo,
nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri
sering dimakan; untuk mengobati epilepsi, tidak dapat
kencing, dan penyakit kuning.

Bagian Yang Digunakan: Daun, akar, herba, dan biji

Cara Pemakaian: Dilayukan dan direbus dengan 3 gelas


air sampai mendidih hingga tingga 1 gelas, kemudian
disaring dan diminum 1 kali sehari.

Daun Sirsak
Annona muricata folium

Kandungan Kimia: mengandung senyawa acetogenin,


minyak esensial, reticuline, loreximine,,loreximine,
annomurine.
Efek Farmakologis: Untuk penyakit kanker, hipertiroid,
depresi, penyakit ginjal.

Bagian yang digunakan: Daun


Cara pemakaian: Memblender 3-5 lembar daun sirsak
basah dengan menambahkan gelas air (50 cc) air hangat
daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih
cepat hancur. Setelah hancur, lalu tambahkan 1 gelas air
panas ke dalamnya dan aduk sampai rata & diminum.

Daftar pustaka
Heinrich, Michael., Barnes, J., Gibbson,
S.,
and
Williamsom,
M.E.
2010.
Farmakognosi dan Fitoterapi. Jakarta:
Buku Kedokteran EGC