Anda di halaman 1dari 30

Drug Use

Terbatas keuangan
Ketidaktahuan Pentingnya obat
Rasa kurang/tidak percaya
Pengertian sembuh dan sakit

Drug Misuse

Drug
Abuse

penggunaan obat yang tidak


umum
Penggunaan obat berlebihan
Tipe ketergantungan obat
Pengaruh fisiologis
Variasi obat
Jumlah penggunaan
Lama penggunaan
Pengaruh psikologis
Menggantungkan emosi
Drug habituation
Psikologi dependen

Mencegah Kesalahan Pengobatan


Jgn sampai
konsentasi terpecah
sewaktu
mempersiapkan obat
Jgn memberikan obat
yg dipersiapkan orla
Jgn mengeluarkan
obat dr tempat obat
dg label yg sulit
dibaca
Jgn menduga2 obat
dan dosisi obat

Jgn memakai obat yg


telah mengendap
Jgn tinggalkan obat
yg tlh dipersiapkan
Jgn memindahkan
obat
Jgn memberikan obat
kadaluarsa
Jgn memanggil nama
pasien sbg satusatunya cara untk
pengidentifikasi

No.

Rute Pemberian

Bentuk Obat

1.

Peroral

Tablet, kapsul, larutan, sirup, suspensi,

2.

Subligual

Tablet, permen obat,

3.

Parenteral

suspensi, larutan

4.

Epikutan
(permukaan kulit

5.

Konjunktival

6.

Intraokular

7.

Intraaural

Larutan / tetes

8.

Intranasal

Larutan, semprot, salep

9.

Rektal

Salep, cream,, serbuk, plester, lotion,


kompres
Salep
Larutan/tetes, suspensi

Salep, suppositoria, larutan

10. Vaginal

Salep, larutan,, tablet

11. Uretral

Larutan,

No.

Khasiat

Penggunaannya

Example

1.

Adstringen

Menciutkan selaput lendir, pada


usus ( diare ) dan kulit
( borok )

Aluminii et kalii
sulfas, zinci sulfas,
Tannalbin, Bismuthi
subcarbonas, Myrrha

2.

Adsorben

Untuk menyerap gas, toksin dan


bakteri bekerja tidak spesifik

Carboadsorben,
Kaolin, pektin,
magnesisi Trisilicas

3.

Analgetikantipiretik

Mengurangi rasa sakit dan


menurunkan suhu tubuh

Acetaminophenum,
acidum
acetylsalicylicum,
methampyronum,
salicylamidum,
mefenamic acid,
phenylbutazonum

4.

Analgetiknarkotika

Mengurangi rasa nyeri yang besar


di pusat syaraf dan menimbulkan
efek euforia

Hydromorphini
hydrochloridum, opii
pulvis, Morphini
hydrochoridum,
pethidini
hyrocloridum,
metadon

No.

Khasiat

Penggunaannya

Example

5.

Anestetik

Menghilangkan perasaan

Aether (u), cocaine(l),


lidocaine(l),
Procaine(l), Halothan
(u)

6.

Antasida

Menaikkan pH lambung atau


mengikat asam lambung

Mg carbonas, mg,
oxydum, mg stearat,
mg silicat, Bismuthi
subcarbonat, Na
subcarbonat

7.

Anthelmintik

Membunuh cacing

Piperazine citras,
piperazinum,
mebendazol,
thiabendazol,
tetramizolum

8.

Antibakteri

Membunuh bakteri

INH,
Cotrimoxazol,asam
nalidiksat, turunan
sulfa

9.

Antibiotika

Hasil m.o yang dapat membunuh


dan menghambat bakteri

Rifampisin,
chloramfenicol,
penicilin, cefalosporin,
amfoterisin B, Nystatin

No.

Khasiat

Penggunaannya

Example

10.

Antidiabetik

Menurunkan kadar gula dalam


darah

Glibenclamid,
chlorpropramid,
insulin, Tolbutamid

11.

Antifungi

Membunuh dan menghilangkan


jamur

Acidum
undecylenicum,
miconazol,
ketoconazol, acidum
salicylicum,
nystatinum,
grisofulvin

12.

Antihipertensi

Menurunkan tekanan darah

Captopril, clonidin,
furosemid,
methyldopa,
hydralazine,
glutethimidum,
prazosin HCl

13.

Antihistamin

Melawan atau memblokir


pekerjaan histamin

CTM, Dipenhidramin
theoclas, Prometazine,
mebhidrolin,
thiazinamin

14.

Anti muntah
( vomiting )

Mengurangi atau mencegah


muntah

Metochloparamid,
dipenhidramin teoclas,
prometazin teoclas

CARA PEMBERIAN
OBAT

CARA ORAL
KEUNTUNGAN:
Relatif aman
Praktis
Ekonomis

Kerugian cara oral


Timbulnya efek lambat
Tidak bermanfaat utk pasien: sering
muntah, diare, tdk sadar, tdk kooperatif
rasa tdk enak penggunaannya terbatas
Obat yang inaktif/terurai oleh cairan
lambung/usustidak bermanfaat (penisilin G,
insulin)
absorbsi tidak teratur

SUBLINGUAL
Cara: Obat diletakkan di bawah lidah
yg kaya akan pembuluh darah
KEUNTUNGAN ???
1. Efek obat cepat
2. Kerusakan obat di saluran cerna &
metabolisme di dinding usus dan
hati dpt dihindari (tdk lewat vena
porta)
CONTOH:
Nitrogliserin (angina pektoris)

Cara Rektal
Pemberian obat melalui rectum
(dubur) biasanya dalam bentuk
suppositoria, kadang-kadang
sebagai cairan.
Digunakan untuk efek lokal pada
gangguan poros-usus, misalnya
wasir.

CARA REKTAL
Tujuan:
1. Efek lokal
(Jaringan
sasaran)
2. Efek sistemik
(beredar ke
seluruh tubuh
melalui aliran
darah)

Contoh
parasetamol,

KAPAN???
Bila obat oral sulit/tdk dpt
dilakukan krn:
Iritasi lambung
Terurai di lambung
Tjd efek lintas pertama

Keuntungan

Dpat dipakai jika pasien tidak bisa


per-oral

Pilihan terbaik pada anak-anak

Kerugian
Absorbsi tidak adekuat
Banyak pasien tidak nyaman / risih
per-rektal
: terus-menerus. dapat menimbulkan
peradangan bla digunakan

KULIT
TUJUAN:
EFEK LOKAL (Jaringan sasaran)
EFEK SISTEMIK ---beredar ke seluruh
tubuh melalui aliran darah
Absorbsi tergantung:
Sifat fisika kimia obat
Kondisi kulit

Kelebihan :
untuk efek local; efek smping
sistemik minimal,
kekurangan :
secara kosmetik kurang
menarik,
absorbsi tidak menentu.

Inhalasi
Kelebihan : absorpsi terjadi cepat,
kadar obat dapat terkontrol, dapat
diberikan langsung kepada bronkus.
Kekurangan :
Metode ini lebih sulit dilakukan,
memerlukan alat dan metode khusus,
sukar mengatur dosis,

CARA PARENTRAL

(Obat dimasukkan ke dlm tubuh selain sal cerna)

KEUNTUNGAN:
1.

2.
3.
4.

Dpt utk pasien yg tidak sadar, sering muntah


diare,, yg sulit menelan/pasien yang tdk
kooperatif
Dpt utk obat yg mengiritasi lambung
Dpt menghindari kerusakan obat di sal cerna dan
hati
Bekerja cepat dan dosis ekonomis

KELEMAHAN
1.
2.
3.

Kurang aman
Tidak disukai pasien
Berbahaya( suntikan---infeksi)

SUNTIKAN (INJEKSI)
Diberikan bila:
Obat tidak diabsorbsi di sal.
Cerna
Dibutuhkan kerja cepat

suntikan

1. Intradermal (mll dermis)


2. Subkutan (dibawah kulit)
3. Intravena (lewat vena).

Pada lengan (vena mediana cubiti / vena cephalica )


Pada tungkai (vena saphenosus)
Pada leher (vena jugularis) khusus pada anak
Pada kepala (vena frontalis, vena temporalis) khusus
pada anak

4. INTRAMUSKULER (LEWAT OTOT)


Tempat penyuntikan
Pantat (gluteus maximus)
Lengan bag. Atas (deltoid)
Paha (vastus lateralis)
dipilih yg tidak dekat syaraf
6. INTRAPERITONEUM( lewat rongga perut)
7. INTRAMEDULER (lewat sumsum tulang)
8. INTRAARTIKULER (LEWAT SENDI)

vaginal
Obat bekerja secara lokal
min. Pasien harus tidur terlentang 1
jam stlh pemberian
Keuntungan : obat cepat bereaksi,
efek yang ditimbulkan bersifat lokal
Kekurangan : rasa malu, sulit pada
wanita lansia, setiap rabas yg jkeluar
memungkinkan berbau busuk

Tujuan Pemberian Obat


Pervaginam
1. Mengobati infeksi pada vagina
2. Menghilangkan nyeri, rasa terbakar
dan ketidaknyamanan pada vagina
3. Mengurangi peradangan

perhatikan
Pemberian bentuk, rute dosis waktu yg
tepat
Minimalkan rasa malu klien
Kurangi dan cegah penularan infeksi
Jaga kenyamanan klien
Pertahankan hygine
Hindarkan tindakan yg menyebabkan
rasa sakit

PERAN BIDAN
DALAM PENGOBATAN
Mengkaji kondisi pasien
Sebagai pemberi layanan askeb,
dalam pemberian obat.
Mengobservasi kerja obat dan
efek samping obat.
Memberikan pendidikan kesehatan
tentang indikasi obat dan cara
penggunaannya.
Sebagai advokat atau melindungi
klien dari pengobatan yang tidak
tepat.
30