Anda di halaman 1dari 31

PRINSIP PEMBERIAN OBAT

Oleh
Dewi Mustika

DEFINISI
Suatu zat yang dimaksudkan untuk
dipakai dalam diagnosis, mengurangi
rasa sakit, mengobati, mencegah
penyakit pada manusia, hewan dan
tumbuhan
Setiap zat yang dapat
mempengaruhi proses hidup

Peran obat

Penetapan diagnosa
Pencegahan penyakit
Menyembuhkan penyakit
Memulihkan kesehatan
Mengubah fungsi normal tubuh untuk
tujuan tertentu
Peningkatan kesehatan
Mengurangi rasa sakit

Penggolongan Obat
Obat digolongkan menjadi 4
golongan yaitu
Obat Bebas,
Obat Bebas Terbatas
Obat Keras
Obat Narkotika dan psikotropika

Penandaan obat bebas


terbatas
P. No 1.
Awas ! Obat Keras,
Bacalah Aturan Memakainya

P. No 3.
Awas ! Obat Keras,
Hanya untuk bagian luar dari
badan

P. No 5.
Awas ! Obat Keras,
Tidak boleh ditelan

P. No 2.
Awas ! Obat Keras,
Hanya untuk dikumur, jangan
ditelan

P. No 4.
Awas ! Obat Keras,
Hanya Untuk dibakar

P. No 6.
Awas ! Obat Keras,
Obat Wasir Jangan ditelan

Perhatikan
Kondisi obat
Tanggal kadarluasa
Baca dan ikuti yang tercaantum
pada kemasan
Kontra-indikasi
Efek samping
Dosis
Cara penyimpanandan informasi
interaksi obat

Penandaan obat keras

Obat Narkotika,

zat atau obat yang berasal dari tanaman atau


bukan tanaman baik sintetis maupun semi
sintesis yang dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangin sampai menghilangkan rasa nyeri,
dan dapat mnimbulkan ketergantungan , yang
dibedakan kedalam golongan-golongan sebagai
mana terlampir dalam undang-undang ini atau
yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan
Menteri Kesehatan. (UURI No 22 Th 1997
tentang Narkotika )

penggunaannya diawasi dengan


ketat, sehingga obat golongan
narkotika hanya dapat diperoleh di
Apotek dengan resep dokter yang asli
(tidak dapat menggunakan kopi
resep). Contoh dari obat narkotika
antara lain: Opium, coca,
ganja/marijuana, morfin, heroin, dan
lain sebagainya.
Dalam bidang kedokteran, obat-obat
narkotika biasa digunakan sebagai
anestesi/obat bius dan
analgetika/obat penghilang rasa sakit.

Hal-hal khusus pada Obat


Narkotika :
Pada Resep, Obat Narkotika harus digaris
bawahi dengan tinta merah.
Pada resep harus tertera alamat pasien
yang jelas.
Pada etiket obat harus tertera etiket
Tidak Boleh diulang tanpa resep dokter
Resep obat Narkotika diarsip tersendiri,
terpisah dari resep lainnya
Penyimpanan obat narkotika harus dalam
almari khusus yang sesuai dengan
peraturan Menkes.

Psikotropika
zat atau obat, baik alamiah maupun
sintetis bukan narkotika, yang
bersifat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahn khas
pada aktifitas mental dan perilaku.
(UURI No 5 Th 1997 tentang
Psikotropika)
Obat psikotropika ini termasuk
golongan obat keras tertentu (OKT)
Contoh : diazepam, lorazepam,
klordiazepoksid, luminal

Bentuk/tipe sediaan obat


SEDIAAN
PADAT

TABLET
KAPLET
KAPSUL
PIL
SERBUK

SEDIAAN
SEMI
PADAT

SALEP
KRIM
GEL
SUPOSITORI
A

SEDIAAN
CAIR
SIRUP
LARUTAN
SUSPENSI

Berdasarkan mekanisme
kerja obat
Obat yg bekerja terhadap penyebab
penyakit
Obat yg bekerja mencegah keadaan
patologis dari penyakit
Obat yang menghilangkan gejala
penyakit
Obat yg bekerja untuk
mengganti/menambah fungsi2 zat
yang kurang
Pemberian plasebo

Berdasarkan cara
pemberian

Oral
Perektal
Sublingiual
Parenteral
Langsung ke organ

Bentuk dan
tatanama(nomenklatur)obat
Nama generik
Nama kimia
Nama dagang
Farmakologi klinik :
Ilmu yang mempelajari efek obat terhadap
proses kehidupan.
Farmakognosi :
Ilmu yg mpelajari sumber2 obat.
Ex : tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan,
sintetis.

Faktor faktor yg
mempengaruhi aksi obat :
1.Usia
2.Waktu pemberian
3.Berat badan
4.Lingkungan
5.Faktor genetik
6.Kondisi Individu

Standar obat

Kemurnian
Konsentrasi obat
Keseimbangan ilmu, pabrik, reaksi
Efektif/kemanjuran
Keamanan

Farmakokinetik :
1. Absorbsi : proses penyerapan obat dari
tempat pemberian,
2. Distribusi : setelah diabsorbsi obat
akan didistribusikan keseluruh tubuh
melalui sirkulasi darah.
ex : transportasi obat dari tempat
absorsi ke tempat aksi (target organ)

3. Biotransformasi : proses perubahan


struktur obat yang terjadi dalam tubuh dan
dikatalis oleh enzim.
ex : molekul obat diubah menjadi lebih
polar atau lebih mudah larut dalam air dan
kurang larut dalam lemak. Sehingga lebih
mudah diekskresi melalui ginjal
4. Ekskresi : proses dikeluarkannya obat dari
tubuh melalui berbagai organ eksresi dalam
bentuk metabolit hasil biotransformasi
ex : obat atau metabolit polar diekskresi lebih
cepat dari pada obat larut lemak. Organ ekskresi
yaitu ginjal, paru-paru, dan kulit.

AKSI OBAT : kemampuan


obat
Waktu Paruh : Interval waktu yang
dibutuhkan utk proses eliminasi tubuh utk
mengurangi konsentrasi obat didalam
tubuh
separuhnya.
Ex : waktu paruh 8 jam, awalnya 100 %.
Setelah 8 jam : 50 %
Setelah 16 jam : 25 %
Setelah 24 jam : 12,5 %
Setelah 32 jam : 6,25 %

1. Efek terapeutik : efek yang


diinginkan,
efek utama
Ex :- Morfin sulphat :
analgesia
- Diazepam :
penenang,mengurangi
kecemasan
2. Efek samping : efek
sekunder, efek yg
tidak diinginkan, dapat
diprediksi

3. Toksisitas
efek obat yang merusak
disebabkan oleh :
- overdosis
- obat eksternal : ditelan
- Gangguan metabolisme / ekskresi :
ggn.hepar, ggn.ginjal
4. Alergi reaksi imunologi terhadap obat pada
orang yang sudah pernah kontak dengan obat
tersebut sebelumnya
Terpapar pertama kali dengan zat/obat
shg tubuh memproduksi anti body

5. Toleransi Obat: terjadi pada


orang yang respon fisiologi
terhadap obat rendah dan
membutuhkan peningkatan
dosis utk mempertahankan
efek terapeutik.
6. Interaksi Obat : terjadi
pada pemberian obat
sebelum, bersamaan atau
sesudah obat lain merubah
efek satu obat atau
keduanya.

Aspek legal pemberian


obat :
a. Obat yang diberikan ke
pasien atas
order/permintaan dokter
(penulisan resep)
b. Perawat bertanggung
jawab atas sampainya
obat ke pasien
c. Hak asasi pasien harus
diperhatikan.

RIWAYAT PENGOBATAN
1. Obat apa yang diterima saat ini / terakhir
kali.
- Obat dokter (dengan resep dokter) ?
- Obat bebas / warung ?
- Obat terlarang ?
2. Riwayat alergi obat
- Tanyakan pada pasien, apakah ada
riwayat alergi terhadap obat tertentu.
- Kemungkinannya : pasien mengetahui/
tdk
3. Kaji kemungkinan ketergantungan obat

Hal2 yg perlu diperhatikan dalam


pemberian obat (6 benar) :
1. Pasien :
- Pastikan pasien yg akan menerima obat
- Papan nama
- Medical record number
- Tanya nama klien
2. Obat : pastikan obat yang akan diberikan
( nama obat, label obat)
3. Dosis : pastikan dosis yang harus diterima

4. Metode pemberian/route
- oral
- parenteral : IM, IV, SC,IC
- topikal : kulit
5. Waktu Pemberian
- 3 x 24 jam
- 2 x 24 jam
- 1 x 24 jam
6. Dokumentasi