Anda di halaman 1dari 43

Laporan Kasus

Kejang Demam Kompleks


Bronkhopneumonia
Disusun oleh :
Rusiana Nasilah
1102008225

Dokter pembimbing :
Dr Nurhayati, Sp.A
1

IDENTITAS
Nama

: an. R
Umur
: 4 Tahun
Jenis kelamin
: perempuan
Alamat
: lemah wungkuk
Masuk RS
: 24-05-2013
No. CM
:779290
Tgl. Diperiksa
: 24-05-2013

ANAMNESIS
(anamnesis/alloanamnesis terhadap: ibu
pasien )
Keluhan

Utama:

Kejang
Keluhan

Tambahan:
Batuk, sesak nafas

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


kejang

sejak 6 jam SMRS.

Kejang

terjadi 2 kali pada jam 07.30 dan


jam 10.00 WIB.

Kejang

berlangsung selama kurang dari 15


menit, dengan kejet-kejet, mata mendelik,
serta kaku pada kaki dan tangan.

Setelah

kejang anak sadar dan menangis.


4

Menurut

informasi ibunya 2 minggu


naik turun dan disertai batuk pilek.

SMRS, anak panas

pasien sudah berobat kepuskesmas mendapat obat


penurun panas dan batuk namun keluhan masih ada.

5 hari SMRS anak tampak sesak ,tapi anak tidak tampak


biru

hari SMRS demam naik lagi dan anak tampak sesak


nafas, di beri obat penurun panas keluhan mereda

namun 6 jam SMRS anak demam tinggi yang disertai


dengan kejang.

Menurut

informasi ibu dan keluarga lainnya, kedua orang


tua, kakek, nenek tidak ada yang batuk lama atau dalam
pengobatan flek paru. Tidak pernah foto dada
5
sebelumnya.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Saat

anak berumur 1 tahun , dan umur 22 bulan


anak pernah mengalami kejang yang di dahului
demam .
Riwayat sesak nafas berulang di sangkal
Riwayat Penyakit Keluarga:
Riwayat

keluarga kejang demam atau kejang tanpa


demam disangkal.

Ayah

dan ibu pasien tidak memiliki penyakit yang


khusus seperti TB Paru ataupun asma.

Ibu

mengaku mengalami flu saat anak mengalami


batuk-pilek. Namun saat ini telah sembuh.
6

Riwayat Pribadi:
Riwayat kehamilan:
Selama kehamilan ibu tidak pernah mengalami
sakit
yang
berat
dan
rajin
melakukan
pemeriksaan antenatal ke bidan walaupun tidak
rutin setiap bulan. Ibu hamil cukup bulan
Riwayat persalinan:
lahir spontan di Rumah Bersalin dengan bantuan
bidan, dengan BBL 3200 gr dengan panjang 50
cm
Riwayat pasca lahir
Tidak ada asfiksia, tidak ada sianosis, dapat
menyusui dengan normal, imunisasi lengkap
7
sampai usia 9 bulan ini di puskesmas.

Riwayat Makanan:
(sejak lahir s/d sekarang, kualitas dan kuantitas)
0- 14 bulan : ASI ekslusif
14- 2 tahun : ASI eksklusif dan nasi tim
2 tahun sampai sekarang :Nasi biasa dan lauk pauk (menu
keluarga)
Perkembangan:
(sekarang)
Saat ini anak sudah pandai berbicara, berlari, menggambar.
Imunisasi:
Imunisasi lengkap Ibu mengaku imunisasi di posyandu ,
namun lupa secara detail .
8

Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Sosial Ekonomi:
Ayah pasien bekerja sebagai buruh bangunan .
Ibu pasien ibu rumah tangga, penghasilannya
tidak tentu.

Lingkungan:
Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya
dan kakek neneknya. Pasien merupakan anak
pertama dari dua bersaudara, Sehari-hari
pasien diasuh oleh ibunya sendiri. ventilasi di
rumah cukup rumah pasien
terdapat
penerangan dengan listrik. Air berasal dari
sumur.
9

PEMERIKSAAN FISIk

1.

Keadaan Umum : lemah,


tampak sesak.
2. Kesadaran
: komposmentis
Frekuensi nad i : 152 x/menit,
Frekuensi napas : 35 x/menit
Suhu
: 39,8 Celsius
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
10

Status Gizi:
Klinis:

edema -/-, tampak gemuk

(+)
Antropometris:
Berat Badan (BB)
Tinggi/Panjang

114 cm
Lingkar kepala
cm

: 20 kg

Badan(TB/PB)

: 49
11

Pemeriksaan Khusus
Kulit : coklat kekuningan (sawo matang ,tidak kering, ekstremitas
teraba hangat, tidak sianotik , Turgor kembali <2detik).
Kepala

: normocephal, pertumbuhan rambut merata , warna

hitam.
Mata

: palpebra cekung -/- , pupil bulat isokor , konjungtiva


anemis -/- , sclera ikterik -/- ,reflek cahaya +/+

Leher:

normal, posisi trakea di tengah, tidak teraba limfonodi

Telinga

: normal, sekret -

Hidung

:, nafas cuping hidung + sekret +/+ ,

Tenggorok

: faring tidak hiperemis, tonsil tenang

Mulut

: bibir kemerahan,mukosa bibir tidak kering, sianosis (-),


lidah kotor (-)
12

Thorax

:Retraksi (+)
Pernafasan kussmaul (+)
Cor : BJ I-II reguler, murmur-, gallopPulmo : VBS +/+ Rh +/+ Wh-/Abdomen :
Inspeksi : datar, massa ( - )
Auskultasi : BU (+)
Perkusi : Timpani diseluruh lapang
abdomen
Palpasi : Nyeri (-), organomegali ( -), massa ( - ),
turgor baik
Ekstremitas

: Akral hangat, sianosis dan edema () di


keempat eksteremitas, capillary refill time <2 detik
13

PEMERIKSAAN PENUNJANG

24/05/2013
Hb

: 9,5 gr/dl
MCV : 82 m3
Ht : 33%
MCH: 27 g
Leukosit : 11.000/mm MCHC :
33.2 g/dl
Trombosit : 227.000/
14

DIAGNOSIS KERJA
Kejang demam kompleks
Bronkopneumonia

15

DIAGNOSIS BANDING
Epilepsi
bronkiolitis

16

Rencana Pemeriksaan
Pemeriksaan

rontgen thorax AP

EEG
Pemeriksaan

darah rutin
morfologi darah tepi
Pemeriksaan urin rutin
Pemeriksaan elektrolit

17

penatalaksanaan
Pasang
IVFD

O 2 liter/menit

Ringer Laktat 30-35 tetes/menit makro

Antikonvulsif

:diazepam 10 mg iv pelan-pelan jika kejang

Antipiretik

injeksi : Norages injeksi 3x 200 mg iv jika T >38,5


Nebulizer : Bronkodilator kerja singkat 3 x sehari
Ventholin 1 ampul + Nacl 3 cc
Antibiotik

injeksi

Ambroxol

sirup : 3x 1 cth

Salbutamol

sirup

: Inj. Cefotaxim 2 x 1 gr sehari

: 3x1 cth

18

Pantau

tanda-tanda vital
cek status diuresis minimal 6 jam
pantau perdarahan
pantau syok
observasi lingkar perut
edukasi

19

PROGNOSIS
Quo

ad vitam
: dubia ad
bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Quo ad sanactionam : dubia ad
bonam

20

Follow

Up

21

24/05/13
Subjek : sesak nafas, demam, batuk,
kejang
Objektif
Kes
: CM
Vital sign
:
RR
: 32 x/menit
o
Suhu
: 39,3
C (suhu aksila)
HR : 133
x/menit
TD
: 90/60 mmHg
Kepala
: Normochepal
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : NCH (+)
Mulut
: Sianosis (-),bibir lembab,
Thorax
: Retraksi (+)
Cor
: BJ I-II Reguler, Gallop (-), Murmur
(-).
Pulmo
: VBS (+/+), Rhonki (+/+),
Wheezing (-/-).
Abdomen
: BU (+) datar, turgor baik,
Ekstremitas : Akral hangat, Edema (-),
Sianosis (-).
Assasment :
bronkopneumonia
KDK

Planning
IVFD RL 30 gtt/menit (makro)
O2 2-3 ltr/mn
Diazepam 10 mg Iv pelan-pelan jika
kejang
Nebu Combivent 1 amp + NaCL 0,9%
3cc
Inj. Norages 3 x200mg I.V ( T .38.5)
Inj. Cefotaxim 2x1g I.V
Salbutamol syr 3x1 cth
Ambroxol syr 3x1 cth
Pantau dieresis
Cek urin rutin,darah rutin

22

25/05/13

Subjek : sesak nafas, demam, batuk,


kejang
Objektif
Kes
: CM
Vital sign :
RR
: 46x/menit
Suhu : 39,2 oC (suhu aksila)
HR : 132 x/menit
TD
:100/60 mmHg
Kepala
: Normochepal
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : NCH (+)
Mulut
: Sianosis (-),bibir
lembab,
Thorax
: Retraksi (+)
Cor
: BJ I-II Reguler, Gallop (-),
Murmur (-).
Pulmo
: VBS (+/+), Rhonki (+/
+), Wheezing (-/-).
Abdomen :BU(+), turgor baik,
Ekstremitas: Akral hangat, Edema
(-), Sianosis (-).

IVFD RL 30 gtt/menit (makro)


O2 2-3 ltr/mn
Diazepam 10 mg Iv pelan-pelan jika
kejang
Nebu combivent 1 amp + NaCL 0,9%
3cc -> jika sesak.
Inj. Norages 3 x200mg I.V ( T .38.5)
Inj. Cefotaxim 2x1g I.V (ST)
Salbutamol syr 3x1 cth
Ambroxol syr 3x1 cth
Hasil lab. Darah rutin
WBC : 14.000/mm3
HGB : 9.8 gr/dl
HCT : 32.7%
PLT : 205.000/

Diff count :
Lymp : 32.6 %
Mon : 8.0%
Gra
: 59.4%

23

25/05/13

pk 22.00 wib consul dr jaga


ku: tampak sakit berat
HR : 116 x/menit
RR : 30 x/menit
T : 40,3C

Advice :
Terapi lanjutkan

Pk 22.40 wib consul dr N Sp.A


KU: Tampak sakit berat
Kes : somnolen
HR: 128 x/menit
RR: 33 x/menit
T : 40,8C
TD: 100/60 mmHg
Diuresis +, akral hangat sianosis-

Advice
Nebu combivent 1 amp+nacl 0,9 %
3 cc

Maintenance infuse RL 20-25


gtt/menit
Informed consent keluarga untuk
pindah PICU

Consul dr anestesi

ACC PICU
24

26/05/13

Subjek : kejang- demam +, sesak+


Objektif
Kes
: CM
Vital sign :
RR
: 28 x/menit
Suhu : 38,2 oC
HR : 101 x/menit
TD
:100/70 mmHg
SpO2 :98%

Kepala
: Normochepal
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : NCH (+)
Mulut
: Sianosis (-),bibir lembab
Thorax
: Retraksi (+)
Cor
: BJ I-II Reguler, Gallop (-), Murmur
(-).
Pulmo
: VBS (+/+), Rhonki (+/+),
Wheezing (-/-).
Abdomen : BU (+) kembung, turgor baik,
Ekstremitas: Akral hangat, Edema (-),
Sianosis (-).

Planning

IVFD RL 30 gtt/menit (makro)


O2 2-3 ltr/mn
Diazepam 10 mg Iv pelan-pelan jik
kejang
Nebu Combivent 1 amp + NaCL 0,9
Inj. Norages 3 x200mg I.V ( T .38.5
Inj. Cefotaxim 2x1g I.V (ST)
Salbutamol syr 3x1 cth
Ambroxol syr 3x1 cth
Hail lab :
HT : 32.6 %
HB :9.3 g/dl
WBC :16.000/mm3
PLT :198.000/

LYM : 30.6%
MON : 8.0 %
GRA : 60.4%
GDS : 114 mg/dl

25

26/05/13

Lapor hasil lab ke dr N Sp.A

Urin rutin :
Mikroskopis :
Eritrosit : 0-1 lpb
Leukosit : 6-8/lpb
Epitel :3-6/lpk

Kimia :
Berat jenis : 1015
PH :6
Leukosit :+ 2
Nitrit : Protein : Reduksi : Keton : Urobilinogen :+
IVFD KAEN 3B 1500cc/24 jam
Diet susu cair 6x 100 cc
26

27/05/13

Subjek : sesak nafas bekurang,


demam kejang Objektif
Kes
: CM
Vital sign :
RR
: 28x/menit
Suhu : 37,6 oC (suhu aksila)
HR : 110 x/menit
Kepala
: Normochepal
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : NCH (-)
Mulut
: Sianosis (-),bibir lembab
Thorax
: Retraksi (-)
Cor
: BJ I-II Reguler, Gallop (-),
Murmur (-).
Pulmo
: VBS (+/+), Rhonki (+/
+), Wheezing (-/-).
Abdomen : BU (+) kembung, turgor
baik.
Ekstremitas: Akral hangat, Edema (-),
Sianosis (-).
Assasment :
bronkopneumonia

Visite dr A Sp. A
IVFD KAEN 1 B 12 gtt/menit
Terapi lanjutkan
Rencana pindah ruangan

27

28/05/13

Subjek : sesak- demam kejang Objektif


Kes
: CM
Vital sign :
RR
: 22x/menit
Suhu : 36,8 oC (suhu aksila)
HR : 121 x/menit
Kepala
: Normochepal
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Hidung : NCH (-)
Mulut
: Sianosis (-),bibir lembab
Thorax
: Retraksi (-)
Cor
: BJ I-II Reguler, Gallop (-),
Murmur (-).
Pulmo
: VBS (+/+), Rhonki (+/
+), Wheezing (-/-).
Abdomen : BU (+) kembung, turgor
baik.
Ekstremitas: Akral hangat, Edema (-),
Sianosis (-).
Assasment :
bronkopneumonia berat,
KDK

IVFD KAEN 1 B 12 gtt/menit


Nebu combivent+ bisolvon 10 gtt 3x
1
Cefotaxim 2x1 gr
Salbutamol 3x1 cth
Ambroxol 3x1 cth

Sore harinya pasien meminta pulang


paksa

28

Analisa

kasus

29

Definisi

Pasien

Teori

Kejang di dahului
demam sebanyak 2 x
dalam 24 jam

Batuk berdahak,sesak
nafas

Kejang demam adalah ba


kejang yang terjadi pada ke
suhu tubuh diatas >380C
rectal) yang disebabkan oleh
proses
ekstrakranium.

Bronkopneumonia atau diseb


pneumonia lobularis yaitu
peradangan pada parenkim
yang terlokalisir yang b
mengenai bronkiolus dan
mengenai
alveolus
disek
Trias bronkopneumonia :
nafas cuping hidung da
disekiar mulut/hidung
30

asifikasi

Pasien

Teori

Kejangterjadi 2 kali Kejang berlangsung


selama kurang dari 15 menit, dengan
kejet-kejet, mata mendelik, serta kaku
pada kaki dan tangan.

Kejang demam kompleks adalah :


Kejang lama > 15 menit
Kejang fokal atau parsial 1 sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial
Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24
jam
Bronkopneumonia sangat berat : Bila
terjadi sianosis sentral dan anak tidak
sanggup minum, maka anak harus dirawat
di rumah sakit dan diberi antibiotika.

sesak nafas, tidak biru(sianosis),


batuk (+),demam tinggi, retraksi

Bronkopneumonia berat : Bila dijumpai


adanya retraksi, tanpa sianosis dan masih
sanggup minum, maka anak harus dirawat
di rumah sakit dan diberi antibiotika.
Bronkopneumonia : Bila tidak ada retraksi
tetapi dijumpai pernafasan yang cepat :
60 x/menit pada anak usia < 2 bulan,
50 x/menit pada anak usia 2 bulan 1
tahun
40 x/menit pada anak usia 1 - 5 tahun.
Bukan bronkopenumonia : Hanya batuk
tanpa adanya tanda dan gejala seperti
diatas, tidak perlu dirawat dan tidak

perlu diberi antibiotika


31

Epidemiolog

Pasien

Teori

Pasien usia 4
tahun

Kejang demam terjadi umur


6 bulan - 5 tahun. Kejang
disertai demam pada bayi
< 1 bulan bukan kejang
demam. Bila <6 bulan atau
> 5 tahun dipikirkan
kemungkinan lain seperti
SSP atau epilepsi yang
kebetulan didahului
demam.

32

Etiologi

Pasien

Teori

Demam sejak 2
minggu SMRS.
Pasien juga
mengeluh batuk dan
sesak nafas

3 faktor penyebab kejang demam


1,3
:
Imaturitas otak dan
termoregulator
Demam, dimana kebutuhan
oksigen meningkat
Predisposisi genetic

Virus : Virus parainfluensa, virus


influenza, Adenovirus, RSV,
Cytomegalovirus.
Organisme atipikal : Chlamidia
trachomatis, Pneumocytis.
Bakteri
:
Streptokokus pneumoni,
Haemofilus
influenza,Mycobacterium
tuberculosa, B. pertusis
33

Faktor
resiko

Patofisiol
ogi

Pasien

Teori

Kejang demam
kompleks Usia kurang
dari 15 bulan. Riwayat
keluarga kejang dengan
demam atau kejang
disangkal

Infeksi saluran
pernafasan akut

Factor berulang kejang demam :


Riwayat kejang demam dalam keluarga
Usia kurang dari 15 bulan
Temperatur yang rendah saat kejang
Cepatnya kejang setelah demam
Faktor resiko epilepsy :
Kelainan neurologis atau perkembangan
yang jelas sebelum kejang demam
pertama
Kejang demam kompleks
Riwayat epilepsi pada orang tua atau
saudara kandung
Demam (tiap kenaikan 10) =>
meningkatkan metabolisme basal (10-15
%) dan kebutuhan akan oksigen (20 %)
=> perubahan keseimbangan pada
membrane sel neuron
= difusi melalui membrane (K+ Na + )
=> lepasnya muatan listrik
=> kejang
34

Pasien

Teori

35

Diagno
sis

Pasien

Teori

Dari anamnesis dan


pemeriksaan didapatkan:
Kejang 2 kali dalam 24
jam yang di dahului
demam selama , dari 15
menit .
Sesak nafasNafas cuping
hidung
Retraksi Rhonki +/
+Demam tinggi

Kejang demam kompleks adalah :

Kejang lama > 15 menit


Kejang fokal atau parsial 1 sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial
Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam
Kejang berulang adalah kejang 2 x atau lebih
dalam 24 jam, diantara 2 bangkitan kejang
anak sadar. 2

Diagnosis ditegakkan bila ditemukan 3 dari 5


gejala berikut :

sesaknafas
disertaidenganpernafasancupinghidungdan
tarikandinding dada panasbadan
Ronkhi basah sedang nyaring (crackles)
Fotothorax menunjukkangambaraninfiltrat
difuse.
Leukositosis (pada infeksi virus tidak melebihi
20.000/mm3 dengan limfositpredominan, dan
bakteri15.000-40.000/mm3 neutrofil yang 36

Pasien

Pemeri Darah rutin dan


ksaan elektrolit:

Hail lab :
HT : 32.6 %
HB :9.3 g/dl
WBC :16.000/mm3
PLT :198.000/

LYM : 30.6%
MON : 8.0 %
GRA : 60.4%
GDS : 114 mg/dl
Kalium: 3.58 mmol/l
Natrium : 132,8 mmol/l
Chlorida: 101.3 mmol/l

Teori

. Pemeriksaan darah dan


elektrolit
Pungsi lumbal
EEG
Foro rongten kepala atau CT
scan kepala atau MRI.

37

Pasien

Diagnosis
akhir

Teori

Kejang demam komplek


bronchopneumonia

Penatalaksa IVFD RL 30 gtt/menit


naan
(makro)
O2 2-3 ltr/mn
Diazepam 10 mg Iv pelanpelan jika kejang
Nebu Combivent 1 amp +
NaCL 0,9% 3cc
Inj. Norages 3 x200mg I.V
( T .38.5)
Inj. Cefotaxim 2x1g I.V
Salbutamol syr 3x1 cth
Ambroxol syr 3x1 cth
Pantau dieresis
Cek urin rutin,darah rutin

Pengobatan fase akut saat kejang:


semua pakaian ketat dibuka
dimiringkan apabila muntah untuk
mencegah aspirasi
Bebaskan jalan nafas hisap lender,
beri oksigen
Pantau tanda vital, distress
pernapasan, kejang, dan
kesadaran

38

39

Penatalaksaan umum
Pemberian oksigen 2-4L/menit
sampai sesak nafas hilang atau
PaO2 pada analisis gas darah
60 torr
Pemasangan infusuntuk rehidrasi
dan koreksielektrolit

Penatalaksanaan khusus
Antibiotika pada penderita secara
polifragmasi selama 10-15 hari:
Bayi dan anak usia pra sekolah (2
bl-5 thn)-beta laktam
amoksisillin-amoksisillinamoksisillin klavulanatgolongansefalosporin40
kotrimoksazol-

Prognosis

Quo ad vitam :ad


bonam
Quo ad funtionam : ad
bonam
Qua sanactionam : ad
bonam

Kematian akibat kejang demam tidak


pernah dilaporkan
Kejadian kecacatan sebagai
komplikasi KD tidak pernah
dilaporkan.

Sembuh total, mortalitas kurang dari


1%, mortalitas bisa lebih tinggi
didapatkan pada anak-anak dengan
keadaan malnutrisi energi-protein dan
datang terlambat untuk pengobatan.

41

Edukasi
Meyakinkan

bahwa kejang demam umumnya


mempunyai prognosis baik.

Memberitahukan
Berikan

cara penanganan kejang

informasi kemungkinan kejang kembali

Pemberian

obat untuk mencegah rekurensi memang


efektif tetapi harus diingat adanya efek samping obat.

Posisikan

anak miring kiri dan kanan untuk membantu


mobilisasi sambil di tepuk-tepuk pelan punggungnya

42

TERIMAKASIH

43