Anda di halaman 1dari 7

SINDROMA

SINDROMAKOMPRESI
KOMPRESI
AORTOCAVAL
AORTOCAVAL
Oleh :
Eni Sofyanti

DEFINISI
Sindroma kompresi aortocaval adalah suatu
kumpulan gejala yang disebabkan oleh
penekanan aorta abdominal dan vena cava
inferior oleh uterus yang membesar pada
wanita hamil yang sedang berbaring (posisi
supinasi).

MANIFESTASI
Penekanan
aortocaval
ini
sering
menyebabkan
terjadinya sindroma hipotensif supinasi. Sindroma ini
dicirikan dengan :

Timbulnya pucat

Bradikardia

Berkeringat

Mual

Penurunan tekanan darah

Mengigil yang muncul pada wanita hamil yang


sedang dalam posisi berbaring
Keadaan ini biasanya berkurang bila wanita hamil
tersebut mengubah posisinya menjadi tidur pada satu
sisi /menyamping.

PATOFISIOLOGI
Aorta abdominal dan vena cava inferior merupakan
pembuluh darah sentral, arteri dan vena terbesar.
Kedua pembuluh darah ini mensuplai darah pada
organ vital seperti jantung dan organ lainnya. Adanya
kompresi atau penekanan pada pembuluh darah ini
oleh berat ibu atau janin dapat menyebabkan
terjadinya syok. Penekanan pada aorta abdominal
dan vena cava inferior dapat dideteksi pertama kali
pada usia kehamilan 13 minggu, namun biasanya
asimptomatik dan biasanya mulai menimbulkan
gejala ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu
sampai pada puncaknya ketika kehamilan memasuki
usia 38 minggu.

Penekanan ini sebenarnya terjadi pada


semua wanita hamil namun akibat adanya
mekanisme kompensasi aliran darah seperti
timbulnya aliran darah balik alternatif
melalui plexus venous epidural, manifestasi
dari penekanan ini berbeda-beda pada
setiap wanita hamil. Timbulnya manifestasi
akibat penekanan ini membutuhkan waktu
sekitar 3-7 menit.

TATALAKSANA
Mengobati sindrom hipotensif supinasi pada
prinsipnya mudah. Jika pasien ditemukan tak
sadarkan diri dan terlentang (dicurigai sindroma
hipotensif supinasi) pasien dapat ditempatkan
dalam posisi berbaring lateral ke arah kiri dan
gejala yang timbul akan menunjukan perbaikan.
Jika pasien sadar dan merasa gejala sindrom
hipotensi saat terlentang, maka suruh pasien
duduk, kemudian berbaring di salah satu sisinya,
sebaiknya sisi kiri. Jika cedera tulang belakang
dicurigai, pasien dapat disangga dengan papan
sebagai penahan.

Cara lain yang dapat digunakan yaitu dengan


cara manual dengan memindahkan uterus
secara manual ke kiri. Selama persalinan
pasien akan dalam posisi telentang dengan
lutut, jadi sindrom hipotensif telentang
mungkin terjadi. Jadi sangatlah penting untuk
menempatkan handuk yang digulung pada
bagian bawah bokong pasien, mengangkat
panggul seperti diindikasikan untuk persalinan,
tapi memiliki sisi kanan sedikit lebih tinggi
daripada kiri untuk memiringkan pasien ke kiri.