Anda di halaman 1dari 72

DASAR-DASAR I. K. M.

( ILMU KESEHATAN MASYARAKAT )


P U B L I C H E A L T H (PH)
Sumedi Sudarsono 2012

Ilmu Kesehatan Masyarakat &


Ilmu Kedokteran Pencegahan
( Public Health and Preventive Medicine )

Fitrah manusia, dikarunianya Allah s.w.a. dg


akal & budi sehingga manusia :
Ingin lebih menyempurnakan kehidupan,
ingin terwujudnya :
1. Suatu keadaan yg lebih baik
2. Ingin mencegah hal-hal yg akan
memperburuk keadaan
3. Ingin Kesehatan yg lebih baik

Ingin Kesehatan lebih baik


(1). Pelbagai larangan-larangan
(2). Pelbagai pantangan / tabu
Upaya mencegah terjadinya gangguan
kesehatan
Timbul Ilmu Kedokteran Pencegahan = I.K.P.
( PREVENTIVE MEDICINE )

Definisi PREVENTIVE MEDICINE


( Ilmu Kedokteran Pencegahan )
Preventive Medicine is the Science and art of
(1). Preventing disease
(2). Prolonging Live, and
(3). Promoting Physical and Mental Health and
Efficiency. (stop)
(Winslow 1920)

PREVENTIVE MEDICINE

Ilmu Kedokteran Pencegahan ialah suatu


Ilmu dan seni / ketrampilan / kiat untuk
(1). mencegah Penyakit
(2). memperpanjang usia hidup, dan
(3). meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental
serta Efisiensi.
(Winslow 1920)
Tujuan : POSITIVE HEALTH
Next : Definisi Sehat

DEFINISI SEHAT (ada tujuh)


(1). Suatu keadaan keseimbangan yg dinamis
antara bentuk badan dan fungsi organ
tubuh thd pelbagai faktor yg berusaha
mempengaruhinya ( Perkins 1938 )
Pelbagai faktor, lazimnya faktor Lingkungan

(2). Health is a state of complete physical,


mental, and social well-being and not
merely the absence of the disease or
infirmity ( W.H.O. 1947 )

(3). Suatu keadaan sejahtera sempurna dari


jasmani, rohani, dan sosial, jadi tidak
hanya bebas dari penyakit atau kelemahan
saja ( U.U. No. 9 th 1960 )

(4). Suatu keadaan dan kualitas organ tubuh yg


berfungsi secara wajar dengan segala faktor
keturunan dan lingkungan yg dimilikinya
( W.H.O. 1957 )

(5). Suatu keadaan seseorang yg pd waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan / tidak
terdapat tanda-tanda suatu penyakit atau
kelainan ( White 1977 )

(6). Suatu keadaan sejahtera sempurna dari


jasmani, rohani, dan sosial, yg memungkinkan seseorang hidup produktif baik
sosial maupun ekonomi
( U.U. N0.23 th 1992 )

(7). Suatu keadaan seseorang yg memiliki


tubuh jasmani yg tidak berpenyakit,
mental yang baik,
sosial yg baik, dan
spiritual (iman) yg baik dan benar.
Zuhroni 2003
Dadang Hawari

Sakit :
Suatu keadaan manifestasi dari timbulnya
gangguan dan atau kelainan pada diri
seseorang yg sebelumnya ia sehat

Menurut Gordon dan Le Richt (1950)


ada tiga faktor yg berperan ialah faktor
(1). Host (pejamu)
(2). Agent (penyebab penyakit) dan
(3). Lingkungan (Environment)

TEORI TIMBULNYA PENYAKIT


Ada empat teori timbulnya penyakit :
1.
2.
3.
4.

The Epidemiological triangle


The Webb of causation
Teori Blum
The Wheel

(1). The Epidemiological Triangle


Terjadinya penyakit oleh interaksi tiga faktor
Host, Agent, dan Environment
Model ini sesuai utk menggambarkan
perjalanan penyakit infeksi
Faktor Environment
Faktor Host
Faktor Agent

Penyakit infeksi :
Ialah penyakit yang disebabkan oleh infeksi
Infeksi ialah peristiwa masuk dan
berkembang biaknya mikro-organisme di dalam
tubuh host (manusia) menimbulkan
kerusakan
kerusakan jaringan tubuh

(2). The Webb of Causation


Teori jaring-jaring sebab-akibat
Sakit tidaknya seseorang dipengaruhi oleh
beberapa faktor penyebab.
Masing-masing faktor tersebut juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor lain.

(3). Teori Blum


Adanya interaksi dinamis antara empat faktor :
1. Lingkungan (fisik, biologik, sosio-kultural)
2. Perilaku (sikap, gaya hidup)
3. Herediter (genetik, pertumbh pendduk,
penyebaran pendduk)
4. Pelayanan Kesehatan

(4). The Wheel = Teori Roda


Terjadinya penyakit model Roda, di mana :
1. Lingkungan (fisik, biologik, sosial)
2. Manusia (Host), dg intinya faktor genetik

HOST (Manusia)
Berbagai variabel pd manusia yg erat hubnya dg
morbiditas dan mortalitas ialah sbb :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Usia
Sex
Pendidikan
Pekerjaan
Agama
Status Ekonomi

7. Status perkawinan
8. Urutan kelahiran
9. Paritas
10. Besar keluarga
11. Struktur keluarga

PUBLIC HEALTH
Public Health ( Ilmu Kesehatan Masyarakat )
Public Health is the science and art of
1. preventing disease,
2. prolonging life, and
3. promoting physical and mental health and
efficiency through organized community
efforts for :

1. the sanitation of the environment,


2. the control of community infection,
3. the education of the individual in principles
of personal hygiene,
4. the organization of medical and nursing
service for the early diagnosis and preventive
treatment of disease, and
5. the development of social machinery which will
ensure to every individual in the community a
standard of living adequate for the maintenance
of health.
( Winslow, 1920 )

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


Ilmu Kesehatan Masyarakat,
ialah suatu Ilmu dan seni (ketrampilan) untuk
1. mencegah penyakit,
2. memperpanjang usia hidup,
3. memelihara kesehatan jasmani dan rohani
serta meningkatkan efisiensi dg jalan
usaha masyarakat yg terorganisasi untuk :

1.

Penyehatan lingkungan,

2.

Pengendalian penyakit menular

3.

Pendidikan setiap orang dl prinsip higene perorangan

4.

Mengatur usaha pengobatan dan perawatan guna diagnosis dini dan


pengobatan pencegahan penyakit.

5.

Mengembangkan badan-badan kemasyarakatan yg akan menjamin


bagi setiap orang di dl masyarakat suatu derajat hidup yg layak guna
mempertahankan kesehatannya.
=====o0o=====

(1). Kesling
(2). P2M
(3). PKM
(4). Pengobatan & perawatan
(5). Derajat hidup yg layak / adekuat
=====o0o=====

I.K.M. & Ilmu Kedok Pencegahan :


(1). Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) identik
dg Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKP).
(2). IKM menjadikan masyarakat sebagai subyek
dan juga sasaran (obyek) dari pelayanan
kesehatan.
(3). IKM mengutamakan kegiatannya pada
masalah Kesehatan Masyarakat, bukan
perorangan atau individu.

(1). Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) identik


dg Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKP).
Karena bagian pertama dari definisi IKM,
yakni Ilmu dan Ketrampilan utk
mencegah penyakit,
memperpanjang usia hidup,
memelihara kesehatan jasmani dan rohani
serta meningkatkan efisiensi, ialah definisi
dari Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKP).

Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKP)


( Preventive Medicine )
Upaya mencegah terjadinya keadaan yang
lebih buruk dari status sekarang.
Ada lima Tingkat Pencegahan
( Five Levels of Prevention )
1. Health Promotion
2. Specific protection
3. Early diagnosis & prompt treatment
4. Limitation of disability
5. Rehabilitation

Lima tingkatan Pencegahan dilaksanakan sesuai


dengan Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit.
( Natural History of the Disease )
Ada tiga periode = masa ialah
(1). Masa Pre-pathogenesis dan
(2). Masa Pathogenesis.
(3). Masa Akhir Peyakit.

(1). Masa Pre-pathogenesis


1. Bibit penyakit = Agent belum masuk Host
2. Ada interaksi Host-Agent-Environment
3. Bila kondisi Host tidak baik, ada
kemungkinan
Agent masuk ke dl tubuh Host dan berkembang biak (Infeksi)

Masa Inkubasi
Masa Inkubasi ialah masa dari mulai
masuknya Agent penyakit sampai timbulnya
gejala awal penyakitnya = Penyakit Dini
Masa Inkubasi berbeda-beda, tgt penyakitnya :
Kholera = 5 hari
Pes = 6 hari
Yellow Fever = 6 hari
Tb paru = 4 minggu

Pada Masa (1). Pre-pathogenesis :


1. Health Promotion.
2. Specific Protection.
Pada Masa (2). Pathogenesis :
3. Early diagnosis & prompt treatment.
Pada Masa Penyakit Lanjut :
4. Limitation of disability.
Masa (3). Akhir Penyakit :
5. Rehabilitation.

Five Levels of Prevention


Primary Prevention :
1. Health Promotion
2. Specific Protection
Secondary Prevention
3. Early diagnosis & prompt treatment
Tertiary Prevention
4. Limitation of disability
5. Rehabilitation

Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit :


1.
2.
3.
4.
5.

Masa Pre-pathogenesis
Masa inkubasi
Masa Penyakit Dini ( Masa Pathogenesis )
Masa Penyakit Lanjut
Masa Akhir penyakit :
a. Sembuh sempurna
b. Sembuh dg cacat
c. Carrier
d. Kronis
e. Death

(1). Health Promotion


Dilakukan pada masa pre-pathogenesis.
Ada interaksi Host-Agent-Environment
Manusia belum sakit.
Interaksi masih seimbang,
Kegiatan : penyuluhan PHBS, dll.

(2). Specific Protection


( Perlindungan khusus )
Dilakukan pada masa pre pathogenesis.
Kegiatan : imunisasi, dll
(1). Health Promotion and
(2). Specific Protection
dinamakan Primary Prevention

(3). Early Diagnosis and prompt treatment


Dilakukan pada masa Pathogenesis awal,
( pada masa early disease ).
Dinamakan Secondary Prevention
Kegiatan :
1. pemeriksaan berkala
2. penimbangan bayi Puskesmas/Posyandu
3. pemeriksaan bumil (ante natal care)
4. Screening

(4). Limitation of disability


Dilakukan pada masa Pathogenesis.
Manusia sudah jelas-jelas sakit.
Kegiatan : pengobatan yg adekuat.
(5). Rehabilitation
Dilakukan pada masa akhir Pathogenesis.
Upaya meningkatkan fungsi tubuh.
Rehabilitasi : Aspek fisik, mental, sosial.
(4) dan (5) dinamakan Tertiary Prevention

Perjalanan Akhir pathogenesis :


a. Sembuh sempurna
b. Sembuh dg cacat
c. Carrier
d. Kronis
e. Death
=====o0o=====

I.K.M. & Ilmu Kedokteran Pencegahan


(1). Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) identik dg
Ilmu Kedokteran Pencegahan (IKP).
(2). IKM menjadikan masyarakat sebagai subyek
dan juga sasaran (obyek) dari pelayanan
kesehatan.
(3). IKM mengutamakan kegiatannya pada
masalah Kesehatan Masyarakat, bukan
perorangan atau individu.

(2). IKM menjadikan masyarakat sebagai subyek


dan juga sasaran (obyek) dari pelayanan
kesehatan.
Subyek dengan usaha masyarakat
yang terorganisisasi
Sebagai sasaran memberikan jaminan
bagi setiap orang di dalam masyarakat
suatu derajat hidup yg .

(3). IKM mengutamakan kegiatannya pada


masalah Kesehatan Masyarakat, bukan
perorangan atau individu upaya
1. penyehatan lingkungan
2. pengendalian penyakit menular
3. pendidikan kesehatan
4. administrasi kesehatan
==========

Pelayanan Kesehatan Primer


( Primary Health Care ) :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Promosi kesehatan
KIA & KB
Perbaikan Lingkungan
Pengendalian penyakit menular (P2M)
Perbaikan gizi
Pengobatan dasar

1. Pelayanan Kesehatan Primer


2. Primary Health Care
3. Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
4. Pelayanan Kesehatan Dasar
5. Pelayanan Kesehatan Wajib
6. Basic Six
7. Basic Seven

(1). Pelayanan Kesehatan Primer :


( Primary Health Care ) Puskesmas.
(2). Secondary Health Care : RS kelas C.
Ada empat dokter spesialis.
Tingkat Kabupaten / Kota.
(3). Tertiary Health Care : RS kelas B.
Semua spesialis ada, teaching hospital.
Tingkat Propinsi.
RS kelas A = RSUPRN.

Untuk dpt menerapkan IKM


Diperlukan disiplin-disiplin ilmu lain seperti :
1. Kesehatan Lingkungan
2. P2M & Epidemiologi
3. Penyuluhan Keseh Masyarakat
4. Administrasi Keseh & Man Pel Keseh
5. Statistik & Statistik Kesehatan
6. Kesehatan kerja / Kedokteran okupasi
7. Ekologi dll

1. Kesehatan Lingkungan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Masalah penyediaan air bersih


Pembuangan sampah
Jamban keluarga
Pengolahan air limbah
Perumahan sehat
Pemberantasan vektor & roden
TTU.
Dll.

2. Pengendalian Penyakit Menular


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pemberantasan Tb paru
Pemberantasan Diare
Pemberantasan DBD
Pemberantasan Polio
Pemberantasan Malaria
Pembarantasan HIV/AIDS
Dll sesuai dg kondisi setempat

3. Penyuluhan Kes Masyarakat


1.
2.
3.
4.
5.

Penyuluhan KB dalam KIE


Penyuluhan PHBS
Penyuluhan Gizi
Penyuluhan DBD 3M plus, abatisasi, PSN
Dll Mengubah perilaku masyarakat

4. Administrasi Kesehatan Masy


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organizing)
Staffing
Pengkoordinasian (Coordinating)
Pencatan & pelaporan (Recording&Reporting
Penganggaran (Budgeting)

5. Statistik & Statistik Kesehatan


(a). Statistik :
1. Pengumpulan Data
2. Pengolahan Data
3. Penyajian Data
4. Analisis Data
5. Menarik Simpulan

(b). Statistik Kesehatan (Health Statistics) :


1.Statistik perikehidupan ( Vital Statistics )
2.Stat Kependudukan ( Demografi )
3.Stat sarana pelayanan kesehatan
4.Stat tenaga kesehatan
5. Stat anggaran kesehatan / Budget Stat
6. Stat sanit lingkungan & program

6. Keseh Kerja / Ked Okupasi


1.
2.
3.
4.
5.
6.

U.U. Kerja
U.U. Keselamatan Kerja
U.U. Kecelakaan kerja
U.U. Gangguan
Kovensi I.L.O. No.120
Dll

7. Ekologi Kedokteran
Memperhatikan hubungan timbal balik antara
Host Agent Environment.
Selama hubungan saling mempengaruhi
masih
dalam keadaan selaras, seimbang dan serasi,
belum akan timbul suatu penyakit.

TUJUAN IKM
(1). Tujuan Antara : (ada lima)
Terciptanya keadaan
1. lingkungan yg sehat,
2. terberantasnya penyakit menular,
3. peningkatan pengetahuan seseorang dl prinsipprinsip higene perorangan,
4. tersedianya berbagai usaha kesehatan yang
dibutuhkan masyarakat,
5. serta terorganisir dan terlibatnya badan-badan
kemasyarakatan dalam upaya kesehatan.

(2). Tujuan akhir IKM :


Memberikan jaminan bagi setiap orang di dl
masyarakat suatu derajat hidup yg layak
guna mempertahankan kesehatannya.
Hal ini selaras dengan ingin tercapainya
Indonesia Sehat th 2015.

Indonesia Sehat 2015


Pada th 2015, masyarakat Indonesia hidup dlm :
1. Lingkungan yg sehat
2. Mempunyai perilaku sehat
3. Mampu menjangkau pel keseh yg bermutu
dan terpadu, secara adil dan merata
4. Memiliki derajat kesehatan yg tinggi

Lingkungan yg sehat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Masalah penyediaan air bersih


Pembuangan sampah
Jamban keluarga
Pengolahan air limbah
Perumahan sehat
Pemberantasan vektor & roden
TTU.

1. Lingkungan yg sehat
2. Mempunyai perilaku sehat ( sesuai dg
PHBS )
3. Cakupan pelayanan kesehatan bermutu
4. Derajat kesehatan masyarakat tinggi

Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Keluarga


1. Persalinan ditolong oleh nakes
2. Bayi mendpt ASI eksklusif
3. Menimbang bayi tiap bulan
4. Memiliki persediaan air bersih
5. Cuci tangan pakai sabun
6. Memiliki jamban sehat
7. Bebas jentik nyamuk
8. Makan sayur & buah tiap hari
9. Olahraga teratur
10. Tidak merokok

Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat

(1). Indikator yg langsung mengukur derajat


kesehatan masyarakat :
a. Angka kesakitan (Morbiditas)
b. Angka Kematian (Mortalitas),
yg digunakan :
1). Angka kematian ibu (AKI)
(Maternal Mortality Rate = MMR)
2). Angka kematian bayi
(Infant Mortality Rate = IMR)
3). Angka Swaroop Index

Angka Kematian Ibu = Maternal Mortality Rate


Jumlah kematian ibu
MMR = ------------------------------------- x 10.000
Jumlah kelahiran hidup
(di suatu wilayah tertentu dalam setahun)
what/who, when, where
Kematian ibu sebab :
1. Hamil
2. Melahirkan
3. Nifas

Angka Kematian Bayi = Infant Mortality Rate


Jumlah kematian bayi (0-1th)
IMR = --------------------------------------------- x 10.000
Jumlah kelahiran hidup
(di suatu wilayah tertentu dalam setahun)

Swaroop index
Jumlah kematian > 55 th
S.I. = --------------------------------------- x 1000
Jumlah semua kematian
(di suatu wilayah tertentu dalam setahun)

(2). Indikator yg tidak langsung utk mengukur


derajat kesehatan masyarakat :
a. Penyediaan air bersih / minum
b. Sarana jamban keluarga
c. Sarana air limbah
d. Sarana pembuangan sampah
e. Perumahan sehat
f. TTU
g. Dll
==========o0o========== selesai.

Anda mungkin juga menyukai