Anda di halaman 1dari 20

TES KHUSUS

Eva meizara puspita dewi, s.psi., m.si.,


psikolog
Iradat rayhan sofyan, s.psi., m.psi.,
psikolog

TES KHUSUS
Digunakan pada orang yang tidak bisa diuji
dengan cara biasa
Klasifikasi tes Khusus:

o tes untuk bayi dan tingkat pra sekolah;


o tes untuk penafsiran komprehensif atas
orang-orang yang mentalnya terbelakang;
o tes untuk anak dengan keanekaragaman
kekurangan indrawi dan motorik,
o tes yang dirancang untuk digunakan untuk
melintasi berbagai kultur dan subkultur.
Skema klasifikasi ini harus tetap fleksibel,
karena berbagai tes ini terbukti berguna
dalam lebih dari satu konteks.

Tes ini bisa diselenggarakan secara


kelompok maupun individual.
Beberapa tes digunakan untuk
mengukur inteligensi seseorang dan
memungkinkan dilakukan observasi
kualitatif yang berkaitan dengan
individual dan memungkinkan untuk
interpretasi detil atas kinerja tes.

1. Tes untuk anak


Assessment
keterbelakangan
mental
untuk Anak Keterbelakangan
Mental perlu

dilakukan sebelum mengikuti pendidikan khusus dengan


melalui beberapa prosedur :
Semua anak penyandang cacat harus diidentifikasi
melalui instrumen penyaringan pendahuluan.
Anak-anak yang diindentifikasi harus dievaluasi oleh
sebuah tim spesialis untuk menentukan kebutuhan
pendidikan tiap anak
Sekolah harus mengembangkan program pendidikan yang
sesuai dengan masing-masing individu untuk kebutuhan
ini
Tiap anak harus dievaluasi ulang secara periodik
sepanjang program itu.

American Assocation of Mental Retardation


(AAMR, 1992) menyatakan bahwa :
o Keterbelakangan mental mengacu pada
keterbatasan substantial dalam fungsi
yang ada sekarang.
o Keterbelakangan mental dicirikan oleh
fungsi intelektual yang jauh di bawah
rata-rata, yang ada secara bersamaan
dengan keterbatasan-keterbatasan
terkait.

Oseretsky Test Of Motor


Proficiency
o Pertama kali dipublikasi di Rusia pada
tahun 1923
o Aplikasi tes ini untuk menguji anak-anak
kekurangan motorik, disfungsi otak
minimal atau ketidakmampuan belajar
o Versi dewasanya adalah Bruininks
Oseretsky Test Of Motor Proficiency

a) Klasifikasi Keterbelakangan
Mental dan bentuk Support
Mild :
o IQ antara 50-55 sampai 70-75,
o Memerlukan Intermittent Support :
o Mempunyai keterampilan sosial dan komunikasi
yang memadai dengan pendidikan khusus,
o Mencapai pendidikan sampai kelas 6 SD dengan
keterlambatan sampai usia belasan tahun
o Mampu bersosialisasi dan bekerja dengan
pelatihan dan supervisi secara khusus;
o Agak tergantung orang lain dalam kehidupan
sehari-hari.

b. Klasifikasi
Keterbelakangan Mental,
Moderate :
dan
o IQ antara 35-40 sampai 50-55,
bentuk Support
o Memerlukan
Limited Support :
o Mempunyai ketrampilan sosial dan
komunikasi tingkat sedang dan sedikit
kesadaran diri
o Mendapat pendidikan khsus setara
dengan pendidikan sampai kelas 4 SD,
o hidup di asrama karena butuh
pendampingan dalam kehidupannya.

c. Klasifikasi
Keterbelakangan Mental,
Severe :
bentuk
o IQ antara 20-25 sampai 30-40
Support
o Butuh Extensive Support
o Sedikit
atau
tidak
mempunyai
ketrampilan berkomunikasi,
o Kelemahan sensori & motoric
o Tidak dapat diberi pendidikan akademis,
o Mendapat pelatihan perawatan diri.

d. Klasifikasi
Keterbelakangan Mental,
dan bentuk
Profound :
Support
o IQ dibawah 20 25,
o Memerlukan Pervasive Support
o Tidak mampu merawat diri
o Butuh
perawatan
dan
pendampingan terus menerus.

2. Kerusakan
Motorik

Peabody Picture Vocabulary Test


o Terdiri dari 175 piringan yang masing-masing terdiri dari 4 gambar
o Tester memberikan kata stimulus secara lisan tiap kali piringan
disampaikan
o Testee memberikan respon dengan menunjuk atau menyatakan
dengan cara lain gambar yang paling baik untuk mengilustrasikan
stimulus
Tes Kosakata Bergambar
o Tes ini memberikan ukuran cepat dan dan dapat diterapkan
terutama pada orang-orang yang tidak mampu membuat
vokalisasi dengan baik dan tuna rungu
o Tes ini dilaksakan selama 15 menti dan mudah digunakan

CCMS (Columbia Mental Maturity Scale)


o Tes ini digunakan untuk anak cerebral palsy dan mencakup 92
soal
o Masing-masing terdiri dari satu perangkat yang memuat 3, 4,
atau 5 gambar berwarna yang dicetak pada kartu besar
o Testee diminta untuk mengidentifikasi gambar yang tidak
berhubungan dengan yang lain denan cara menunjuk atau
mengangguk
Leither International Performance Scale
o Tes ini diberikan kepada anak-anak cerebral palsy, yaitu
testee diminta untuk merespon hanya dengan gerakan kepala
o Tes ini diberikan tanpa batas waktu

3. Kerusakan
Penglihatan
HISAB (The Haptic Intellegence Scale for The
Adult Blind)
o Terdiri dari 6 subtes, 4 diantaranya menyerupai
simbol digit, desain balok, menyatukan objek, dan
melengkapi gambar dari skala performa WAIS
BLAT (Blind Learning Aptitude Test)
o Digunakan untuk uji bakat bagi orang buta, suatu
metode uji taktis bagi anak-anak buta usia 6-16
Tahun
o Terdapat item-item berbentuk relief, titik-titik dan
garis hampir menyerupai Broille.

4. Kerusakan
Pendengaran
Hiskey Nebraska Tes Of

Learning Aptitude
o tes untuk usia 3 sampai 17 tahun
o Bukti validitas memadai dan masih
dipandang sebagai salah satu tes
terbaik yang digunakan pada
anak-anak dengan kerusakan
pendenganran.

Tes Pada Bayi Dan


Anak Pra Sekolah
Diselenggarakan secara individual
Pada umumnya tes untuk anak-anak di bawah
umur 6 tahun adalah tes kinerja atau tes lisan,
sedikit saja yang menuntut pemakaian dasar
kertas dan pensil. Tes kelompok tidak dapat
diterapkan sampai anak mencapai usia sekolah.
Membagi lima tahun pertama menjadi masa
bayi (sejak lahir sampai umur mendekati 18
bulan dan 18 60 bulan) dan masa pra sekolah.

Penyelenggaraan tes untuk bayi bisa dengan


sambil tiduran, digendong seseorang, atau
dipangku.
Tes-tes ini menyangkut perkembangan
sensori-motorik, seperti didemonstrasikan
oleh kemampuan bayi mengangkat kepala,
terbalik, meraih dan memegang objek,
mengikuti objek bergerak dengan mata.
Penyelenggaraan tes untuk anak pra sekolah
bisa dengan duduk di meja,
berjalan,menggunakan tangannya untuk
memanipulasi objek tes dan berkomunikasi
dengan bahasa.

Testing
Pada tes pra lebih menekankan pada hubungan
antar pribadi dengan tester, dan pada tes bayi
penguji
lebih
berfungsi
menyediakan
obyek
stimulus,
Pemeriksaan psikologis pada anak-anak kecil
memerlukan cakupan spektrum perilaku yang luas
mencakup sifat sosial, emosional, kemampuan
motorik dan bahasa serta kognitif lainnya.
Contoh tes untuk anak-anak,
o Wechler Presechool and Primary Scale of
Intelligence,
o Binet,
o Kaufman Assessment Battery for Children dan
o Differential Ability Scales.

Tes-tes yang dibakukan


untuk Perkembangan
Masa Kanak-kanak Awal
Skala Bayley untuk Perkembangan
Bayi
o Sekarang tersedia dalam edisi kedua
(Bayley II Bayley, 1993), Skala ini
aslinya diterbitkan tahun 1969
mewakili produk terakhir penelitian
Bayley dan rekan-rekan kerjanya,
termasuk penelitian longitudinal dari
Berkeley Growth Study

Tes-tes
Skala Bayley II memberikan tiga alat komplementer
untuk menilai status perkembangan anak diantara
umur 1 bulan dan 31/2 tahun, yaitu
o Skala Mental
mengambil sampel seperti
ketajaman sensori dan perseptual, memori, proses
belajar, pemecahan masalah, vokalisasi, permulaan
komunikasi verbal dan pemikiran abstrak yang
mendasar.
o Skala
Motorik
melakukan
pengukuran
kemampuan motorik yang besar, seperti misalnya
duduk, berdiri, berjalan dan menaiki tangga seperti
halnya juga ketrampilan manipulasi tangan dan jari;
soal-soal yang menilai integrasi
sensorik dan
perseptual motorik juga termasuk disini.