Anda di halaman 1dari 43

MODEL DAN PEMODELAN

DEFINISI
1. Model
. Sebuah penyederhanaan realitas
. We model all the time, even thought we dont think
about it
2. Pemodelan
. Sebuah alat menarik yang dapat memberikan sebuah
metode untuk mengeksplorasi sistem yang kompleks,
untuk bereksperimen dengan sistem tersebut tanpa
menghancurkan pada saat yang sama.
. Tujuannya
adalah
bagaimana
memperkenalkan
beberapa
pendekatan
pemodelan
yang
dapat
membantu kita untuk memahami bagaimana dunia ini

3. Pemodelan sangat biasa bagi kita semua


4. Kita memodelkan apa yang kita pikirkan, saat kita
bicara,
seperti
kita
membaca,
saat
kita
berkomunikasi
. Pikiran kita adalah model mental dari kenyataan
5. Beberapa orang berbicara dengan baik dan jelas
. Mudah untuk berkomunikasi, sedikit celah salah
paham
6. Sebaliknya, beberapa orang berbicara dengan kacau
. Sulit untuk dimengerti
. Orang seperti ini tidak bisa membangun model
yang baik dari pikiran mereka
. Mungkin pikiran mereka besar, namun mereka ada
masalah

7. Model
terbaik
harus
seimbang
kenyataan dan kesederhanaan

antara

8. Setiap kali kita tertarik untuk detail lebih lanjut


mengenai waktu atau ruang, kita perlu
memperluas kemampuan pemodelan dari
indera dan otak kita dengan beberapa
tambahan perangkat
. mikroskop, teleskop,
tinggi, camcoder

kamera

kecepatan

10. Hal ini diperlukan untuk tujuan pemodelan


tertentu, skala temporal dan spasial tertentu.
.

KLASIFIKASI MODEL
N
o
1
2
3
4
5
6
7

Klasifikasi
Fungsi
Struktur
Acuan Waktu
Acuan Tingkat
Ketidakpastian
Derajat
Generalisasi
Acuan Lingkungan
Derajat Kuantifikasi

Jenis
Model Deskriptif, Model Prediktif, Model Normatif
Model Ikonik, Model Analog, Model Simbolik
Model Statik, Model Dinamik
Model Deterministik, Model Probabilistik, Model
Konflik, Model Tidak Pasti (uncertainty)
Model Umum, Model Khusus

Model Terbuka, Model Tertutup


Kualitatif ( model mental, model verbal),
Kuantitatif (model statistik, model optimasi,
model heuristik, model simulasi)
Klasifikasi
Model
Menurut
Murdick, et al. (1984) dan Ackoff, et al.
8 Dimensi
Model Dua Dimensi, Model Multidimensi

(1962)

1. FUNGSI
A. Model deskriptif
Menjelaskan/menggambarkan kembali mekanisme yang
terjadi/sistem nyata
Contoh: struktur organisasi, tampak atas tata letak
fasilitas, laporan keuangan, peta, daftar isi
B. Model Prediktif
Model yang menjelaskan bila x terjadi maka akan ada y
Contoh: diagram pohon keputusan, antrian
C. Model Normatif
Model yang memberikan jawaban terbaik dari alternatif
yang ada (terikat pada nilai)
Contoh: model optimasi

2. STRUKTUR
A. Model Ikonik
Model yang mempertahankan sebagian sifat-sifat fisik
yang diwakili/ dimodelkan, terkadang skala berbeda
Contoh: Maket, layout fasilitas, cetak biru
B. Model anolog
Fisik berubah, proses dapat dilihat dari persamaannya
Contoh: sistem peredaran darah dengan selang, jaringan
lalu lintas dengan jaringan listrik
C. Model Simbolik
Fisik dan proses sudah mengalami modifikasi (behavior)
dengan menggunakan simbol untuk menjelaskan dunia
nyata
Contoh: rumus ABC, hukum Pithagoras

3. ACUAN WAKTU
A. Model Statik
Model yang tidak mempersoalkan perubahanperubahan karena waktu (bebas)
Contoh: struktur organisasi, Model laba yang
diharapkan
B. Model Dinamik
Model yang menunjukkan perubahan setiap
saat akibat aktivitasnya dapat diturunkan sbg
f(t)
Contoh: model pertumbuhan populasi, model
Dinamis

4. ACUAN TINGKAT
KETIDAKPASTIAN
A. Model deterministik
Model dalam situasi yang pasti (probabilitas sempurna)
Contoh: model laba
B. Model probabilistik
Model yang mencakup distribusi probabilitas untuk
input/proses (situasi probalistik)
Contoh: diagram pohon keputusan, peta kendali mutu
C. Model konflik
Sifat alamiah pengambil keputusan berada dalam
pengendalian lawan
Contoh: model kompetisi, model posisi tawar
D. Model tidak pasti (uncertainty)
Model
yang
dikembangkan

untuk

menghadapi

5. DERAJAT
GENERALISASI
A. Model umum
Model yang dapat diterapkan pada berbagai
bidang fungsional
Contoh: model antrian
B. Model khusus
Model yang diterapkan pada bidang khusus
(fungsional tunggal)
Contoh: model persediaan probabilistik, model
penawaran probabilitas, model reaksi penjualan
sebagai fungsi reklame

6. ACUAN LINGKUNGAN
A. Model terbuka
Model yang berinteraksi dengan lingkungan
pertukaran
Contoh: model aksi reaksi, model sosial
B. Model tertutup
Model yang tidak
lingkungannya

berinteraksi

dengan

7. DERAJAT
KUANTIFIKASI
A. Model Kualitatif
Model
yang
(baik/buruk)

menggambarkan

mutu

- Model mental (di kepala), contoh proses


belajar manusia
- Model verbal (tertulis) contoh definisi

B. Model Kuantitatif
Model yang variabelnya dapat dikuantifikasikan
(berupa numerik)
- Model statistik
Model yang mendeskripsikan dan
menyimpulkan data, contoh, tabel mortalitas,
peta kendali
- Model optimasi
Model yang digunakan untuk menentukan
jawab terbaik : model optimasi analitik,
contoh analisis marjinal, analisis inkremental;
model optimasi algoritmik, mencari jawab
terbaik melalui proses iteratif

- Model heuristik
Model yang digunakan untuk mencari jawab
baik tetapi bukan jawab optimum, contoh
kesetimbangan lintasan produksi
- Model simulasi
Model yang digunakan untuk mencari jawab
baik dan menguntungkan pada sistem yang
sangat kompleks, contoh model simulasi
diskrit, pemrograman dinamis

8. DIMENSI
A. Model dua dimensi
Model yang terdiri dari dua faktor (dimensi)
Contoh: model pegas, regresi linear
B. Model multidimensi
Model yang terdiri dari banyak faktor penentu
Contoh: analisis regresi berganda, model
multikriteria, prototipe kapal

KLASIFIKASI MODEL MENURUT ALEXEY VOINOV


(2008)

1.

2.

Bentuk (form)
Konseptual (verbal, deskriptif)
Konseptual (digramatik)
Fisik
Formal (matematik)
Waktu (time)
Dinamik vs statik
Kontinyu vs diskrit
Stokastik vs deterministik

3. Ruang (space)
Spasial vs local (box model)
Kontinyu vs diskrit
4. Struktur (structure)
Empiris

(black

box)

(simulation)
5. Metode (method)
Analitis vs computer

vs

berbasis

proses

6. Terkait Bidang (field-related)


Populasi
Komunitas
Ekosistem
7. Tujuan (purpose)
Model untuk pemahaman
Model untuk pendidikan / demonstrasi
Model prediktif
Model berbasis pengetahuan

HAL-HAL YANG
MEMPENGARUHI
PEMODELAN
1. Kacamata (sudut pandang, visi, wawasan)
pemodel
. Sistem nilai yang dianut
. Pengetahuan
. Pengalaman
2. Perubahan image menjadi model
3. Bahasa formal yang digunakan

PRINSIP PEMODELAN
1. Elaborasi
Pengembangan model dilakukan secara bertahap
dimulai dari model sederhana hingga diperoleh
model yang lebih representatif.
2. Sinektik
Pengembangan model yang dilakukan
analogis (kesamaan-kesamaan).

secara

3. Iterasi
Pengembangan model yang dilakukan
berulang-ulang dan peninjauan kembali.

secara

PERAN MODEL
1. Model sangat penting, terutama jika kita
berurusan dengan sistem yang kompleks yang
mencakup di luar dunia fisik dan termasuk
manusia, ekonomi, dan masyarakat.
2. Model
dapat
memberikan
pemahaman,
visualisasi, dan alat komunikasi penting
3. Proses pemodelan dengan sendirinya adalah
kesempatan besar untuk membawa bersamasama pengetahuan dan data, dan menghadirkan
mereka dalam cara yang koheren dan terpadu.

MODEL LINGKUNGAN
Konteks yang paling menarik untuk pemodelan
lingkungan
adalah
yang
berkaitan
dengan
perubahan iklim akibat manusia.
Demikian pula, berbagai kegiatan sering dilakukan
untuk mengevaluasi dampak dari degradasi lahan
akibat manusia.
Model sebagai cara yang dapat diandalkan untuk
menjamin
perlindungan
lingkungan,
asalkan
hasilnya digunakan dengan benar.
Memahami sifat variasi dan perubahan dalam
sistem lingkungan dan akibat dari dampak manusia
terhadap lingkungan untuk populasi manusia

SIFAT PEMODELAN
Sebuah model adalah abstraksi dari sistem nyata,
adalah penyederhanaan di mana hanya komponenkomponen yang dipandang signifikan sebagai masalah
yang harus ditangani, diwakili dalam model
Pemodelan mendukung dalam konseptualisasi dan
eksplorasi perilaku objek atau proses dan interaksinya
sebagai
sarana
untuk lebih memahami
dan
menghasilkan
hipotesis
tentang
objek
dan
interaksinya.
Pemahaman adalah tujuan dan model berfungsi
sebagai alat untuk mencapai tujuan itu (Baker, 1998).

Cross dan Moscardini (1985: 22) menjelaskan


pemodelan sebagai 'seni dengan dasar rasional
yang memerlukan penggunaan akal sehat
setidaknya beberapa keahlian matematika'.
Cross dan Moscardini berpendapat bahwa intuisi
dan
wawasan
merupakan
faktor
yang
membedakan pemodel yang baik dari yang
biasa-biasa saja.

KARAKTERISTIK SISTEM
LINGKUNGAN
1. Skala besar, jangka panjang
2. Multikomponen
3. Kendali tanpa laboratorium
4. Multiskala, multidisiplin
5. Multivariat, nonlinier dan kompleks

ALASAN MEMPELAJARI
SISTEM LINGKUNGAN
1. Kebutuhan untuk melihat masa depan
2. Kebutuhan untuk memahami dampak dari
peristiwa yang belum terjadi
3. Kebutuhan untuk memahami dampak dari
perilaku manusia
4. Kebutuhan untuk memahami
kepada perilaku manusia

dampak

MANFAAT PEMODELAN
1. Sebagai bantuan untuk penelitian
2. Sebagai alat untuk pemahaman
3. Sebagai alat untuk simulasi dan prediksi
4. Sebagai laboratorium virtual
5. Sebagai penghubung di antara berbagai
disiplin ilmu
6. Sebagai produk penelitian
7. Sebagai
sarana
berkomunikasi
ilmu
pengetahuan dan hasil ilmu pengetahuan

STRUKTUR MODEL
1. Sistem
Seperangkat komponen yang saling terkait dan memiliki
hubungan diantaranya.
Tujuan dari analisis sistem adalah untuk membuat sistem yang
kompleks lebih mudah dipahami.
Dalam pemodelan, variabel adalah nilai yang berubah secara
bebas dalam ruang dan waktu.
Constant adalah sebuah entitas yang tidak berbeda dengan
sistem yang diteliti, misalnya, percepatan gravitasi adalah
constant dalam sebagian besar model lingkungan berbasis Bumi.
Parameter adalah nilai yang tetap dalam keadaan tertentu, tetapi
dapat bervariasi dari keadaan ke keadaan lainnya di mana
keadaan dapat mewakili model yang berbeda atau sel-sel
jaringan yang berbeda atau objek di dalam model yang sama.

2. Asumsi
Dalam hal menggambarkan model dari kenyataan
yang ada, kumpulan asusmsi telah harus dibuat.
Beberapa asumsi bisa salah dan dapat diketahui
tetapi penting dalam proses penggambaran.
Kunci sukses pemodelan adalah mengetahui asumsi
mana yang terlihat salah dan untuk memastikan
bahwa asumsi tersebut tidak penting terhadap tujuan
dimana model tersebut dimaksudkan.
3. Menetapkan batasan
Sebelum membangun model kita harus pertama-tama
menetapkan batasan dalam waktu dan ruang untuk
mengidentifikasi waktu dan ruang yang akan
dimodelkan dan yang akan menyediakan data.

4. Konseptualisasi Sistem
Orang yang berbeda akan menghasilkan konseptualisasi sangat
berbeda dari sistem yang sama tergantung pada latar belakang
dan pengalaman mereka sendiri.
Ilmu yang ada dan pemahaman setiap proses harus ditinjau, yang
memungkinkan abstraksi yang relevan dari yang tidak relevan.
Berangkat dari tahap ini modeller harus memiliki pemahaman
konseptual yang baik dari masalah, konteks dan bagaimana hal itu
akan diselesaikan. Di sinilah proses abstraksi yang paling penting
dan intuisi modeller seperti apa yang penting dan tidak penting
akan sangat bernilai.
Setelah menyusun kerangka kerja konseptual yang dapat diterima
dan subset data yang sesuai, perumusan model matematika
biasanya cukup mudah.
Proses pembentukan model lebih lanjut menggabungkan tiga
substages: mengembangkan modul, pengujian modul dan
memverifikasi modul.

5. Pembangunan model
Dalam membangun suatu model, peneliti haruslah
melakukan pendekatan sistem secara eksplisit. Setelah
karakteristik sistem diperoleh dan struktur masalah dapat
menunjukkan keterkaitan hubungan antara variabelvariabel yang penting dalam penyelesaian masalah, maka
dilakukanlah formulasi model.
Beberapa pemodel lebih memilih untuk membangun
model
grafis
mereka
dengan
menambahkan
kompartemen dan alur, menghubungkannya dengan
dependensi dan memasukan persamaan yang tepat ke
dalam kompartemen, alur atau variabel yang sesuai.

CONTOH
PEMBANGUNAN MODEL
Pemodelan dengan alat pembangunan model grafis:
menggunakan SIMILE

Pemodelan di spreadsheet: menggunakan Excel

Pemodelan dengan bahasa pemodelan tingkat tinggi:


menggunakan PCRASTER

CATATAN DALAM
PEMBANGUNAN MODEL
1. Ingatlah bahwa semua model parsial dan tidak akan
pernah mewakili seluruh sistem.
2. Model biasanya dibangun untuk tujuan spesifik jadi hatihati pada diri sendiri atau orang lain yang
menggunakannya untuk tujuan lain dari yang
dimaksudkan di awal.
3. Jangan jatuh cinta dengan model Anda (tidak akan
mencintai Anda kembali!).
4. Jangan mendistorsi realitas atau pengukuran realitas
untuk di pas kan dengan model, namun meyakinkan
konseptualisasi anda seperti realitas tampaknya.

5. Tolak sebagaimana mestinya model buruk, tetapi belajar


dari kesalahan mereka dalam pengembangan yang baru.
6. Jauhkan pernah menyajikan perbedaan antara model dan
realitas. Sensitivitas model terhadap perubahan iklim
tidak sensitivitas realitas terhadap perubahan iklim.
7. Jadilah fleksibel dan bersedia untuk memodifikasi model
saat diperlukan. Catatan bahwa memodifikasi ini bukan
memperluas.
8. Jauhkan tujuan pernah hadir dengan terus bertanya 'Apa
yang saya coba lakukan?
9. Seperti dalam semua aspek ilmu, buatlah model dengan
jujur dan realistis meskipun pada jangka pendek
keuangan atau mendapatkan status yang mungkin
tampak bertambah untuk melakukan sebaliknya.

FORMULASI MODEL
Formulasi
model
merupakan
upaya
untuk
menghasilkan model yang berisi variabel, kendala
serta tujuan dalam bentuk istilah matematis.
Formulasi model merupakan suatu bentuk
pernyataan hipotesis dalam bahasa model, yang
dinyatakan dalam suatu ungkapan bahwa suatu
variabel merupakan fungsi dari variabel-variabel
lainnya

VERIFIKASI MODEL
Verifikasi model harus dilakukan terutama untuk
menghindari terjadinya kesalahan logik yang
mungkin timbul.
Verifikasi pada tahapan ini merupakan verifikasi
teoritik, yaitu memeriksa kesesuaian model
dengan prinsip-prinsip yang berlaku.
Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa model
dapat bekerja mewakili sistem nyatanya dan
memberikan solusi yang masuk akal.

VALIDASI MODEL
Validasi adalah tahapan untuk memperoleh gambaran
apakah model telah sesuai (match) dengan sistem yang
diwakilinya (representativeness).
Dalam validasi dibutuhkan standar untuk membandingkan
perilaku model dengan perilaku sistem.
Bila standar yang diberlakukan sangat ketat akan
menyebabkan model menjadi sangat kompleks, selain itu
juga membutuhkan kajian karakteristik sistem nyata yang
rinci.
Bila standar yang ditetapkan tidak terlalu ketat maka model
yang dibangun akan mempunyai karakteristik yang kasar
dan formulasi model akan sederhana.

TEKNIK VALIDASI
Face Validity:
menentukan apakah bangun model
dan keluarannya dapat dipercaya
atau tidak
parameter yang dipergunakan untuk
mengukur
kepercayaan
adalah
dengan: teori pendukung, fakta
empiris, common sense

Validasi dengan teknik statistik


membandingkan keluaran model dengan
data nyata; sebagai contoh :
- Goodness of Fit Test: pada model regresi
digunakan koefisien determinasi
- Test Hipotesa
- Test - F atau Test - t

Membandingkan keluaran model dengan keluaran


model lain yang sudah ada
misalkan: keluaran model analitik dibandingkan
dengan hasil model simulasi
Parameter variability (Sensitivity Analysis)
mengubah-ubah input dan parameter model untuk
melihat pengaruhnya pada solusi model

Internal validity technique


dilakukan beberapa kali replikasi solusi pada
model stokastik untuk melihat variabilitas solusi
jika variabilitas tinggi: model dipertanyakan atau
kebijakan yang diberikan yang perlu disesuaikan