Anda di halaman 1dari 57

PATOFISIOLOGI

sistem pencernaan

Desty Emilyani

REVIEW

FISIOLOGI PENCERNAAN

Gbr. Lambung dan bagiannya

KONSEP
PATOFISIOLOGI
pencernaan

ANOREKSIA

Hilangnya nafsu makan


merupakan gejala adanya kelainan pada
saluran pencernaan

Anoreksia nervosa : suatu keadaan dimana


seseorg memilih untuk tdk makan krn
ketakutan berlebihan mjd gemuk

MUAL
Nausea:
merupakan gejala awal dari muntah
Sensasi subyektif yg tdk menyenangkan dan
sering mendahului muntah.
Disebabkan oleh distensi atau iritasi di GI, tp
dpt jg dirangsang oleh pusat otak yg lebih
tinggi

MUAL
STIMULUS : irritasi, distensi, ssp
(motion sickness)
Disadari
Pusat mual berdampingan dengan
pusat muntah
Muntah tanpa disertai rasa mual,
berasal dari pusat muntah

MUNTAH
MUNTAH :
keluarnya material dari bagian atas
saluran pencernaan
Suatu refleks kompleks yg diperantarai oleh
pusat muntah di medula oblongata otak.
Sbg respon distensi berlebihan atau iritasi,
atau rangsangan kimiawi oleh emetik
(bahan yg menyebabkan muntah)

Hipoksia dan nyeri dapat merangsang/


mengaktifkan pusat muntah di otak

Perubahan gerak yg cepat langsung


merangsang receptor trigger zone

Peningkatan TIK muntah proyektil

MEKANISME MUNTAH
STIMULUS
IMPULS (n.X)
Pusat
muntah

Pusat
nafas
nn.IX,XI,XII

nn.V, VII

Reflek
membuka
mulut

Penutupan
laring,
nasofaring

MUNTAH

nn.
spinalis
Kontraksi :
diaphragma,
mm.abdominalis
Tek. abdominal

Sp. Kardia
terbuka

PERANGSANGAN DILUAR PUSAT MUNTAH


A. Trigger zone chemoreceptor
Stimulus :
1. Obat-obatan (morphin,apomorphin, digitalis)
2. Stimulasi labirinthn.VII pusat Muntah

B. Eksitasi kortikal (Cortical excitation)


Stimulus :
1. Psikhis (cemas, bau tak sedap)
2. Stimulasi hipothalamus

DIARE

Peningkatan konsistensi dan frekuensi tinja.


Terjadi akibat adanya zat terlarut yg tdk dpt
diserap dlm tinja atau krn adanya iritasi sal.
cerna oleh infeksi virus dan bakteri
Iritasi mukosa peningkatan produk
sekretorik
otot peningkatan motilitas
Faktor psikologis stimulasi usus
oleh saraf parasimpatis
Syok hipovolemik

KONSTIPASI

Defekasi yg sulit atau jarang

Feses/tinja mengeras krn dehidrasi,


penundaan BAB, rasa takut/nyeri saat BAB
rangsangan saraf sympatis

Keadaan Penyakit atau Cedera


Gastro Intestinal

ESOFAGUS
Dysfagia
Pirosis
Odinofagi
Regurgitasi

DYSFAGIA (kesulitan
menelan)

Mrpkn gejala gangguan esofagus


yang paling utama
Dysfagia non esofagus : ggn otot
dan neurologis (stroke, myastenia
gravis,dll)
Dysfagia esofageal obstruktif &
motorik

Gangguan motorik esofagus


:

Akalisia
Spasme esofagus difus
Skleroderma

Gangguan obstruktif esofagus :

Striktur esofagus
Tumor esofagus

PIROSIS / nyeri ulu hati

Sensasi panas, terbakar di


epigastrium
Karena refluks asam lambung atau
sekret empedu

ODINOFAGIA

Nyeri telan dapat terjadi dengan


dysfagia
Sensasi ketat atau nyeri membakar
Biasanya karena spasme esofagus
akibat peregangan atau peradangan
mukosa

REGURGITASI

Aliran balik isi lambung ke dlm


rongga mulut
Beda dgn muntah Tidak
membutuhkan tenaga dan tidak
disertai mual
Karena inkompetensi sfingter
esofagus

GASTRITIS

A. Pengertian
Gastritis adalah proses inflamasi
pada lapisan mukosa dan sub
mukosa lambung (Suyono, 2001).
Peradangan lokal atau menyebar
pada
mukosa
lambung
yang
berkembang
bila
mekanisme
protektif mukosa dipenuhi dengan
bakteri atau bahan iritan lain
(Reeves, 2002).

B. Penyebab

Gastritis bakterialis biasanya


merupakan akibat dari infeksi
oleh Helicobacter pylori (bakteri
yang tumbuh di dalam sel
penghasil
lendir
di
lapisan
lambung).

Gastritis karena stres akut,


disebabkan oleh penyakit berat atau
trauma (cedera) yang terjadi secara
tiba-tiba.

Cederanya sendiri mungkin tidak


mengenai lambung, seperti yang
terjadi pada luka bakar yang luas,
operasi besar, gagal ginjal, gagal
nafas, penyakit hati yang berat,
septicemia
atau
cedera
yang
menyebabkan perdarahan hebat.

Gastritis erosif kronis bisa


merupakan akibat dari bahan
iritan
seperti
obat-obatan,
terutama aspirin dan obat anti
peradangan non-steroid lainnya,
penyakit Crohn, serta infeksi
virus dan bakteri.

C. Tanda dan Gejala


Gejalanya
bermacam-macam,
tergantung kepada jenis gastritisnya.

Biasanya penderita gastritis mengalami


gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa
tidak nyaman di perut sebelah atas.

Pada gastritis karena stres akut,


penyebabnya (misalnya penyakit berat,
luka
bakar
atau
cedera)
biasanya
menutupi gejala-gejala lambung; tetapi
perut sebelah atas terasa tidak enak.

Perdarahan menyebabkan tinja


berwarna
kehitaman
seperti
aspal, cairan lambung menjadi
kemerahan dan jika sangat berat,
tekanan
darah
bisa
turun.
Perdarahan bisa meluas dan
berakibat fatal.
Pada sebagian besar kasus,
gejalanya amat ringan bahkan
asimptomatis.
Keluhan
itu
misalnya nyeri pada ulu hati yang
biasanya ringan.

Gejala dari gastritis erosif kronis


berupa mual ringan dan nyeri di perut
sebelah atas, nyeri ketika perut
kosong. Jika gastritis menyebabkan
perdarahan di lambung, gejalanya
bisa berupa tinja berwarna kehitaman
(melena),
serta
muntah
darah
(hematemesis) atau makanan yang
sebagian
sudah
dicerna,
yang
menyerupai endapan kopi.

Gejala lainnya dari gastritis kronik


adalah
anoreksia,
mual-muntah,
diare, sakit epigastrik dan demam.

ULKUS PEPTIKUM

Definisi :

Ulkus Peptikum adalah luka


berbentuk bulat atau oval yang
terjadi karena lapisan lambung atau
usus dua belas jari (duodenum) telah
termakan oleh asam lambung dan
getah pencernaan.
Ulkus yang dangkal disebut

Ulkus duodenalis, merupakan jenis ulkus


peptikum yang paling banyak ditemukan, terjadi
pada duodenum (usus dua belas jari), yaitu
beberapa sentimeter pertama dari usus halus,
tepat
dibawah
lambung.
Ulkus gastrikum lebih jarang ditemukan,
biasanya terjadi di sepanjang lengkung atas
lambung.
Jika sebagian dari lambung telah diangkat, bisa
terjadi ulkus marginalis, pada daerah dimana
lambung yang tersisa telah disambungkan ke
usus.
Regurgitasi berulang dari asam lambung ke
dalam
kerongkongan
bagian
bawah
bisa
menyebabkan peradangan (esofagitis) dan ulkus
esofagealis.
Ulkus yang terjadi dibawah tekanan karena
penyakit berat, luka bakar atau cedera disebut

Penderita esofagitis atau ulkus esofagealis,


biasanya merasakan nyeri pada saat menelan
atau pada saat berbaring.
Gejala yang lebih berat akan timbul jika terjadi
komplikasi dari ulkus peptikum (misalnya
perdarahan).

Komplikasi :

PERDARAHAN
PENETRASI
PERFORASI
PENYUMBATAN / OBSTRUKSI

CA LAMBUNG

PATOFISIOLOGI
Ca lambung paling sering timbul dari
lapisan mucus lambung.
Ca lambung menyebar dengan cara :
Dengan ekstensi langsung ke dalam
pancreas
Melalui limfatik
Melalui infiltrasi hematogen pada hati, paru
dan tulang.

Carsinoma gaster

USUS HALUS

MALABSORPSI
PERITONITIS
OBSTRUKSI USUS
APENDISITIS

MALABSORBSI
Malabsorbsi : Terganggunya absorbsi
satu atau lebih zat gizi dlm mukosa usus
terjadinya gerakan makanan terdigesti
yg tdk memadai dr usus halus ke dlm
darah atau sistem limfatik
Maldigesti : kegagalan absorbsi zat gizi
pd pemecahan proses pencernaan
kimiawi yg berlangsung dlm lumen usus
atau brush border mukosa usus

OBSTRUKSI USUS
Gangguan aliran normal isi usus
sepanjang saluran usus
non mekanis il.paralitik
Ileus
mekanis obstruktif

Perubahan patofisiologik dlm


obstruksi usus :
Penimbunan gas dan cairan dlm lumen
yg letaknya proksimal dr letak obstruksi
Peregangan abdomen
Tekanan dlm lumen yg dipertahankan
shg menyebabkan terjadinya iskemia
dinding usus
Hilangnya cairan dlm rongga peritonium

Lanjutan : ....
Lepasnya bakteri dan toksin dari usus
nekrotik ke dlm peritonium dan sirkulasi
sistemik
Peritonitis dan septikemia
Hilangnya air dan elektrolit dr ECF ke
dlm usus syok hipovolemik

APENDISITIS
Peradangan apendiks yg mengenai semua
lapisan dinding organ tsb
Penyebab :
- obstruksi lumen oleh fekalit,
- peningkatan tekanan intraluminal oklusi
arteri terminalis apendikularis nekrosis,
ganggren, perforasi
- ulserasi mukosa oleh virus Yersinia
enterocolitica

PERITONITIS
Peradangan peritoneum ( membran serosa
yg melapisi rongga abdomen & menutupi
visera abdomen ) suatu lapisan endotelial
tipis yang kaya akan vaskularisasi dan aliran
limpa.
Penyebab : infeksi, langsung dr luar (trauma
abdomen, operasi yg tdk steril), hematogen.

Reaksi awal : keluarnya eksudat


fibrinosa terbentuk kantong
nanah/abses penyebab obstruksi
Peristaltik menurun ileus paralitik
atoni
Cairan & elektrolit hilang ke dlm lumen
usus dehidrasi, ggn sirkulasi, oliguri
syok

Gejala & tanda


Tergantung luas dan beratnya peritonitis
dan jenis organisme penyebab
Demam, lekositosis, nyeri abdomen,
muntah, abdomen yg tegang, kaku, nyeri
tekan lepas.

USUS BESAR
RADANG USUS BESAR (Kolitis
ulseratif)
NEOPLASMA USUS BESAR
(Karsinoma )
GANGGUAN ANOREKTAL
(Hemorroid,Fisura Ani)

Kolitis ulseratif
Peradangan rektum dan kolon
terutama lapisan mukosa,
Lesi ulseratif kriptus lieberkuhn
bintik2 perdarahan Abses
Manifestasi klinis : diare berdarah
bercampur mukus, demam, nyeri
abdomen

Ca Colon
Tumor dpt menyebar mll :
1. infiltrasi langsung ke struktur yg
berdekatan mis. Kandung kemih
2. pembuluh limfe ke kelenjar limfe
perikolon dan mesokolon
3. aliran darah ke hati

etiologi
Belum jelas ?!
Faktor predisposisi :
- Kebiasaan makan : diet rendah
serat perubahan flora feses &
perubahan degradasi garam empedu
hasil pemecahan protein dan
lemak bersifat karsinogenik

Gambaran Klinis
Tergantung lokasi...
Perubahan kebiasaan defekasi
Perdarahan
Nyeri
Anemia
Anoreksia
Penurunan berat badan

HAEMORHOID
interna : vena hemoroidalis
superior & media

Hemoroid
eksterna : vena hemoroidalis
inferior

Penyebab : ggn aliran darah vena


Penyulit : perdarahan, trombosis,
strangulasi

Hemoroid eksterna : pembengkakan


bundar dan kebiruan pd pinggir anus
(hematome)
Hemoroid interna :
Derajat I : pembengkakan globular yg
dirasakan dlm kanalis ani
Derajat II : prolaps mll kanalis ani selama
defekasi
Derajat III : prolaps permanen

FISURA ANI (Fisura in ano)


Mrpkn retaknya lapisan anus
disebabkan oleh regangan karena
tinja yang keras

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat ?!