Anda di halaman 1dari 27

METODOLOGI

PENELITIAN
OLEH :
PUTRI HAMIDAH
NUR SADAH
YOWAN

Penelitian
Keperawatan
Metodologi
Tujuan
Metode
Penelitian
Penelitian
Penelitian

PENELITIAN
KEPERAWATAN

Suatu proses penyelidikan atau usaha yang


sistematis, terkendali, empiris, teliti dan
kritis terhadap fenomena-fenomena untuk
mencari suatu fakta-fakta, teori baru,
hipotesis dan kebenaran.

TUJUAN PENELITIAN

Metodologi

METODE PENELITIAN

Masalah penelitian yang dapat diangkat untuk


diteliti secara ilmiah memiliki unsur-unsur
sebagai berikut:

Dalam

Dalam

2 Pendekatan untuk memperoleh kebenaran :


Pendekatan non-Ilmiah

Ketidakpuasan manusia terhadap


cara-cara non-ilmiah (unscientific)
membuat manusia menggunakan
cara berfikir deduktif atau induktif.
Kemudian orang mulai memadukan
cara berpikir tersebut, dimana
perpaduan ini disebut dengan
berpikir reflektif (reflective thinking).
Diperkenalkan oleh John Dewey, yang
akhirnya menjadi dasar metode
penelitian ilmiah.

METODE ILMIAH

Proses keilmuan untuk


memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti
fisik.

LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN
MASALAH DENGAN METODE ILMIAH

:
Merasakan adanya suatu masalah

METODOLOGI PENELITIAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tempat & waktu penelitian


Desain penelitian
Populasi, sampel dan sampling
Pengumpulan data
Rencana analisis data
Etika penelitian

TEMPAT & WAKTU


PENELITIAN
Seorang peneliti harus mempertimbangkan
dengan baik dimana penelitian akan
dilaksanakan, mengapa ditempat tersebut,
kemudian kapan sebaiknya penelitian dilakukan,
dan berapa lama penelitian akan dilakukan.

DESAIN PENELITIAN
Desain penelitian merupakan gambaran umum
bagaimana peneliti melakukan observasi.
Sebagai contoh, desain penelitian yang dipilih
adalah Cross Sectional yang mana berarti
peneliti melakukan penelitian yang bersifat
sesaat.

Pada desain penelitian ini, cukup


melakukan observasi satu kali saja kepada
responden dengan menggunakan
pengukuran variabel yang diukur dan
dianalisa langsung saat pengkajian.

Desain penelitian ini cukup praktis dan


simpel karena tidak memakan waktu
terlalu lama. Hanya saja melakukan
penelitian sekali saja cukup berisiko pada
eror data bila tidak dilakukan secara teliti.

POPULASI, SAMPEL DAN


SAMPLING
Populasi

adalah sekumpulan makhluk hidup


yang tinggal di suatu daerah tertentu.
Sampling merupakan suatu proses pada tahap
seleksi dari populasi sebagai perwakilan
populasi.
Sangat mustahil untuk melakukan penelitian
kepada semua populasi yang ada. Karenanya
para peneliti kerap hanya mengambil sampel
yang biasanya dipilih dengan sistem random.

Hal ini bertujuan agar kualitas data yang


didapat bisa akurat. Namun tidak jarang
pula pemilihan sampel dilakukan
dengan memberikan batasan-batasan
tertentu sebagai parameter agar
observasi yang dilakukan bisa tepat
sasaran.

PENGUMPULAN DATA

Hal yang perlu dituliskan adalah instrumen


yang digunakan merupakan hasil
pengembangan atau dari standar instrumen
yang sudah baku.
Perlu juga dituliskan tentang validitas dan
reliabilitas instrumen yang digunakan.

Jika instrumen ternyata kurang memenuhi


persyaratan, maka peneliti harus secara jujur
menuliskan kelemahan instrumen tersebut.
Perlu dituliskan lokasi penelitian dan waktu
pelaksanaan penelitian.
Langkah-langkah/prosedur pengambilan data

RENCANA ANALISIS DATA

Pada penelitian kuantitatif, perlu


dituliskan tentang jenis statistik yang
dipilih, sumber rujukan yang
dipergunakan.
Analisis data statistik yang dipilih
disesuaikan dengan tujuan penelitian.

ETIKA PENELITIAN

Sudah menjadi hal wajib bagi peneliti untuk


mengajukan dan meminta permohonan ijin
kepada pihak yang berwajib sebelum
melakukan penelitian. Terlebih bila penelitian
melibatkan sejumlah masyarakat yang
menjadi warga suatu daerah tertentu.
Permohonan ijin dapat dituliskan dalam
bentuk lembar persetujuan. Pada lembar
persetujuan yang diberikan peneliti sebaiknya
memaparkan tujuan penelitian dan dampak
yang mungkin terjadi selama penelitian
berlangsung.

Responden memiliki hak untuk menerima atau


menolak. Bila responden memberikan ijin
penelitian, maka pihak responden mesti
menandatangani lembar persetujuan sebagai
tanda setuju.

Selain itu, pihak responden juga berhak


mendapatkan jaminan kerahasiaan informasi
pribadi dari peneliti. Hal ini penting, pasalnya
informasi kesehatan memang menjadi salah
satu informasi crucial yang tidak boleh
disebarluaskan secara bebas.

DAFTAR PUSTAKA

Nursalam, Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan, edisi 3, Jakarta : Salemba
Medika, 2013.
Supardi, Sudibyo, Metodologi Riset
Keperawatan, Jakarta : TIM, 2013.
Setiadi, Konsep dan Praktik Penulisan Riset
Keperawatan, edisi 2, Yogyakarta : Graha
Ilmu, 2013.