Anda di halaman 1dari 29

KUALIFIKASI DAN

VALIDASI
K E LO M P O K 1 2
A N G G O TA :

Dita Arum Kusumaningsih (2016000040)


Dwita Merlina Putri
(2016000041)
Ema Liani Putri
(2016000042)
Endah Kartika Sari
(2016000043)
Eistimeidia Etika Sari (2010000147)

PENGANTAR..
Validasi merupakan bagian dari program penjaminan
mutu (Quality Assurance) sebagai upaya untuk
memberikan jaminan terhadap khasiat (efficacy), mutu
(quality), dan keamanan (safety) produk-produk industri
farmasi.
Cakupan validasi paling menurut CPOB :
Validasi
proses

Validasi
pembersi
han

Validati
on
Validasi
metode
analisa

Validasi
ulang

PRINSIP
CPOB
mensyaratkan
industri
farmasi
untuk
mengidentifikasi validasi yang perlu dilakukan sebagai
bukti pengendalian terhadap aspek kritis dari kegiatan
yang dilakukan.
Perubahan signifikan terhadap fasilitas, peralatan dan
proses yang dapat memengaruhi mutu produk
hendaklah divalidasi.
Pendekatan dengan kajian risiko hendaklah digunakan
untuk menentukan ruang lingkup dan cakupan validasi.

DEFINISI VALIDASI
FDA 1987 Guideline
Estabilishing documented evidence, which provides a high
degree of assurance that a specific process will consistently
produce a product meeting its predetermined spesifications
and quality characteristic
WHO
A documented ect of providing that any procedure, process,
equipment, material, activity or system, actually leads to the
expected result.
Badan POM RI (CPOB 2012)
Suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa
tiap
bahan,
proses,
prosedur,
kegiatan,
sistem,perlengakapan atau mekanisme yang digunakan
dalam produksi dan pengawasan akan senantiasa mencapai
hasil yang diinginkan.

DEFINISI KUALIFIKASI
Kualifikasi
adalah
kegiatan
pembuktian
bahwa
perlengkapan, fasilitas atau sistem yang digunakan
dalam suatu proses/sistem akan selalu bekerja sesuai
dengan kriteria yang diinginkan dan konsisten.

HUBUNGAN ANTARA KUALIFIKASI


DAN VALIDASI
Suatu sistem harus dikualifikasi agar dapat berfungsi
pada suatu proses yang tervalidasi. Jadi suatu sistem
dan atau alat harus dikualifikasi, sementara prosesnya
harus divalidasi.

proses

bahan

Kualifikasi

Perlengka
pan / alat
sistem
instrumen

Validasi

prosedur
mekanis
me

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
VALIDASI
1. Membentuk tim validasi
2. Menyusun Rencana Induk Validasi
(RIV)
3. Membuat dokumen validasi
4. Pelaksanaan validasi
5. Melaksanakan peninjauan
periodik, change control, dan
validasi ulang

RENCANA INDUK VALIDASI


RIV merupakan dokumen yang singkat, tepat dan jelas.
RIV terpisah mungkin diperlukan untuk suatu proyek
besar.
RIV ( Rencana Induk Validasi) mencakup data sebagai berikut:
Kebijakan;
Struktur organisasi;
Ringkasan fasilitas, sistem, peralatan dan proses yang akan
divalidasi;
Format dokumen: format protokol dan laporan validasi,
perencanaan dan jadwal pelaksanaan;
Pengendalian perubahan; dan
Acuan dokumen yang digunakan.

DOKUMENTASI

Protokol validasi tertulis

Dibuat untuk merinci kualifikasi & validasi yang akan dilakukan


Merinci langkah kritis & kriteria penerimaan
Manajer QA mengkaji & menyetujui protokol validasi

Laporan validasi mengacu pada protokol kualifikasi atau validasi yang


memuat ringkasan hasil yang diperoleh, tanggapan terhadap
penyimpangan yang terjadi,
Kesimpulan dan Rekomendasi
perbaikan

Perubahan
rencana
yang
ditetapkan
dalam
didokumentasikan dengan pertimbangan yang sesuai.

Setelah kualifikasi selesai, harus ada persetujuan tertulis untuk


melaksanakan tahap kualifikasi & validasi berikutnya

protokol,

KUALIFIKASI

KUALIFIKASI FASILITAS, PERAL ATAN


DAN SISTEM TERPASANG YANG TEL A H
OPERASIONAL
Harus ada bukti untuk mendukung dan memverifikasi
parameter operasional dan batas variabel kritis
pengoperasian alat.
kalibrasi,
prosedur
pengoperasian,
pembersihan,
perawatan preventif serta prosedur dan catatan
pelatihan operator harus didokumentasikan.

VALIDASI PROSES
Tujuan validasi proses :
1. Memberikan dokumentasi tertulis bahwa prosedur produksi yang
berlaku dan digunakan dalam proses produksi rutin (batch processing
record) senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara terusmenerus
2. Mengindentifikasi masalah-masalah yang yang mungkin terjadi selama
proses produksi dan memperkecil kemungkinan terjadinya proses ulang
3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi
. Validasi proses dilakukan
1. Sebelum produk dipasarkan (validasi prospektif), atau
2. Selama proses produksi rutin (validasi konkuren), atau
3. Proses yg sudah berjalan (validasi retrospektif)
. Fasilitas, sistem dan peralatan yang digunakan telah dikualifikasi serta
metode analisis yang digunakan harus sudah divalidasi. Personalia yang
melakukan validasi harus hendaklah mendapatkan pelatihan yang sesuai.

VALIDASI PROSPEKTIF
Validasi Prospektif harus mencakup :
Uraian singkat proses
Ringkasan tahap kritis proses yg harus
diinvestigasi
Daftar peralatan,fasilitas, alat ukur,
pemantau & pencatat, serta kalibrasinya
Spesifikasi produk jadi untuk pelulusan
Daftar metode analisis yg digunakan
IPC & kriteria penerimaan
Pengujian tambahan, termasuk validasi &
kriteria penerimaannya, jika ada
Pola pengambilan sampel
Metode pencatatan & evaluasi hasil
Fungsi & tanggung jawab
Jadwal yg diusulkan

Dilakukan pada 3
batch pertama secara
berurutan
Ukuran bets yang
digunakan pada proses
validasi harus sama
dengan ukuran bets
produksi yang
direncanakan
Jika bets akan
dipasarkan:
Kondisi pembuatan
harus memenuhi
ketentuan CPOB
Memenuhi spesifikasi
Sesuai izin edar

VALIDASI KONKUREN
Dalam hal tertentu, dimungkinkan tidak
menyelesaikan program validasi sebelum produksi
rutin dilaksanakan
Validasi konkuren juga dilakukan karena terjadi
perubahan pada parameter kritis yang dapat
mempengaruhi mutu dan spesifikasi produk, misal
spesifikasi bahan baku, peralatan utama, prosedur
pembuatan, metode pengujian, dan lain-lain
Keputusan untuk melakukan validasi konkuren
harus dijustifikasi, didokumentasikan dan disetujui
oleh manajer QA.

VALIDASI RETROSPEKTIF
Validasi retrospektif hanya dilakukan pada proses yang
sudah mapan dengan penelusuran batch record.
Bets yang dipilih untuk validasi retrospektif hendaklah
mewakili seluruh bets yang dibuat selama periode
pengamatan,
Validasi retrospektif memerlukan data dari 10 (sepuluh)
sampai 30 (tiga puluh) bets berurutan untuk menilai
konsistensi proses.

Sumber data validasi


retrospektif mencakup :

Catatan pengolahan
bets
Catatan pengemasan
bets
Rekaman pengawasan
proses
Buku log perawatan
alat
Catatan penggantian
personil
Studi kapabilitas
proses
Data produk jadi

VALIDASI PEMBERSIHAN

Validasi prosedur pembersihan dilakukan untuk setiap


peralatan / mesin yang kontak langsung dengan produk
(zat aktif).
Validasi pembersihan dilakukan untuk konfirmasi
efektivitas prosedur pembersihan.
Validasi pembersihan menggunakan metode analisis
tervalidasi
Validasi prosedur pembersihan dilakukan tiga kali
berurutan dengan hasil yang memenuhi syarat untuk
membuktikan bahwa prosedur pembersihan tersebut
telah tervalidasi.

VALIDASI METODE ANALISIS


Tujuan :
untuk menunjukkan bahwa metode analisis sesuai tujuan
penggunaannya.
Parameter
Validasi
Identifikasi
Pengujian Impuritas
Penetapan Kadar
Kuantitatif
Akurasi
Presisi
Ripitabilitas
Presisi Intermediet
Spesifisitas (2)
Limit Deteksi
Limit Kuantitasi
Linieritas
Rentang

(-) Tidak
dipersyaratkan
(+) dipersyaratkan

Batas

- Disolusi*
- Kandungan/ Potensi

+
-

+
+ (1)
+
- (3)
+
+
+

+
+
-

+
+ (1)
+
+
+

(1) Dalam hal telah dilakukan tes reprodusibilitas,


maka presisi intermediate tidak dipersyaratkan
(2) Kekuragan spesifisitas dari salah satu prosedur
analisis dapat dikompensasikan dengan prosedur
analisis yang lain yang dapat menunjang
(3) Hanya diperlukan pada kasus tertentu
(*) Hanya untuk mengetahui kadar zat terlarut

METODE ANALISIS
IMPURITAS
Tujuan :
Merefleksikan secara tepat karakteristik kemurnian
sampel.
Caranya :
Pengujian impuritas dapat dilakukan melalui uji
kuantitatif atau uji batas impuritas dalam sampel.
Karakteristik validasi yang lain diperlukan untuk uji
kuantitatif dibanding untuk uji batas impuritas;

METODE PENETAPAN KADAR


Tujuan :
Prosedur penetapan kadar bertujuan untuk
menentukan kadar analit dalam sampel.
Caranya
Penetapan kadar dilakukan dengan
pengukuran
komponen utama yang terkandung dalam bahan aktif
obat. Untuk obat, karakteristik validasi yang serupa juga
berlaku untuk penetapan kadar zat aktif atau komponen
tertentu. Karakteristik validasi yang sama juga dapat
dilakukan untuk penetapan kadar yang berkaitan dengan
metode analisis lain (misal uji disolusi).

PENINJAUAN BERKALA, PENGENDALIAN


PERUBAHAN & VALIDASI ULANG
Proses validasi merupakan proses berkelanjutan selama
industri farmasi masih melakukan produksi, untuk
menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman,
bermutu dan berkhasiat.
Sebagai upaya menjaga hal tersebut, setelah
melaksanakan validasi perlu dilakukan peninjauan
secara berkala (Periodic review) terhadap hasil validasi,
kemudian dilakukan pengawasan terhadap berbagai
perubahan (change control), serta apabila perlu
dilakukan validasi ulang.

PENINJAUAN BERKALA
Merupakan evaluasi secara berkala pada tiap periode
tertentu terhadap seluruh dokumen validasi yang telah
disusun.
Jangka waktunya ditetapkan oleh Komite Validasi (atau
oleh QA Manager) melalui Protap Peninjauan Berkala
Dokumen Validasi.
Jika ada kegagalan produksi yang berulang-ulang maka
perlu dilakukan validasi ulang

PENGENDALIAN PERUBAHAN
Semua perubahan yang dapat mepengaruhi mutu
produk harus secara resmi diajukan, didokumen-tasikan
dan disetujui.
Tersedia
prosedur tertulis mengenai langkah yang
diambil jika ada usul perubahan terhadap bahan awal,
komponen produk, peralatan proses, lingkungan kerja,
proses produksi atau pengujian ataupun perubahan yang
berpengaruh terhadap mutu atau reprodusibilitas
proses.
Prosedur pengendalian perubahan harus memastikan
bahwa data pendukung sesuai mutu yang diinginkan dan
konsisten dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sehingga perlu dilakukan validasi ulang

VALIDASI ULANG
Tingkat validasi ulang yang diperlukan tergantung
pada sifat perubahan
Contoh perubahan yang dapat berakibat validasi
ulang:

Melibatkan bahan aktif obat baru / pemasok baru.

Melibatkan formulasi baru

Perubahan prosedur analisis

Prosedur pembersihan diperbaharui

Melewati jangka waktu yang ditetapkan untuk


melakukan validasi ulang.

TERIMA KASIH