Anda di halaman 1dari 65

INFLAMASI / RADANG

By. Kelompok 1

Radang atau inflamasi adalah suatu respon


protektif yang ditujukan untuk menghilangkan
penyebab awal jejas sel serta membuang sel dan
jaringan nekrotik yang diakibatkan oleh
kerusakan asal .

Tanda-Tanda Radang
1.
2.
3.
4.
5.

Rubor
Kalor
Dolor
Tumor
Functio Laesa

Pembagian dari Peradangan


1. Radang Akut
Ini adalah awal atau perubahan dini, terjadi
dalam
beberapa jam atau hari, dan menunjukkan usaha
tubuh untuk menghancurkan atau menetralkan
agen penyebab.
2. Radang Kronis
Perubahan ynag berlangsung sampai berminggu,
bulan atau bahkan bertahun menunjukkan usaha
tubuh untuk melokalisasi agen penyebab dan
memperbaiki kerusakan yang terjadi.

INJURI DIRONGGA MULUT

A.

Injuri Traumatik
1. Fraktur email

Gambaran klinis :
. Hilangnya email
. Keretakan tipis pada email.

Gambaran Radiologi :

2. Fraktur yang melibtakan pulpa


Gambaran klinis :
Banyak gigi yang hilang dan pulpa terbuka.
Rasa sakit dan sensitivitas. Seringkali menjadi
parah bila ada perubahan suhu atau gigitan.

Fraktur Dentin Tanpa Terbukanya Pulpa


adalah Fraktur mahkota yang megenai cukup
banyak dentin, tanpa megenai pulpa.

Gambaran Radiologi :
Fraktur dentin tanpa terbukanya pulpa

Fraktur Mahkota dengan Terbukanya Pulpa


Fraktur mahkota yang mengenai dentin
dan menyebabkan pulpa terbuka.

Gambaran Radiologi :
Fraktur mahkota dengan terbukanya pulpa

3. Fraktur akar

Gambarn klinis :
Rasa sakit dan gigi terasa goyang
Rasa sakit bila dilakukan palpasi dan derajat
kegoyangan gigi meningkat

Gambaran radiologi :

B. Permukaan jaringan gigi hilang / kausan gigi

1. Abrasi
Gambaran klinis :
Dapat dijumpai tanpa gejala atau peka terhadap
rangsang panas akibat terbukanya dentin atau
karena pulpitis kronis dengan eksa serbasi akut.
Resesi ginggiva pada sisi bukal dan dentin serta
sementum akar yang terbuka

Gb. Klinis :

Gambar 7. Abrasi pada gigi C dan P pasien. Pasien tersebut memiliki kecenderungan
menyikat giginya dengan kuat. Resesi ringan terjadi pada gingiva dan semento-email
yang mengalami keauasan tampak sebagai lesi abrasi pada permukaan prominensia akar
gigi (tanda panah)
(Gandara BK. J Contemp Dent Pract 1999; 1(1): 4)

2. Atrisi

Gambaran klinis
Seperti diatas bebas dari gejala atau peka
bila terkena dengan suhu yang ekstrim
Hilangnya jaringan gigi dipermukaan oklusal
dan insisal , tonjol mejadi datar, tepi insisal
terkikis dan titik kontak antara gigi lebih
datar.

Gb. Klinis

3. Erosi
Gambaran klinis :
a.Bentuk lesi cekung yang luas dan permukaan
email yang licin.
b.Permukaan oklusal yang melekuk (insisal yang
beralur) dengan permukaan dentin yang terbuka.
c. Meningkatnya translusensi pada insisal
(Gambar 5).
d.Rusaknya karakteristik email pada gigi anakanak.
e.Sering ditemui email cuf atau ceruk pada
permukaan servikal.

Gambaran klinis :

Gambar 5. Wanita 14 tahun menunjukkan karakteristik


kehilangan struktur pada permukaan gigi yang menyeluruh
dan email gigi insisivus maksila tampak seperti terpolis.
Lapisan email yang ada tampak sangat tipis karena erosi
(Gandara BK. J Contemp Dent Pract 1999; 1(1): 3)

Gambar 6. Pada permukaan amalgam yang menonjol


keluar, di bawahnya terlihat perluasan erosi pada
permukaan oklusal(Gandara BK. J Contemp Dent Pract
1999; 1(1): 3)

4. Abfraksi
Gambaran klinis abfraksi adalah sebagai berikut:
Kelainan ditemukan pada daerah servikal
labial/bukal gigi
Berupa parit yang dalam dan sempit berbentuk
huruf V
Pada umumnya hanya terjadi pada satu gigi yang
mengalami tekanan eksentrik pada oklusal yang
berlebihan atau adanya halangan yang
mengganggu oklusi

Gambaraan klinis :

Patologis injuri jaringan lunak


1.

Linea Alba

Gambaran klinis :
kondisi yang paling sering muncul di sepanjang mukosa
bukal setinggi dataran oklusal gigi rahang atas dan rahang
bawah yang disebabkan adanya tekanan, iritasi gesekan,
dan trauma dari permukaan gigi.
Berwarna putih keabuan disebabkan hiperkeratosis epitel.
biasanya bilateral di kanan dan kiri,
berawal dari sudut mulut hingga gigi posterior

Gb. klinis

2. Nikotin Stomatitis
Adalah lesi benikna pada palatum durum(keras)
biasanya dihubungkan dengan penggunaan rokok
jangka panjang dan mukosa palatal terkena
pengaruh panas.
Gambaran klinis :

Gambaran histopatologi :

3. Tato Amalgam
Gambaran klinis :
Tato amalgam terlihat berupa makula yang
lembut, tidak nyeri, tidak berulkus, berwarna
biru/abu-abu/kehitaman tanpa adanya reaksi
eritematus di sekelilingnya.
Lesi ini banyak ditemukan pada gusi atau mukosa
alveolar dan lebih banyak terdapat pada wanita
dan usia lanjut.
Tato dibatasi oleh mukosa yang diameternya
<0,5 cm.

Gb.klinis

Gambaran histopatologi :

4. Smokers Melanosis
Smokkers melanosis biasanya terdapat pada
bibir
depan mukosa alveolar.
Gambaran klinis :

5. Sialolith
Sialolith adalah batu kelenjar saliva.
Gambaran klinis :
Rasa sakit dan adanya pembengkakakn secara
intermiten didaerah kelenjar ludah mayor
keadaan ini trambah parah pada waktu makan
dan kembali hilang setelah makan.

Gambaran histopatologi dan radiolusen :

6. Trauma Termal (Panas)


Trauma termal atau luka bakar pada rongga
mulut
sebagian besar disebabkan oleh makanan atau
minuman yang panas.
Gambaran klinis :

7. Trauma kimiawi ( aspirin )


Trauma kimiawi di dalam rongga mulut biasanya akibat
bahan-bahan kedokteran gigi yang digunakan dalam
praktek, misalnya aspirin, hidrogen peroksida dll .
Gambaran klinis :
Lesi biasanya terletak pada forniks atau lipatan mukobukal
dan gingiva. Area yang terluka berbentuk ireguler,
berwarna putih, dilapisi pseudomembran, dan sangat sakit .

8. Trauma Radiasi
Ulser intraoral juga biasanya muncul selama
proses terapi radiasi untuk kanker di area kepala
dan leher.
Keganasan (paling sering karsinoma sel
skuamosa) memerlukan dosis radiasi yang besar
(60-70 Gy).

Peradangan Lesi Periapikal

1. Normal Periapical Tissues


Kondisi ini menggambarkan keadaan klinis dan
radiografik dimana gigi memiliki jaringan periapikal
normal. Pada keadaan ini, gigi masih memiliki
struktur
lamina dura dan ligamen periodontal yang normal.

2. Symptomatic Apical Periodontitis


Gambaran histologi :

Sel PMN dan makrofag terlihat pada bagian apikal


dari pulpa
Terdapat abcess kecil
Resorpsi tulang dan akar dapat terlihat secara
histologis tetapi tidak secara radiografis

3. Asymptomatic Apical Periodontitis


Gambaran radiologi :
terlihat adanya gangguan pada lamina dura dan
destruksi yang ekstensif pada jaringan periapikal
dan interradikuler

Gambaran histologi :
Granuloma periapikal terdiri dari jaringan
granulomatosa, sel mast, makrofag, limfosit, sel
plasma, dan sel PMN
Multinucleated giant cells, foam cells, cholesterol
clefts, dan epithelium sering kali ditemukan
Kista radikular memiliki kavitas sentral yang
berisi cairan eosinofilik atau material semisolid
dan diselubungi oleh epithelium skuamosa
berlapis
Kista radikular berasal dari epitel malassez yang
berproliferasi karena terdapat respon inflamasi.

Gambaran radiologi :

4. Condensing Osteitis
Gb. radiografis :
Terlihat adanya gambaran radiopasitas yang menyebar
disekitar akar gigi
Secara histologis :
Terlihat peningkatan susunan tulang trabekular dan
inflamasi

5. Acute Apical Abscess


Signs and Symptoms
Peningkatan serangan rasa sakit yang cepat dan
spontan
Terdapat ketidaknyamanan dan pembengkakan
dari ringan sampai berat
Biasanya tidak ada pembengkakan jika abses
terbatas pada tulang
Memiliki manifestasi secara sistemik seperti
peningkatan temperatur, rasa tidak enak, dan
leukositosis

Gb. Klinis

Gambaran histologi :
Lesi destruktif lokal atau nekrosis yang
mengandung sel PMN, debris, sisa sel, dan
eksudat purulen
Termasuk lesi granulomatosa, biasanya
abses tidak langsung berhubungna
dengan apikal foramen

6. Chronic Apical Abscess


Etiologi
Hasil dari nekrosis pulpa
Gambaran Klinis:

Gb. Radiolusen

7. Abses Periapikal
Gambaran Klinis :
pelebaran membran periodontal di daerah
periapikal
sebagai akibat dari suatu peradangan.

Gb radiografi :
Memperlihatkan kerusakan tulang yang jelas meliputi
sepanjang permukaan akar gigi sehingga membran
periodontalnya sukar untuk dibedakan lagi.

Gb. Histopatologi :

8. Granuloma Periapikal
Gambaran klinis :
Pasien dengan granuloma periapikal umumnya
tidak bergejala, namun jika terdapat eksaserbasi
akut maka akan menunjukkan gejala seperti
abses periapikal

Gambaran histopatologi :

Gambaran radiografi :
Tampak sebagai bayangan
yang radiolusen di bagian
apeks gigi atau bagian lateral
yang berbentuk bundar atau oval.
Tampak lamina dura
terputus, batas antara
daerah radiolusen dengan
jaringan tulang yang sehat
cukup jelas tetapi tidak
setegas batas pada kista.

9. Osteomielitis
Gambaran klinis :
Gambaran klinis yang dijumpai adalah bentuknya
lebih terlokalisir, keras, pembengkakan tulang
mandibula yang tidak halus pada bagian bawah
dan samping pada tulang mandibula dan disertai
dengan karies pada molar satu.
Gejala klinis yang dijumpai adalah
limphadenopati, hiperpireksia dan biasanya tidak
sertai dengan leukositosis.

Gambaran histopatologi :
Pembentukan tulang subperiosteal yang baru
pada permukaan kortek, yang menimbulkan
pembentukan involucrum.
Gambaran dengan perbesaran tinggi dari tulang
subperiosteal yang baru terbentuk pada
permukaan koteks.
Sebagai akibat peradangan dari jaringan lunak
sumsum, tulang mengalami nekrosis.
Jaringan granulasi dan massa bakterial sering
menutupi tulang nekrotik itu.

Gb. Hpa

Gb. Radiografi
menunjukan bentuk morttled dari tulang pada
Keadaan osteomielitis rahang bawah.

Inflamasi yang berkaitan dirongga mulut dan


lain-lain
1. Pulpitis
Pulpitis adalah peradangan pada pulpa gigi yang
menimbulkan rasa nyeri.
Gambaran klinis :

Gambaran histopatologi :
Kronik

Acute irreversible :

Acute reversible :

2. Gingivitis
Gingivitis adalah peradangan pada gusi (gingiva)
yang terjadi pada jaringan epitel mukosa di
sekitar cervical gigi dan prosesus alveolar.
Gambaran klinis :
Gusi yang mudah berdarah
biasanya ditandai dengan gusi bengkak
warnanya merah terang, dan mudah
berdarah dengan sentuhan ringan

Gb. Klinis

Gambaran histopatologi :

3. Tonsilitis
Tonslitis akut adalah peradangan pada tonsil yang
masihbersifat ringan.
Gambaran klinis :

TERIMA KASIH