Anda di halaman 1dari 17

IMPLEMENTASI CSMS

PT PERTAMINA REFINERY UNIT VI


Balongan, Juli 2010

Persiapan Implementasi Contractor Safety Management System

Latar Belakang
- Memorandum Diruktur Utama No. 568/C00000/2010-S0 mengenai
Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Terjadinya Insiden :
No. 4 Terus Meningkatkan secara Signifikan program yang lebih
menyentuh pada upaya nyata dan terukur di lapangan dalam
meniadakan penyimpangan prosedur melalui program antara lain
Peningkatan Implementasi Keselamatan Kerja dan Contractor Safety
Management System (CSMS) yang sudah digulirkan melalui program
BTP HSE
- Ref Memo Direktur Umum No. 278/I00000/2010-S0, tgl. 11 Juni 2010
bahwa CSMS sudah harus diimplemetasikan secara penuh pada
Desember 2010, minimal tahapan administrasi dan HSE Plan
-

Fax Direktur Umum No. 281/I00000/2010-S0 mengenai Instruksi


Direktur Utama Pada Town Hall Meeting

Tahap CSMS

Tahap
Administrasi

Tahap
Implementasi

Risk Assessment

Pre Job Activity

Pra Qualification

Work in Progress

Selection

Final Evaluation

Bank
Data

Standar Kerja

OSHA
OSHA
Standard
Standard

Process Safety Management Of Highly Hazardous


Process Safety Management Of Highly Hazardous
Chemical. Subpart Contractors. (1910.119h)
Chemical. Subpart Contractors. (1910.119h)

WORK PLAN IMPLEMENTASI CSMS RU VI


Balongan

Melampirkan HSE plan yang berisi tentang rencana


pengelolaan dan penerapan HSE untuk meminimalisir
resiko pekerjaan. Dokumen HSE plan minimum yang harus
disediakan meliputi :
a. JHSEA (Job Health Safety Environment Analysis)
b. HSE Performance Indicator
c. CV Personel HSE
d. Training HSE untuk pekerjaan tersebut

Mobilization

Pelaksanaan Pekerjaan

JHSEA harus terdiri dari (minimum) :


1.
2.
3.

Urutan pelaksanaan pekerjaan


Potensi bahaya
Mitigasinya

Demobilization

Analisa bahaya yang tertulis pada JHSEA harus dimulai dari


tahapan Mobilization (pengangkutan material / peralatan
serta pengiriman pekerja ke lokasi pekerjaan) hingga
demobilization.
Mitigasi pada JHSEA minimum harus mencakup :

Penggunaan peralatan / material


Prosedur
Pembinaan / training / sertifikasi
Perizinan
Pengukuran

PPE / APD (Alat pelindung diri)


Fire Protection
dll.

Disusun oleh kontraktor sebagai acuan untuk memantau penerapan dan


kinerja HSE kontraktor tersebut.
Terdapat 2 parameter yang harus dijanjikan oleh kontraktor untuk
dipenuhi selama pelaksanaan pekerjaan yaitu :

Target KPI HSE Kontraktor harus SMART (Specific, Measurable,


Achievable, Realistic, Time frame).

No

Item

1 Jumlah Tenaga Kerja


2 Jam Kerja Aman
Lagging Indicator
1 Fatality
2 Kejadian Berdampak Besar
3 Kejadian Berdampak Sedang
4 Kejadian Berdampak Kecil
5 First Aid
6 Near Miss

PIC

Target

Actual

Indicator

SC

15

HSE

7200

PM
PM
PM

0
0
0

angka total kasus


angka total kasus
angka total kasus

HSE
HSE

1
15

angka total kasus


angka total kasus

PM/PS
PS/HSE
PM/HSE

12
90
12

Notulen
Daftar Hadir
Laporan yang diserahkan

PM/PS/HSE

12

Dokumen Visit

HSE
PROC/HSE/QC
PM
PM
PM
PM
PM

1
90
15
10
10
10
90%

Absensi
Data Jam Kerja

Leading Indicator
1 HSE Meeting
2 HSE Talk / briefing
3 HSE Reporting
4 HSE Management Visit
5
6
7
8
9
10
11

Temuan PEKA
Inspection / audit
Pelangaran terhadap APD
Pelanggaran terhadap pengelolaan sampah
Pelanggaran terhadap hygiene industry
Pelanggaran terhadap rokok
Closure Action

Dokumen Temuan PEKA


Dokumen Inspection
Dolumen Pelanggaran
Dolumen Pelanggaran
Dolumen Pelanggaran
Dolumen Pelanggaran

Jakarta, 12 Februari 2010


Prepared & agreed by :
Mr. xxxxxx
PT. Kontraktor

Mr. YYYYY
PT. Pertamina

Notes

Personel HSE kontraktor harus mampu memfasilitasi, memotivasi dan


memperbaiki penerapan aspek HSE terhadap seluruh pekerja kontraktor
dalam pekerjaan tersebut.
CV personel HSE kontraktor harus terdiri dari (minimal) :

Menggambarkan komitmen manajemen kontraktor terhadap


penerapan aspek HSE dalam pekerjaan tersebut. HSE policy
& objective ini harus didokumentasikan, disosialisasikan
dan dipahami oleh seluruh pekerja kontraktor yang terlibat.
Kontraktor harus melaksanakan audit / inspeksi berdasarkan pada
jadual audit yang telah dibuat untuk pekerjaan tersebut. Jenis audit /
inspeksi tersebut meliputi :
Audit / inspeksi oleh managemen kontraktor
Audit / inspeksi oleh pengawas & HSE kontraktor
HEAD OFFICE HSE

Selama pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus membahas


dan mengkomunikasikan aspek : Safety meeting, talk /
briefing, HSE induction, HSE training, HSE sign, Pelaporan
penerapan HSE ke Pertamina, dll.
Kontraktor harus melakukan pemeriksaan kesehatan
kepada seluruh pekerja yang akan dipekerjakan dalam
pekerjaan kontrak tersebut dan melampirkan surat bukti
keterangan sehat dari pemeriksaan tersebut.

Penerapan CSMS Pada Turn Around KLBB


2010
- Implementasi CSMS di TA KLBB 2010 dilakukan
mulai dari tahap penilaian risiko sampai evaluasi akhir.
- Perlu peningkatan Implementasi CSMS untuk kontraktor Menengah
dan Kecil dalam hal :
Kebijakan & Target HSE
Upskilling & Kompetensi tenaga HSE Man
HSE Komunikasi / Rapat rapat HSE
Prosedur, Training & Sertifikasi
Laporan Statistik

Penerapan CSMS dalam memitigate bahaya dan precaution di dalam confined


space
1. Engineering Control
Mechanical ventilation, blower, fan,
Ladder, Lighting.
2. Administratif Control
Release Equipment
Entry Permit
JSA
CSMS
Daftar Periksa Ruang Terbatas &
Papan
Phisical Test
Top Manhole Safety Spv.

SUMBER: HSE RU VI TA Team

Ada banyak cara mengontrol bahaya dan precaution di dalam confined space

3. Personal protective equipment control


Tripod & Wire Winch (Manual or Hydrolic)
Anti Flash Suite (Typex or Microgard)
Breathing air line complete with
Communication Set
CCTV
Full Body Harness Respirator, gloves, ear
plug etc

SUMBER: HSE RU VI TA Team