Anda di halaman 1dari 11

JURNAL READING

Treatment of vulvovaginal candidiasis: a review


of the literature
Nurzanah C Primadani

Pembimbing :
Dr. Gayanti Germania,Sp.KK
Dr. Hapsari Triandriyani,
M.Kes,Sp.KK
Dr. Christilla Citra Aryani,Sp.KK

Abstrak
Vulvovaginal candidiasis (VVC) terjadi sekitar tigaperempat dari semua wanita selama usia reproduksi
mereka, meskipun kejadian yang tepat dari VVC sulit
untuk ditentukan karena banyak pasien yang
mengobati dirinya sendiri.
Infeksi dibagi menjadi komplikasi dan tanpa komplikasi.
Peran probiotik dalam mengobati VVC masih
diperdebatkan.
Artikel ini menyajikan tinjauan literatur dalam berbagai
pilihan pengobatan untuk VVC

Pendahuluan
Infeksi jamur pada vulva dan vagina
diperkirakan penyebab peradangan paling
umum kedua setelah bakteri vaginosis.
Penyebab infeksi jamur paling patogen
yang umum adalah Candida albicans, yang
terisolasi di 85 sampai 90% dari semua
kasus.
Pengobatan tergantung pada apakah
infeksi tanpa komplikasi atau dengan
komplikasi.

vulvovaginal
candidiasis
uncomplicated

vulvovaginal
candidiasis
complicated

Kasus infeksi
ringan

Kasus infeksi
parah

Candida
albicans

C. glabrata dan
non-C albicans
VVC selama
kehamilan
VVC pasien DM
atau
imunosupresi
VVC Berulang

Etiologi
C. albicans, yang paling sering
menyebabkan VVC, merupakan bagian dari
mikroflora normal vagina. Patogen yang
paling umum kedua diidentifikasi pada
wanita dengan VVC adalah C. glabrata.
Lactobacilli merupakan elemen penting
dari mikroflora vagina karena lactobacilli
produksi asam laktat menjaga pH vagina
rendah dan mencegah pertumbuhan
berlebih dari patogen lainnya

Faktor Resiko
Faktor risiko untuk VVC adalah kehamilan,
diabetes, dan risiko perilaku faktor-faktor
seperti penggunaan kontrasepsi oral dengan
dosis tinggi estrogen, penggunaan kondom,
spermisida, berhubungan dengan oral seksual,
dan penggunaan pakaian sintetis yang ketat.
Kasus berulang VVC dapat dikaitkan dengan
penyakit dermatologis, seperti lichen sklerosis,
dan dengan imunosupresi, seperti pada infeksi
HIV.

Gambaran Klinis
Gejala Klinis

Pemeriksaan
Penunjang

Nyeri terbakar

MIkroskopik

Pruritus dari vulva dengan


rasa ketidaknyamanan

Tes Whif

Dsiuria
Dispareunia
Edema dan eritem vulva
dan vagina
Keputihan abnormal
dengan gambaran cheese

Kultur Jamur

Pengobatan kandidiasis
vulvovaginal

Tanpa
komplikas
i

Terapi lokal jangka


pendek,clotrimazole,
butoconazole, dan miconazole.
kombinasi 2% krim clotrimazole
untuk penggunaan eksternal dan
vagina clotrimazole supositoria.
pengobatan oral dengan dosis
tunggal 150 mg flconazole.

Dengan
komplikas
i

fluconazole oral jangka panjang


golongan azole lokal
nistatin vaginal
Terapi pemeliharaan dengan 100 mg
ketokonazol
amfoterisin B vaginal pada wanita
dengan non-C. albicans
pengobatan topikal C. glabrata VVC
dengan flcytosine dan asam borat

Peran probiotik dalam mengobati


kandidiasis vulvovaginal berulang
Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup,
dalam jumlah yang tepat, berguna untuk
kesehatan host.
Beberapa penelitian mendukung efektivitas dari
lactobacilli oral atau lokal, terutama Lactobacillus
rhamnosus GR-1, Lactobacillus fermentum RC-14,
dan Lactobacillus acidophilus, sedangkan
penelitian lain tidak membuktikan efektivitas
laktobasilus.

Kroasia mengevaluasi kelompok pertama


menerima plasebo yang mengandung
kapsul selama 6 minggu dan kelompok
kedua
menerima
kapsul
yang
mengandung
probiotik
Lactobacillus
reuteri RC-14 dan Lactobacillus rhamnosus
GR-1 untuk 6 minggu.
61,5% pada kelompok probiotik, 26,9%
dari peserta dalam kelompok plasebo
memiliki microflra vagina yang normal
pada kunjungan pertama.

Martinez
et
al. mengevaluasi
nilai
tambahan terapi 4 minggu dengan
probiotik yang ditambahkan ke dosis
tunggal 150 mg fluconazole dalam
mengobati VVC dengan hasil kultur positif.
Setelah 4 minggu pengobatan, 38,5%
dari peserta pada kelompok probiotik
kultur bebas infeksi dibandingkan dengan
10,3% dari pasien yang hanya menerima
fluconazole.

Kesimpulan
Kandidiasis vulvovaginal merupakan penyakit yang jarang
dilaporkan dikarenakan tingginya tingkat pasien mengobatinya
sendiri dan tersedia obatnya pada toko.
Pengobatan harus individual dan tergantung pada pasien
mengalami tanpa atau dengan komplikasi VVC.