Anda di halaman 1dari 34

MIKROORGANISME PENYEBAB

INFEKSI PADA
SALURAN PENCERNAAN

LUCIA SRI SUNARTI


BAGIAN MIKROBIOLOGI
BLOK 14 KBK FK UKI

GANGGUAN PADA SALURAN


PENCERNAAN
INTOKSIKASI

Staphylococcus aureus
Clostridium botulinum
Bacillus cereus

GANGGUAN PADA SALURAN


PENCERNAAN
INFEKSI

Bakteri : 1. Fam Enterobacteriaceae


E.coli ttt
Salmonella
Shigella

GANGGUAN PADA SALURAN


PENCERNAAN
2. Fam Vibrionaceae
Vibrio cholerae
Vibrio parahaemolyticus
Campylobacter
Helicobacter

GANGGUAN PADA SALURAN


PENCERNAAN
Virus : Rotavirus

Staphylococcus aureus
MORFOLOGI DAN SIFAT :
Kokus, berkelompok spt anggur, pigmen kuning
emas
Resisten pd suhu 60 C, selama 30 60 mnt
Resisten thd kering, radiasi, tekanan osmose
Flora normal hidung
Membentuk enterotoksin

Staphylococcus aureus
ENTEROTOKSIN :
Heat stable
Tdk rusak oleh ensim
1 jt mo/gram intoksikasi

Staphylococcus aureus
GEJALA :
Masa inkubasi pendek 3 6 jam
Mual, muntah, pusing, diare
Sembuh dalam waktu 24 48 jam

Staphylococcus aureus
DIAGNOSA MIKROBIOLOGIS
Kultur : pigmen kuning emas
manitol +, koagulase +, hemolisin +
Deteksi toksin : serologi

Clostridium botulinum
MORFOLOGI DAN SIFAT:
batang Gram positif, spora, anaerob
Ditemukan di tanah, binatang
Membentuk neurotoksin
A, B,E manusia
C,D binatang

Clostridium botulinum
SIFAT TOKSIN :
Heat stable, rusak pada suhu 80 C, selama
30 mnt
Tdk rusak oleh ensim
Sinap --- saraf ---- neurotransmisi

Clostridium botulinum
GEJALA :
penglihatan kabur, sulit menelan, sulit
bicara,kelumpuhan otot pernafasan
PENCEGAHAN :
makanan pH asam
panaskan pd suhu 80 C

Clostridium botulinum
DIAGNOSA MIKROBIOLOGIS :
Kultur media EYA
Binatang percobaan

E. coli
MORFOLOGI DAN SIFAT :
batang, Gram negatif, spora (-), flagel (+)
flora normal usus, oportunis patogen
Peragi laktosa
IMViC ++-Pada perbenihan diferensial koloni merah,kilat
logam
Pada AD koloni hemolise (+)
Koloni S

E. coli
ETEC toksin LT dan ST

mirip kolera
EPEC Bayi dan anak-anak
EIEC mirip disentri basilaris
EHEC darah

Salmonella
MORFOLOGI DAN SIFAT :
Batang , Gram negatif, gerak (+),aerob/anaerob
fakultatif, laktosa (-)
Tahan dalam suhu es, dalam air 4 mggu
Mati pada suhu 56 C, keadaan kering
Pada perbenihan diferensial Koloni S, kecil, jernih

Salmonella
STRUKTUR ANTIGEN :
Ag O
Ag H
Ag Vi

Salmonella
PATOGENESIS :
a. gastroenteritis
masa inkubasi 1 3 hari
gejala : mual,muntah,demam,diare,kejang
perut
sembuh dalam beberapa hari

Salmonella
b. septikemia
kuman masuk sirkulasi darah organ
tubuh meningitis, osteomielitis,
pneumonia,endokarditis
c. demam enterik
kuman tertelan sirkulasi darah organ
tubuh (hati,kantong empedu,ginjal)

Salmonella
DIAGNOSA MIKROBIOLOGIS :
Kultur/biakan
Bahan Px : tinja, darah,urine,sumsum tulang
Rx Serologi

Widal

Shigella sp
Ada 4 species :
1. S. dysenteriae
2. S. flexneri
3. S.boydii
4. S. sonnei

Shigella sp
SIFAT :
Tahan dalam fenol % selama 5 jam
dalam es selama 2 bulan
air laut selama 2 5 bulan
Mati pada suhu 52 C
Disentri basiler

Shigella sp
FAKTOR PATOGENITAS :
Daya invasi
Enterotoksin

Shigella sp
PATOGENESIS :
Kuman epitel mukosa mikroabses dinding usus
besar dan terminal ileum nekrosis, ulkus,
pseudomembran,perdarahan feses bercampur
pus,mukus,darah

Shigella sp
GEJALA KLINIK :
Masa inkubasi 1 4 hari
sakit perut,kejang perut,tenesmus,diare,demam
Sembuh sendiri, ex : anak,manula,

imunocompromised

Shigella sp
DIAGNOSA MIKROBIOLOGIS :
Kultur tinjadengan perbenihan selektif
PENGOBATAN :
Pengobatan suportif
Antibiotika uji kepekaan

Shigella sp
PENCEGAHAN :
Penularan 5 F
Pencegahan : sanitasi, pengawasan dan pembuangan

tinja
Pemantauan carrier

VIBRIONACEAE
Ada 2 species :
1.

V. cholerae

2. V. parahaemolyticus

Vibrio cholerae
MORFOLOGI DAN SIFAT :
Batang bengkok,Gram negatif, flagel
monotrikh, spora (-)
Koloni bulat, cembung, S, peragi sukrosa
pH optimal 8,5 9,5

Vibrio cholerae
PATOGENESIS :
Manusia
Tdk invasif
Enterotoksin hipersekresi air dan Cl, hambat
absorbsi Na
Kasus berat : dehidrasi, asidosis,syok,kematian

Vibrio cholerae
GEJALA KLINIK :
masa inkubasi 1 4 hari
tinja rice water stools
angka kematian tanpa pengobatan 25 50%

Vibrio cholerae
DIAGNOSA LABORATORIUM ;
Spesimen : tinja, muntahan
Kultur dgn perbenihan Agar Pepton, AD pH 9,0 ,

TCBS

Vibrio parahaemolyitcus
SIFAT :
Halofilik
Sukrosa (-)
PENCEGAHAN :
pekerja kapal, juru masak sea food

TERIMA KASIH