Anda di halaman 1dari 31

KAP, PEMROGRAMAN PELATIHAN,

REKRUTMEN
Disampaikan dalam Management of Training
Makassar,
Agustus
2016
BALAI 22
JASA
KONSTRUKSI
WILAYAH VI MAKASSAR

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN


RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
BALAI JASA KONSTRUKSI WILAYAH VI MAKASSAR

PUSAT

PEMBINAAN

KOMPETENSI

DAN

PELATIHAN

KONSTRUKSI

|2014|

a. Kebutuhan Akan Pelatihan

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

The training system


TRAINING NEEDS
ANALYSIS
DEVELOP
OBJECTIVES

DEVELOP
ASSESSMENT
DEVELOP PROGRAM

SELECT STRATEGIES SELECT DELIVERY MODE SELECT MEDIA

DEVELOP MATERIALS

DEVELOP
INSTRUCTION
DELIVERY
INSTRUCTION
ASSESS
LEARNING

EVALUATE PROGRAM
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

PENGERTIAN KEBUTUHAN AKAN PELATIHAN (TNA)


Suatu proses pengumpulan dan analisis data

dalam rangka mengidentifikasi bidang-bidang


atau faktor-faktor apa saja yang ada dalam
bidang pelatihan yang perlu ditingkatkan atau
diperbaiki
agar
output
pelatihan
menjadi
meningkat dan mudah di terima oleh pasar kerja.
Suatu proses untuk menentukan apa yang
seharusnya
(sasaran-sasaran)
&
mengukur
jumlah ketimpangan
antara
apa
yang
seharusnya dengan apa yg senyatanya.
Suatu
istilah
dalam
pelatihan yang
dipergunakan untuk menentukan tipe program
pembelajaran yang diperlukan oleh sebagian dari
peserta pelatihan agar
yang
bersangkutan
dapat memenuhi kriteria standar dari suatu jenis
pekerjaan
4
Suatu BALAI
JASA
KONSTRUKSI
WILAYAH
VI MAKASSAR
proses
yang
sistematis
dalam
menentukan
PUSAT

PEMBINAAN

KOMPETENSI

DAN

PELATIHAN

KONSTRUKSI

|2014|

PRINSIP TNA / ANALISIS KEBUTUHAN AKAN


PELATIHAN
Kesenjangan / perbedaan antara ketrampilan,
pengetahuan dan sikap yang dimiliki oleh
seseorang (entry profile) dan yang dibutuhkan
untuk
melakukan
kegiatan-kegiatan
yang
diharapkan (exit profile).
Membantu para pembuat kepu-tusan untuk
menentukan apakah perlu melaksanakan suatu
pelatih-an atau tidak. (masalah pelatihan)
Menyiapkan proposal untuk pemecahan masalah
pelatihan.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

PENDEKATAN PERENCANAAN KEBUTUHAN AKAN PELATIHAN

Study kebutuhan akan pelatihan ataupun survey


kebutuhan akan pelatihan (melalui BPS ataupun
quesioner kepada pembina jakons, FGD di masingmasing propinsi),
Usulan daerah yang berasal dari Pimpinan Pemda, LPJKD,
maupun masyarakat jasa konstruksi di daerah,
Identifikasi adanya konsentrasi pekerjaan/investasi
konstruksi di daerah (pendekatan investasi),
Permintaan kerjasama operasi (KSO) dengan daerah,
asosiasi profesi, badan usaha swasta/pemerintah
(BUMN/BUMD), paguyuban tukang/serikat pekerja,
Kebutuhan khusus : antisipasi dalam rangka penanganan
pasca bencana, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri,
program pembinaan narapidana, kerjasama teknik
dengan negara lain,
6

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

PRINSIP TNA / ANALISIS KEBUTUHAN AKAN


PELATIHAN
Timbulnya kebutuhan pelatihan :

Kebutuhan
pelatihan
(Training Needs)

Kemampuan
Riil Tenaga
Kerja
(Present)

Kemampuan
yg
disyaratkan
pd
pekerjaan/
jabatan
(requiremen
t)

7
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

DIMANIFESTASIKAN

TUGAS

SKKNI
DALAM

PENILAIAN
PESERTA
PELATIHAN

MELALUI

PROSES

TRAINING
NEEDS
ASSESSMENT

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

MEKANISME ANALISIS KEBUTUHAN LATIHAN

PERUMUSAN
MASALAH

PERUMUSAN
TUJUAN

PENGEMBANGAN
INSTRUMEN
PENGUMPULAN
DATA

PELAPORAN

PENAFSIRAN
HASIL

PENGOLAHAN
DATA

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

MASALAH ?

Output Balai Pelatihan Konstruksi


kurang/tidak diminati pasar kerja
Program pelatihan yang dilaksanakan
tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan
kerja (industri konstruksi)
Pelatihan yang diselenggarakan oleh
Balai Pelatihan Konstruksi pada
umumnya tidak melalui training need
analysis
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

TUJUAN TNA
Untuk memperoleh informasi tentang :
1. Profil-profil jabatan yang berpotensi untuk
mengisi kesempatan kerja baik di
perusahaan, maupun usaha mandiri
2. Uraian tugas, kegiatan, kondisi dan
lingkungan kerja, peralatan, persyaratan
jabatan dan teknologi yang digunakan
untuk melaksanakan tugas yang sesuai
dengan kondisi sekarang dan masa yang
akan datang.
3.
sebagai dasar acuan untuk menyusun
program pelatihan yang akan dilaksanakan .
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

Instrumen TNA
Hasil dari TNA sangat tergantung dengan
methode dan instrumen yang kita
pergunakan.
Banyak faktor yang mempengaruhi
pemilihan metode dan instrumen yang
kita pergunakan, seperti : Analis TNA
(pelaku TNA itu sendiri), responden,
kondisi lingkungan kerja, aturan
perusahaan.
Untuk memperoleh hasil yang maksimal
sebaiknya pergunakan kombinasi dari
berbagai (minimal 2) methode
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

9 Metoda Dasar TNA :


1. Observasi (lembar observasi /
checklist)
2. Questionaire (Daftar pertanyaan)
3. Konsultasi kunci (daftar pertanyaan)
4. Media cetak (form isian / catatan)
5. Wawancara (Interview guide)
6. Diskusi kelompok
7. Test (soal test)
8. Catatan/laporan (referensi)
9. Sampel kerja

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

ANALISA TARGET POPULASI / SASARAN


PELATIHAN

Karakteristik:
Latar Belakang
Pendidikan
Pengalaman Kerja
Usia
Jenis Kelamin
Kompetensi yang Ada
Tingkat Motivasi
Kondisi Fisik
Dan aspek personal
lainya
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

b. Pemrograman Pelatihan

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

DIAGRAM ALIR SIKLUS PELATIHAN

Menganalisa
kebutuhan
pembelajaran
Mengevaluasi suatu
program
pelatihan/pembelaja
ran

Merancang sutau
program pelatihan /
pembelajaran

Validasi
Menyampaikan
suatu program
pelatihan /
pembelajaran

Mengembangkan &
memproduksi
lingkungan dan
media pembelajaran

16
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

SKEMA PERANCANGAN PROGRAM PELATIHAN

STANDAR
KOMPETENSI

HASIL DARI ANALISA KARAKTERISTIK DARI


KESEJANGAN
POPULASI TARGET

INFORMASI

RANCANGAN
PROGRAM PELATIHAN
17
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

PEMROGRAMAN PELATIHAN

KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI

MODUL PELATIHAN

SKKNI

RANCANGAN TNA

MATERI AJAR
INSTRUKTUR

ASESSMEN
18

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

MERUMUSKAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

KEMASAN
KUALIFIKASI

RANCANGAN
PELATIHAN
BERBASIS
KOMPETENSI

KEMASAN
OKUPASI

KEMASAN
KLASTER
KOMPETENSI

BERISI SEJUMLAH UNIT


KOMPETENSI PADA TINGKAT
KUALIFIKASI TERTENTU,
PENAMAAN UNTUK SETIAP
JENJANG KUALIFIKASI SESUAI
DENGAN MASING-MASING
SEKTOR. UMUMNYA DIGUNAKAN
UNTUK KADERISASI
BERISI SEJUMLAH UNIT
KOMPETENSI YANG MENJADI
KANDUNGAN SUATU OKUPASI
ATAU JABATAN KERJA TERTENTU.
KANDUNGAN UNIT KOMPETENSI
MENGACU PADA DESKRIPSI
FUNGSI , TUGAS DAN TANGGUNG
JAWAB JABATAN. DIGUNAKAN
UNTUK PENEMPATAN, PENUGASAN
DAN PENGEMBANGAN KARIR
BERISI SEBAGIAN UNIT
KOMPETENSI YANG MENJADI
KANDUNGAN KUALIFIKASI ATAU
OKUPASI TERTENTU. KEMASAN
INI DIGUNAKAN DALAM RANGKA
UPGRADING ATAU PEMENUHAN
P KEBUTUHAN
E L A T I H A N K KHUSUS
ONSTRUKSI |2014|

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N VI MAKASSAR
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

PROSES PERANCANGAN PELATIHAN


ANALYSIS
KESENJANGAN
TARGET DAN
MEMBANGUN
PENINGKATAN
OUTCOME KUNCI

OUTCOME

IMPROVE

MENINGKATKAN
POTENSI
PRODUKTIVITAS,
PELAYANAN, DAN
KETERAMPILAN

MENGEVALUASI,
MENGUKUR DAN
MEMVERIFIKASI
HASIL PENINGKATAN
YANG DILAKUKAN

BUILD
RANCANG DAN
KEMBANGKAN
MODEL
PEMBELAJARAN

IMPLEMENT
EFEK PERUBAHAN
TERHADAP
PENINGKATAN YANG
DILAKUKAN
TERHADAP TARGET

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

20
|2014|

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
BENTUK SEDERHANA PROSES PEMBENTUKAN
PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI ADALAH:
1. MENENTUKAN PRODUK AKHIR (KOMPETENSI-KOMPETENSI YANG
HARUS DICAPAI).
2. MEMBERIKAN PELATIHAN DAN KESEMPATAN UNTUK BERPRAKTEK
KEPADA PARA PESERTA (PROSES PEMBELAJARAN/PELATIHAN).
3. MENCEK APAKAH HASIL AKHIR TELAH MEMENUHI STANDAR
KOMPETENSI YANG DIPERSYARATKAN (SEBAGAIMANA KETENTUAN
YANG TELAH DITETAPKAN PADA NOMOR 1 DI ATAS).

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

21
|2014|

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI :
1. MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELATIHAN.
ADA TIGA LANGKAH PENTING YANG HARUS DILAKUKAN DALAM
MENGIDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELATIHAN, YAITU:
a. MENGIDENTIFIKASI
KOMPETENSI-KOMPETENSI
YANG
DIBUTUHKAN ATAU UNIT-UNIT KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN
UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN DI TEMPAT KERJA.
b. MENGIDENTIFIKASI KOMPETENSI TERKINI YANG DIMILIKI OLEH
CALON PESERTA, DAN
c. MENGUKUR
PERBEDAAN
ANTARA
KOMPETENSI
YANG
DIBUTUHKAN UNTUK SUATU JABATAN KERJA TERTENTU DAN
KOMPETENSI YANG DIMILIKI OLEH SEORANG CALON PESERTA.
PERBEDAAN TERSEBUT MERUPAKAN FOKUS PELATIHAN.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

22
|2014|

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI
2. MERANCANG :DAN MENGEMBANGKAN PELATIHAN
ADA TIGA TAHAP YANG DIPERLUKAN DALAM MERANCANG DAN
MENGEMBANGKAN PELATIHAN YANG DIREKOMENDASIKAN, YAITU:
a. MENETAPKAN OUTCOME YANG DIHARAPKAN BERKAITAN
DENGAN STANDAR KOMPETENSI SUATU JABATAN KERJA.
b. MENGURAIKAN OUTCOME YANG RUMIT MENJADI LANGKAHLANGKAH YANG SEDERHANA.
c. MEMBUAT PERNYATAAN
ASESMEN, YAITU PERNYATAANPERNYATAAN MENGENAI BUKTI-BUKTI YANG DIBUTUHKAN
UNTUK MENJAMIN, BAIK PROGRES TERHADAP OUTCOME
PEMBELAJARAN MAUPUN INDIKATOR MENGENAI STANDAR
KINERJA YANG DIINGINKAN YANG HENDAK DICAPAI.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

23
|2014|

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI
:
d. MERENCANAKAN
URUTAN PROGRAM PELATIHAN, PROGRAM
PELATIHAN
DIRANCANG
BERDASARKAN URUTAN-URUTAN
YANG MERUPAKAN PRASYARAT BAGI YANG LAINNYA. PROGRAM
PELATIHAN JUGA DAPAT DIRANCANG BERDASARKAN TAHAPANTAHAPAN PEKERJAAN YANG AKAN DILAKSANAKAN, ATAU
BERDASARKAN
TAHAPAN-TAHAPAN
PENGETAHUAN
YANG
HARUS DIKETAHUI OLEH SETIAP PESERTA BERKENAAN
PEKERJAAN YANG DIHADAPI.
e.

MEREVIEW PROSES BERSAMA-SAMA DENGAN PESERTA


PELATIHAN;
SELAMA
SUATU
PROGRAM
PELATIHAN
BERLANGSUNG, BAIK PADA POIN-POIN YANG TEPAT MAUPUN
PADA AKHIR PROGRAM DARI SATU SESI PELATIHAN.
INSTRUKTUR HARUS MENGEVALUASI PROGRES, DAN MEMINTA
TANGGAPAN DARI PESERTA PELATIHAN, BAIK MENGENAI
PEMAHAMAN MEREKA TERHADAP MATERI YANG DISAMPAIKAN
MAUPUN KENYAMANAN YANG MEREKA RASAKAN SELAMA
24
BERLANGSUNG PROSES PEMBELAJARAN.
PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI |2014|
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI :
ORANG-ORANG BELAJAR DENGAN CARA-CARA TERBAIK BILA:
1) MEREKA MENYADARI DIMANA MEREKA BERADA;
2) MEREKA MENYADARI KEMANA MEREKA AKAN PERGI;
3) MEREKA MENIKMATI MENGIKUTI PEMBELAJARAN.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

25
|2014|

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI
:
3. MENGORGANISASIKAN
SUMBERDAYA PELATIHAN
DALAM MENGORGANISASIKAN SUMBERDAYA PELATIHAN, HAL
YANG PERLU DIYAKINI DALAM MENYELENGGARAKAN PELATIHAN
ADALAH:
a. TERSEDIANYA SUMBERDAYA MANUSIA YANG KOMPETEN DI
BIDANGNYA, ANTARA LAIN: INSTRUKTUR, ASESOR DAN
PENYELENGGARA PELATIHAN ATAU TIM PELAKSANA PELATIHAN.
b. PENGORGANISASIAN
TEMPAT
PELATIHAN,
MISALNYA
PENYEDIAAN RUANG KELAS YANG MEMADAI, PENATAAN MEJA
DAN KURSI SERTA
AUDIO VISUAL DAN LAIN SEBAGAINYA
SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELATIHAN.
c. TERSEDIANYA FASILITAS YANG DIBUTUHKAN PADA TEMPAT
BELAJAR YANG TELAH DIPILIH. PEMBELAJARAN YANG TERBAIK
YANG DIINGINKAN AKAN SULIT DIWUJUDKAN DAN UPAYA
PELATIHAN TIDAK MEMBERI EFEK BAGUS BILA FASILITAS
PELATIAN TIDAK MENDUKUNG KESEMPATAN BELAJAR.
26

P U S A T P E ALAT
M B I N A ABANTU
N K O M P EDAN
T E N S I SUMBERDAYA
D A N P E L A T I H A N LAINNYA
K O N S T R U K SYANG
I |2014|
d. TERSEDIANYA

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI :
4. MELAKSANAKAN DAN MENGEVALUASI PELATIHAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MERUPAKAN PELATIHAN YANG


BERPUSAT KEPADA PARA PESERTA PELATIHAN (LEARNER BASED
APPROACH). SEORANG INSTRUKTUR HARUS MAMPU MEMBERIKAN
INSPIRASI KEPADA PARA PESERTA. POIN-POIN PENTING YANG
HARUS DILAKUKAN OLEH SEORANG INSTRUKTUR AGAR MAKSUD DI
ATAS DAPAT TERPENUHI DENGAN BAIK ADALAH:
a. MENJELASKAN SASARAN DAN OUTCOME SUATU PELATIHAN
KEPADA PESERTA.
b. MENJELASKAN PROSES PEMBELAJARAN DAN ASESMEN KEPADA
PARA PESERTA.
c. MEMBERIKAN METODE PRESENTASI DAN PELATIHAN YANG
TEPAT.
d. MENGGUNAKAN MATERI DAN PERALATAN PELATIHAN SECARA
BENAR.
e. SERING MEMBERIKAN BIMBINGAN DAN UMPAN BALIK UNTUK
27
MEMFASILITASI
PUSAT
P E PROSES
MB
I N A A N PEMBELAJARAN.
K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI |2014|
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

PROSES PEMBENTUKAN PELATIHAN


BERBASIS KOMPETENSI
URUTAN LENGKAP PEMBENTUK PELATIHAN BERBASIS
KOMPETENSI :
5. MELAKSANAKAN DAN MENGEVALUASI PELATIHAN
SEORANG
INSTRUKTUR
ATAU PENYELENGGARA PELATIHAN
SEHARUSNYA MENINDAKLANJUTI HASIL PELAKSANAAN PELATIHAN
SETELAH SESEORANG SELESAI MENYELESAIKAN PELATIHANNYA
DENGAN BAIK, YAITU DENGAN MENGAMATI DAN MEMBERIKAN
DUKUNGAN TERHADAP MEREKA DALAM MENERAPKAN HASIL-HASIL
PELATIHAN DI TEMPAT KERJA MEREKA AGAR KINERJA YANG
DIPERSYARATKAN DAPAT DICAPAI DENGAN BAIK.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

28
|2014|

c. Rekruitmen Pelatihan

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

REKRUTMEN PESERTA PELATIHAN

Tahapan rekruitmen
untuk pelatihan dimulai
dengan pengumuman,
peserta mendaftar ke
lembaga pelatihan,
seleksi dan konfirmasi
calon peserta, dilanjutkan
dengan tes seleksi masuk
dan terakhir peserta
pelatihan mendaftar
kembali untuk mengikuti
pelaksanaan pelatihan.

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|

Terima kasih

Sumber Istimewa

PUSAT
PEMB
I N A A N K O M P E TWILAYAH
E N S I D A N PVI
E L MAKASSAR
ATIHAN KONSTRUKSI
BALAI
JASA
KONSTRUKSI

|2014|