Anda di halaman 1dari 26

PANDUAN SKRINING &

TRIAGE
RS KHUSUS BEDAH
DIPONEGORO 21
04 AGUSTUS 2016

DEFINISI SKRINING

Suatu upaya mengidentifikasi penyakit atau


kelainan pasien sehingga didapat keterangan
tentang kondisi dan kebutuhan pasien saat
kontak pertama.

Untuk mengambil keputusan untuk menerima


pasien rawat inap atau pasien rawat jalan dan
merujuk ke pelayanan kesehatan lainnya dengan
menyesuaikan kebutuhan pasien dengan misi
dan sumber daya rumah sakit .

Cara melakukan
Skrining :
I. Kriteria triage
II. Evaluasi visual atau pengamatan
III. Pemeriksaan fisik atau hasil dari
pemeriksaan fisik, psikologik
IV. Pemeriksaan Laboratorium atau
diagnostic imajing sebelumnya

dapat dilakukan di FO,


Costumer Service, Poliklinik, IGD

Triage
Triage (baca : triase) Bahasa prancis :
mensortir / memilah
Adalah pemilahan penderita menurut
beratnya keadaan gawat darurat. Triage
bukan mengobati, hanya memilah.
Adalah proses menempatkan pasien GD
pada tempat dan waktu yang tepat untuk
mendapatkan perawatan yang tepat
TRIAGE- Juga berlaku untuk penseleksian
korban
untuk rujukan ke Rumah Sakit &
penanganannya.

Penilaian awal dengan criteria


AVPU :
A : Alert
V : Respon to verbal
P : Respon to pain
U : Unrespon

Yang harus dipahami

A : airway / jalan nafas


B : Breathing / pernafasan
C ; circulation / sirkulasi pembuluh darah
D : disability / kesadaran dan sistem
persarafan
Pasien dengan ganggua A lebih cepat mati
dibanding dengan pasien gangguan B
Pasien dengan gangguan B lebih cepat mati
dibanding dengan pasien dengan gangguan C
Pasien dengan gangguan C lebih cepat mati
dibanding dengan pasien dengan gangguan D

Triage

Dilakukan
pada
prehospital
Dilakukan
pada
intrahospital

PENILAIAN AWAL
Primary Survey yaitu penanganan ABCDE dan
resusitasi. Disini dicari keadaan yang mengancam
nyawa dan apabila menemukan harus dilakukan
resusitasi. Penanganan ABCDE yang dimaksud adalah :

A : Airway dengan control cervical


B : Reathing dan ventilasi
C : Circulation dengan control perdarahan
D : Disability, status neurologis dan nilai
GCS
E : Exposure buka baju penderita tapi
cegah hipotermi
Langkah selanjutnya harus dipertimbangkan pemakaian
kateter urin ( folly catheter ), Kateter lambung ( NGT ),
pemasangan heart monitor dan pemeriksaan
laboratorium atau rontgen.

PENILAIAN AWAL

Secondary survey : Pemeriksaan teliti yang dilakukan dari


ujung rambut sampai ujung kaki, dari depan sampai
belakang dan setiap lubang dimasukan jari ( tub finger in
every orifice ).
a. Anamnesis melalui pasien, keluarga atau petugas pra
hospital yang meliputi :

A : Alergi
M
: Medikasi / obat-obatan
P : Past illness / penyakit sebelumnya yang
menyertai
L : Last meal / terakhir makan jam berapa bukan
makan apa
E : Event / hal-hal yang bersangkutan dengan
sebab cedera
b. Pemeriksaan fisik, meliputi inspeksi, auskultasi, palpasi dan
perkusi. Periksa dengan teliti apakah ada perubahan bentuk,
tumor, luka dan sakit ( BTLS ). Pemeriksaan punggung
dilakukan dengan log roll ( memiringkan penderita dengan
tetap menjaga kesegarisan tubuh ). Cek tanda-tanda vital.

TUJUAN UTAMA TRIAGE


1. Identifikasi cepat korban yang
memerlukan stabilisasi segera, Ini
lebih ke perawatan yang dilakukan
di lapangan.
2. Identifikasi korban yang hanya
dapat diselamatkan dengan
pembedahan
3. Untuk mengurangi jatuhnya korban
jiwa dan kecacatan.

PRINSIP DAN TATA CARA


MELAKUKAN TRIAGE
Triage dilakukan berdasarkan observasi Terhadap 5
hal, yaitu :
1.Menilai tanda vital dan kondisi umum korban
2.Menilai kebutuhan medis
3.Menilai kemungkinan bertahan hidup
4.Menilai bantuan yang memungkinkan
5.Memprioritaskan penanganan definitive
Dalam pelaksanaannya biasanya dilakukanTag
label Triase (Label Berwarna)yang dipakai oleh
petugas triase untuk mengidentifikasi dan
mencatat kondisi untuk tindakan medis terhadap
korban. Tidak lebih dari 60 detik/pasien.

GOLONGAN TRIAGE
1. Golongan I (Label Hijau) :

Penderita tidak luka / menderita gangguan


jiwa sehingga tidak memerlukan tindakan
bedah.

2. Golongan II (Label Kuning) : Penderita


dengan luka ringan dan memerlukan
tindakan bedah minor.
3. Golongan III (Label Merah) : Penderita
keadaan luka berat / syok.
4. Golongan IV (Label Putih) : Penderita
dengan luka berat tetapi sulit ditolong
5. Golongan V (Label Hitam) : Penderita
meninggal dunia

KLASIFIKASI TRIAGE
Triase di tempat
Dilakukan Di tempat korban di temukan atau pada tempat
penampungan, triase ini dilakukan oleh tim pertolongan
pertama sebelum korban dirujuk ke tempat pelayanan medik
lanjutan
Triase Medic
Dilakukan pada saat Korban memasuki Pos pelayanan medik
lanjutan yang bertujuan Untuk menentukan tingkat
perawatan dan tindakan pertolongan yang di butuhkan oleh
korban. atau triase ini sering disebut denganTriase Unit
gawat darurat
Triase Evakuasi
Triase ini ditunjukkan pada korban yang dapat dipindahkan
pada rumah sakit yang telah siap menerima korban. seperti
Bencana massal contohnya Saat Tsunami, Gempa bumi, atau
bencana besar lain. Next artikelBantuan Hidup Dasar

SISTEM TRIAGE
Sistem triage ada 2 yaitu :
1.Non Disaster : Untuk menyediakan
perawatan sebaik mungkin bagi
setiapindividupasien
2.Disaster : Untuk menyediakan
perawatan yang lebih efektif
untukpasien dalam jumlah banyak

TIPE TIPE TRIAGE DI RS


Type 1 : Traffic Director or Non Nurse
a. Hampir sebagian besar berdasarkan system triage
b. Dilakukan oleh petugas yang tak berijasah
c. Pengkajian minimal terbatas pada keluhan utama
dan seberapa sakitnya
d. Tidak ada dokumentasi
e. Tidak menggunakan protocol
Type 2 : Cek Triage Cepat
a. Pengkajian cepat dengan melihat yang dilakukan
perawat beregristrasi atau dokter.
b. Termasuk riwayat kesehatan yang berhubungan
dengan keluhan utama
c. Evaluasi terbatas
d. Tujuan untuk meyakinkan bahwa pasien yang lebih
serius atau cedera mendapat perawatan pertama

Sambungan ..
Type 3 : Comprehensive Triage
a.Dilakukan oleh perawat dengan pendidikan
yang sesuai dan berpengalaman
b.4 sampai 5 sistem katagori
c.Sesuai protokol

KLASIFIKASI TRIAGE KORBAN


MASAL
/ BENCANA BERDASARKAN
1.Prioritas 1 Kasus KASUS
Berat : pelayanan cepat (merah)
a. Perdarahan berat.
b. Asfiksia, cedera cervical, cedera pada maxilla
c. Trauma kepala dengan koma dan proses shock yang cepat
d. Fraktur terbuka dan fraktur compound
e. Luka bakar > 30 % / Extensive Burn
f. Shock tipe apapun
2.Prioritas 2 Kasus Sedang : pelayanan ditunda
(kuning)
a. Trauma thorax non asfiksia
b. Fraktur tertutup pada tulang panjang
c. Luka bakar terbatas
d. Cedera pada bagian / jaringan lunak

Sambungan ..
3.Prioritas 3 Kasus Ringan : pasien berjalan (hijau)
a.Minor injuries
b.Luka memar dan luka robek otot ringan
c. Luka bakar ringan (kecuali daerah muka dan tangan)
4.Prioritas 0 Kasus Meninggal :tak tertolong (hitam)
a.Tidak ada respon pada semua rangsangan
b.Tidak ada respirasi spontan
c. Tidak ada bukti aktivitas jantung
d.Tidak ada respon pupil terhadap cahaya

Pelaksanaan Triage di
IGD
RS Khusus Bedah
Pemilahan Pasien
Tunggal (Single Patient
Diponegoro
Triage)
Petugas IGD membawa pasien menuju ruang
triage
Dokter jaga atau perawat minimal PK 3 yang
berpengalaman melakukan triage dan memilah
pasien kedalam criteria : gawat darurat, urgent,
tidak urgent atau meninggal dunia pada kasus non
bedah, bedah, atau obgyn
dan diberi label :
Gawat darurat (label merah)
Urgen (label kuning)
Tidak urgen (label hijau)
Meninggal dunia (label hitam)

Pelaksanaan Triage di IGD


RS Khusus Bedah
Diponegoro
Petugas IGD kemudian mengarahkan / menempatkan
pasien sesuai dengan triage :
Pasien dengan kasus non bedah :
Katagori gawat darurat (label merah) ditempatkan di ruang
resusitasi non bedah
Katagori urgen (label kuning) ditempatkan di ruang non
bedah
Katagori tidak urgen (label hijau) ditempatkan di ruang poli
pada jam poli atau IGD di luar jam poli (di ruang non bedah
atau di ruang tunggu jika tempat tidur penuh)
Katagori meninggal (label hitam) (DOA dibawa ke ruang
jenazah setelah dinyatakan meninggal oleh dokter IGD)

Pelaksanaan Triage di IGD


RS Khusus Bedah
Pasien dengan
kasus bedah :
Diponegoro

Katagori gawat darurat (label merah) ditempatkan


diruang resusitasi bedah
Katagori urgen (label kuning) ditempatkan di ruang
bedah
Katogori tidak urgen (label hijau) ditempatkan di ruang
poli pada jam poli atau IGD di luar jam poli (di ruang
bedah atau di ruang tunggu jika tempat tidur penuh)
Katagori meninggal (label hitam) (DOA dibawa ke ruang
jenazah setelah dinyatakan meninggal oleh dokter IGD)

Pelaksanaan Triage di IGD


RS Khusus Bedah
Pasien dengan
kasus kebidanan
Diponegoro

Katagori gawat darurat (label merah) ditempatkan


diruang resusitasi non bedah (untuk diatasi
kegawatannya / life saving) sebelum di transfer ke ruang
bersalin/OK/HCU
Katagori urgen (label kuning) ditempatkan di ruang
rawat inap
Katogori tidak urgen (label hijau) ditempatkan di ruang
poli bedah pada jam poli atau IGD di luar jam poli (di
ruang non bedah atau di ruang tunggu jika tempat tidur
penuh)
katagori meninggal (label hitam) (DOA dibawa ke ruang
jenazah setelah dinyatakan meninggal oleh dokter IGD)

Forensik/
Km Jenazah

Hitam

Triase
Pra-RS

Terminal Care

Ambulan
Standard
Gadar

HCU

R. Resus.

Merah
Orange

ICU
ICCU
PICU/ Perina

Administrasi

ReTriase /
Triase RS

Kuning
Ambulan lain/
Datang sendiri/
diantar

R. Tindak / Monitor

Pasien UGD

R. OK
IW
Kebidanan
R.Rawat
Dewasa
R. Rawat
anak

Hijau
R. Tunggu

Pulang
23

Pemilahan Korban massal bukan


Disaster
di IGD RS Khusus Bedah Diponegoro
21

1. Petugas membawa pasien menuju ruang triage


2. Dokter jaga atau perawat minimal PK 3 yang
berpengalaman melakukan triage dan memilah
pasien kedalam criteria segera harus ditangani,
dapat ditunda penanganannya, tidak terselamatkan
(meninggal) atau cedera ringan menggunakan
metode START dan SAVE dan diberi label :
Segera harus ditangani (label merah)
Dapat ditunda penanganannya (label kuning)
Cidera ringan (label hijau)
Tidak terselamatkan / Meninggal dunia (label
hitam)

Pemilahan Korban massal bukan


Disaster
di IGD RS Khusus Bedah Diponegoro
21

3. Petugas IGD kemudian mengarahkan /


menempatkan pasien sesuai dengan hasil
triage :
Katagori harus segera ditangani (label
merah) ditempatkan di ruang non bedah
Katagori dapat ditunda penanganannya
(label kuning) ditempatkan di ruang bedah
Katagori Cidera ringan (label hijau)
ditempatkan di ruang tunggu
Katagori Tidak terselamatkan / Meninggal
dunia (label hitam) ditempatkan di ruang
jenazah