Anda di halaman 1dari 19

Percobaan Bunuh Diri

Nabilah Armalia Iffah


1310211109

Definisi
Secara umum, bunuh diri berasal dari bahasa
Latin suicidium, dengan sui yang berarti
sendiri dan cidium yang berarti pembunuhan.
Percobaan bunuh diri (suicide attempt) adalah
suatu perilaku pemusnahan secara sadar yang
ditujukan pada diri sendiri oleh seorang
individu.
Jika berhasil: suicidum
Tidak berhasil: tentamen suicidii

Merupakan kegawatdaruratan jiwa

Menurut Maris, Berman, Silverman, dan Bongar (2000),


bunuh diri memiliki 4 pengertian, antara lain:
1. Bunuh diri adalah membunuh diri sendiri secara
intensional
2. Bunuh diri dilakukan dengan intensi
3. Bunuh diri dilakukan oleh diri sendiri kepada diri
sendiri
4. Bunuh diri bisa terjadi secara tidak langsung (aktif)
atau tidak langsung (pasif), misalnya dengan tidak
meminum obat yang menentukan kelangsungan
hidup atau secara sengaja berada di rel kereta api.

Faktor Penyebab
Bunuh diri bukanlah merupakan satu
hal tetapi terdiri dari banyak
fenomena yang tumpang tindih. Oleh
sebab itu, tidak ada satupun kasus
bunuh diri yang memiliki etiologi
yang sama

Berikut beberapa faktor penyebab bunuh


diri yang didasarkan pada kasus bunuh
diri yang berbeda-beda tetapi memiliki
efek interaksi di antaranya:
1. Major-depressive illness
2. Penyalahgunaan obat-obatan (sebanyak
50% korban percobaan bunuh memiliki
level alkohol dalam darah yang positif)
3. Memiliki pikiran bunuh diri, berbicara
dan mempersiapkan bunuh diri
4. Sejarah percobaan bunuh diri
5. Sejarah bunuh diri dalam keluarga

6. Isolasi, hidup sendiri, kehilangan


dukungan, penolakan
7. Hopelessness dan cognitive rigidity
8. Stresor atau kejadian hidup yang negatif
(masalah pekerjaan, pernikahan, seksual,
patologi keluarga, konflik interpersonal,
kehilangan, berhubungan dengan
kelompok teman yang suicidal)
9. Kemarahan, agresi, dan impulsivitas
10.Key symptoms (anhedonia,
kecemasan/panik, insomnia global,
halusinasi perintah)

Etiologi
Terdapat berbagai teori tentang perilaku. Akhir-akhir ini
makin banyak penelitian tentang peran faktor biologik
dan genetik.
Faktor Biologik
Berkurangnya peran serotonin sentral memegang peranan
pada perilaku bunuh diri, misalnya rendahnya metabolit
serotonin (5-HIAA) di cairan serebro spinal

Faktor Genetik
Perilaku bunuh diri cenderung terjadi dalam keluarga dari studi
anak kembar, sedangkan pada studi anak adopsi disimpulkan
bahwa faktor genetik menurunkan threshold untuk bunuh diri
dan ketidakmampuan mengontrol impuls bunuh diri. Gangguan
psikiatrik lain dan stresor lingkungan sebagai mekanisme
potensiasi yang mencetuskan perilaku impulsif sehingga
melakukan bunuh diri.

Klasifikasi
Bunuh diri egoistik
Kegagalan integrasi individu dalam
kelompok

Bunuh diri altruistik


Bunuh diri karena tuntutan tertentu

Bunuh diri anomik


Gangguan keseimbangan individu
dengan masyarakat.

Metode Bunuh Diri


Obat (memakan padatan, cair, gas
atau uap)
Menggantung (mencekik)
Senjata api dan peledak
Menenggelamkan diri
Melompat
Memotong (menyayat / menusuk)

Risiko Bunuh Diri


Risiko berat:
Keinginan mati yang bersungguh-sungguh dan berulangulang
Adanya depresi dengan gejala perasaan bersalah
Adanya psikosis

Bahaya:
Pernah melakukan percobaan bunuh diri
Penyakit menahun
Pengguna napza
Hipokhondriasis keterpakuan pada ketakutan
menderita, atau keyakinan bahwa seseorang memiliki
penyakit medis yang serius, meski tidak ada dasar medis
untuk keluhan yang dapat ditemukan
Kebangkrutan

Diagnosis
American Psychiatric Associations
suicidal risk assessment

1. Anamnesis :
untuk mendapatkan kesungguhan niat, penyebab dan cara
(percobaan) bunuh diri.

2. Pemeriksaan fisik :
untuk mendapatkan kelainan organik yang mungkin
mendasari tindakan (percobaan) bunuh diri, maupun akibat
yang ditimbulkannya dilakukan pemeriksaan fisik, internistik
dan neurologis.

3. Pemeriksaan psikiatrik :
Untuk mendapatkan kelainan psikiatrik yang mendasari
tindakan (percobaan)bunuh diri maupun akibat yang
ditimbulkannya.

4. Test psikologik :
Untuk mencari dasar kepribadian pasien yang mendasari
tindakan (percobaan) bunuh diri serta membantu dalam
penatalaksanaan pasien.

5. Pemeriksaan laboratorium :
sesuai dengan kebutuhan atau kelainan organik yang
didapatkan. Dapat dilakukan pemeriksaan urine toksikologi,
kimia, EEG,CTScan, dll

Tatalaksana
Macam-macam terapi berupa :
1. Psikoterapi individual atau terapi kelompok
2. Terapi keluarga
3. Terapi obat-obat sesuai dengan keadaan; misalnya
untuk pasien dewasa: Amitriptyline (25-50mg
p.o.sehari 3 kali);diazepam (2-5 mg.p.o sehari 3
kali); Chlorpromazine (50-100 mg p.o sehari 3 kali)di
follow up tiap minggu. Hati-hati memberi obat
jumlah banyak bila pasien tidak ada yang
mengantar/mendampingi.
Strategi terapi :
4. Memotong lingkaran pikiran bunuh diri
5. Menguatkan kembali ego pasien dan memperbaiki
mekanisme pembelaan yang salah
6. Membantu pasien agar dapat hidup wajar kembali.

Kaitan percobaan bunuh diri dengan


kedokteran forensik
Secara definisi yang telah di bahas
percobaan bunuh diri belum sampai
menyebabkan kematian sebagai
seorang dokter perlu mencari tahu
penyebab dari seseorang yang ingin
melakukan percobaan bunuh diri
setelah itu mencari solusi dari
permasalahanya misal merujuk ke
dokter jiwa atau pun ke psikiater

Sedangkan pada kasus bunuh diri


disini sebagai dokter menjadi saksi
ahli dalam melakukan visum atas
penyebab kematian seseorang
apakah yang menjadi penyebab
kematiannya dalam memudahkan
proses penyidikan jika diminta untuk
menjadi saksi ahli dalam kasus
bunuh diri atau kematian seseorang

Perbedaan Pembunuhan & Bunuh


Diri
Dapat diketahui dari hasil
Pemeriksaan TKP
Pemeriksaan mayat
Pemeriksaan benda-benda bukti lain
Informasi para saksi
dll

Pemeriksaan TKP
Pembunuhan

Bunuh Diri

Tidak ada tempat tertentu


Ruangan kacau balau &ada
barang hilang
Alat yg dipakai biasanya
tidak ada di TKP
Pakaian korban tidak
beraturan
Bercak darah tdk beraturan
menunjukkan arah
pergerakan korban sewaktu
menghidar
Ada bercak darah tanda
diseret
Biasanya ada bercak darah
di dinding

Tempat tersembunyi
Pintu dikunci dari dalam
Ruangan tenang
Alat yg dipakai berasal
dari ruangan tsb
Alat masih ada di TKP
Korban berpakaian rapi
Bercak darah terkumpul
pd 1 tempat
Bercak pd pakaian
distribusinya teratur
(ada di tempat terendah)

Pemeriksaan Mayat (Kasus Senjata Tajam)


Pembunuhan

Bunuh Diri

Tidak ada tempat khusus


Jumlah luka > 1
Luka pd bag belakang
(ciri khas pembunuhan)
Pd lengan & telapak
sering ditemukan luka2
tangkis
Pd bbrp kasus ditemukan
luka akibat benda tumpul
krn dihantam dgn bag
tumpul dr senjata
Luka terbuka di leher
berjalan mendatar

Daerah luka bisa ada di


leher, dada, perut bag
atas, pergelangan tangan
Luka berjalan sejajar
Biasanya senjata
ditemukan pada
genggaman korban
Luka terbuka di leher
berjalan serong (dr bawah
telinga kearah bawah
melewati garis tengah
leher)
Lokasi luka tergantung
orang tsb kidal / tdk

Referensi
Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, WF
Maramis
Synopsys of Psychiatry Behavioral
Science/Clinical Psychiatry, Kaplan
Saddocks
Ilmu Kedokteran Forensik, Sagung
Seto