Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

KARYA TULIS ILMIAH


PENGUJIAN PERBANDINGAN JUMLAH CEMARAN BAKTERI
COLIFORM PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariespinus)
YANG BEREDAR DI SWALAYAN DAN PASAR TRADISIONAL
DENGAN METODE APM

Oleh :
Dedi Febriandi
138911

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia karena


didalamnya mengandung nutrisi yang diperlukan, antara lain
untuk pertumbuhan badan, memelihara dan memperbaiki
jaringan tubuh yang telah tua dan rusak, diperlukan untuk
proses yang terjadi dalam tubuh, dan menghasilkan energi
untuk dapat melakukan aktivitas.

Salah satu jenis ikan makanan yang banyak diminati konsumen


adalah ikan lele karena ikan lele memiliki beberapa keunggulan
jika ditinjau dari aspek gizi.

Rumusan
Masalah

Tujuan

Manfaat

a. Apakah terdapat cemaran bakteri


coliform pada daging ikan lele yang
beredar
di
swalayan
dan
pasar
tradisional ?
b. Berapa banyak bakteri coliform yang
mencemari daging ikan lele yang beredar
di swalayan dan pasar tradisional ?
a. Untuk menentukan ada atau tidaknya
cemaran bakteri coliform terhadap daging
ikan lele yang beredar di swalayan dan
pasar tradisional
b.
Untuk
mengetahui
jumlah
perbandingan cemaran bakteri coliform
yang dijual di swalayan dengan yang ada
di pasar tradisional
dapat memberikan informasi kepada
masyarakat tentang cemaran bakteri
coliform yang terdapat pada daging ikan
lele dumbo yang diteliti, sehingga
pemahaman akan pentingnya kesehatan
dapat ditingkatkan dengan pemilihan dan
penggunaan
bahan
pangan
sebaik
mungkin.

BAB II
Tinjauan Pustaka
Koliform

Sumber
Cemaran
bakteri pada
Ikan

Koliform merupakan suatu grup bakteri yang


digunakan sebagai indikator adanya polusi
kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik
terhadap makanan,. Adanya bakteri koliform
didalam makanan menunjukkan kemungkinan
adanya
mikroorganisme
yang
bersifat
enteropatogenik
yang
berbahaya
bagi
kesehatan

Ikan yang sudah ditangkap untuk dikonsumsi


disimpan kedalam kamar pendingin atau kotak
pendingin
mungkin
sekali
mendapat
kontaminasi
permukaan
oleh
berbagai
mikroorganisme dan berbagai sumber seperti
udara, petugas danperalatan yang digunakan

Klasifikasi Ikan Lele Dumbo


Kingdom
Filum
Kelas
Sub

: Animalia
: Vertebrata
: Pisces
: Teleostai

kelas
Ordo
:
Ostariophysoidei
Famili
: Clariidae
Genus
: Clarias
Spesies
: Clarias
gariepinus

Metode APM

Metode
angka
paling
mungkin
adalah
suatu
metode statistik berbasis teori
probabilitas/kemungkinan.
Prinsip
pengujian
APM
coliform
menurut
Metode
Analisis Mikrobiologi
yaitu
pertumbuhan bakteri coliform
setelah
cuplikan
diinokulasikan pada media
cair dengan
mengamati
adanya reaksi fermentasi
dan pembentukan gas di
dalam tabung durham.

Menurut

buku
Standar
Industri Indonesia ada dua
tahap
pengujian
APM
coliform yaitu :
1. Uji Penduga
(Presumtif test)
2. Uji Penegasan
(confirmed test)

BAB III
Metodologi Penelitian
Waktu dan
tempat
Penelitian

Pengambilan
Sampel

Sterilisasi Alat

Penelitian tentang jumlah bakteri pada daging


ikan lele yang beredar di swalayan dan pasar
tradisional dilakukan di Laboratorium Balai Riset
dan Standarisasi Industri Pontianak.

Sampel yang digunakan dalam penelitian


ini adalah daging ikan lele dumbo yang
diperoleh
di
swalayan
dan
pasar
tradisional
Alat yang akan digunakan dicuci dengan
deterjen lalu dibilas dengan air kemudian alat
berupa
batang
pengaduk,
tabung
reaksidibungkus dengan kertas perkamen dan
disterilkan dalam oven pada suhu 160 selama
6 jam.

Skema Kerja Pembuatan Media


Media Laktosa Broth

Media BGLB
BGLB

Laktosa Broth

- ditimbang sebanyak 13 g
- dilarutkan
dalam 1 liter
aquadest
- diaduk sampai larut
- disterilkan dalam
autoklaf
selama 15
menit pada
suhu
Media LB steril
121C

- ditimbang sebanyak 40 g
- dilarutkan dalam 1
liter
aquadest
- diaduk sampai larut
- disterilkan dalam
autoklaf
selama 15
menit pada
suhu 121C

Media BGLB
steril

Buffered Peptone Water

BPW
- ditimbang sebanyak

Homogenisasi Sampel

25 g sampel
ikan lele

20 g
- dilarutkan
dalam 1 liter
aquadest
- diaduk sampai larut
- disterilkan dalam
autoklaf
selama 15
menit pada
suhu
121 C
Media BPW steril

- Dihaluskan
- ditambahkan 225
mlHasil
Buffered
homogenisasi
Peptone Water
- dihomogenkan
dengan
bag mixer selama 60 detik

Pengenceran Sampel Uji


225 ml BPW + 25 gr sampel
1 ml
1 ml
9 ml BPW
tabung durham terbalik

1 ml

1 ml
5 ml LB
tabung durham terbalik

10

10

10

Uji Penduga

Seluruh
tabung
yang
sudah
diencerkan diinkubasi pada suhu pada
suhu 36C selama 24-48 jam.

Setelah 24 jam kemudian dicatat


jumlah tabung yang membentuk gas
pada masing-masing pengenceran

Uji Penegas

Tabung yang menunjukkan hasil


positif pada uji penduga
Dipipet 1 ml kemudian
dimasukkan ke dalam tabung
yang berisi media BGLB
Seluruh tabung diinkubasi pada
suhu pada suhu 36C selama
24-48 jam.

Diamati pembentukan gas

Dianalisis hasil poitif dengan


tabel APM

SEKIAN

DAN

TERIMA

KASIH