Anda di halaman 1dari 17

FRAMBUSIA

Yaws, Pian, Framboesia, Bouba, Paru, Parangi


Pembimbing
dr.Mahdar Johan Sp,KK
Presentan
Ulfa Rahmadanti Setiawan
12100116243

Definisi
Infeksi non-veneral
yang
disebabkan
oleh
troponema
pallidum
pertenue
yang
di
dapat
melalui skin to skin
contact dengan luka
yang yang terbuka
(lesi infeksius)

Epidemiolo
gi
Prevalensi tinggi di

Indonesia, Papua
Nuigenea, dan
Solomon Island.
Indonesia (2009) :

8309 kasus
75% dari kasus baru

mengenai anak-anak
<15 tahun.

Faktor Resiko

Higienitas yang buruk

Kepadatan Penduduk

Keadaan lingkungan yang


kurang mendukung

Anak-Anak

Etiologi
Troponemma Pallidum
subspesies pertenue.
Karakteristik :

Bakteri Gram negatif


Panjang= 10-15m

Diameter = 0,2 m

Motil, gerakannya spiral


karena mempunyai endoflagel
dan dapat berenang pada gellike environment , seperti
jaraingan ikat.

Dapat dibunuh dengan


pengeringan, suhu tinggi, dan
paparan oksigen.

Sensitif terhadap penisilin,


tetrasiklin, dan eritromisin.

Patofisiologi
TPP masuk
melalui kulit
yang rusak

melewati sel
epitel

Melekat pada
fibronectin di
matriks
ekstraselular

proliferasi sel
dan sel
plasma,
limfosit, dan
makrofag.

Kerusakan
jaringan

Manifestasi Klinis
Primary Stage
(MI: 3 minggu)

Awalnya muncul dalam bentuk papul


kemerahan (mother yaw atau buba
madre) yang biasanya terasa gatal,
tidak ada nyeri tekan, dengan ukuran 15 cm.

Lokasi papul mengindikasikan tempat


masuk dari spiroset, biasanya pada
tungkai, kaki, dan bokong.

Papul tumbuh semakin besar menjadi


papiloma (benjolan bertangkai).

Papul satelit + papiloma : plak


Ulserasi (chancre of yaws) dengan
krusta berwarna kuning kecoklatan,
yang menutupi bagian base/ dasar yang
berbenjol-benjol mirip raspberry.
(framboesia)

AC :demam,
limfadenopati regional
(Lipat ketiak, leher, dan
lipat paha) , dan
athralgia.

Setelah 2-6 bulan semua


kelainan dapat sembuh
sendiri dengan sisa
berupa atrofi kulit (kulit
menjadi menipis dan
mengkilat), parut, dan
hipopigmentasi central.

Manifestasi Klinis
Primary Stage
(MI: 3 minggu)

Manifestasi Klinis
Secondary Stage

Lesi tersebar luas melalui hematogen


dan limfatik dan hampir simetris

Lesi sekunder (daughter yaw) bisa


muncul pada saat lesi primer masih ada
atau mebutuhkan waktu 2 tahun setelah
lesi primer sembuh.

Lesi muncul di lokasi perioral seperti,


diseliling mulut dan hidung, atau di area
muka, batang tubuh, dan bokong

Papul sekunder mirip dengan mother


yaw, namun ukurannya lebih kecil 2cm
dari mother yaw, atau bisa muncul
dengan gambaran scally macula.

Hiperkeratosis di
telapak tangan atau kaki
Fisura yang terasa
nyeri crab yaws.

Paronikia

Dibagian lipatan tubuh,


lesi seunder
menstimulasi
terbentuknya condyloma
lata.

Manifestasi Klinis
Secondary Stage

Manifestasi, pada tulang dan


sendi dapat beruapa
osteoperiostitis yang nyeri
pada bagian lengan bawah dan
tungkai, serta pada proximal
phalanges pada tangan dan
kaki.

Munculnya gambaran Ghoul


(monster) Hands yang
disebabkan oleh pembengkakan
pada proximal phalanges.

Manifestasi Klinis
Secondary Stage

Manifestasi Klinis
Tertiary Stage

Kelainan frambusia pada stadium


ini khas berupa gumma .

Destruksi kartilago nasal


dan bagian tengah
wajah (Gangosa)

Benjolan pada sendi


(juxta-articular nodes)

Kelainan tulang yang dapat terjadi :

Periostosis hipertropik yang


menyebabkan penonjolan tulang
unilateral atau bilatera nasal
process pada maksila (goundou).
Destructive ostitis dapat
menyebabkan curvature tibia
(saber tibia)

Manifestasi Klinis

Diagnosi Banding

Diagnosis

Anamnesis dan
Pemeriksaan Fisik

Dark-field microscopy

Serology Testing

Pemeriksaan Histopatologi

Tatalaksana

Dewasa/ Anak >10 tahun

Anak <10 tahun

1,2 juta unit benzatin penisilin


(injeksi intramuscular) dosis tunggal

0,6 juta unit benzatin penisilin


(Injeksi intramuscular) dosis
tunggal

Jika alergi : pengobatan dilakukan


selama 15 hari

Tetrasiklin 500 mg peroral (4x1)

Doksisiklin 500 mg peroral (4x1)

Eritromisin 500 mg peroral (4x1)

jika alergi : pengobatan


dilakukan selama 15 hari

Tetrasiklin 250 mg peroral


(4x1)

Eritromisin 8mg/kgBB peroral


(4x1)

Prognosis

Setelah dilakukan penatalaksanaan, lesi menjadi tidak infeksius


dalam 24 jam, nyeri sendi hilang dalam 24-48 jam , dan lesi
akan sembuh selam 2-4 minggu setelah pengobatan.

Pada pasien yang melakukan pengobatan pada tahap awal : 100


% sembuh

Quo ad Vitam : Ad bonam

Quo ad Functionam : Ad bonam

Qou ad Sanationam : Ad bonam