Anda di halaman 1dari 23

MENGHADAPI BENCANA SECARA

STRATEGIS : SAVE OUR SOUL


OLEH
DIAN ISTIANA

SAVE OUR SOUL


SAVE
PENDEKATAN KEDARURATAN
OUR
DISTRIBUSI RELAWAN DAN BANTUAN
SOUL
PENDEKATAN PEMANTAUAN

SITUASI TIDAK TERJADI BENCANA

Penyelenggaraan penanggulangan bencana


dalam situasi tidak terjadi bencana meliputi :
a. perencanaan penanggulangan bencana;
b. pengurangan risiko bencana;
c. pencegahan;
d. pemaduan dalam perencanaan pembangunan;
e. persyaratan analisis risiko bencana;
f. pelaksanaan dan penegakan rencana tata ruang;
g. pendidikan dan pelatihan; dan
h. persyaratan standar teknis penanggulangan
bencana.

SITUASI TERDAPAT POTENSI BENCANA


Pada situasi ini perlu adanya
kegiatan-kegiatan kesiap siagaan,
peringatan dini dan mitigasi bencana
dalam penanggulangan bencana.
a. Kesiapsiagaan
b. Peringatan Dini
c. Mitigasi Bencana

SAAT TANGGAP DARURAT (SAVE)

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada


saat tanggap darurat meliputi:
1. pengkajian secara cepat dan tepat terhadap
lokasi, kerusakan, dan sumber daya;
2. penentuan status keadaan darurat bencana;
3. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena
bencana;
4. pemenuhan kebutuhan dasar;
5. perlindungan terhadap kelompok rentan; dan
6. pemulihan dengan segera prasarana dan sarana
vital.

PASCA BENCANA

Penyelenggaraan penanggulangan
bencana pada tahap pasca bencana
meliputi:
1. rehabilitasi; dan
2. rekonstruksi.

SAVE : PENDEKATAN KEDARURATAN


Serangkaian kegiatan yang dilakukan
dengan segera saat kejadian bencana
untuk menangani dampak buruk yang
ditimbulkan, yang meliputi kegiatan
penyelamatan dan evakuasi korban,
harta benda, pemenuhan kebutuhan
dasar, perlindungan, pendampingan
dan penanganan pengungsi, serta
pemulihan sarana prasarana.

POS KOMANDO
Pada bencana skala nasional dapat
dibentuk Pos Komando dan
Koordinasi Tanggap
Darurat Aju (Pos garis depan) di
propinsi (Pimpinan Wilayah), dan
pada bencana skala regional
Propinsi) dapat dibentuk Pos
Komando dan Koordinasi Tanggap
Darurat Aju
(Pos garis depan) di Kabupaten / Kota

WAKTU
Jangka waktu Keberadaan Pos
Komando dan Koordinasi Tanggap
Darurat Bencana
bersifat sementara selama masa
tanggap darurat dan beroperasi
selama 24 (dua puluh empat) jam
setiap hari serta dapat diperpanjang
atau diperpendek waktunya sesuai
kondisi dan keadaan kedaruratan.

OUR : DISTRIBUSI RELAWAN DAN


BANTUAN
Bantuan adalah bantuan
kemanusiaan yang terdiri dari :
a. penampungan sementara
b. bantuan pangan
c. bantua sandang
d. air bersih dan sanitasi
e. pelayanan kesehatan

PRINSIP

Cepat & tepat


Prioritas
Koordinasi & keterpaduan
Berdayaguna & berhasil guna
Transparansi & akuntabilitas
Kemitraan
Pemberdayaan
Non diskriminatif
Non proletisi

BANTUAN TEMPAT
PENAMPUNGAN/HUNIAN SEMENTARA
Diberikan dlm bentuk tenda2, barak atau gedung
fasilitas umum/sosial (tempat ibadah, gedung olah
raga, balai desa) yang memungkinkan untuk
tempat tinggal sementara.
Standar minimal :
a. Berukuran 3 meter persegi/orang
b. Memiliki persyaratan keamanan & kes
c. Memiliki aksesbilitas thd fasilitas umum
d. Menjamin privasi antar jenis kelamin & berbagai
klp usia

BANTUAN PANGAN
Dalam bentuk bahan makanan, masakan yang
disediakan oleh dapur umum. Untuk klp rentan
diberikan bentuk khusus.
Standar minimal :
a. Bahan makanan berupa beras 400 gr
perorang/hr atau bahan pokok lainnya
b. Makanan yg disediakan dapur umum berupa
makanan siap saji 2x/hari
c. Makanan poin a dan b setara dgn 2.100 kilo
kalori

BANTUAN NON PANGAN


Peralatan memasak
Tiap RT memiliki :
a. panci besar (1), panci sedang, baskom,
pisau dan centong kayu
b. tiap orang : 1 sendok, 1 piring, 1
cangkir/gelas
c. botol bayi
Kompor, bahan bakar dan penerangan
Alat-alat perkakas spt martil, gergaji, gerobak
kayu, cangkul, sekop, kapak, parang.

BANTUAN SANDANG
Perlengkapan pribadi
standar minimal :
a. memiliki 1 perangkat lengkap pakaian, peralatan tidur
sesuai standar kesehatan.
b. perempuan & anak setidaknya memiliki 2 perangkat
c. anak sekolah memiliki 2 stel seragam, 1 pasang sepatu
d. stp orang memiliki pakaian khusus untuk beribadah, 1
pasang alas kaki, alas tidur
e. bayi & anak-anak di bawah usia 2 tahun harus memiliki
selimut ukuran 100 x 70 cm
f. kelompok rentan memiliki pakaian khusus dan alat bantu
sesuai kebutuhan
. Kebersihan diri

BANTUAN AIR BERSIH &


SANITASI
BANTUAN AIR BERSIH
a. 7 ltr pada 3 hari I selanjutnya 15 ltr/orang/hari
b. Jarak terjauh tempat penampungan sementara
jamban klg: 50 mtr
c. Jarak terjauh sumber air dari tempat penampungan
sementara dgn titik air terdekat : 500 mt
. BANTUAN AIR MINUM
a. 2.5 lt/orang/hari
b. Rasa air minum dapat diterima & kualitasnya cukup
memadai untuk diminum

BANTUAN SANITASI
a. Tempat sampah ukuran 100 lt untuk 10 klg,
atau barang lain dengan jumlah setara
b. Penyemprotan vektor dilakukan sesuai keb
c. 1 jamban maksimal 20 org
d. Jarak jamban & penampungan kotoran 30
mtr dari sumber air bawah tanah
e. Dasar penampungan sedekat2nya 1.5 mtr di
atas tanah
f. 1 tempat untuk mencuci pakaian &
peralatan RT, paling banyak untuk 100 orang

BANTUAN YANKES
YANKES UMUM
PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR
PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK
MENULAR

YANKES UMUM
Yankes didasarkan pada prinsip2 yankes primer
Semua korban memperoleh informasi ttg yankes
Yankes diberika dlm sistem kes yg tepat : klg, PKM,
RS & RS rujukan
Pelayanan & intervensi kes menggunakan
teknologi yg tepat & diterima secara sosbud
Jml, tingkat & lokasi yankes sesuai keb korban
Tiap klinik punya staf dgn jml & keahlian memadai.
Staf maks melayani 50 pasien/hari
Korban memperoleh pelayanan obat-obatan sesuai
keb

PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR


Pemberian vit A bagi bayi usia 6 bln balita usia 59
bulan
Semua bayi divaksinasi campak ketika usia 6 9 bln
Anak usia 6 bln 15 thn dapat diberi imunisasi campak
Korban mendapat diagnosis & perawatan efektif untuk
penyakit menular
Diambil tindakan2 untuk mempersiapkan & merespon
berjangkitnya penyakit menular
Berjangkitnya penyakit menular dideteksi, diinvestigasi
& dikontrol dengan cara tepat waktu & efektif
Korban memperoleh paket pelayanan minimal untuk
mencegah penularan HIV/AIDS.

PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR

Korban memperoleh pelayanan tepat


untuk mengatasi cedera
Korban memperoleh pelayanan untuk
memenuhi kebutuhan kesehatan
reproduksi
Korban memperoleh yankes sosial
dan mental sesuai kebutuhan

RELAWAN
Relawan yang berkompeten dan ahli dibidang SAR yang
bertugas
1. Membuat rencana operasi SAR
2. Menghimpun dan mengkoordinasikan petugas /
relawan dibidang SAR
3. Membentuk regu SRU (search and Rescue Unit)
4. Memimpin kegiatan pencarian, penyelamatan dan
evakuasi korban bencana
5. Membuat jadwal agenda kegiatan tim
6. Mendeteksi dan memetakan daerah bahaya da rawan
akan terjadinya bencana susulan
7. Mengendalikan, memantau dan mengevaluasi kegiatan
tim
8. Membangun hubungan informasi dan koordinasi
dengan institusi atau pun lembaga yang lain yang

WASS. WR. WB

SAMPAI JUMPA LAGI