Anda di halaman 1dari 13

Kekerasan anak dan KDRT

FK UMP
2016

Definisi
Kekerasan
berarti
penganiayaan,
penyiksaan, atau perlakuan salah. Menurut
WHO , kekerasan adalah penggunaan
kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau
tindakan terhadap diri sendiri, perorangan
atau sekelompok orang atau masyarakat
yang mengakibatkan atau kemungkinan
besar
mengakibatkan
memar/trauma,
kematian, kerugian psikologis, kelainan
perkembangan atau perampasan hak.

lanjutan
child abuse merupakan tindakan
melukai beulang-ulang secara fisik dan
emosional
terhadap
anak
yang
ketergantungan,
melalui
desakan
hasrat, hukuman badan yang tak
terkendali, degradasi dan cemoohan
permanen atau kekerasan seksual.

Bentuk kekerasan pada anak


Kekerasan
abuse)
Kekerasan
abuse)
Kekerasan
abuse)
Kekerasan

secara Fisik (physical


Emosional (emotional
secara Verbal (verbal
Seksual (sexual abuse)

Faktor yang mempengaruhi


kekerasan pada anak
Pewarisan Kekerasan Antar Generasi
(intergenerational transmission of
violance)
Stres Sosial (social stress)
Isolasi Sosial dan Keterlibatan
Masyarakat Bawah
Struktur Keluarga

KDRT terhadap istri


segala bentuk tindak kekerasan yang
dilakukan oleh suami terhadap istri
yang berakibat menyakiti secara
fisik, psikis, seksual dan ekonomi,
termasuk
ancaman, perampasan
kebebasan yang terjadi dalam rumah
tangga atau keluarga.

Gejala kekerasan terhadap istri


merasa rendah diri, cemas, penuh
rasa takut, sedih, putus asa, terlihat
lebih tua dari usianya, sering merasa
sakit kepala, mengalami kesulitan
tidur, mengeluh nyeri yang tidak
jelas penyebabnya, kesemutan, nyeri
perut, dan bersikap agresif tanpa
penyebab yang jelas.

Bentuk KDRT

Kekerasan
Kekerasan
Kekerasan
Kekerasan

fisik
psikis
seksual
ekonomi

Faktor yang mempengaruhi KDRT


Masyarakat membesarkan anak laki-lak dengan
menumbuhkan keyakinan bahwa anak laki-laki harus
kuat, berani dan tidak toleran.
Laki-laki dan perempuan tidak diposisikan setara
dalam masyarakat.
Persepsi mengenai kekerasan yang terjadi dalam
rumah tangga harus ditutup karena merupakan
masalah keluarga dan bukan masalah sosial.
Pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama
mengenai aturan mendidik istri, kepatuhan istri pada
suami, penghormatan posisi suami sehingga terjadi
persepsi bahwa laki-laki boleh menguasai perempuan.
Budaya bahwa istri bergantung pada suami,
khususnya ekonomi.
Kepribadian dan kondisi psikologis suami yang tidak

Solusi untuk mengatasi KDRT


Untuk menurunkan kasus-kasus kekerasan dalam
rumah tangga maka masyarakat perlu digalakkan
pendidikan mengenai HAM dan pemberdayaan
perempuan;
menyebarkan
informasi
dan
mempromosikan prinsip hidup sehat, anti
kekerasan terhadap perempuan dan anak serta
menolak
kekerasan
sebagai
cara
untuk
memecahkan masalah; mengadakan penyuluhan
untuk mencegah kekerasan; mempromosikan
kesetaraan jender; mempromosikan sikap tidak
menyalahkan korban melalui media.

lanjutan
Bagi suami sebagai pelaku, bantuan oleh
Psikolog
diperlukan
agar
akar
permasalahan yang menyebabkannya
melakukan kekerasan dapat terkuak dan
belajar
untuk
berempati
dengan
menjalani terapi kognitif. Karena tanpa
adanya perubahan dalam pola pikir
suami dalam menerima dirinya sendiri
dan istrinya maka kekerasan akan
kembali terjadi.

lanjutan
Sedangkan
bagi
istri
yang
mengalami
kekerasan
perlu
menjalani terapi kognitif dan belajar
untuk berperilaku asertif. Selain itu,
istri juga dapat meminta bantuan
pada LSM yang menangani kasuskasus kekerasan pada perempuan
agar mendapat perlidungan.

Terimakasih