Anda di halaman 1dari 43

PENGAUDITAN

KAS DAN
INSTRUMEN
KEUANGAN
- P E N G A U D I TA N I I -

KELOMPOK 10
NI LUH PUTU ITA NOPAYANTI
1406305065/16
NI LUH PUTU DIAN
SUKMAYANTI
1406305069/19
FRISKA FRILISIA
1406305070/20

A K U N-A KU N K A S
DA N INSTRU M EN
K EU AN GA N

Akun-akun dalam Siklus

AKUN UTAMA
Akun Kas Umum

Akun Imprest

Akun Bank Cabang

Akun utama
Dilibatkan pada ampir
semua penerimaan dan
pengeluaran

Pembayaran penggajian
Khusus pengeluaran
Khusus penerimaan

Untuk sentralisasi pada


level cabang cabang
memiliki aku bank
tersendiri

Dana Kas Kecil


Imprest

Setara Kas

Instrumen
Keuangan

Untuk pengeluaran kas


dalam jumlah kecil

Misalnya deposito atas


unjuk dan money market
fund.
Investasi yang dengan
mudah diubah kembali
menjadi kas dan tidak ada
risiko signifikan pada nilai
tukarnya

Investasi dalam surat


berharga berupa surat
utang dan sekuritas saham,
instrumen derivatif, dan
hedging.

HUBUNGAN ANTARA AKUN KAS UMUM


DENGAN AKUN KAS LAINNYA
Kas pada Kas digunakan
cabang di untuk membayar
setorkan ke upah/gaji
karyawan
kas umum
Mengubah
setara kas
menjadi kas
Kelebihan kas
diinvestasika
n dalam
setara kas

Kas umum
ditransfer ke
dana kas kecil
imprest untuk
pengeluaran
berjumlah kecil

K A S D I BA NK D AN
S IKLU S-SIK LU S
TRA NSA KSI

Hubungan
antara
Kas di Bank
Dengan
SiklusSiklus
Transaksi

1
3

Persediaan

PEMBAHASAN TENTANG HUBUNGAN ANTARA KAS DI BANK


DAN SIKLUS-SIKLUS TRANSAKSI LAINNYA MEMILIKI DUA
FUNGSI, YAITU:
Menunjukkan pentingnya pengujian audit atas
berbagai siklus transaksi terhadap pengauditan
kas.
Membantu dalam pemahaman lebih lanjut
pengintegrasian berbagai siklus transaksi.
Dalam pengauditan kas, auditor harus membedakan antara pemeriksaan
terhadap rekonsiliasi saldo menurut laporan bank dengan saldo menurut buku
besar yang dibuat klien, dengan pemeriksaan untuk membuktikan apakah kas
menurut catatan di buku besar telah mencerminkan semua transaksi kas yang
terjadi selama tahun yang diperiksa.

KESALAHAN PENYAJIAN YANG TIDAK DAPAT DIUNGKAPKAN MELALUI


REKONSILIASI BANK:
Pengauditan
Siklus Penjualan
dan Pengumpuan
Piutang

Tidak menagih/tidak mengirim faktur kepada pembeli


Penggelapan kas dengan cara mencegat kas sebelum penerimaan kas
dicatat dan mendebet akun kerugian piutang
Pembayaran ganda atas suatu faktur dari penjual

Pengauditan
siklus pembelian
dan pembayaran

Pembayaran tidak semestinya atas pengeluaran untuk keperluan pribadi


direksi
Pembayaran untuk pembelian bahan baku fiktif

Pengauditan siklus
penggajian dan
personalia
Pengauditan siklus
perolehan modal dan
pengembaliannya

Pembayaran kepada pegawai melebihi jam kerja sesungguhnya

Pembayaran bunga kepada pihak berelasi melebihi tarif bunga normal

PENGUJIAN ATAS REKONSILIASI BANK MENGUNGKAPKAN KESALAHAN


PENYAJIAN, SEPERTI:

Check yang belum diuangkan ke bank tidak dimasukkan ke dalam daftar


check masih beredar, walaupun check tersebut telah dicatat dalam
jurnal pengeluaran kas.
Penerimaan kas oleh klien yang terjadi sesudah tanggal neraca telah
dicatat klien sebagai penerimaan kas tahun yang diperiksa.
Penerimaan kas beberapa waktu sebelum akhir tahun buku dan telah
disetorkan ke bank pada bulan yang sama, tetapi dicantumkan dalam
rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam perjalanan.
Pembayaran sebuah utang wesel dan telah didebetkan langsung ke
saldo bank oleh bank, tetapi tidak tercantum dalam catatan klien.

PENGA U D ITAN A K U N
K A S U MU M

Pengujian
saldo akhir
tahun
dalam
akun kas
umum

auditor harus
mengakumulasikan bukti
yang cukup memadai untuk
mengevaluasi apakah kas
telah ditetapkan secara
wajar dan telah diungkapkan
sesuai dengan lima dari
delapan tujuan pengauditan
saldo

Hak atas kas umum dan


penggolongannya dalam neraca
biasanya tidak menjadi perhatian
utama, sedangkan nilai bersih bisa
direalisasi tidak relevan untuk tujuan
audit ini.

TAHAP I: MENGIDENTIFIKASI RISIKO BISNIS


KLIEN YANG MEMPENGARUHI KAS
Risiko bisnis klien dapat muncul dari kebijakan
menajemen kas yang tidak tepat. Risiko bisnis klien lebih
banyak muncul dari setara kas dan tipe investasi lainnya.
Auditor harus memahami risiko dari kebijakan dan strategi
investasi klien, termasuk pengendalian manajemen untuk
menghadapi risiko tersebut.

TAHAP I: MENETAPKAN SALAH SAJI YANG DAPAT DITOLERANSI DAN


MENILAI RISIKO INHEREN
Saldo kas bersifat tidak material pada sebagian besar
audit, tetapi transaksi kas yang mempengaruhi saldo itu
hampir selalu material. Sehingga sering terdapat potensi
salah saji dalam kas.

Karena kas sangat rentan terhadap pencurian


dibandingkan dengan aset lainya, terdapat risiko
inheren yang tinggi untuk tujuan keberadaan,
kelengkapan dan ketelitian. Tujuan tersebut biasanya
akan berfokus pada audit saldo kas.

TAHAP I: MENILAI RISIKO PENGENDALIAN


Pengendalian Internal atas Saldo Kas Akhir
Tahun dalam Akun Kas Umum
Pengendalian atas siklussiklus transaksi yang
mempengaruhi pencatatan
penerimaan dan pengeluaran
kas.

Rekonsiliasi bank independen

Jika pengendalian yang berkaitan


dengan transaksi kas berjalan
dengan
efektif,
maka
risiko
pengendalian
menurun
seperti
halnya pengujian audit untuk
rekonsiliasi bank akhir tahun.

Rekonsiliasi memastikan bahwa


catatan akuntansi mencerminkan
saldo kas yang sama seperti
jumlah kas sesungguhnya di bank
setelah mempertimbangkan hal-hal
yang direkonsiliasi.

TAHAP I: MENILAI RISIKO PENGENDALIAN


Tindakan-tindakan Rekonsiliasi Bank yang dibuat
oleh pegawai klien
Membandingkan data pembayaran dengan check atau transfer elektronik
dalam catatan bank dengan catatan pengeluaran kas perusahaan.
Memeriksa setoran ke bank dengan catatan penerimaan kas perusahaan.
Memeriksa keberurutan penggunaan check dan menyelidiki jika ada
nomor yang hilang.
Merekonsiliasi semua hal yang menyebabkan perbedaan antara saldo per
buku dengan saldo per bank sesuai dengan keadaannya.
Merekonsiliasi total pendebetan dalam laporan bank dengan total dalam
catatan pengeluaran kas perusahaan.
Merekonsiliasi total pengkreditan dalam laporan bank dengan total dalam
catatan penerimaan kas perusahaan.
Mereview transfer bank yang terjadi pada akhir tahun untuk memastikan
ketepatan pencatatannya.
Tindak lanjut check dalam perjalanan akhir bulan ke bulan berikutnya.

TAHAP II: PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN PENGUJIAN


PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANSIF GOLONGAN
TRANSAKSI

Saldo kas
dipengaruhi oleh
semua siklus
yang lain, kecuali
siklus persediaan
dan
penggudangan

Sejumlah besar
transaksi akan
memengaruhi kas, dan
transaksi kas akan
diaudit melalui
pengujian atas
transaksi-transaksi
pada siklus-siklus
tersebut.

TAHAP III: PERANCANGAN DAN PELAKSANAAN


PROSEDUR ANALITIS
Penggunaan prosedur analitis untuk menguji kewajaran saldo
kas dipandang kurang penting dibandingkan dengan area
audit yang lain.

Auditor biasanya membandingkan saldo akhir dalam rekonsiliasi


bank, setoran dalam perjalanan, check dalam perjalanan, dan halhal yang direkonsiliasi lainnya dengan rekonsiliasi tahun
sebelumnya.

Auditor juga membandingkan saldo akhir kas dengan saldo


kas akhir bulan lalu.

TAHAP III: PERANCANGAN PENGUJIAN RINCI


SALDO KAS
Tujuan yang paling penting
dalam audit kas pada
pengujian atas rincian
saldo adalah keberadaan,
kelengkapan, dan ketelitian
Prosedur audit yang
sesungguhnya akan
tergantung pada
materialitas dan risiko
dalam kas yang sudah
diidentifikasi auditor pada
audit di bagian lainnya.

TUJUAN AUDIT SALDO DAN PENGUJIAN RINCI SALDO UNTUK AKUN KAS UMUM DI BANK
Tujuan Audit Saldo
Prosedur Pengujian Rinci Saldo
Kas sebagaimana tercantum dalam rekonsiliasi Jumlahkan ke bawah daftar check dalam
bank telah ditotal dengan benar dan cocok
perjalanan dan pembayaran secara elektronik
dengan jumlah di buku besar (kecocokan saldo)
serta setoran dalam perjalanan.
Periksa penambahan dan pengurangan dalam
rekonsiliasi bank, termasuk semua hal yang
direkonsiliasi.
Telusur saldo per buku dalam rekonsiliasi ke
buku besar.
Kas sebagaimana tercantum dalam rekonsiliasi (lihat penjelasan lebih lanjut prosedur-prosedur
bank benar-benar ada (keberadaan)
berikut)
Kas yang ada di bank telah dicatat Minta dan ujilah konfirmasi bank.
(kelengkapan)
Minta dan ujilah cutoff laporan bank.
Kas di bank sebagaimana tecantum dalam Ujilah rekonsiliasi bank.
rekonsiliasi dicatat dengan teliti (ketelitian)
Lakukan pengujian kas.
Ujilah kemungkinan terjadinya kiting.
Transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas Penerimaan Kas:
dicatat pada periode yang tepat (pisah batas)
Hitunglah kas yang ada di perusahaan pada hari
terakhir tahun buku dan segera telusur ke
setoran dalam perjalanan dan jurnal penerimaan
kas. Telusur setoran dalam perjalanan ke cutoff
laporan bank.
Pengeluaran Kas:
Hitunglah kas yang ada di perusahaan pada
hari terakhir tahun buku dan segera telusur ke
check dalam perjalanan dan jurnal pengeluaran
kas.
Telusur check dalam perjalanan ke laporan
bank bulan berikutnya.

Komentar
Pengujian ini dilakukan sepenuhnya pada
rekonsiliasi bank, tidak mengacu pada dokumen
atau catatan, kecuali ke buku besar.

Ini adalah tiga tujuan terpenting untuk kas di


bank. Prosedur digabungkan karena sangat
berkaitan erat. Tiga prosedur terakhir hanya perlu
dilakukan apabila pengendalian internalnya
lemah.

Apabila penerimaan kas setelah akhir tahun


buku dimasukkan dalam jurnal, maka posisi kas
akan
nampak
lebih
baik
dari
yang
sesungguhnya. Hal seperti itu disebut holding
open jurnal penerimaan kas. Holding open
jurnal penerimaan kas akan mengurangi utang
usaha dan biasanya meningkatkan rasio lancar.
Prosedur pertama untuk pengujian pisah batas
penerimaan
dan
pengeluaran
kas
mensyaratkan auditor hadir pada akhir tahun
buku.

Penerimaan Konfirmasi Bank


Auditor biasanya memperoleh konfirmasi langsung dari semua bank atau lembaga
keuangan yang memiliki hubungan bisnis dengan klien, kecuali apabila terdapat
banyak akun yang tidak aktif.

Auditor dapat mengirim permintaan kedua atau minta kepada klien untuk
berkomunikasi dengan bank dan meminta mereka agar mengisi dan mengirim
konfirmasi langsung kepada auditor.

Dalam konfirmasi bank auditor juga meminta konfirmasi tentang kredit


bank yang diterima klien yang masih berjalan.

Saldo dalam akun di bank yang telah dikonfirmasi oleh bank harus
ditelusuri ke jumlah yang tercantum dalam rekonsiliasi bank.

Memeriksa Aktivitas Bank Setelah Akhir


Tahun Buku
Laporan bank sebagian
yang dikirimkan oleh
bank langsung kepada
auditor atau secara
online ke catatan
elektronik akun Cutoff
klien di
bank.
Laporan Bank

Auditor tidak dapat


memperoleh cutoff
laporan bank
langsung dari bank

Tujua
n
Memeriksa hal-hal yang
direkonsiliasi dalam
rekonsiliasi bank akhir
tahun yang dibuat klien
dengan bukti yang belum
terdapat pada klien.

Auditor dapat
menunggu sampai
tersedianya laporan
bank bulan berikutnya
untuk memeriksa halhal yang direkonsiliasi.

Untuk menguji apakah


pegawai klien telah
menghilangkan,
menambah, atau
mengubah dokumen
yang dilampirkan
pada laporan bank.

Pengujian Rekonsiliasi Bank


Prosedur Pemeriksaan Auditor
atas Rekonsiliasi
Memeriksa ketelitian perhitungan dalam rekonsiliasi.
Menelusur saldo dalam konfirmasi bank dan/atau saldo
awal dalam cutoff laporan bank ke saldo per bank dalam
rekonsiliasi bank untuk memastikan bahwa semua
menunjukkan angka yang sama.
Menelusur check yang ditarik dan dicatat sebelum akhir
tahun buku dan tercantum dalam cutoff laporan bank ke
daftar check dalam perjalanan dalam rekonsiliasi bank dan
ke jurnal pengeluaran kas pada periode atau periode
sebelum akhir tahun buku yang diaudit.
Menyelidiki semua check yang signifikan yang tercantum
dalam daftar check dalam perjalanan yang tidak tercantum
sebagai check telah diuangkan dalam cutoff laporan bank.

Menelusur setoran dalam perjalanan ke cutoff laporan


bank.
Memeriksa semua unsur rekonsiliasi lain dalam
laporan bank dan rekonsiliasi bank.

JENIS-JENIS PENGUJIAN AUDIT YANG DIGUNAKAN UNTUK KAS


UMUM DI BANK

P ROSED U RP ROSEDU R
BERORIEN TASI
K ECU RA N GA N

Pertimbangan penting dalam pengauditan kas umum


adalah kemungkinan terjadinya kecurangan (fraud).
Prosedur-prosedur yang bisa menemukan kecurangan
dalam penerimaan kas antara lain:
- Konfirmasi piutang usaha.
- Pengujian yang dilakukan untuk mendeteksi lapping.
- Mereview ayat-ayat jurnal kea kun kas untuk melihat kemungkinan
adanya hal yang tidak biasa.
- Membandingkan order dari pembeli dengan penjualan dan
penerimaaan kasnya.
- Memeriksa persetujuan dan dokumen pendukung untuk penghapusan
piutang dan retur penjualan.

MEMPERLUAS PENGUJIAN
REKONSILIASI
BANK
- Memulai
dengan rekonsiliasi (bulan sebelumnya) dan
Membandingkan semua unsur dalam rekonsiliasi dengan bukti
pengeluaran check dan dokumen lain yang dilampirkan pada
laporan bank,
- Membandingkan semua check yang diuangkan dan setoran ke bank
dalam laporan bank dengan jurnal pengeluaran kas dan jurnal
penerimaan kas,
- Menelusur semua hal yang belum terealisasi dalam rekonsiliasi
bank (bulan sebelumnya) dan pengeluaran kas dan penerimaan kas
ke rekonsiliasi yang dibuat klien untuk memastikan bahwa semua
telah dimasukkan,
- Memeriksa bahwa semua unsur rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank
mencerminkan unsur-unsur dari rekonsiliasi bank dan jurnal yang
belum terealisasi di bank.

PENGUJIAN KAS (PROOF OF CASH)


Auditor menggunakan pengujian kas untuk menentukan apakah hal-hal di
bawah ini telah dilaksanakan:

Semua penerimaan kas disetorkan ke bank


Semua setoran ke bank telah dicatat dalam
catatan akuntansi
Semua pengeluaran kas terbukukan dibayar oleh
bank
Semua yang dibayar oleh bank telah dicatat

SUATU PENGUJIAN KAS MELIPUTI


EMPAT TUGAS REKONSILIASI:
Merekonsiliasi saldo
pada laporan bank
dengan saldo di buku
besar pada awal periode
pengujian kas.

Merekonsiliasi
penerimaan kas yang
disetorkan ke bank
dengan penerimaan
yang dicatat dalam
jurnal penerimaaan kas
pada periode yang
direkonsiliasi.

Merekonsiliasi checkcheck yang dibayar bank


dan pembayaran secara
elektronik dengan
pengeluaran yang
dicatat dalam jurnal
pengeluaran kas pada
periode yang
direkonsiliasi.

Merekonsiliasi saldo
pada laporan bank
dengan saldo di buku
besar pada akhir periode
yang diuji.

PENGUJIAN TRANSFER ANTAR BANK


Ada beberapa hal yang harus diaudit pada daftar transfer antar bank.

Ketepatan informasi
pada daftar transfer
antar bank harus
diperiksa.

Transfer antar bank


harus dicatat baik pada
bank penerima
maaupun penyetor.

Pengeluaran dalam
daftar transfer antar
bank harus dengan
benar dimasukkan ke
atau dikeluarkan dari
check dalam perjalanan
dalam rekonsiliasi bank
akhir tahun.

Tanggal pencatatan
pengeluaran dan
penerimaan untuk
setiap transfer harus
menunjukkan tanggal
pada tahun buku yang
sama.

Penerimaaan dalam
daftar transfer antar
bank harus dengan
benar dimasukkan ke
atau dikeluarkan dari
setoran dalam
perjalanan dalam
rekonsiliasi bank akhir
tahun.

PENGAUDITAN AKUN-AKUN
INSTRUMEN KEUANGAN
Dalam pengujian saldo-saldo instrumen keuangan akhir tahun,
auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup dan akurat
untuk mengevaluasi apakah akun-akun instrumen keuangan,
sebagaimana nampak dalam neraca, telah disajikan dengan
wajar dan diungkapkan dengan tepat, sesuai dengan delapan
tujuan audit saldo yang digunakan untuk pengujian rinci saldo
(keberadaan, kelengkapan, keakuratan, penggolongan, pisahbatas, kecocokan saldo, nilai bersih bisa direalisasi, dan hak).

P ENG AU D ITAN
AK U N-A KU N
INSTRU M EN
K EU AN GA N

M E N G I D E N T I F I K A S I R I S I KO B I S N I S K L I E N T E R H A D A P
I N S T R U M E N K E U A N G A N ( TAH A P I )

Risiko akan tinggi untuk perusahaaan yang melakukan


investasi dalam sekuritas atau instrument keuangan derivatif
yang kurang likuid, dan apabila investasi mencerminkan
proporsi yang besar terhadap total aset.
Perusahaan-perusahaan jasa keuangan memiliki resiko tinggi
karena tingginya volume aktivitas dan jenis instrument yang
diperdagangkan.
Auditor harus mendapatkan pemahaman mengenai risiko dari
kebijakan dan strategi investasi klien, dan bagaimana
manajemen mengatasi hal tersebut.

MENETAPKAN MATERIALITAS KINERJA


DAN MENILAI RISIKO INHEREN (TAHAP II)
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko inheren instrument
keuangan meliputi:
Tujuan manajemen berkaitan dengan aktivitas investasi
Kompleksitas sekuritas atau derivative
Pengalaman perusahan di masa lalu dengan investasi tertentu
Apakah faktor eksternal berdampak terhadap asersi-asersi yang
relevan
Kompleksitas standar akuntansi yang relevan.
Sebagian besar instrument keuangan dinilai berdasarkan
taksiran nilai wajar.

MENILAI RISIKO PENGENDALIAN


(TAHAP I)
Auditor harus mendapatkan pemahaman mengenai
perancangan dan efektvitas pengoperasian pengendalian
internal yang berkaitan dengan inisiasi, otorisasi, pengolahan,
pengukuran nilai wajar, dan pengungkapan aktivitas investasi.
Hal terpenting yang manajemen miliki adalah:
(1) strategi investasi dan pemahaman tentang tingkat berbagai
risiko;
(2) prosedur yang diterapkan untuk menggolongkan instrument
keuangan sebagai untuk diperdagangkan, tersedia untuk dijual,
atau disimpan hingga jatuh tempo;
(3) prosedur-prosedur yang diterapkan untuk menginisiasi,

MERANCANG DAN MEL A KSANAK AN


PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN
SUBSTANTIF TRANSAKSI (TAHAP II)
Pengujian transaksi yang dilakukan berkaitan dengan
instrument keuangan meliputi pembelian dan penjualan
sekuritas dan derivatif atau transaksi hedging, laba-rugi yang
berkaitan, dan pendapatan bunga dan dividen.
Auditor biasanya mengandalkan pada laporan dari manajer
investasi untuk:
- menguji pembelian dan penjualan sepanjang pengendalian
dipandang efektif,
- menelusur pembayaran atau hasil yang diperolen ke catatan
pengeluaran kas dan penerimaan kas,
- memeriksa ketelitian perhitungan laba atau rugi.

MERANCANG DAN MELAKSANAKAN


PROSEDUR ANALITIS (TAHAP II)
Prosedur analitis biasanya tidak begitu penting dalam menilai saldo
akhir tahun instrument keuangan karena saldo-saldo tersebut bisa
berfluktuasi dari tahun ke tahun, dan tidak selalu berkaitan dengan
akun yang lain.
Prosedur analitis bisa digunakan untuk menguji kewajaran
pendapatan bunga dan dividen.
Auditor juga bisa membandingkan persentasi relative investasi pada
ketiga kategori nilai wajar dari tahun ke tahun untuk menilai
perubahan dalam strategi investasi atau risiko portofolio.

MERANCANG PENGUJIAN RINCI SALDO


INSTRUMEN KEUANGAN (TAHAP III)

Titik tolak pengujian saldo akhir akun-akun instrument


keuangan adalah mendapatkan suatu daftar (skedul) aktivitas
investasi selama tahun yang diperiksa.

Daftar aktivitas investasi meliputi saldo awal, pembelian dan


penjualan instrument keuangan termasuk laba atau rugi, dan
saldo akhir yang dicatat pada nilai wajar pasar atau nilai lain
sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku, juga
berisi pendapatan dividen dan pendapatan bunga.
Tujuan audit saldo terpenting adalah keberadaan, keakuratan,
nilai bisa direalisasi untuk investasi dalam sekuritas,
sedangkan kelengkapan juga penting untuk instrument
keuangan derivatif. Tujuan penyajian dan pengungkapan juga

Auditor meminta konfirmasi dari pialang untuk mengonfirmasi


investasi yang dimiliki pada akhir tahun termasuk transaksi
yang sudah selesai maupun yang belum selesai selama tahun
yang diaudit.
Konfirmasi memberi keyakinan tentang keberadaan,
kelengkapan, dan keakuratan. Ini penting untuk secara
serempak memeriiksa saldo kas, setara kas, dan instrumen
keuangan untuk memastikan bahwa manajemen tidak
berusaha menutupi kekurangan kas dengan cara mencatat
ganda kas.
Pengujian berkaitan dengan kelengkapan diperlukan untuk
instrument keuangan derivatif yang ada.
Pengujian berkaitan dengan nilai bisa direalisasi bisa berbedabeda tergantung pada jenis sekuritas dan standar akuntansi

TUJUAN AUDIT SALDO DAN PENGUJIAN RINCI SALDO UNTUK AKUNAKUN INSTRUMEN KEUANGAN
Tujuan Audit Saldo

Prosedur-Prosedur Pengujian Rinci Saldo


Jumlah-jumlah menurun daftar aktivitas
investasi.
Instrumen-instrumen keuangan yang
Periksa kebenaran penjumlahan dan
tercantum daftar aktivitas investasi
pengurangan dalam daftar aktivitas
telah dijumlah menurun dengan benar
investasi.
dan cocok dengan buku besar
(kecocokan saldo)
Telusur saldo akhir per kategori ke buku
besar.
Instrumen keuangan yang tercantum
dalam daftar aktivitas investasi benar- Konfirmasi kepada pialang
benar ada (keberadaan).
Instrumen keuangan yang ada telah
Inspeksi fisik sekuritas atau kontrak
dicatat (kelengkapan)
derivatif
Instrumen keuangan yang tercantum
dalam daftar aktivitas investasi benar- Inspeksi perjanjian
benar akurat (keakuratan)
Pengujian ketepatan sebagai
diperdagangkan, tersedia dijual, atau
Instrumen keuangan telah
disimpan hingga jatuh tempo
digolongkan dengan tepat dalam
Periksa ketepatan penggolongan dalam
laporan keuangan (penggolongan)
catatan kaki tentang estimasi nilai wajar
level 1, 2, atau 3.
Periksa sejumlah transaksi menjelang akhir
Transaksi instrumen keuangan telah
tahun dan laporan dari pialang untuk
dicatat pada periode yang tepat (pisah
memastikan bahwa transaksi dicatat pada
- batas)

Komentar
Investasi bisa diklasifikasi sebagai untuk
diperdagangkan, tersedia dijual, dan
disimpan hingga jatuh tempo
Daftar mencakup sekuritas yang dinilai
menggunakan estimasi nilai wajar level
satu, level dua, atau level tiga.
Biasnaya konfirmasi dipandang sudah
memberi bukti yang cukup tanpa auditor
melakukan inspeksi fisik atas sekuritas atau
kontrak
Sekuritas dan kontrak biasanya disimpan
oleh pialang

Penggolongan ini didasarkan pada tujuan


manajemen dan membutuhkan
pertimbangan
Pisah batas lebih penting dalam pengujian
transaksi karena klien ingin mencatat laba
atau rugi penjualan pada akhir tahun.

Prosedur-Prosedur
Pengujian Rinci Saldo
Periksa kuota harga pasar
Uji penggolongan yang dibuat
manajemen
Instrumen keuangan yang
Ujilah asumsi manajemen
tercantum dalam daftar
berkaitan dengan penilaian
aktivitas investasi akhir
Pertimbangkan untuk
tahun telah ditetapkan
menggunakan pakar/spesialis
dengan jumlah tepat sesuai
untuk menguji estimasi nilai
dengan standar akuntansi
wajar
keuangan yang berlaku
Pertimbangkan apakah
(nilai bisa direalisasi)
diperlukan untuk mengakui
kerugian karena penurunan
nilai
Periksa dokumen pendukung
dan kontrak-kontrak
Perusahaan mempunyai hak Konfirmasi ketentuankepemilikan atas instrumen ketentuan penting dalam
keuangan yang tercantum
kontrak derivatif
dalam daftar aktivitas
Review notulen rapat dean
investasi (hak)
komisaris untuk memastikan
ada tidaknya sekuritas yang
dijadikan agunan
Tujuan Audit Saldo

Komentar

Ini adalah tujuan yang paling


sulit untuk diuji, dan
prosedurnya bisa berbeda
tergantung pada strategi
investasi klien serta jenis
instrumen keuangannya.

Hak diuji dalam kaitannya


dengan pengujian keberadaan
dan keakuratan ketika
mereview pembelian

WORKING PAPER TAHUN LALU


PT PETA

THANKYOU!
ANY QUESTION?