Anda di halaman 1dari 17

GEOLOGI STRUKTUR

(Geologi Regional, Struktur Regional


Daerah Jemah, Kecamatan Jatigede
Kabupaten Sumedang)
13 14 juni 2015

KELOMPOK 3
Anggun Hidayatullah
(1014112)
Ardi Ramadan
Indra Sutisna
(1013006)
Rifki Azhari Najib
(1013002)
Taufan prasetya
(1011002)

LATAR BELAKANG
Zona Fisiografi Bogor secara geologi
merupakan daerah yang kompleks yang
juga dikenal sebagai Cekungan Bogor
sehingga mengundang banyak ahli untuk
meneliti daerah tersebut. Oleh karena itu
daerah ini menarik untuk diteliti khususnya
endapan-endapan di bagian atas Cekungan
Bogor yang terdiri atas Formasi Cisaar,
Formasi Cinambo dan Formasi Cantayan
(Djuhaeni dan Martodjojo, 1989) yang
terdapat di daerah Jemah dan Sekitarnya,
Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang.

GEOLOGI
REGIONAL

FISIOGRAFI JAWA
BARAT
Fisiografi Jawa Barat terbagi menjadi 6 zona
berarah barat-timur. zona-zona ini dari utara
ke selatan, yaitu:
Zona Dataran Pantai Jakarta
Zona Bogor
Zona Pegunungan Bayah
Zona Bandung
Zona Gunungapi Kuarter
Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat

Zona Bogor (Bogor Anticlinorium)


Zona Bogor terletak disebelah selatan dari Dataran Pantai
Jakarta. Daerah ini memanjang dengan arah barat-laut
melalui Kota Bogor, Purwakarta dan menerus sampai ke
daerah Bumiayu, Jawa Tengah.
Zona Bogor umumnya mempunyai morfologi yang
berbukit-bukit. Perbukitan tersebut umumnya memanjang
dengan arah barat-timur disebelah selatan Kota Bogor,
sedangkan di sebelah timur Purwakarta perbukitan ini
membelok ke selatan. Beberapa intrusi telah membentuk
morfologi yang lain, misalnya Gunung Sanggabuana
(Purwakarta) dan Gunung Kromong (Cirebon).

Perkembangan Sedimentasi
Cekungan Bogor

Stratigrafi Cekungan
Bogor
Stratigrafi Cekungan Bogor daerah penelitian

menurut Djuhaeni dan Martodjojo (1989)


diurutkan dari yang tertua ke yang muda:

1.Formasi
2.Formasi
3.Formasi
4.Formasi
5.Formasi
6.Formasi
7.Formasi

Cisaar
Cinambo
Cantayan
Bantarujeg
Subang
Kaliwangu
Citalang

Diurutkan dari yang tua ke muda, Stratigrafi Daerah


Penelitian terdiri dari 5 satuan batuan yaitu:
1. Batulempung A berumur Miosen Tengah

(Batial Atas)
2. Batupasir - Miosen Tengah -- (Batial Atas)
3. Batulempung B Miosen Akhir --- (Batial Bawah)
4. Breksi Polimik -- Miosen Akhir (Batial Bawah)
5. Endapan Aluvial Resen---- Darat

Stratigrafi Daerah
Cekungan Bogor daerah
ekskursi (Djuhaeni dan
Martodjojo,1989)

Struktur Regional

Struktur Geologi Daerah Penelitian


1. Sesar Naik
2. Sesar Mendatar
3. Lipatan

KESIMPULAN
1. Penelitian yang dilakukan di sungai cimanuk desa jemah-jatigede-sumedang menemukan
perlapisan batuan sebagai berikut
Batu lempung serpih gampingan (abu abu kehijauan, foram) & sisipan batu pasir tufaan
Selang seling batu pasir tufaan
Selang seling batu pasir tufaan dan batu lempung serpih gampingan
Perselingan batu pasir tufaan dan batu lempung serpih gampingan
2. Dari hasil penghitungan titik-titik shear dan gash Fracture yang ada, diketahui Shear
Fracture (SF) adalah N 74o E / 70o SE dan Gash Fracture (GF) adalah N 21o E / 62o SE.
Dengan melihat data SF & GF yang di combine dengan data strike sesar (N 110 o E)
diketahui besar Dip sesarnya yaitu : 88 o
Dengan arah tegasam utama (1) berarah NW, SE
2
3 SW / NW
3. Peta lintasan dengan data Strike dip pada gambar di samping disertai dengan
penampnagnya. Restorasi lipatan yang terletak pada Utara singkapan dengan panjang
lipatan 7 meter. Setelah di Restorasi panjangnya menjadi 9,5 meter. Berarti shortening 27,8
% (2,5 meter)

Sekian dan Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai