Anda di halaman 1dari 11

SPEKTRUM DERET

BALMER
KELOMPOK IV :
DINA AULIA LUBIS
EBEN TOGATOROP
RIRIS MELINDA S
SARI PAGANDA S

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN


Pengembangan konsep foton bermula dari
hasil pengamatan fenomena terkait dunia mikro,
khususnya terkait proses-proses pada tingkat
atomik
dan
sub-atomik.
Hal
tersebut
memberikan suatu wawasan baru pada kajian
tentang struktur atom dengan menggunakan
konsep foton yang mendeskripsikan gelombang
elektromagnetik sebagai berkas gumpalangumpalan energi yang berprilaku seperti
partikel. Konsep tersebut ternyata sering
digunakan
untuk
menerangkan
tentang
spektrum atom.

Salah satu hasil eksperimen pada saat itu (1913)


yang dapat dijelaskan secara teoritik adalah
spektrum Hidrogen. Eksperimen menunjukkan
bahwa spektrum yang dipancarkan oleh gas-gas
yang dipanaskan ternyata memiliki garis-garis
(spektrum garis ) yang memiliki keteraturan. Gas
yang berbeda memiliki spektrum garis yang
berbeda pula.
Beberapa
upaya
yang
dilakukan
untuk
menjelaskan tentangn pola garis-garis spektrum
berhasil, misalnya pada panjang gelombang
spektrum hidrogen mempunyai hubungan satu
drngan yang lainnya seperti panjang gelombang
getaran pada dawai yang kedua ujungnya dijepit
dengan erat.

Pada tahun 1885, J.J. Balmer yang


merupakan seorang guru sekolah
menengah
di
Swiss,
berhasil
menemukan suatu rumus empirik
sederhana yang akurat untuk dapat
menyatakan
frekuensi
garis-garis
spektrum atom hidrogen, khususnya
yang berada dalam daerah cahaya
tampak.
Garis-garis
spektrum
hidrogen tersebut yang diidentifikasi
oleh Balmer adalah sebagai berikut :

Garis
Spektrum
Hidrogen

Panjang
Frekuensi
Gelombang
( dalam )
( dalam
amstrong)
H
6562,8
4,569
H
4861,3
6,168
H
4340,5
6,908
H
4101,7
7,310
H
3645,6
8,224

Rumus Balmer untuk panjang-panjang


gelombang tersebut adalah

Garis
spektrum
untuk
panjang
gelombang yang lain diperoleh dengan
mensubstitusikan bilangan bulat, n>2,
seperti
n=3,4,5,
Formulasi tersebut dapat dinyatakan
dalam frekuensi (f), sebagai berikut :
=
=
sehingga,
= 3,289 x
n>2 (bilangan bulat)

Pada tahun 1908, Paschen menemukan suatu


seri atau deret lain dari garis-garis spektrum
hidrogen
yang
terletak
pada
daerah
inframerah
yang
memenuhi
hubungan
matematik sebagai berikut :

= 3,289 x
Dimana n > 3 ( bilangan bulat)
Deret garis-garis spektrum Balmer dan Paschen dapat
dinyatakan secara umum oleh persamaan matematik
sebagai berikut :
= 3,289 x
Pada persamaan tersebut deret Balmer muncul jika
nilai m=2 dan n adalah suatu bilangan bulat lebih
besar daripada 2. Sedangkan Paschen muncul jika
m=3, dengan bilangan bulat n> 3

Nilai m dan n untuk spektrum atom hidrogen


Deret
Lyman
Balmer
Paschen
Bracket
Pfund
Balmer

m
1
2
3
4
5

n
2,3,4,5,
3,4,5,6,
4,5,6,7,
5,6,7,8,
6,7,8,9,

menemukan rumus matematik


untuk garis spektrum deret Balmer sebagai
berikut :
(

Rydberg menemukan cara yang lebih


mudah untuk menyatakan rumus
tersebut, dengan membuat suatu
besaran baru yang dinamakan resiprok
panjang
gelombang.
Berdasarkan
batasan tersebut, formulasi Balmer
dapat
dinyatakan
sebagai
berikut
:

= 1,097 x
Angka di depan tanda kurung
dinamakan teteapan Rydberg.
Berdasarkan data spektrokopik, besar
tetapan Ryderberg secara akurat
adalah :
= (10.967.757,61,2)

Persamaan untuk deret Balmer


dapat ditulis sebagai
berikut :

=x

SEKIAN DAN
TERIMA
KASIH