Anda di halaman 1dari 20

Guided Discovery

Mata Kuliah Pembelajaran Inovatif II


1

Guided Discovery
Guided = terbimbing
Discovery = penemuan = inquiry =
inkuiri
Guided Discovery = Penemuan
Terbimbing

Carin (1985) menyatakan bahwa


Discovery adalah suatu proses
mental dimana anak atau
individu mengasimilasi konsep
dan prinsip, atau dapat
dinyatakan Discovery terjadi
apabila siswa terutama terlibat
dalam menggunakan proses
mental untuk menemukan
beberapa konsep atau prinsip
3

Proses mental tersebut ialah


mengamati, menggolong
golongkan, membuat dugaan,
menjelaskan, mengukur, menarik
kesimpulan, dan sebagainya.

Menurut Wilcolx dalam Nur (2000),


dalam pembelajaran penemuan
siswa terdorong untuk belajar aktif
melalui keterlibatan mereka sendiri
dengan konsep-konsep, prinsipprinsip, dan guru mendorong siswa
untuk memiliki pengalaman dan
melakukan percobaan yang
memungkinkan mereka menemukan
prinsip-prinsip untuk mereka sendiri.
5

Menurut Burner dalam Nur (2000)


mengatakan bahwa pembelajaran
penemuan menekankan pada
keterlibatan siswa secara aktif,
pengalaman-pengalaman belajar
memusat pada siswa, dimana siswa
menemukan ide-ide mereka sendiri
dan merumuskan sendiri makna
belajar untuk mereka sendiri.
6

Guided Discovery
Suatu pendekatan/model
pembelajaran di mana siswa
mencari dan menggunakan berbagai
macam sumber informasi dan ide-ide
atau gagasan-gagasan untuk
meningkatkan pemahaman terhadap
masalah, topik, atau isu.

Manfaat GD untuk Siswa

Manfaat GD untuk Guru

10

Manfaat GD untuk
Pustakawan

11

Apa
Manfaat/Keuntunga
n untuk Anda????

12

Teori-Teori Belajar yang Mendasari


Guided Discovery
Pendekatan Pembelajaran
Konstruktivis
Teori Konstruktivis oleh John Dewey
Pembelajaran Bermakna oleh Bruner
Model Kuhlthaus tentang Proses
Penemuan Informasi
Vygostky
13

Enam Prinsip Guided


Discovery

14

Learning Activity
Motivasi (motivation).
Pengumpulan Data (data collection);
meliputi kegiatan merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, dan proses
pengumpulan data.
Pemprosesan data (data processing);
meliputi proses analisis dan penemuan
konsep hingga diperoleh kesimpulan.
Kegiatan penutup (closure).
15

Langkah-langkah dalam
merencanakan pembelajaran
dengan
GD
(Carin,
1993)
Menetapkan topik yang akan dipelajari oleh siswa.
Memilih metode yang sesuai dengan kegiatan
penemuan.
Menetapkan lembar pengamatan data yang akan
digunakan siswa.
Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap.
Menentukan apakah siswa akan bekerja secara individu
atau kelompok
Melakukan terlebih dahulu kegiatan yang akan
dilakukan oleh siswa untuk melihat apa yang dilibatkan,
mengatahui kesulitan yang mungkin timbul dan
memodifikasinya bila perlu kesesuaian dengan kelas.
16

Saran untuk membantu kelancaran GD


(Carin, 1993)

Memberikan bantuan agar siswa dapat memahami tujuan


kegiatan yang dilakukan.
Memeriksa bahwa semua siswa memahami prosedur yang
harus dilakukan.
Menjelaskan cara bekerja yang aman.
Mengamati siswa selama mereka melakukan kegiatan.
Berkeliling di sekitar ruangan sepanjang kegiatan
berlangsung untuk membantu, menjawab pertanyaan,
mencegah masalah-masalah disiplin yang mungkin timbul,
membimbing atau mendemonstrasikan apa saja yang
diperlukan.
Memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk
mengembalikan alat dan bahan yang digunakan.
Melakukan diskusi untuk menyimpulkan tiap jenis kegiatan.
17

Kira-kira apa
Kelemahan/Kekurangan
Model Pembelajaran
Guided Discovery???

18

Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang bersifat


teacher centered ke arah pembiasan belajar mandiri dan
berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri.
Mengubah kebiasaan bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi
kebiasaan yang telah bertahun tahun dilakukan.
Guru dituntut mengubah kebiasaan sebagai pemberi atau penyaji
informasi sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa
dalam belajar. Hal inipun bukan merupakan pekerjaan gampang.
Metode ini banyak memberikan kebebasan siswa yang tidak berati
menjamin bahwa siswa belajar dengan baik dalam arti
mengerjakan dengan tekun, penuh aktivitas dan terarah.
Memerlukan penyediaan sumber belajar dan fasilitas memadai
yang tidak selalu mudah disediakan.
Dalam kondisi siswa banyak atau kelas besar dan guru terbatas,
agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik.
Pemecahan masalah mungkin saja apat bersifat mekanis,
formalitas, dan membosankan. Apabila ini terjadi, maka
pemecahan masalah seperti ini tidak menjamin penemuan yang
penuh arti.
19
(Sudirman,dkk,1991:171-172)

TERIMA KASIH

20