Anda di halaman 1dari 39

PENGARUH DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK

DAN KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR


MERANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN
HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna
radiata L)
VARIETAS WALET
Oleh :
Pardian Tirta Suyatno

Latar Belakang
Kacang hijau merupakan salah satu bahan makanan
yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia
Keunggulan tanaman kacang hijau :
oTahan kekeringan
oSerangan hama dan penyakit relatif sedikit
oBerumur pendek (55 60 hari)
oDapat ditanam di tanah yang kurang subur
oMudah dalam praktek budidayanya
oHarga jual yang tinggi relatif stabil
oDapat dikonsumsi dengan pengolahan yang mudah
(Sumarno, 1992)

Potensi dan Tantangan Pengembangan Kacang


Hijau
di Lahan Kering

POTENSI Lahan Kering


Jawa Barat 2.100.650 ha
Karawang 36.301 ha
(tidak termasuk rumah, bangunan dan halaman)

(BPS Jawa Barat, 2010)

Produksi Kacang Hijau Karawang 2009 2010


(Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Karawang, 2010)

1400
1200
1000
800

Luas Panen (ha)


Produksi (ton/ha)
Produktivitas (Kg/ha)

600
400
200
0

2009

2010

Kelemahan Pupuk Anorganik

hargan
ya
mahal

Hairiah et al., (2000)


menyatakan bahwa
pemupukan secara kimia
sintetis mempunyai beberapa
kelemahan

pemupukan yang tidak


tepat dan berlebihan
menyebabkan pencemaran
lingkungan

tidak dapat
menyelesaikan
masalah
kerusakan fisik
dan biologi tanah

Kompos Limbah Media Jamur


Merang
KOMODITI UNGGULAN
KABUPATEN KARAWANG

Produksi

Pencemaran
Lingkungan

Limb
ah

Bahan
/Pupuk
Organik

Identifikasi Masalah

Adakah interaksi antara perlakuan dosis pupuk majemuk NPK dan


kompos limbah media jamur merang terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) varietas Walet

Dosis pupuk majemuk NPK dan kompos limbah media jamur merang
manakah yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada
tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) varietas Walet

Maksud dan Tujuan


Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari


pengaruh dosis pupuk majemuk NPK dan kompos limbah media jamur
merang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna
radiata L) varietas Walet

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik pupuk


majemuk NPK dan kompos limbah media jamur merang terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) varietas
Walet

Kegunaan Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu
informasi tentang pemberian pupuk majemuk NPK dan
kompos limbah media jamur merang yang dapat
digunakan untuk tanaman kacang hijau (Vigna radiata
L) varietas Walet

Kerangka Pemikiran
Pupuk Majemuk NPK
Pupuk majemuk NPK mengandung
nitrogen, fosfor, dan kalium dalam
satu jenis pupuk sehingga dapat
meningkatkan efektifitas dan
efisiensi pemupukan
Penggunaan dosis yang
berlebihan dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan
Penggunaan secara terusmenerus dalam waktu lama tanpa
diimbangi dengan pemberian
bahan organik akan dapat
menyebabkan produktivitas lahan
menurun

Kompos Limbah Media


Jamur Merang

Merupakan upaya
pemanfaatan sumberdaya
lokal
memperbaiki atau
mempertahankan
kesuburan tanah pertanian
secara berkelanjutan

Hipotesis
Terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk
majemuk NPK dan kompos limbah media jamur
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau
(Vigna radiata L) varietas Walet
Salah satu Dosis pupuk majemuk NPK dan kompos limbah
media jamur merang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil
tertinggi pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L) varietas
Walet

Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau


Menurut Purwono dan Hartono (2005),
disebutkan bahwa kacang hijau
termasuk ke dalam keluarga
leguminosae adalah sebagai berikut :
Divisio: Spermatophyta
Sub Divisio: Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Family : Leguminosae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata L.

Syarat Tumbuh
Iklim
Berdasarkan indikator di daerah sentra produsen,
keadaan iklim yang ideal untuk tanaman kacang hijau
adalah daerah yang bersuhu 250C - 270C dengan
kelembaban udara 50% - 80%, curah hujan antara 50
mm - 200 mm/bulan, dan cukup mendapat sinar
matahari (tempat terbuka).
Tanah
Hal yang penting diperhatikan dalam pemilihan lokasi
kebun kacang hijau adalah tanahnya subur, gembur,
banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan
drainasenya baik, serta mempunyai kisaran pH 5,8 6,5.

Pupuk Majemuk NPK

Pupuk majemuk merupakan pupuk


yang mengandung beberapa unsur
seperti N, P dan K.
Dosis anjuran untuk tanaman kacang
hijau adalah 225 kg/ha. Keunggulan
pupuk majemuk NPK (Nitrophoska
15-15-15)

Peranan Bahan Organik Terhadap Tanah


dan Tanaman
Bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi
tanah yang pada gilirannya akan memperbaiki pertumbuhan dan
produksi tanaman (Murbandono, 2005).
Secara fisik kompos mampu menggemburkan tanah, memperbaiki
aerasi dan drainase, menigkatkan pengikatan antar partikel dan
kapasitas mengikat air sehingga dapat mencegah erosi,
mengurangi tercucinya nitrogen terlarut, serta memperbaiki daya
olah tanah.
Secara kimia kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation
(KTK), ketersediaan unsur hara, dan asam humat. Asam humat
akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral,
sehingga unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman.
Secara biologi, kompos yang merupakan bahan organik ini adalah
sumber makanan bagi mikroorganisme tanah (Simamora dan
Salundik, 2008).

Pengaruh positif yang lain dari penambahan


bahan organik pada pertumbuhan tanaman
adalah terdapat senyawa yang berpengaruh
terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di
dalam tanah adalah senyawa perangsang
tumbuh (auxin), dan vitamin.
Di samping itu, diindikasikan asam organik
dengan berat molekul rendah, terutama
bikarbonat (seperti suksinat, ciannamat,
fumarat) hasil dekomposisi bahan organik,
dalam konsentrasi rendah dapat mempunyai
sifat seperti senyawa perangsang tumbuh,
sehingga berpengaruh positif terhadap
pertumbuhan tanaman (Atmojo, 2003).

Bahan dan Metode Penelitian


Bahan
Tempat dan Waktu penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di
lahan kering milik Perusahaan
Umum Percetakan Uang Republik
Indonesia (PERURI) di Dusun
Saptamarga, Desa Sirnabaya,
Kecamatan Telukjambe Timur,
Kabupaten Karawang, dengan
ketinggian 17 m di atas permukaan
laut.
Penelitian dilaksanakan pada bulan
Juni sampai dengan bulan Oktober
2011.

Benih kacang hijau varietas Walet


Pupuk majemuk NPK (Nitrophoska 15-15-15)
Kompos limbah media jamur merang
Kapur pertanian
Inokulan rhizobium
Kertas HVS
Pestisida
air

Alat
Cangkul
Timbangan kasar
Timbangan digital
Kantong plastik
Karung
Arit
Alat tugal
Tali plastik
Ember
Alat tulis
Gunting
Golok
Papan nama

KOMBINASI PERLAKUAN DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN


KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR MERANG

Kompos
Limbah Jamur
(K)

Pupuk Majemuk NPK (P)


0
(p0)

75
(p1)

150
(p2)

225
(p3)

0 (k0)

p0k0

p1k0

p2k0

p3k0

2,5 (k1)

p0k1

p1k1

p2k1

p3k1

5 (k2)

p0k2

p1k2

p2k2

p3k2

7,5 (k3)

p0k3

p1k3

p2k3

p3k3

Pelaksanaan Penelitian
Persiapan Lahan
Panen
Penanaman
Penyulaman &
Penjarangan
Pemupukan &
Pemberian Kompos

Pengendalian
Hama &
Penyakit
Penyiraman &
Penyiangan

Pengamatan Penunjang
Analisis Kesuburan
N-Total : 0,40% Tanah
(sedang)
P2O5

:37,37 mg/100g (sedang)

: 20,35 mg/100g (rendah)


K2O
Na-dd : 0,20 mg/100g (sangat
rendah)
C-Organik : 1,38% (rendah)
Tekstur : Liat berdebu

Keadaan Iklim Selama Penelitian


Bulan
Jenis Pengamatan

s/d 2

Juni

Juli

Agustus

September

Rata-rata hari hujan (hari)

Jumlah curah hujan (mm)

40

Rata-rata suhu (oC)

33,58*

34,22

34,30

33,35

33,10

Oktober

Serangan Hama dan


Penyakit
Hama yang menyerang adalah lalat
bibit kacang (Ophiomyia phaseoli),
kepik hijau (Nezara viridula),
penggerek polong Maruca testutalis,
dan Etiella zinckenella Hama-hama
ini dapat dikendalikan dengan
menggunakan insektisida berbahan
aktif deltametrin dan karbosulfan
dengan konsentrasi 3 cc/liter air.

Populasi Tanaman Per Plot Penelitian


PERLAKUAN
Pupuk
Majemuk NPK
0 kg/ha (p0)

75 kg/ha (p1)

150 kg/ha (p2)

225 kg/ha (p3)

POPULASI TANAMAN
Kompos
Limbah
Media Jamur
0 ton/ha (k0)
2,5 ton/ha (k1)

198
132

220
92

5 ton/ha (k2)

216

128

7,5 ton/ha (k3)


0 ton/ha (k0)
2,5 ton/ha (k1)

174
220
236

183
264
180

5 ton/ha (k2)

223

198

7,5 ton/ha (k3)


0 ton/ha (k0)
2,5 ton/ha (k1)

198
216
176

174
98
102

5 ton/ha (k2)

220

178

7,5 ton/ha (k3)


0 ton/ha (k0)
2,5 ton/ha (k1)

192
236
165

217
186
135

5 ton/ha (k2)

262

182

Tinggi Tanaman 14 & 21 hst (cm)


PUPUK MAJEMUK (P)
(kg/ha)
14 hst
0
75
150
225
CV (%)
PUPUK MAJEMUK (P)
(kg/ha)
21 hst
0
75
150
225
CV (%)

0
10,35 b
B
11 a
AB
10,45 b
B
10,9 a
B

0
12,9 c
C
15,25 a
A
14,25 b
B
14,30 ab
B

KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)


(ton/ha)
2,5
5
10,5 c
10,8 c
AB
A
11,1 a
11,15 ab
A
A
10,85 ab
10,9 bc
A
A
10,7 bc
11,25 a
B
A
1,37
KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)
(ton/ha)
2,5
5
13,7 b
14,65 b
B
A
15,05 a
14,35 b
AB
BC
14,10 b
16,05 a
B
A
15,05 a
14,85 b
A
AB
2,34

7,5
10,7 a
A
10,7 a
B
10,85 a
A
11 a
AB

7,5
14,55 a
A
14,25 a
C
14,30 a
B
14,55 a
AB

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji jarak
berganda Duncan Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil menunjukan arah vertikal.

Tinggi Tanaman Umur 7, 28, 35 hst


Perlakuan
Pupuk Majemuk
(P) (kg/ha)
0
75
150
225
Kompos Limbah
Jamur (K) (ton/ha)
0
2,5
5
7,5
CV (%)

Tinggi Tanaman (cm)


7 hst

28 hst

35 hst

6,65 c
6,99 ab
6,86 b
7,06 a

21,51 a
22,79 a
22,59 a
22,31 a

28,45 a
30,55 a
29,69 a
30,10 a

6,84 b
6,84 b
7,08 a
6,81 b
2,36

21,58 a
22,58 a
22,84 a
22,21 a
4,31

29,38 a
29,29 a
31,33 a
28,80 a
7,16

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama
tidak berbeda nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

Jumlah Daun Umur 14, 21, 28, dan 35 hst


Perlakuan

Jumlah Daun (helai)

Pupuk Majemuk (P)


(kg/ha)

14 hst

21 hst

28 hst

35 hst

0
75
150
225

5,30 a
5,60 a
5,43 a
5,13 a

7,35 b
7,83 a
7,60 ab
7,20 b

11,26 a
11,58 a
11,30 a
11,13 a

15,30 a
15,58 a
15,34 a
15,13 a

5,38 a
5,28 a
5,48 a
5,33 a
6,23

7,48 a
7,43a
7,65a
7,43a
5,36

11,38 a
11,26 a
11,35 a
11,28 a
2,81

15,38 a
15,21 a
15,48 a
15,28 a
2,11

Kompos Limbah
Jamur (K) (ton/ha)
0
2,5
5
7,5
CV (%)

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda
nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

Luas Daun
PUPUK
MAJEMUK (P)
(kg/ha)

KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)


(ton/ha)
0

2,5

7,5

151,32 a
A

120,37 a
C

145,56 ab
AB

124,76 b
BC

75

130,84 ab
AB

125,02 a
B

153,89 a
A

135,56 ab
AB

150

111,67 b
B

115,74 a
B

126,11 bc
B

156,53 a
A

225

126,39 ab
A

121,87 a
A

120,37 c
A

123,89 b
A

CV (%)

8,63

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji
jarak berganda Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil
menunjukan arah vertikal.

Berat Basah Tanaman


PUPUK
MAJEMUK (P)
(kg/ha)

KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)


(ton/ha)
0

2,5

7,5

13,6 a
B

23,1 a
AB

38,05 ab
A

16,45 a
B

75

20,55 a
A

32,75 a
A

31,6 b
A

20,3 a
A

150

19,9 a
B

21,45 a
B

55,35 a
A

16,55 a
B

225

21,65 a
AB

35,8 a
A

11,1 c
B

18,5 a
AB

CV (%)

36,96

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji
jarak berganda Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil
menunjukan arah vertikal.

Berat Kering Tanaman


KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)
(ton/ha)

PUPUK MAJEMUK (P)


(kg/ha)
0

2,5

7,5

5,05 a
A

4,75 b
A

8,85 b
A

4,6 a
A

75

4,75 a
C

10,7 a
A

9,4 ab
AB

5,25 a
BC

150

6,2 a
B

7,1 ab
B

14,4 a
A

7,9 a
B

225

6,35 a
AB

9,55 a
A

3,95 c
B

8,35 a
AB

CV (%)

27,82

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 %
uji jarak berganda Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil
menunjukan arah vertikal.

Jumlah Cabang Produktif


KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)
(ton/ha)

PUPUK MAJEMUK (P)


(kg/ha)
0

2,5

7,5

4a
A

4,2 a
A

3,9 b
AB

3,45 c
B

75

4,05 a
A

4,05 a
A

3,95 ab
A

3,95 b
A

150

4,00 a
B

4,00 a
B

4,40 a
AB

4,50 a
A

225

3,75 a
B

4,30 a
A

4,35 ab
A

4,40 ab
A

CV (%)
5,45
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji
jarak berganda Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil
menunjukan arah vertikal.

Jumlah Polong Total dan Jumlah Polong Bernas


Perlakuan

Persentase Polong
Bernas
(%)

Jumlah Polong Total


(buah)

Jumlah Polong
Bernas (buah)

15,04 a

12,73 a

84,64

75

17,55 a

14,85 a

84,62

150

14,71 a

12,49 a

84,91

225

14,69 a

12,10 a

82,37

14,25 a

11,94 a

83,79

2,5

13,84 a

11,73 a

84,75

16,96 a

14,16 a

83,49

7,5

16,94 a

14,34 a

84,65

Pupuk Majemuk (P)


(kg/ha)
0

Kompos Limbah
Jamur (K) (ton/ha)

CV (%)

19,21
19,74
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak
berbeda nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

Bobot Polong Panen dan Bobot Polong Kering (gr)


Bobot Polong Panen
KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)
PUPUK MAJEMUK
(ton/ha)
(P)
(kg/ha)
0
2,5
5
7,5
16,5 a
10,73 b
14,94 ab
15,09 b
0
A
A
A
A
12,12 a
14,99 ab
21,01 a
23,66 a
75
C
BC
AB
A
12,58 a
12,83 ab
20,31 a
15,76 b
150
B
B
A
AB
14,19 a
19,71 a
12,73 b
14,76 b
225
A
A
A
A
CV (%)
21,21
Bobot Polong kering
KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)
PUPUK MAJEMUK
(ton/ha)
(P)
(kg/ha)
0
2,5
5
7,5
15,74 a
9,95 b
14,33 ab
13,98 b
0
A
A
A
A
10,44 a
13,72 ab
19,09 a
22,18 a
75
C
BC
AB
A
11,62 a
11,37 ab
19,77 a
15,08 b
150
B
B
A
AB
12,77 a
17,98 a
11,95 b
14,02 b
225
A
A
A
A
CV (%)
22,17
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji jarak berganda
Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil menunjukan arah vertikal.

Jumlah Biji Per Polong


PUPUK
MAJEMUK (P)
(kg/ha)

KOMPOS LIMBAH JAMUR (K)


(ton/ha)
0

2,5

7,5

10,95 a
A

11,25 ab
A

11,4 b
A

11,25 ab
A

75

10,85 a
C

11,6 a
AB

11,95 a
A

11, 3 ab
BC

150

11,05 a
B

11,1 b
AB

11,25 b
AB

11,6 a
A

225

11,35 a
AB

11,05 b
B

11,65 ab
A

11,00 b
B

CV (%)

2,02

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5 % uji
jarak berganda Duncan. Huruf kapital menunjukan arah horizontal dan huruf kecil
menunjukan arah vertikal.

Bobot 100 Butir


Perlakuan
Pupuk Majemuk (P) (kg/ha)

Bobot 100 Butir (gr)

7,54 a

75

7,97 a

150

7,99 a

225

8,05 a

Kompos Limbah Jamur (K) (ton/ha)


0

7,75 a

2,5

7,82 a

7,96 a

7,5

8,01 a

CV (%)

5,33

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak
berbeda nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

HASIL PANEN PER PLOT


Perlakuan

Panen per Plot


(gr/plot)

Panen per Ha (ton/ha)

1335 a

1,11

75

1540 a

1,28

150

1555 a

1,30

225
Kompos Limbah Jamur
(K) (ton/ha)
0

1435 a

1,20

1457,5 ab

1,21

2,5

1275 b

1,06

1592,5 a

1,33

7,5

1540 a

1,28

Pupuk Majemuk (P)


(kg/ha)
0

CV (%)

12,36
Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada
kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji jarak berganda
Duncan taraf 5%.

Hasil Panen Per Meter Persegi


Perlakuan
Pupuk Majemuk (P) (kg/ha)

Panen per m2 (gr)

110,91 a

75

128,88 a

150

129,48 a

225

123,38 a

Kompos Limbah Jamur (K) (kg/ha)


0

122,03 ab

2,5

105,68 b

133,78 a

7,5

131,16 a

CV (%)

13,60

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak
berbeda nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

Hasil Panen Per Tanaman


Perlakuan
Pupuk Majemuk (P) (kg/ha)

Panen per Tanaman (gr)

8,19 ab

75

7,36 c

150

8,96 a

225

8,14 bc

Kompos Limbah Jamur (K) (ton/ha)


0

7,35 b

2,5

8,60 a

8,07 ab

7,5

8,64 a

CV (%)

9,13

Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama tidak
berbeda nyata pada uji jarak berganda Duncan taraf 5 %.

PUPUK MAJEMUK (P) (kg/ha)


0

KOMPOS
LIMBAH
JAMUR
(K)
(ton/ha)

2,5

7,5
Rata-rata Polulasi
pada dosis Pupuk
majemuk

0
198,000

75
220,000

150
216,000

225
236,000

220,000

264,000

98,000

186,000

132,000

236,000

176,000

165,000

92,000

180,000

102,000

135,000

216,000

223,000

220,000

262,000

128,000

198,000

178,000

182,000

174,000

198,000

192,000

142,000

183,000

174,000

217,000

154,000

167,88

211,63

174,88

182,75

Ratarata
Populas
i pada
taraf
KOMPO
S

204,75
0

152,25
0

200,87
5

179,25
0

Kesimpulan
Interaksi terjadi antara perlakuan dosis pupuk majemuk NPK dan
kompos limbah media jamur merang yang berpengaruh terhadap
tinggi tanaman umur 14 hst dan 21 hst, luas daun, berat basah
dan kering tanaman, jumlah cabang produktif, bobot polong
panen, bobot polong kering, dan jumlah biji per polong.
Dosis pupuk majemuk NPK 225 kg/ha memberikan pengaruh
terbaik terhadap tinggi tanaman pada umur 7 hst, dosis 75 kg/ha
memberikan jumlah daun terbaik pada umur 21 hst, sedangkan
dosis 150 kg/ha memberikan hasil panen per tanaman tertinggi.
Pemberian kompos limbah media jamur merang 5 ton/ha
memberikan hasil panen per plot terbaik yaitu 1592,5 gr/plot
setara dengan 1,33 ton/ha.