Anda di halaman 1dari 23

PRINSIP-PRINSIP ETIK

Ns. ABRAHAM B. RUMAYARA,


S.Kep

PRINSIP-PRINSIP ETIK
Menurut Code for Nurses With
interpretive Statement (ANA, 1985)
dalam Potter & Perry dan juga PPNI
(2003) dalam Sumijatun (2009),
prinsip-prinsip Etik meliputi hal-hal
sebagai berikut :

1. Respek
Respek diartikan sebagai perilaku
perawat yang menghormati klien dan
keluarganya.
Perawat
harus
menghargai hak-hak klien misalnya
hal untuk pencegahan bahaya dan
mendapatkan
penjelasan
secara
benar.

Prinsip respek pada seseorang


menetapkan bahwa semua etika
keperawatan secara tidak langsung
mengarahkan manusia untuk dapat
menghargai kehidupannya sendiri
dan juga kehidupan orang lain serta
dapat menerima kematian. Dalam
prinsip ini terkandung arti bahwa
kehidupan merupakan hak milik yang
paling berharga dan mendasar pada
manusia oleh karena itu manusia
berkewajiban
untuk
dapat

Dengan demikian perawat sebagai


tenaga
kesehatan
juga
harus
melakukan sesuatu yang diperlukan
untuk
melindungi
dan
mempertahankan
kehidupan
manusia dimana terdapat harapan
sembuh atau ketika
seseorang
memperoleh
keuntungan
dari
tindakan memperpanjang hidup.

Prinsip ini menjelaska


mengapa
penghentian
pengobatan
pada
seseorang
tidak
pernah
dapat
dianggap ringan.

2. Otonomi
Otonomi berkaitan dengan hak
seseorang untuk mengatur
dan
membuat
keputusan
sendiri,
meskipun demikian masih terdapat
keterbatasan
terutama
terkait
dengan situasi dan kondisi, latar
belakang individu, campur tangan
hukum dan tenaga profesional yang
ada.

Otonomi berarti bahwa setiap individu


harus memiliki kebebasan untuk memilih
rencana kehidupannya sendiri dan cara
penerapan moral yang dilakukan.
Sebaga manusia yang bersifat unik maka
penerapan moral yang dilakukan juga
tidak ada yang sama, oleh karena itu
perawat
harus
berhati-hati
dalam
melayani
klien
sehingga
tidak
berbenturan dengan nilai yang dianut.

Praktisi mengatakan bahwa minat


yang
kuat
dari
klien
untuk
menyatakan keputusannya sendiri
perlu dimodifikasi dengan melibatkan
keluarga
dan
teman
dekatnya,
dengan demikian diharapkan akan
terjadi
keseimbangan
yang
mnguntungkan.

3. Beneficence (kemurahan
Hati)
Kemurahan hati atau maslahat
berkaitan dengan kewajiban untuk
melakukan hal yang baik dan tidak
membahayakan orang lain. Kesulitan
biasanya
muncul
pada
saat
menentukan
siapa
yang
harus
memutuskan hal yang terbaik untuk
seseorang.

4. Non Maleficence
Prinsip
ini
berkaitan
dengan
kewajiban perawat untuk tidak
menimbulkan kerugian atau cedera
pada kliennya.
Kerugian atau cedera dapat diartikan
sebagai kerusakan fisik seperti nyeri,
kecacatan, kematian atau adanya
ganngguan emosi seperti perasaan
tidak berdaya, merasa terisolasi dan
adanya penyesalan.

Prinsip
maleficence
dan
kemaslahatan dilihat pada kontinum
rentang dari bahaya yang tidak
berarti
(maleficence)
sampai
menguntungkan orang lain dengan
melakukan yang baik(kemaslahatan).
Kontinum tersebut mengandung 3
tindakan maslahat penting:

Seharusnya
seseorang
dapat
membuat keputusan untuk dirinya
sendiri, kecuali bagi mereka yang
tidak mampu memutuskan sendiri
seperti bayi, orang yang secara
mental tidak kompeten dan orang
dalam keadaan koma.

1. Membuang bahaya
2. mencegah
3. Melakukan langkah positif untuk
kepentingan orang lain.

Contoh perawat yang melakukan


imunisasi pada anak sehat, dimana
perawat melakukan tindakan yang
dapat menimbulkan nyeri. Tindakan
tersebut termasuk dalam kategori
maslahat
(beneficence)
karena
tindakan ini mencegah bahaya serius
dari penyakit anak-anak.

5. Veracity (Kejujuran)
Prinsip
ini
berkaitan
dengan
kewajiban
perawat
untuk
mengatakan suatu kebenaran dan
tdak berbohong atau menipu orang
lain. Prinsip ini mempunyai implikasi
yang cukup berat bagi perawat
karena
kadang
perawat
harus
melakukan suatu kebohongan yang
tidak dikehendakinya.

Misalnya : Pemberian medikasi


Plasebo. Plasebo adalah medikasi
pengganti dari obat yang klien pikir
ia dapatkan, biasanya tanpa bahan
kimia. Plasebo diberikan dengan
maksud agar hasil yang diharapkan
tercapai, misalnya ketergantungan
pada zat adiktif seperti morfin,
sementara plasebo dapat dikatakan
menipu klien dengan memberikan

6. Konfidensialitas
(Kerahasiaan)
Prinsip
ini
berkaitan
dengan
penghargaan
perawat
untuk
merahasiakan
semua
informasi
tentang klien yang dirawatnya dan
hanya
akan
memberikan
info
tersebut pada orang yang tepat.

Perawat menghindari pembicaraan


mengenai kondisi klien dengan
siapapun yang tidak secara langsung
terlibat dalam perawatan klien.

7. Fidelity (Kesetiaan)
Prinsip kesetiaan berkaitan dengan
kewajiban perawat untuk selalu setia
pada
kesepakatan
dan
tanggungjawab yang telah dibuat.
Perawat harus memegang janji yang
telah dibuatnya pada klien, kejujuran
dan kesetiaan merupakan modal
dalam memupuk rasa percaya klien
pada perawat.

Apabila klien dan keluarganya sudah


tidak percaya lagi pada perawat
yang menanganinya
maka tujuan
dari asuhan keperawatan tidak akan
berhasil.

8. Justice (Keadilan)
Prinsip keadilan berkaitan dengan
kewajiban perawat untuk dapat
berlaku adil pada semua orang yaitu
tidak memihak atau berat sebelah.
Persepsi keadilan bagi perawat dan
klien sering berbeda terutama yang
terkait dengan pemberian pelayanan.

Perawat akan mendahulukan klien


yang
situasi
dan
kondisinya
memerlukan penanganan segera dan
menunda melayani klien lain yang
kebutuhannya termasuk dibawah
prioritas. Tidak seluruh klien dapat
memahami situasi ini sehingga akan
menimbulkan rasa kurang nyaman
bagi klien yang merasa dirinya
kurang diperhatikan oleh perawat.