Anda di halaman 1dari 16

STROKE

OLEH :
ABRAHAM. B. RUMAYARA,
S.Kep., Ns

Pengertian
Stroke

atau
cedera
cerebrovaskuler
adalah
kehilangan
fungsi
otak
yang
diakibatkan
oleh
berhentinya
suplai darah ke bagian otak sering
ini adalah kulminasi penyakit
serebrovaskuler selama beberapa
tahun. (Smeltzer C. Suzanne,
2002)

Stroke

adalah kehilangan
fungsi
otak
yang
diakibatkan
oleh
berhentinya suplai darah
kebagian otak. (Brunner &
Sudarth, 2002)

Manifestasi Klinis
Gejala-gejala itu antara lain :
1). Defisit Neurologis:
Kehilangan penglihatan perifer

: Kesulitan melihat pada malam


hari, tidak menyadari objek
atau batas objek
Diplopia : penglihatan ganda.

2). Defisit Motorik


Hemiparese : kelemahan

wajah,
lengan dan kaki pada sisi yang
sama.
Hemiplegia
: Paralisis wajah,
lengan dan kaki pada sisi yang
sama.
Ataksia : Berjalan tidak mantap,
tegak, tidak mampu menyatukan
kaki, perlu dasar berdiri yang luas.

3). Defisit Kognitif


Kehilangan
memori

jangka
pendek dan jangka menengah
Penurunan lapang perhatian
Kerusakan kemampuan untuk
berkonsentrasi

Etiologi
1.

Hipertensi, dapat disebabkan


oleh aterosklerosis
2. Aneurisma pembuluh darah
cerebral
Adanya kelainan pembuluh darah
yakni berupa penebalan pada satu
tempat yang diikuti oleh penipisan
di tempat lain.
3. Diabetes mellitus (DM)
Penderita
DM
berpotensi
mengalami stroke karena 2 alasan,

4.

Policitemia
Pada policitemia viskositas darah
meningkat dan aliran darah
menjadi lambat sehingga perfusi
otak menurun.
5. Peningkatan kolesterol (lipid
total)
Kolesterol tubuh yang tinggi dapat
menyebabkan aterosklerosis dan
terbentuknya embolus dari lemak.

6.

Obesitas
Pada
obesitas
dapat
terjadi
hipertensi dan peningkatan kadar
kolesterol
sehingga
dapat
mengakibatkan gangguan pada
pembuluh darah, salah satunya
pembuluh drah otak.
7.Perokok
Pada perokok akan timbul plaque
pada pembuluh darah oleh nikotin

Pemeriksaan diagnostik
laboratorium:

mengarah
pada
pemeriksaan darah lengkap, elektrolit,
kolesterol, dan bila perlu analisa gas
darah, gula darah dsb.
CT scan (Computer Topografi) kepala
untuk mengetahui lokasi dan luasnya
perdarahan atau infark
MRI (Magnetik Resonance Imaging) untuk
mengetahui adanya edema, infark,
hematom dan bergesernya struktur otak

angiografi untuk mengetahui penyebab dan

gambaran yang jelas mengenai pembuluh


darah yang terganggu
Angiografi
serebral
:
Membantu
menentukan
penyebab
stroke
secara
spesifik seperti perdarahan atau obstruksi
arteri
Pungsi Lumbal : Menunjukan adanya
tekanan normal dan Tekanan meningkat
dan cairan yang mengandung darah
menunjukan adanya perdarahan

Penatalaksanaan
Secara umum, penatalaksanaan pada

pasien stroke adalah:


Posisi kepala dan badan atas 20-30
derajat, posisi miring jika muntah dan
boleh dimulai mobilisasi bertahap jika
hemodinamika stabil
Bebaskan jalan nafas dan pertahankan
ventilasi yang adekuat, bila perlu
diberikan ogsigen sesuai kebutuhan

Tanda-tanda vital diusahakan

stabil
Bed rest
Koreksi adanya hiperglikemia
atau hipoglikemia
Pertahankan
keseimbangan
cairan dan elektrolit
Kandung kemih yang penuh
dikosongkan, bila perlu lakukan

Pemberian

cairan
intravena
berupa
kristaloid
atau
koloid
dan
hindari
penggunaan glukosa murni atau cairan
hipotonik
Hindari kenaikan suhu, batuk, konstipasi,
atau
suction
berlebih
yang
dapat
meningkatkan TIK
Nutrisi per oral hanya diberikan jika fungsi
menelan baik. Jika kesadaran menurun atau
ada gangguan menelan sebaiknya dipasang
NGT

Diuretika

untuk
edema

menurunkan
serebral .
Anti koagulan: mencegah
memberatnya
trombosis
dan embolisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth, Buku Ajar Keperawatan Medikal

Bedah, Jakarta, EGC ,2002


Doengoes ,Marilynn, , 2000, Rencana Asuhan Keperawatan,
Edisi 3, Jakarta, EGC, 2000
Harsono, Buku Ajar : Neurologi Klinis, Yogyakarta, Gajah
Mada university press, 2006
Smeltzer C. Suzanne, Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah, Jakarta, EGC ,2002
Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan,
Asuhan Keperawatan Klien
Dengan Gangguan Sistem Persarafan , Jakarta, Depkes,
2000
Pahria, Tuti, Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan
Ganguan Sistem Persyarafan,
Jakarta, EGC, 2003