Anda di halaman 1dari 34

Hipoglikemia ec Obat Anti

Diabetik Oral
oleh

Defri
1110070100051

Preseptor :
dr. Lidya Dewi, Sp.PD
1

DEFINISI HIPOGLIKEMIA
Hipoglikemia
adalah
keadan
penurunan
konsentrasi glukosa darah <60
mg/dl, atau <80 mg/dl disertai
gejala klinis.
Hipoglikemi dapat terjadi pada
pasien diabetes mellitus maupun
non-DM

ETIOLOGI HIPOGLIKEMIA
pasien DM:
Defisiensi insulin endogen
Terapi DM secara agresif, yang terlihat dari
rendahnya target terapi baik glukosa,
HbA1C, atau keduanya
Riwayat hipoglikemia
Latihan jasmani (intensitas menengah
berat)
Gagal ginjal
Gagal hati
Pasca persalinan pada ibu yg menggunakan

ETIOLOGI HIPOGLIKEMIA
pasien Non-DM:
Penyakit kritis: gagal ginjal, gagal hati,
gagal jantung, sepsis (termasuk malaria)
Low intake
Malnutrisi
Hiperinsulinisme endogen
Insulinoma
Hipoglikemia akibat insulin autoimun
Insulin sekretagog

Obat hipoglikemik oral yang berisiko


menyebabkan hipoglikemia

Penggunaan obat hipoglikemik oral


yang memiliki cara kerja
meningkatkan sekresi insulin pada
pankreas dapat menyebabkan
Sulfonylurea
terjadinya
hipoglikemia

PATOFISIOLOGI HIPOGLIKEMIA

Klasifikasi Klinis Hipoglikemia Akut


Ringa Simtomatik, dapat diatasi sendiri,
n
tidak ada gangguan aktifitas seharihari yang nyata.
Seda Simtomatik, dapat diatasi sendiri,
ng
menimbulkan gangguan aktivitas
sehari-hari yang nyata.
Berat Sering tidak simtomatik, pasien
tidak dapat mengatasi sendiri
karena adanya gangguan kognitif
1.Membutuhkan terapi parenteral
(glukagon intramuskuler atau
intravena)

GEJALA HIPOGLIKEMIA
Kadar gula
Gejala
darah (mg/dL) neurogenik
79,2
70,2
59,4
50,4

Gejala
neuroglikope
nik
Gemetar,
Irritabilitas,
goyah, gelisah kebingungan
Gugup,
Sulit berpikir,
berdebar-debar sulit berbicara
berkeringat
Ataxia,
parestesia
Mulut kering,
Sakit kepala,
rasa kelaparan stupor

Keluhan dan gejala hipoglikemia akut yang


sering dijumpai pada pasien diabetes

NEUROGLIKOPENIK
MALAISE
OTONOMIK

DIAGNOSIS HIPOGLIKEMIA
a. Gejala dan tanda klinis

STADIUM GANGGUAN
SIMPATIK
PARASIMPATIK
OTAK RINGAN
BERAT

B. Anamnesa
Penggunaan preparat insulin atau
obat hipoglikemik oral terakhir,
waktu pemakaian terakhir, jumlah
asupan gizi
Waktu makan terakhir, jumlah
asupan gizi
Riwayat jenis pengobatan dan dosis
sebelumnya
Lama menderita DM, komplikasi DM
Penyakit penyerta: ginjal, hati,dll

c. Pemeriksaan fisik
Pucat
Diaphrosesis
tekanan darah, frekuensi denyut nadi
penurunan kesadaran
defisit neurologik fokal transien

Trias whipple

DIAGNOSA BANDING HIPOGLIKEMIA


Hipoglikemia karena Obat
Hiperinsulinisme endogen
Penyakit kritis: gagal hati, gagal
ginjal, gagal jantung, sepsis
Defisiensi endokrin
Tumor non-sel

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HIPOGLIKEMIA
Cek darah rutin: Hemoglobin,
hematokrit, leukosit, trombosit
Pemeriksaan gula darah
Tes fungsi ginjal
Tes fungsi hati

PENATALAKSANAAN HIPOGLIKEMIA
a. Pada pasien sadar
. Berikan larutan gula murni 20-30 gram
(2 sendok makan)
. Hentikan obat antidiabetik oral (ADO)
yang dicurigai sebagai penyebab
. Interval pemantauan glukosa darah
sewaktu
. Monitor glukosa darah

B. Pada pasien tidak sadar


Injeksi dekstrosa 40% (D40%) secara
bolus intravena
Infuse dekstrosa 10% (D10%), 6 jam
per kolf untuk rumatan.
Periksa glukosa darah sewaktu
(GDS), dengan glukometer secara
berkala tiap jam bila memungkinkan.
Bolus D40% diberikan bila GD masih
dibawah 100 mg/dl. Sesuai
rendahnya GD

Misal :
-GDS <60 mg/dl = + bolus D40% 3
flacon IV
-GDS 60-80 mg/dl = + bolus D40% 2
flacon IV
-GDS 80-100 mg/dl =+ bolus D40% 1
flacon IV

Bila GDS >100 mg/dl sebanyak 3 kali


berturut-turut, lakukan pemantauan setiap 24 jam. Bila GDS >200 mg/dl, pertimbangkan
mengganti infus dengan dekstrosa 5% (D5%)
atau NaCL 0,9% (NS).
Bila GDS > 100 mg/dL sebanyak 3 berturut
turut ,pemantauan GDs setiap 2 jam
,dengan protocol sesuai diatas ,bila GDs
>200 mg/dL pertimbangkan mengganti
infuse dengan dekstrosa 5 % atau NaCI 0,9
%

Bila GDS >100 mg/dL sebanyak 3 kali


berturut- turut ,pemantauan GDs setiap
4 jam ,dengan protocol sesuai diatas
.bila GDs > 200 mg/dL pertimbangkan
mengganti infuse dengan dekstrosa 5 %
atau NaCI 0.9 %
Bila GDs > 100 mg/dL sebanyak 3 kali
berturut-turut ,sliding scale setiap 6 jam

bila pasien belum sadar ,GDs sekitar


200 mg / dL .hidrokortison 100 mg
per 4 jam selama 12 jam atau
deksametason 10 mg IV bolus
dilanjutkan 2 mg tiap 6 jam dan
manitol 1,5 - 2 g/kgBB IV setiap 6-8
jam ,cari penyebab lain penurunan
kesadaran

FOLLOW UP
22

Hari/
tanggal
Selasa / 01
november
2016

Subject
Mual (+)
Muntah (+)
Badan
terasa letih

Objective
KU: sedang

Assesment

Hipoglikemi
Kesadaran: CMC a
TD: 160/80
mmHg
Nadi: 86
kali/menit
Nafas: 26
kali/menit
Suhu: 36,5oC

Planning
Nonfarmakologi

Istirahat
Diet MC TKTP

Farmakologi

IVFD
Dextrosa
10% 8 jam/kolf
KSR 3X1
PCT 3X1
Cipro 2 x 1 tab
GD
14:00 : 72 mg%
15:00 : 78 mg%
16:00 : 86 mg%
22:30 : 122 mg%
23:30 : 175 mg%
00:30 : 140 mg%

-Cek GDR / 15
menit ,
Bila GD <100.
Bila GDR 60
mg/dl 2 flacon
Dextrosa 40%
(IV)
Bila GDR 70-80
mg/dl 1 flacon
Dextrosa 40%
(IV)
Bila GD 100
mg/dl cek GD / 4
jam selama 24
jam

Rabu / 02
November
2016

-. Mual (+)
-. Muntah (-)
-. Bak (+)
-. Bab (+)

KU : Sedang
Hipoglikemi
Kes: CMC
a
TD: 120/80 mmHg
Nadi: 80 kali/menit
Nafas: 20
kali/menit
Suhu: 36oC
Gdr jam 11:00 :
160% mg

Nonfarmakologi:
istirahat
diet MC TKTP
Farmakologi :
IVFD Dextrosa
5% 8 jam/kolf
Ksr 2 x 1
Cipro 2 x 1
Gdr : 160% mg

Kamis /
03
Novemb
er 2016

Badan
masih
terasa
letih

KU: Sedang
Kes: CMC
TD: 120/80
mmHg
Nadi: 80
kali/menit
Nafas: 19
kali/menit
Suhu: 36,2 oC

-Ad random : 170

Hipoglikemi
a

Non farmakologi:
Istirahat
Diet Mb TKTP
Farmakologi:
Pct 3 x 500
Cipro 2 x 1
Ranitidin tab 2 x 1

Sabt
u / 27
agust
us
2016

Ganggu KU: berat


an
Kes:
kesadar
somnolen
an

- Sepsis
ec ulkus
dekubitu
s
TD:120/50 Demensi
mmHg
a
Nadi:80
kali/menit
Nafas:16
kali/menit
Suhu: 36,5
o

Non farmakologi:
-Istirahat
-Diet ML TKTP
Farmakologi:
-IVFD Dextrosa 5
% 12 jam/kolf
-Ceftriaxone 1x2
gr (iv)
-Ciprofloxacin 2 x
200 mg (infus)
-Ranitidin 2 x 1
(iv)
-Amlodipin 1 x 5
mg
-Candesartan 1 x
8 mg
-Paracetamol 3 x
500 mg

Senin
/ 29
Agust
us
2016

Penurun
an
kesadar
an (+)
Demam
tinggi
(+)

KU: berat
Kes:
somnolen
TD: 100/60
mmHg
Nadi: 80
kali/menit
Nafas: 16
kali/menit
Suhu: 39,1
0
C

penuruna
n
kesadaran
ec
hipoglike
mia
-Sepsis ec
ulkus
dekubitus
-stroke
hemoragi
k
-demensia

Non
farmakologi:
Istirahat
Diet MC TKTP
Farmakologi:
IVFD Dextrosa
5 % 12 jam/kolf
Ceftriaxone
1x2 gr (iv)
Ciprofloxacin 2
x 200 mg
(infus)

Pemeriksaan
elektrolit:
Natrium:
133,4mEq/L
Kalium: 4,32
mEq/L
Chlorida: 100
mEq/L

GDR: 134 mg
%
HbA1C:
7,03%

Ranitidin 2
x 1 (iv)
Amlodipin 1
x 5 mg
Candesartan
1 x 8 mg
Paracetamol
3 x 500 mg

Selasa Pasien dipindahkan ke HCU bangsal neurologi


30
RSUD solok
Agustu
s 2016

KESIMPULAN
Telah dilaporkan seorang pasien laki-laki umur
76 tahun dirawat di RSUD solok masuk bangsal
penyakit dalam pria pada tanggal 24 Agustus
2016 dengan diagnosa akhir penurunan
kesadaran ec hipoglikemi + sepsis ec ulkus
dekubitus + stroke hemoragik + demensia.
Diagnosis
ditegakkan
dari
anamnesis,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Dari anamnesa didapatkan Penurunan kesadaran
sejak jam yang lalu sebelum masuk rumah
sakit. Pasien tampak gaduh gelisah, kacau,
disorientasi, berteriak, dan aktivitas motorik
meningkat. Terdapat ulcus di pinggul pasien
sejak 20 hari yang lalu. Nafsu makan bertambah
menurun sejak 2 hari yang lalu, penurunan nafsu
makan sudah berlangsung selama 2 bulan ini. 30

Penurunan berat badan diakui oleh


keluarga, awalnya berat badan pasien 65
kg,berat badan turun kurang lebih 12 kg
dalam 2 bulan belakangan ini. Pasien
mengeluhkan badan semakin lemah
sejak 3 hari yang lalu sebelum masuk
rumah sakit, badan lemah sudah dialami
selama 2 bulan ini. Pasien merasa lemah
sehingga sulit melakukan aktifitas seharihari. Pasien merasakan mual dan
muntah tidak ada.
31

Dari pemeriksaan fisik di dapatkan keadaan


umum:sakit berat, kesadaran: delirium, Tekanan
darah: 160/90 mmHg, Frekuensi nadi: 118
kali/menit, Frekuensi nafas: 18kali/menit,Suhu:
36,6oC. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan
bising usus meningkat. Status lokalis ditemukan
ulcus decubitus ukuran 3x4 cm, pus(+),
darah(-), tepi ulcus tidak teratur, dan terlihat
hiperpigmentasi.
Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan
Hemoglobin: 10,2 g/dL, Hematokrit: 31 % ,
Leukosit:, 15.000/mm. Trombosit: 305.000/mm,
Ureum: 28,3 mg/dl, Kreatinin: 0,77 mg/dl,
Natrium: 144,2 mEq/L, Kalium: 4,02 mEq/L,
32
Chlorida: 112,0 mEq/L, Ad random:54 mg%.

Pasien diberikan terapi non farmakologi


yaitu: Istirahat, Diet MC TKTP , pemasangan
NGT, O2 3 L/menit. Terapi farmakologi yaitu:
IVFD Dextrosa 10% 12 jam/kolf, Cek GDR /
15 menit bila GD <100, Bila GDR 60 mg/dl
2 flacon Dextrosa 40% (IV), Bila GDR 70-80
mg/dl 1 flacon Dextrosa 40% (IV), Bila GD
100 mg/dl cek GD / 4 jam selama 24 jam ,
Ceftriaxone 1 x 2 gr (iv) skin test,
Ciprofloxacin 2 x 200 mg (infus), Ranitidin 2
x 1 (iv), Amlodipin 1 x 5 mg, Candesartan 1 x
8 mg, Paracetamol 3 x 500 mg.
Pemeriksaan anjuran yaitu: Analisa Gas
Darah (pH) : sensitivitas 98,7%, spesifisitas
33
99%, HbA1C sensitivitas 67%, spesifisitas

TERIMA KASIH
34