Anda di halaman 1dari 43

KONSEP MANAJEMEN LUKA

MAHIR
OLEH
Ns. TRI PRANAWANINGSIH,
SKep

Modern wound care


Evidence based on wound
management

Old wound care


Traditional wound care

Teknologi Wound Care


Kontinyu ; mempermudah wound
care
Efektif dan efisien
Mengurangi waktu
Evidence Based

Evolusi Managemen Luka


BC

1980

Traditional
Gauze
Betadine
Rivanol, dll

1980

- 2000

Advanced
Moist Wound
Healing
Chronic &
Acute

2000+
Tissue
Engineering
Growth Factors
Antimicrobials
Enzymatics

Normal Wound Healing


Proliferation

Re-modelling

Inflammation

5ds

30ds

100ds

Abnormal peyembuhan luka


Proliferation

Re-modelling

Inflammation

5ds

30ds

100ds

LOKAL LUKA
Hypoxia
Hematoma/edema
Meningkatnya bakteri
Maserasi
Benda asing
Gesekan/pergeseran
Tekanan
Teknik

Pasien
Penyakit (DM, jantung, ginjal, etc)
Anemia
Buruknya status nutrisi
Hypoalbumin
Obat-obatan
Infeksi/Sepsis
Usia
Perokok
Stress

Gagal penyembuhan
luka
Pasien
Penyakit (DM, jantung, ginjal, etc)
Anemia
Buruknya status nutrisi
Hypoalbumin
Obat-obatan
Infeksi/Sepsis
Usia
Perokok
Stress

Diagnosa luka
Luka akut: luka bakar, insisi, laserasi,
abrasi, tusuk, tembak , kontusio
Luka kronik: venous, arterial,
diabetic, pressure ulcer, akut > kronik
Malignance coetaneous
Fistula
dll

Wounds

Fistula enterokutaneus

Infeksi pada kasus HIV

Dehisence luka operasi

Luka diabetikum

luka Cancer

luka Pressure ulcer

Sensory neuropati

Motor neuropati

Luka neuropati

Luka neuropati

Venous ulcer

Arterial ulcer

Dehiscence wound

Atipical wound

TANTANGAN
ORANG SEHAT : LUKA
AKAN MUDAH SEMBUH
ORANG MENDERITA
LUKA DENGAN KONDISI
PENYAKIT: MENJADI
KRONIK DAN HINGGA
KEMATIAN

Manajemen

PENGKAJIAN LUKA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Penyebab luka
Gambaran luka
Gambaran komprehensif pasien
Faktor kontribusi
Komunikasi tenaga provider lain
Perawatan kontinyu
Informasi perawatan luka
Komponen rencana perawatan luka
Komplikasi dari luka

PENGKAJIAN AWAL
Riwayat pasien/keluarga
Pemeriksaan pada luka
Kaji proses penyakit, patologi
penyebab, pengobatan/perawatan,
pengg. obat steroid, & peyembuhan
Misal : diabetes fokus; glukosa darah,
perfusi oksigen, vaskularisasi,
tekanan darah, obat, aktivitas diet.

Pemeriksaan fisik
Inspek kondisi kulit
Ujung kaki rambut

Amati area kulit, kuku dan rambut


Cek skar,
Kulit berubah karena tekanan, suhu,
Warna kulit,
Pengisian kembali kapiler,
Denyut nadi,
Adanya kalus, r
Rambut di ektremitas bawah (arterial ulcer),
Edema

Pengkajian Kondisi Luka


1. Tergantung seting
klinik
2. Minimal mencakup :
Patologi penyebab,
Tipe luka
Karakteristik luka
Lokasi,
Ukuran
Kedalaman
Eksudat, dan
Tipe jaringan

Elemen Pemeriksaan
Luka
Lokasi, penyebab dan usia luka:
Lokasi dan usia luka, exp: luka
dekubitus di trokhanter,
Lamanya mengalami luka,
Tipe ; akut atau kronik,
Proses penyembuhan dan
Gambarkan lokasi anatomi

Ukuran dan derajat


Penting u/ kemajuan & kemunduran
luka.
Pengukuran teratur; keakuratan,
(lima hari atau seminggu sekali);
minimal P X L dan kedalaman , dan
atau derajat luka
Dokum : foto luka awal pengkajian
s/d akhir intervensi

Tunneling, undermining dan sinus


tract
Kantong; luka dekubitus luas & infeksi, abses
Luka;terowongan/kantong/rongga dan atau
fistula; dpt memperlambat proses
peyembuhan.
Sinus ; setelah pembedahan, neuropati, luka
arterial, diabetic
Manajemen; menstumulasi granulasi dan
kontraksi luka
Mengukur luka ; kantong. patokan jam 12,
mengukur mulai pd kantong atau rongga jam
2 - 6 dan kita dapatkan ukuran 4 cm

Eksudat

Kumpulan cairan dalam luka.


Berupa serum, sel debris, bakteri dan lekosit.
Kering, basah, drainase atau non drainase
Dikaji; konsistensi, jumlah (minimal, sedang
dan banyak ), warna.
Macam ; serous (jelas atau kuning pucat),
serosanguinous (serous /bercampur darah),
sanguinous (banyak darah/berdarah)
Konsistensi; cair, kental, purulent dan seperti
susu

Sepsis
Bakteri anaerob & bakteri gram Kaji ; eritema, hangat, edema, purulent/
meningkatnya drainase, indurasi, dan
nyeri ++
Ada infeksi lokal/sistemik; perlu hasil
laboratorium (serum darah, biopsi &
kultur)
Kaji perawatan sebelumnya
Eksudat > & baunya menyengat, kenal
bau dari luka bukan karena balutan
Bau dapat indikasi untuk frekuensi GV.
Pseudomonas , dan MRSA mudah dikenal
oleh para tenaga klinik yang terlatih

Sekeliling jaringan luka


Eritema & hangat indikasi infeksi
Iritasi, erosi, papula/pustula,
kemungkinan reaksi alergi dari bahan
balutan
Palpasi (edema, indurasi (keras dan
lunak pada jaringan), & abses.
Amati sekeliling luka kontinyu u/
indikasi intervensi pert & peng.

Maserasi
Pada sekeliling luka sering kali
dilupakan oleh tenaga klinik.
luka terlalu basah & tampak warna
keputihan
Dapat juga manaj. eksudat kurang baik
Tidak cocok menggunakan obat seperti
krem
Pencegahan; frekuensi ganti balutan
dan pertimbangkan macam dressing

Epitelialisasi
Regenarasi epidermis pada permukaan kulit
Epitelialisasi bermigrasi dari pinggiran luka ditutupi
dengan epitelium yang akan tampak seperti mutiara
atau perak dan mengkilat, tipis dan mudah rapuh
atau rusak
Pinggiran luka bila menyatu dia akan mudah dalam
granulasi jaringan, bila tidak, mungkin akan terjadi
seperti gulungan ke dalam dan atau ada rongga.
Luka ; pinggirannya menggulung ke dalam karena
kondisi luka kering, pertumb harus mencari bagian
yang lembab
Epitelialisasi dapat muncul pada pertengahan
jaringan luka jika ada folikel rambut atau adanya
pertumbuhan sel baru
Mengukur epitelialisasi ; prosentase epitelialisasi
pada sekeliling jaringan luka

Jaringan nekrotik, slough dan eskar


Nekrotik; jaringan mati, jaringan yg tidak
memiliki pembuluh darah u/ vaskularisasi
dan media berkembang biaknya proliferasi
bakteri & penghambat proses
penyembuhan.
Jaringan nekrotik ;warna kuning, coklat,
abu-abu, atau hitam.
Nekrotik kuning sering disebut ; slough (sel
yang sudah mati).
Eskar jaringan mati kering, warna hitam

Nyeri
aspek penting pengkajian luka
mungkin infeksi, atau trauma
salah satu tanda sekunder dari
infeksi
apakah serangan nyeri terjadi terusmenerus, pada saat debridement,
berjalan, dan atau disentuh, dll

Infeksi
Kultur bila ada gejala dan tanda
infeksi
Infeksi; meningkatkannya eksudat,
kesembuhan lambat, contact
bleeding, bau, abnormal jaringan
luka, kemerahan, hangat, bengkak,
dan nyeri

Indurasi
Jaringan abnormal agak keras pada
margin luka k/ konsolidasi edema
jaringan.
Dapat diamati dengan menyentuh
areanya ; sukar / tidak dapat kembali
berwarna pink

Sensasi
Dikaji sensasi nyeri, suhu, dan atau
vibrasi, vibratory perception
threshold (VPT) untuk mengukur
progressive peripheral neuropathy.
Protective sensasi dengan
menggunakan monofilament test

Issue manajemen

Nyeri
Perdarahan
Penutupan/Closure
Antisepsis
Pembersihan
Therapy
Injury
Dressings/ Bandages

Manajemen luka mahir


Wound Bed Preparation
Mempersiapkan jaringan dasar luka

Debridement - Wound Healing Continuum


Anti Microbial Therapy Wound Infection
Continuum
Absorptive Products Wound Exudate
Continuum

Evidence based
Topikal th/ untuk kritikal kolonisasi
dan infeksi
Sorbact ;
Aktif untuk MRSA dan pseudomonas
(Hampton., 2006)

Ulkus Venous

Ulkus Venous

THANKYOU