Anda di halaman 1dari 14

BANDA ACEH

Created by : dayanara

Aceh dan bela negara


Dalam konteks nasionalisme, rakyat Aceh
mewujudkan sikap nasionalisme tersebut dengan
tetap bergabung dalam wadah Negara Kesatuan
Republik Indonesia walau beberapa tahun lalu
konflik perpecahan mendera wilayah ini. Dalam
sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, rasa
nasionalisme rakyat Aceh bisa dikatakan jauh
lebih besar daripada wilayah-wilayah lain di
republik ini. Masih terngiang dalam ingatan kita,
bahwa perjuangan rakyat Aceh dalam membela
kedaulatan bangsa dari agresi penjajah telah ada
sejak abad 16

Aceh melahirkan pahlawan pahlawan


bangsa yang membela tanah air saat
perang melawan penjajah seperti
Teuku Umar, Panglima Polim, Cut
Nyak Dien, dan masih banyak lagi
lainnya.

Aceh membangun pemancar radio Rimba


Raya yang disebut pula Radio Indonesia
Kutaradja dan Suara Indonesia Merdeka,
guna membendung propaganda Belanda
melalui siaran Radio Batavia dan Radio
Hilversum.
Siaran
radio
Rimba
Raya
menjangkau seluruh tanah air, Penang, Kuala
Lumpur, Manila bahkan hingga ke New Delhi,
dan menyuarakan pesan dan berita Markas
Besar
Angkatan
Bersenjata
Republik
Indonesia yang berpindah-pindah di Pulau
Jawa dan Pemerintah Darurat Republik
Indonesia di Sumatera Tengah. Bukan hanya
pemancar
radio,
rakyat
Aceh
juga
menyiapkan Kutaradja (kini Banda Aceh)

Rakyat aceh mengumpulkan 20 kg emas untuk


membeli sebuah pesawat atas ajakan dari
presiden Soekarno pada tanggal 16 juni 1948.
pesawat Dakota pertama bernamaSeulawah
RI-001. Pesawat perintis yang mulai beroperasi
Oktober 1948 itu merupakan kekuatan pertama
Angkatan Udara RI dalam menerobos blokade
udara Belanda. Pesawat itu menjadi jembatan
udara antara pemerintah pusat di Yogyakarta
dengan Pemerintah Darurat di Sumatera Tengah
dan Kutaradja (Aceh).
Hal itu membuktikan partisipasi rakyat aceh
dalam
membela
negara.

Presiden Soekarno saat itu menjuluki


Aceh sebagai daerah modal karena
sumbangan moril dan materil yang
begitu hebat untuk mempertahankan
Indonesia merdeka dari ancaman
pendudukan kembali Belanda

Gerakan aceh merdeka


(GAM)
Pada
tanggal
15
agustus
2005
ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara
Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan
Aceh Merdeka di Helsinki,finlandia .
Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM adalah
sebuah organisasi (yang dianggap separatis)
yang memiliki tujuan supaya Aceh, yang
merupakan daerah yang sempat berganti
nama menjadi Nanggroe Aceh Darussalam
lepas
dari
Negara Kesatuan Republik
Indonesia

.Konflik antara pemerintah RI dan


GAM yang diakibatkan perbedaan
keinginan ini telah berlangsung sejak
tahun 1976 dan menyebabkan
jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa.
Gerakan ini juga dikenal dengan
nama Aceh Sumatra National
Liberation Front (ASNLF). GAM
dipimpin oleh Hasan di Tiro selama
hampir tiga dekade bermukim di

Hasan di tiro

Tentara GAM

Inoong (tentara wanita


GAM)

Korban GAM

Kesimpulan
Banda Aceh merupakan salah
satu figur Bela Negara yang ada
di
Indonesia
dengan
memperjuangkan
persatuan
NKRI
dengan
memberantas
gerakan separatis GAM dan
melakukan aksi perdamaian.