Anda di halaman 1dari 40

Stres Kerja

Dr. Erdiana Silalahi, MSi


Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan
Kerja

Stres

H. Selye
Suatu sindroma yang merupakan
respon non spesifik dari suatu
organisme terhadap suatu
rangsangan/tuntutan dari
lingkungannya

Stres

Dalam bidang ketenaga-kerjaan:


Suatu ketidakseimbangan yang
dihayati antara tuntutan pekerjaan
dan kemampuan individu bila
kegagalan yang terjadi berdampak
penting.

Stres dan Unjuk Kerja

Stresor (pembangkit stres)


Suatu kejadian yang menyebabkan
seseorang merasa kurang nyaman
dan memerlukan dirinya untuk
beradaptasi terhadap lingkungannya.

Dalam pekerjaan
Di luar pekerjaan

Stresor di pekerjaan

Intrinsik dalam pekerjaan


Peran dalam organisasi
Pengembangan Karir
Hubungan dalam pekerjaan

Intrinsik pekerjaan

Lingkungan kerja

Bising
Getaran
Tidak higienis (kotor berdebu dlsb)

Tuntutan tugas

Kerja gilir (Shift)


Beban Kerja berlebih/kurang
Penghadapan risiko atau bahaya
Monoton
Terisolasi

Peran dalam Organisasi

Konflik Peran (Role Conflict)

Pertentangan tugas dengan tanggung jawab


Tugas yang diberikan dirasa bukan bagian
pekerjaannya
Pertentangan dengan nilai-nilai dan keyakinan
pribadi

Keraguan (Role of Ambiquity)

Ketidak jelasan sasaran dan tujuan kerja


Kesamaran tentang tanggung jawab
Ketidak jelasan prosedur kerja
Kurang feed back, ketidak pastian tentang prestasi
kerja

Pengembangan Karir

Ketidak pastian pekerjaan (Job


Insecurity)
- Reorganisasi
- Krisis global
- Ancaman PHK

Promosi Berlebihan (Over promotion)


Under promotion

Hubungan dalam pekerjaan

Hubungan dengan atasan atau teman


- Tenaga kerja sebagai mahluk sosial
- Perilaku kurang tenggang rasa atasan
- Teman kerja dengan kepribadian kurang
baik
- Tidak bisa bersosialisasi (pekerjaan
terisolir)
- Struktur dan iklim organisasi

Reaksi Tubuh bila stres


Reaksi tubuh bersifat non spesifik:
Walaupun stresor sama, reaksi tubuh
terjadi tidak sama pada individu
yang berlainan

BURNOUT
Akibat dari stres kerja yang
berkepanjangan dan tidak kunjung
dapat diatasi dengan baik
Dampak bagi organisasi :
1. Tingkat absensi yang tinggi
2. Turnover tinggi
3. Kinerja rendah
4. Ketidakpuasan kerja.

Penyebab :

Bekerja terlalu banyak/berat.


Menjadi orang yang diharapkan sebagai
banyak figur .
Mengambil terlalu banyak tanggung
jawab tanpa bantuan yang cukup dari
orang lain.
Tidak cukup tidur.
Kurang baiknya hubungan dengan orang
terdekat.

Gejala Burnout
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kecemasan
Sikap sinis
Sikap selalu curiga
Penggunaan alkohol dan obat berlebihan
Penampilan terlalu percaya diri
Berulang-ulang merasa sakit secara fisik
dengan masalah sakit kepala,perut,
masuk angin.

Tahapan Burn Out


-

Fase 1 : Kelelahan fisik, mental dan


emosional
Fase 2 : Merasa malu dan penuh
keraguan.
Fase 3 : Sinisme dan perasaan tak
nyaman berkepanjangan.
Fase 4 : Merasa jadi orang gagal, tidak
berdaya dan berada dalam krisis yang
ditandai dengan merasa tak berdaya,
putus asa, kesal, marah dan frustasi.

Faktor Individu dan Dukungan


Sosial
Berperan dalam menentukan reaksi
tubuh bila menghadapi kondisi
stresful:
Kepribadian
Kecakapan
Jabatan
Umur
Dukungan sosial

Respon Tubuh

Fisiologik
- Jantung Pembuluh darah: lebih aktif
- Metabolisme lemak dan karbohidrat meningkat
- Sal. pencernaan: as lambung meningkat, diare
dlsb
- Sistim pernafasan : asthma
- Sistim kulit : eksema, dermatitis, psoriasis
- Sistim otot rangka: nyeri pinggang, sakit kepala
dlsb

Respon Tubuh

Psikologis
- Rasa tidak nyaman
- Menarik diri
- Mudah tersinggung
- Konsentrasi menurun
- Kecemasan
- Depresi
- Curiga
- Merasa tidak berguna
- Menyalahkan lingkungan

Respon Tubuh

Perilaku
- Merokok meningkat
- Minum alkohol meningkat
- Menarik diri
- Sulit tidur
- Selera makan menurun
- Agresif, antisosial
- Nekad
- Burn Out
- Absenteism

Stres Management Program


Program
Pengelolaan Stres

Individu

Ketrampilan
Mengelola stres

Organisasi

Ketrampilan
Mengurangi stres

Individu

Peningkatan Keterampilan Kerja


- Kursus meningkatkan keterampilan
- Pelatihan, menentukan prioritas
- Mengatur waktu, dlsb

Ketrampilan Mengurangi Dampak Stres


- Relaksasi, Meditasi
- Gaya hidup sehat
- Rekreasi, musik
- Evaluasi diri, konseling.
- Kegiatan keagamaan

Organisasi

Struktur organisasi yang baik


Pelatihan dan pengembangan
Job Description
Pendelegasian wewenang
Seleksi dan penempatan pegawai
Evaluasi beban kerja
Rotasi
Perbaikan Fasilitas

Tes Cepat Untuk Mendeteksi


Stres Kerja

Saya tidak mempunyai waktu untuk


melakukan hobi atau kegiatan lain di luar
pekerjaan.
Saya sering membawa pekerjaan ke rumah
dan mengerjakannya pada malam hari.
Saya tidak dapat melakukan pekerjaan
atau tugas sebaik biasanya. Kadangkadang saya merasa penilaian saya kabur
dan tidak sebaik biasanya.

Keliatannya pada hari kerja saya, tidak


tersedia cukup waktu untuk mengerjakan
semua hal yang harus saya kerjakan.
Saya seringkali merasa tidak sabar dengan
kecepatan kerja yang ada.
Kadang-kadang saya sangat enggan pergi
kerja.
Saya mencoba menyelesaikan tugas lebih
banyak dalam waktu yang sedikit. Hal-hal
ini kadang-kadang mengakibatkan saya
tidak mempunyai waktu lagi untuk
mengatasi masalah-masalah yang timbul
tidak terduga.

Nafsu makan saya berubah. Kadang-kadang


saya ingin kudapan/ngemil terutama
makanan yang manis-manis, atau kadangkadang saya malah kehilangan nafsu makan.
Saya merasa terlalu banyak tenggat waktu
yang harus dipenuhi baik dalam pekerjaan
ataupun dalam hidup saya, yang sulit untuk
dipenuhi.
Kadang-kadang saya merasa marah dan
kesal pada sesuatu yang tidak jelas atau
merasa bahwa ada sesuatu yang hilang,
tetapi saya tidak tahu apa yang hilang.
Rasa percaya diri dan kepuasaan diri saya
lebih rendah dari biasanya.

Saya seringkali mempunyai sedikit


perasaan bersalah jika saya relaks dan
tidak mengerjakan sesuatu meskipun
dalam waktu sebentar saja.
Saya sering bepikir tentang masalah
pribadi, bisnis atau kehidupan
profesional saya yang harus saya
kerjakan. Masalah-masalah tersebut
seringkali mengganggu pikiran saya
pada saat saya sedang menikmati
aktivitas rekreasi.
Kadang-kadang saya merasa sangat
kelelahan. Saya juga merasakan
kelelahan itu disaat saya bangun tidur.

Saya mencoba mengajak orang lain untuk


cepat-cepat mengerjakan tugasnya. Semua
orang kelihatannya bergerak terlalu lamban.
Kadang-kadang saya menyela dan
menyelesaikan kalimat orang lain.
Walau saya kelihatan sedang mendengarkan
pembicaraan orang lain, tapi sebenarnya
saya sedang sibuk dengan pikiran saya
sendiri.
Saya mempunyai kecenderungan untuk
makan, berbicara, bergerak, berjalan dan
mengerjakan hampir segala sesuatunya
dengan cepat.
Saya merasa sangat sakit dan nyeri,
terutama pada leher atau kepala, dada,
punggung bawah, bahu dan rahang.

Saya menjadi marah dan meradang jika


mobil atau lalu lintas di depan saya bergerak
terlalu lamban. Saya merasa frustasi jika
sedang mengantri.
Kadang-kadang saya merasa depresi, mudah
tersinggung, mudah terluka, cepat marah,
tegang ceroboh, daya ingat dan konsentrasi
terganggu. Kadang-kadang saya berkeringat
berlebihan
Gairah seks saya menurun, atau saya merasa
tidak puas pada kehidupan seksual saya.
Saat mengerjakan tugas rutin saya menjadi
tidak sabar.
Saya menggertakan gigi saya, terutama jika
saya merasa stres atau tidak sabar.

Saya mempunyai ketergantungan


yang besar pada alkohol, nikotin,
caffeine, atau obat-obatan.

Hasil

Nilai 4
Anda tidak dalam keadaan stres akibat
kerja dan tidak mudah dan
kemungkinan kecil untuk menjadi stres
akibat kerja.
Nilai 5 13
Anda cenderung untuk mendapat stres
akibat kerja dan menderita efek negatif
dari stres kerja. Anda sebaiknya
melakukan pengendalian terhadap stres
dan mengikuti konseling.

Nilai 14
Anda sangat mudah terkena stres
akibat kerja dan dampak negatifnya.
Dan harus secepatnya mengatasi hal
tersebut, segera konsultasi ke dokter
dan mencari konselor yang ahli
dalam manajemen stres.

Therapy
after a
STRESS ATTACK
for
WOMAN

A Top-Model,
to go on an
Impossible
Mission with
you...

Tom Cruise

A man who
makes you
feel like his
Pretty
Woman....

Richard Gere

6 days and
7 Nights
with this
sexy guy,
and youll
feel like
new ...

Harrison Ford

Bruce Willis

Someome
who
would Die
Hard for
you and
share the
wildest
adventure
s with you
...

And a
Tarzan.....
to bring you
back to
reality!!!!!!
Tom Cruise