Anda di halaman 1dari 10

Konsep Dasar

Keperawatan Gawat Darurat

Erma Sugihartini S.Kep., Ners


31, Agustus 2015
STIKes Dharma Husada Bandung

Emergency Care
Situasi serius yang memerlukan tindakan cepat
dan tepat, pada kondisi tidak terduga yang
mengancam kehidupan
Unit perawatan darurat
Waktu dan informasi terbatas
Intervensi sebelum pengkajian lengkap
berdasarkan pengalaman dan penilaian
Evaluasi dalam hitungan menit

Prioritas Manajemen Darurat


Mempertahankan kehidupan
Mencegah kerusakan sebelum
tindakan/perawatan selanjutnya
Menyembuhkan klien pada kondisi yang
berguna bagi kehidupan

Prinsip Manajemen Darurat

Pertahankan jalan nafas, ventilasi yang adekuat


Kontrol adanya perdarahan dan resikonya
Evaluasi dan pertahankan curah jantung
Cegah dan lakukan perawatan pada keadaan syok
Lakukan pengkajian fisik
Evaluasi ukuran dan reaktifitas pupil dan respon motorik
Lakukan EKG jika perlu
Cek adanya fraktur, termasuk fraktur servikal
Lakukan perawatan luka
Lakukan pengukuran tanda vital

Prinsip Manajemen
Kegawatdaruratan

A : Airway
B : Breathing
C : Circulation
D : Disability
E : Exposure

Prinsip Manajemen
Kegawatdaruratan Pada Trauma
Lanjut
F = Folley Catheter
(kontra indikasi: Ruptur uretra)
Tanda:
Keluar darah dr orifisium uretra eksterna
Hematoma di skrotum/supra simphisis
Rectal touse: prostat melayang

G = Gastric Tube
H = Heart Monitor and Pulse Oksimetri

Intensive Care (Perawatan Intensif)


Proses Keperawatan memerelukan pemantauan terus
menerus

Critical Care ( Perawatan Kritis/ Gawat)


Proses Keperawatan keadaan klien gawat

Ruangan Khusus untuk pelayanan dan asuhan


keperawatan yang efektif

Dilengkapi dengan alat-alat,


fasilitas khusus dan tenaga terlatih

ICU/ICCU

Critical Care
Situasi serius
Tiba-tiba, tidak dapat diduga
Mengancam/cenderung mengancam kehidupan
Tindakan cepat dan tepat

Proses Keperawatan
Sama dengan sistem di ruangan lain
Beda:
Waktu terbatas mengancam kehidupan
Informasi terbatas Pengkajian tidak harus lengkap

Terima Kasih.

November 19, 2016

10