Anda di halaman 1dari 12

REKLAMASI

LAHAN EKS TAMBANG PT. TIMAH


UNTUK INDUSTRI AIR MINUM
PDAM TIRTA BANGKA KABUPATEN
BANGKA

KELOMPOK 5
ELISA (103 12 11 025)
EPI (103 11 11 017)
KAUTSAR AKBAR (103 11 11 027)
SAFRI WAHDI (103 11 11 052)
LASTARI D. SITUMORANG (103 11 11 022)

PENDAHULUAN
Kebutuhan air baku di Kecamatan Sungailiat yang
merupakan Ibu Kota Kabupaten Bangka, dari keempat sumber
air baku tersebut kebanyakan masyarakat menggunakan
sumur sebanyak 51,23% dari jumlah penduduk dan sumber
kedua adalah PDAM yang sumber air bakunya berupa air
kolong sebanyak 44,81% dari jumlah penduduk Kecamatan
Sungailiat, dan sisanya bersumber dari mata air dan
sungai/danau. Hal ini berarti ketergantungan masyarakat
terhadap sumber air kolong bekas penambangan timah cukup
besar (Fadillah. S, 2005).

Kolong PDAM Tirta Bangka Kecamatan Merawang,


Bangka Induk merupakan kolong lahan bekas tambang
timah yang dijadikan penampungan air tadah hujan dan
sumber air baku untuk pengolahan air bersih yang dibangun
sejak tahun 1989an.

Jumlah Air Minum Yang Disalurkan Menurut Katagori Pelanggan di


Kabupaten Bangka Tahun 2010 (Sumber : PDAM Tirta Bangka, 2011)
No.

Katagori Pelanggan

Banyaknya

Air Minum Yang

Pelanggan

Disalurkan (M3)

1.

Sosial Umum

21

3.648

2.

Sosial Khusus

41

11.687

3.

Rumah Tangga A

5.862

1.396.476

4.

Instansi Pemerintah

108

152.183

5.

Niaga Kecil

34

7.320

6.

Niaga Besar

9.678

7.

Industri Besar

8.

Pelabuhan
- Terminal Air/Mobil Tangki

204

Air
Susut

306.817

9.

Hilang

penyaluran

dalam

jumlah pelanggan dari PLTD Tirta Bangka pada tahun


2010 yaitu 6.071 pelanggan dari 3 kecamatan yaitu
Kecamatan Sungailiat, kecamatan Belinyu, dan
Kecamatan Merawang.
Sementara untuk pemenuhan kebutuhan listrik
wilayah Kecamatan Merawang dipasok melalui jalur
khusu PLTN Kota Pangkalpinang dengan kapasitas
105VA/hari

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran laboratorium


dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengenai kualitas air
baku dan output setelah pengolahan dari PDAM Tirta Bangka
yang diukur pada bulan Desember 2010 terlihat bahwa kualitas
air yang dihasilkan setelah pengolahan baik fisik, kimia
maupun bakteriologi sebagian besar memenuhi syarat sesuai
dengan standar baku mutu air bersih, namun ada beberapa
parameter khususnya kimia yang belum memenuhi
persyaratan sesuai dengan standar baku mutu yang telah
ditetapkan oleh pemerintah.

Proses Pengolahan PDAM Tirta Bangka

Terimakasih