Anda di halaman 1dari 13

METODE PENELITIAN

GEOFISIS DENGAN
METODE MAGNETIK
MATERI KULIAH GEOLOGI TEKNIK

EN PENGAMPU : Meriana Wahyu Nugroho, S.T.,MT.

UNIVERSITAS HASYIM ASYARI


JURUSAN TEKNIK SIPIL

METODE MAGNETIK
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan
magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi
benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi (suseptibilitas). Variasi yang
terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif besar. Variasi
intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk
distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar
bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki
kesamaan latar belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode samasama berdasarkan kepada teori potensial, sehingga keduanya sering disebut
sebagai metoda potensial. Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika
yang terlibat, keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Dalam
magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi.
Sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan
gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang
kompleks. Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu
jauh lebih besar. Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui
darat, laut dan udara. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi
pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa
diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.

TERBENTUKYA GEJALA
MAGNETISME
Ada beberapa sebab timbulnya gejala magnetisme. Pada
tahun 1820, Orstead menemukan bahwa arus di dalam sebuah
kawat dapat menghasilkan efek-efek magnetik yaitu arus
tersebut dapat mengubah arah sebuah jarum kompas (Resnick
& Halliday, 1984). Magnet permanen dan arus listrik dalam
elektromagnet keduanya menciptakan medan magnet (Young &
Freedman, 2004). Momen magnet elektron bebas bila diteliti
lebih dalam maka gejala ini adalah akibat dari putaran spin,
putaran lintasan orbit, putaran inti atom, dan pengaruh medan
eksternal (Rachmantio, 2004).

Suseptibilitas Magnetik
Tingkat suatu benda magnetik untuk mampu dimagnetisasi
ditentukan oleh suseptibilitas kemagnetan (disimbolkan dengan k) yang
ditulis sebagai:
I=kH
H = Kuat medan magnet
I = magnetisasi induksi (momen dipol magnet persatuan volume) (A/m)
Besaran ini adalah parameter dasar yang dipergunakan dalam metode
magnetik. Harga k pada batuan semakin besar apabila dalam batuan
tersebut semakin banyak dijumpai mineral-mineral yang bersifat
magnetik. Suseptibilitas magnetik batuan merupakan harga magnet
suatu batuan terhadap pengaruh magnet yang erat kaitannya dengan
kandungan mineral dan oksida besi. Semakin besar kandungan mineral
magnetit di dalam batuan, semakin besar harga suseptibilitasnya.

Magnet Bumi
Medan geomagnetik (magnet bumi) terdiri atas tiga bagian (Telford
dkk, 1979), yaitu:
1. Medan utama (main field), yang secara relatif berubah-ubah
dengan lambat dan merupakan medan internal.
Intensitas medan magnetik bumi secara kasar memiliki nilai antara
25.000 65.000 nT. Untuk Indonesia, wilayah yang terletak di utara
ekuator mempunyai intensitas lebih kurang 40.000 nT, sedangkan di
selatan ekuator lebih kurang 45.000 nT. Medan Magmet Anomali.
Berdasarkan sifat medan magnet bumi dan sifat kemagnetan bahan
pemebentuk batuan, maka bentuk medan magnetik anomali yang
ditimbulkan
oleh
benda
penyebabnya
bergantung
pada:
a)inklinasi medan magnet bumi di sekitar benda penyebab
b)geometri
dari
benda
penyebab
c) kecenderungan dari arah dipol-dipol magnet di dalam benda
pentebab
d) orientasi arah dipol-dipol magnet benda penyebab terhadap arah
medan bumi

Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi yang


merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar
ultraviolet dari matahari. Karena sumber medan luar ini
berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan
terionisasi di atmosfer, maka perubahan medan ini terhadap
waktu jauh lebih cepat. Beberapa sumber medan luar antara lain:
a. perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan
siklus 11 tahun.
b. variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan
dengan pasang surut matahari dan mempunyai jangkauan 30 nT.
c. variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan
dengan pasang surut bulan dan mempunyai jangkauan 2 nT.
d. badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkauan
sampai dengan 1000 nT.

3. Medan anomali yang sebagian besar


bersumber dari batuan yang mengandung
material magnetik didalamnya.

Metode Geomagnet dalam Survei Geofisika


Batuan di dalam bumi mengandung mineral-mineral yang
sebagian juga memiliki sifat kemagnetan. Mineral tersebut
terinduksi medan magnet bumi dan menimbulkan medan magnet
sekunder (Bakrie, 2008). Hal inilah yang menjadi dasar metode
geomagnet. Metode geomagnet didasarkan pada pengukuran
variasi intensitas magnetik di permukaan bumi yang disebabkan
adanya variasi distribusi (anomali) benda termagnetisasi di bawah
permukaan bumi. Pola anomali ini dicirikan oleh pergantian antara
anomali positif negatif dan sejajar dengan sumbu pemekarannya.
Pola ini dikenal dengan Zone of stripped magnetic anomalies.
Intensitas medan magnet di permukaan bumi diukur
menggunakan magnetometer. Hasil pengukuran magnetometer
berupa penjumlahan dari medan magnet bumi utama, variasi
medan magnet bumi yang berhubungan dengan variasi kerentanan
magnet batuan, medan magnet remanen dan variasi harian akibat
aktivitas matahari.

Pengukuran medan magnet bumi untuk keperluan eksplorasi


dapat dilakukan di darat, laut, dan udara. Survei geomagnet
dilakukan untuk memperkirakan adanya cebakan mineral, intrusi
magnetik di daerah vulkanik, eksplorasi geotermal, dan
konfigurasi cekungan sedimen pada eksplorasi hidrokarbon
(Bakrie, 2008). Metode ini juga dapat digunakan untuk prospeksi
benda-benda arkeologi (Anonim, 2008). Akurasi pengukuran
metode ini relatif tinggi dan pengoperasian alat di lapangan relatif
sederhana,
mudah
dan
cepat.

Akuisisi Data
Sebelum akuisisi data di lapangan, dilakukan terlebih dahulu
langkah-langkah persiapan. Persiapan didahului oleh penentuan
koordinat lokasi penelitian menggunakan GPS (Global Positioning
System). Langkah selanjutnya adalah pembuatan lintasan geomagnet.
Secara umum lintasan geomagnet dibuat mengikuti garis lurus dengan
arah barat timur dan utara selatan. Adapun bentuk lintasan dalam
penelitian ini adalah seperti gambar di bawah ini.

Akuisisi data dibagi mejadi dua yaitu akuisisi data intensitas medan
magnet bumi diurnal (harian) dengan menggunakan stasiun base
(stasiun A) dan akuisisi data anomali medan magnet penyusun kerak
bumi dengan stasiun mobile (stasiun B). Pencatat waktu (time) kedua
stasiun tersebut telah disamakan. Pengambilan data magnetik
dilakukan dengan spasi yang serapat mungkin (1 - 5 meter) agar data
yang diperoleh banyak. Pengambilan data juga mesti disesuaikan
dengan topografi dan keadaan vegetasi lokasi survei. Untuk daerah
yang sulit dijangkau, spasi pengambilan data dapat divariasikan.

Koreksi Data
Data intensitas medan magnet yang diukur dengan stasiun
A digunakan untuk mengoreksi nilai intensitas medan magnet
pada stasiun B. Koreksi data dilakukan secara sederhana yaitu
menghitung selisih antara nilai-nilai pada kedua stasiun pada
waktu yang sama. Selain itu perlu diperhatiakan data - data
yang ekstrim. Data ekstrim ini pada umumnya disebabkan oleh
aktivitas matahari. Jika pada stasiun base tidak terukur nilai nilai ekstrim, maka kemungkinan besar di daerah tersebut
terdapat cebakan magnetik. Nilai ekstrim bisa mencapai
100.000 nT.

Pengolahan Data
Data dapat diolah dengan Software Potent dan software
lainnya.

KESIMPULAN
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran
variasi kecil intensitas medan magnetik di permukaan
bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi
batuan termagnetisasi di bawah permukaan bumi.
Penggunaan utama pada metode magnetik ini
banyak difokuskan pada survei awal dalam peninjauan
ekplorasi minyak bumi, panas bumi, mineral, penelitian
geologi regional, dan penelitian-penelitian geologi
ekplorasi dalam lainnya.

TERIMA
KASIH