Anda di halaman 1dari 22

PELANGGARAN ETIKA BISNIS XL AXIATA vs TELKOMSEL

MM Universitas Pelita Harapan - 2016

Anggota Kelompok

Agus Siti - Retail


Caroline Chrisbyanti Retail
Isabelle Sarah A. - Retail
Oey Kristian - Marketing
Silviani Sutanto - Marketing

XL Axiata - History

1996

1997

1998

2001

2002

2004

2000

2005

XL Axiata - History
2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

XL Axiata - History
2014

2015

XL Axiata Mission & Corporate


Culture

Telkomsel History

Telkomsel History

Telkomsel Vision & Mission

Telkomsel Corporate Culture

ETIKA BISNIS ADALAH

Etika Bisnis Suatu tata cara yang dijadikan sebagai acuan


dalam menjalankan kegiatan berbisnis mencakup segala
macam aspek, baik dari individu, institusi, kebijakan, serta
perilaku berbisnis.
Etika bisnis Kode etik perilaku pengusaha/perusahaan
berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan
tuntunan dalam membuat keputusan bisnis.

Prinsip-prinsip Etika Bisnis

Prinsip Otonomi sikap dan kemampuan manusia untuk


mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran
sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Prinsip Kejujuran Sikap dan kemampuan manusia
untuk melakukan yang sebenarnya Tidak berbohong
Prinsip Saling Menguntungkan Bisnis hendaknya
menguntungkan semua pihak, bukan merugikan salah satu
pihak, terutama dengan cara yang tidak baik
Prinsip Keadilan tidak ada pihak yang dirugikan hak
dan kepentingannya Semua orang diperlakukan secara
sama tanpa dibeda-bedakan.
Prinsip Integritas moral Menjaga nama baik
perusahaan

Kasus Pelanggaran Etika


Pada tahun 2010, XL meluncurkan iklan yang dibintangi oleh
Sule, Baim, dan Putri Titian.
Pada iklan tersebut, Baim disuruh oleh Sutradara untuk
mengatakan Om Sule ganteng, tapi dengan kepolosan dan
kejujuran (yang tentu saja sudah direkayasa oleh sutradara)
seorang anak kecil, Baim malah mengatakan, Om Sule
jelek. Setelah itu, Sule kemudian membujuk Baim untuk
mengatakan lagi namun dibujuk dengan es krim. Tetapi tetap
saja Baim mengatakan, Om Sule jelek.
Tujuan dari iklan ini adalah XL ingin menunjukkan bahwa ia
adalah provider telepon seluler yang jujur. Oleh sebab itu di
akhir iklan XL membuat tagline Sejujur Baim, sejujur XL.

Kasus Pelanggaran Etika XL

Kasus Pelanggaran Etika Telkomsel

Kasus Pelanggaran Etika


Dalam waktu 6 bulan, Telkomsel meluncurkan iklan
untuk produknya yaitu Kartu AS dengan tagline
Makanya jangan mau diboongin sama anak kecil.
Awalnya iklan tersebut tidak menggunakan Sule
sebagai bintang iklan. Namun kemudian Telkomsel
menggandeng Sule untuk menjadi bintang iklannya.
Dalam iklan tersebut ada adegan Sule diwawancarai
oleh sejumlah wartawan dan mengatakan bahwa dia
sudah tobat. Sule sekarang memakai Kartu AS yang
murahnya dari awal dan jujur. Sule juga berkata bahwa
dia kapok dibohongin anak kecil sambil tertawa dengan
nada mengejek.

Analisis
Tayangan iklan di televisi Indonesia (khususnya)
harus patuh pada aturan-aturan perundangundangan yang bersifat mengikat serta taat dan
tunduk pada tata krama iklan yang sifatnya
memang tidak mengikat.
Undang-undang
tersebut adalah:
UU No. 8 tahun 1999 Pasal 9 tentang Perlindungan
Konsumen
UU No. 24 tahun 1997 Pasal 42 tentang Penyiaran
Etika Pariwara Indonesia

UU No. 8 tahun 1999 Pasal 9 tentang


Perlindungan Konsumen
Pelaku
usaha
dilarang
menawarkan,
memproduksikan,
mengiklankan
suatu
barang
dan/atau jasa secara tidakbenar, dan/atau seolaholah:
barang tersebut telah memenuhi dan/atau memiliki potongan
harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode
tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu
secara langsung atau tidaklangsung merendahkan barang
dan/atau jasa lain
menggunakan katakata yang berlebihan, seperti aman, tidak
berbahaya, tidak mengandung risiko atau efeksampingan
tampakketerangan yang lengkap
menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum
pasti

UU No. 24 tahun 1997 Pasal 42 tentang


Penyiaran
Siaran iklan niaga dilarang memuat:
promosi barang dan jasa yang berlebih-lebihan dan yang
menyesatkan, baik mengenai mutu, asal, isi.

Siaran iklan niaga untuk anak-anak harus


memperhatikan dan mengikuti standar isi siaran
televisi untuk anak-anak.

Etika Pariwara Indonesia


Hiperbolisasi
Boleh dilakukan sepanjang ia semata-mata dimaksudkan
sebagai penarik perhatian atau humor yang secara
sangat jelas berlebihan atau tidak masuk akal, sehingga
tidak menimbulkan salah persepsi dari khalayak yang
disasarnya.

Perlindungan Hak-hak Pribadi


Iklan tidak boleh menampilkan atau melibatkan
seseorang tanpa terlebih dahulu memperoleh
persetujuan dari yang bersangkutan, kecuali dalam
penampilan yang bersifat massal, atau sekadar sebagai
latar, sepanjang penampilan tersebut tidak merugikan
yang bersangkutan.

Prinsip-prinsip yang dilanggar :

Prinsip Saling Menguntungkan Bisnis


hendaknya menguntungkan semua pihak, bukan
merugikan salah satu pihak, terutama dengan
cara yang tidak baik
Prinsip Integritas moral Menjaga nama baik
perusahaan

Solusi Penyelesaian Dari Kelompok


Ada beberapa hal menurut kami yang seharusnya dilakukan:
1. Sebaiknya pemerintah menerapkan peraturan atau
perundangan yang secara tegas mengatur segala yang
berkaitan dengan etika dan periklanan
2. Produsen seharusnya tidak hanya memikirkan untuk
mendapat keuntungan yang maksimal tanpa melihat dari
kepentingan produsen untuk mendapatkan sesuatu yang
lebih dari sekedar produk yang diiklankan.
3. Pemerintah serta masyarakat berperan aktif dalam
menyaring serta sebagai kontrol sosial bagi pengiklanan
produk-produk yang menyimpang bahkan bilatelah keluar
dari jalur etika yang semestinya