Anda di halaman 1dari 46

SISTEM DAN

VARIABEL

SISTE
M

Definisi Sistem

Ludwig Von Bertalanffy : sistem adalah seperangkat unsurunsur yang terikat dalam suatu antar relasi di antara
unsur-unsur tersebut dan dengan lingkungan.

Anatol Rapoport : sistem adalah suatu kumpulan kesatuan


dan perangkat hubungan antara satu sama lain.

L. Ackof : sistem adalah setiap kesatuan, secara


konseptual atau fisik, yang terdiri dari bagian-bagin dalam
keadaan saling tergantung satu sama lain.

John-A. Beckett : sistem adalah kumpulan sistem-sistem


yang berinteraksi.

Dari beberapa definisi di atas yang lebih jelas memaparkan


sistem adalah Gordon B. Davis dalam bukunya
Management Development bahwa :
Sistem terdiri dari bagian-bagian yang bersama-sama
beroperasi untuk mencapai beberapa tujuan. Suatu sistem
bukanlah merupakan suatu perangkat unsur-unsur yang
dirakit secara sembarangan, tetapi terdiri dari unsur-unsur
yang dapat diidentifikasikan sebagai kebersamaan yang
menyatu disebabkan tujuan atau sasaran yang sama.

Ciri-Ciri Sistem
William A. Shordedan Dan Voich J.R.dalam bukunya Organization and
Management menyebut enam ciri sistem sebagai berikut:
1.

Perilaku berdasarkan tujuan tertentu: sistem terorientasikan pada


sasaran tertentu.

2.

Keseluruhan : keseluruhan melebihi jumlah semua bagian.

3.

Keterbukaan : sistem saling berhubungan dengan sebuah sistem


yang lebih besar, yakni lingkungannya.

4.

Transformasi : bagian-bagian yang beroperasi menciptakan sesuatu


yang mempunyai nilai.

5.

Antar hubungan : berbagai macam bagian harus cocok satu sama


lain.

6.

Mekanisme kontrol : adanya kekuatan yang mempersatukan dan


mempertahankan sistem bersangkutan.

Elemen Sistem

1.

Tujuan; Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya


satu atau mungkin banyak. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak
terarah dan tak terkendali.

2.

Input; Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang


masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang
diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud
(tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.

3.

Pengolahan/proses;
Proses
merupakan
bagian
yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan
menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna.

4.

Output; Keluaran (output) merupakan hasil dari


pemrosesan.

5.

Batas; Yang disebut batas (boundary) sistem


adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar
sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan
konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan
sistem.

6.

Mekanisme pengendalian dan umpan balik;


Mekanisme pengendalian (control mechanism)
diwujudkan dengan menggunakan umpan balik
(feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik
ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan
maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur
agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

7.

Lingkungan; Lingkungan adalah segala sesuatu yang


berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh
terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau
menguntungkan sistem itu sendiri.
Lingkungan yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan
operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan harus
terus
dijaga,
karena
akan
memacu
terhadap
kelangsungan hidup sistem.

8.

Sub-sistem dan Super-sistem; Setiap sistem terdiri dari


beberapa subsistem, dan subsistem terdiri pula atas
beberapa sub-sistem. Sebuah sistem umumnya
tersusun atas sejumlah sistem-sistem yang lebih kecil.
Sistem-sistem yang berada dalam sebuah sistem
disebut subsistem. Jika suatu sistem menjadi bagian
dari sistem lain yang lebih besar, maka sistem yang
lebih
besar
tersebut dikenal dengan
sebutan
supersistem.

Komponen Sistem

1.

Entitas merupakan obyek dalam sistem.

2.

Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu


dangan lama tertentu. Periode waktu sangat penting
karena biasanya simulasi menyertakan besaran waktu.

3.

Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan


varibel-variabel
yang
diperlukan
untuk
menggambarkan sistem kapanpun, relatif terhadap
obyektif dari studi.

4.

Peristiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang


dapat mengubah keadaan sistem.

Model Umum Sistem

Model sistem sederhana

Contoh :

Program perhitungan dasar kita masukkan, setelah dijalankan


kita dapatkan hasilnya.

Data mahasiswa (nama, nilai) diproses menjadi daftar nilai


semester (berupa laporan).

Sistem dengan banyak input dan output

Contoh : Matriks masukannya banyak, keluarannya pun


banyak

Klasifikasi Sistem

1.

Deterministik Sistem
Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat
ditentukan/ diketahui dengan pasti.
Contoh :

2.

Program komputer, melaksanakan


rangkaian instruksinya.

Sistem penggajian.

secara

tepat

sesuai

dengan

Probabilistik Sistem
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang
dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit
kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).
Contoh :

Sistem penilaian ujian

Sistem pemasaran

3.

Open Sistem
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau
informasi dengan lingkungannya.
Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat
meneruskan eksistensinya.
Contoh : Sistem keorganisasian memiliki kemampuan
adaptasi. (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar
yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan
diri akan tersingkir).

4.

Closed Sistem
Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami
pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di
luar sistem tersebut.
Contoh : reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.

5.

Relatively Closed Sistem


Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk
menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam
operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah
didefinisikan dalam batas-batas tertentu .
Contoh : Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima
masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya
dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan
sebelumnya. Tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).

6.

Artificial Sistem
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk
berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu
melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.
Contoh :

Sistem robotika.

Jaringan neutral network.

7.

Natural Sistem
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.
Contoh : laut, pantai, atmosfer, tata surya, dll.

8.

Manned Sistem
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan
manusia.
Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut
:
. H.1.

Sistem manusia-manusia :
beratkan hubungan antar manusia.

Sistem

yang

menitik

. H.2.

Sistem manusia-mesin : Sistem yang mengikutsertakan


mesin untuk suatu tujuan.

. H.3.

Sistem mesin-mesin : Sistem yang otomatis dimana


manusia mempunyai tugas untuk
memulai
dan
mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan
juga untuk memonitor sistem.

Pengembangan Sistem
System development process/pengembangan sistem
adalah satu set aktivitas, metode, dan peralatan
terotomasi
yang
digunakan
stakeholder
untuk
mengembangkan dan memelihara sistem informasi dan
perangkat lunak .

Pengembangan Sistem

Perlunya Pengembangan Sistem :


1.

2.

Adanya permasalahan-permasalahan (problem)

Ketidakberesan (kecurangan yg disengaja, kesalahan yang


tidak disengaja, inefisiensi, dsb)

Pertumbuhan organisasi (kebutuhan informasi meningkat,


perubahan organisasi, bertambahnya volume pekerjaan,
dsb)

Meraih kesempatan-kesempatan (oportunities)

3.

Kecepatan pertumbuhan teknologi informasi, menghadapi


kompetisi dari saingan, dsb

Adanya instruksi-instruksi (directives)

PP, UU, dsb.

Siklus Pengembangan Sistem


Proses Iterasi

Alternatif Pembangunan Sistem

1.

Model Driven Development

Sebuah strategi pengembangan sistem yang menekankan pembuatan


gambar model-model sistem untuk membantu visualisasi dan analisis dan
mendesain sistem informasi
2.

Process Modeling

Sebuah teknik berpusat pada proses yang di populerkan oleh metodologi


analisis dan desain terstruktur (structured analysis and desain) yang
menggunakan model-model persyaratan proses bisnis untuk memperoleh
desain perangkat lunak efektif untuk sebuah sistem.
3.

Data Modeling

Sebuah teknik berpusat pada data yang digunakan untuk memodelkan


persyaratan-persyaratan data bisnis dan mendesain sistem-sistem database
yang memenuhi persyaratan tersebut.Model-model data yang sering disebut
adalah entity relationship diagram.

4.

Object Modeling

Sebuah teknik yang mencoba untuk menyatukan data dan


proses ke dalam konsepsi tunggal yang disebut objcet.Modelmodel
objek
adalah
diagram-diagram
yang
mendokumentasikan sebuah sistem dalam artian objek-objek
dan interaksi interaksi mereka.
5.

Rapid Application Development

Sebuah strategi pengembangan sistem yang menekankan


kecepatan pengembangan melalui keterlibatan pengguna
yang ekstensif dalam konstruksi cepat.
6.

Prototype

Sebuah model skala kecil , representatif atau model bekerja


dari persyaratan pengguna atau desain yang diusulkan untuk
sebuah sistem informasi.

Perencanaan Sistem

Perencanaan Sistem adalah proses membuat sebuah Laporan


Perencanaan Sistem yang menggunakan sumber sistem
informasi yang berhubungan dan mendukung tujuan bisnis
dan operasi organisasi.

Perencanaan Sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan


fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk
mendukung pengembangan sistem serta operasinya.

Tujuan Perencanaan Sistem :


1.

Mengidentifikasi dan memprioritaskan

2.

Sistem informasi apa yang akan dikembangkan

3.

Sasaran yang ingin dicapai

4.

Jangka waktu pelaksanaan

5.

Mempertimbangkan dana yang tersedia

6.

Siapa yang melaksanakan

Analisis Sistem

Analisis Sistem adalah fase pengembangan sistem yang


menentukan sistem informasi apa yang harus dilakukan untuk
memecahkan masalah yang sudah ada dengan mempelajari
sistem dan proses kerja untuk mengidentifikasi kekuatan,
kelemahan, dan peluang untuk perbaikan (Stair dan Reynolds,
2010, p497).

Sedangkan menurut Laudon dan Laudon (2010, p515), Analisis


Sistem terdiri dari mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi
penyebabnya,
menentukan
solusi,
dan
mengidentifikasi
kebutuhan informasi yang diperlukan oleh sistem.

Dapat disimpulkan bahwa :


Analisis Sistem adalah teknik pemecahan masalah dengan
cara mengurai dan mempelajari sistem dan proses kerja
agar dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan
peluang untuk dilakukan perbaikan dengan cara
mendefinisikan masalah, mengidentifikasikan masalah,
mengidentifikasikan penyebabnya, menentukan solusi, dan
mengidentifikasikan kebutuhan informasi yang diperlukan
sistem.

Tujuan Analisis Sistem :


1.

Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada


fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan
kegiatan operasional perusahaan

2.

Membantu para pengambil keputusan

3.

Mengevaluasi sistem yang telah ada

4.

Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa


pengolahan data maupun pembuatan laporan baru

5.

Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem

Hasil dari analisis sistem adalah:


Laporan yang dapat menggambarkan sistem yang telah
dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta
rancangan sistem baru yang akan dibuat atau
dikembangkan.

Desain Sistem
Dalam tahap perancangan (design) memiliki tujuan, yaitu
untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan
masalah-masalah
yang
dihadapi
perusahaan
yang
diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.

Contoh kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah :

Output design

Tujuan : Merancang bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.

Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output).

Input design

Tujuan : Merancang bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke sistem


informasi.

Hasil : Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input).

Database design

Tujuan : Merancang tabel-tabel yg dibutuhkan sesuai dengan data modelling


(ER-Diagram)

Hasil : Skema database

User Interface design

Tujuan: Merancang interface/tampilan sistem dengan menggunakan prinsipprinsip user interface

Hasil : Rancangan user interface berupa screen.

Implementasi Sistem
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu
untuk :
1.

Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke


dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi
yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.

2.

Mengimplementasikan sistem yang baru.

3.

Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara


optimal.

Contoh kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini


adalah :

Programming & testing

Tujuan : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan


operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu,
dan mengetest semua program serta memastikan semua fungsi /
modul program dapat berjalan secara benar.

Hasil : Coding program dan spesifikasi program.

Training

Tujuan : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem,


persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan
dengan pelatihan (buku-buku panduan sistem).

Hasil : Rencana
sebagainya.

pelatihan

sistem,

modul-modul

latihan

dan

System changeover

Tujuan : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem


informasi yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan
tanggungjawab team designer ke pemakai siste (user organization).

Hasil : Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).

Perbedaan Model dan Sistem

Model merupakan gambaran, visualisasi, dan/atau representasi


dari sebuah fenomena, teori, dan/atau sistem secara
keseluruhan dengan mengambil unsur-unsur penting dari apa
yang direpresentaskan tersebut;

Sistem adalah gambaran dari keseluruhan fenomana atau obyek


tertentu dimana setiap bagian-bagiannya dideskripsikan secara
rinci dan diperlihatkan bagaimana masing-masing bagian
tersebut berinteraksi dan menjalankan fungsi dan peranannya
masing-masing dalam rangka menjalankan sistem secara
keseluruhan; dengan kata lain, sistem adalah salah satu
fenomena dan obyek yang dapat direpresentasikan oleh sebuah
model.

Model dibangun untuk mengetahui bagaimana proses


dan output yang dapat dicapai oleh sebuah sistem
serta melakukan evaluasi terhadap capaian-capaian
sebuah sistem;

Sistem dibangun untuk mencapai sebuah tujuan


tertentu yang dalam setiap tahapan proses
pencapaiannya dievaluasi secara berkala oleh sebuah
model;

Sebuah model tidak bersifat auto-regularly dan tidak


memiliki kemampuan self-development, melainkan
berjalan dan dioperasikan untuk satu kali tahap
peramalan dan evaluasi untuk kemudian berdasarkan
hasil peramalan dan evaluasi tersebut dibangun
sebuah model baru yang mampu beradaptasi dengan
unsur-unsur baru yang berkembang dalam sebuah
sistem;

Sedangkan sistem memiliki kemampuan untuk


berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan dan
kondisi baru yang dihadapinya.

VARIAB
EL

Definisi Variabel

Variabel adalah konsep yang dapat diukur dan memiliki


variasi hasil pengukuran sehingga dapat dikatakan bahwa
variabel merupakan operasionalisasi dari konsep sehingga
dapat dinilai dan diukur (Kumar, 1999).

Variabel adalah konsep yang memiliki dua atau lebih nilai


atau kategori yang berbeda.
Kategori yang bernilai tersebut dapat berbeda pada
berbagai waktu untuk subyek atau obyek yang sama atau
pada waktu yang sama untuk subyek atau obyek yang
berbeda (Howarth, 1985 dalam Ulber Silalahi, 1999).

Pentingnya memahami variabel merupakan salah satu syarat


mutlak bagi seorang peneliti. Memahami variabel dan
kemampuan menganalisis atau mengidentifikasi setiap
variabel menjadi variabel yang lebih kecil (sub-variabel).

Memecah-mecah
variabel menjadi
sub-variabel

Kategorisasi

Tujuan kategorisasi variabel ini adalah agar peneliti


memahami dengan jelas permasalahan yang sedang diteliti.

Klasifikasi Variabel

Pada umumnya variabel ada dua yaitu variabel kuantitatif


(yang dapat disebut dengan angka) dan variabel kualitatif
(dalam bentuk kategoris).

Variabel kategoris adalah variabel yang karakteristik tidak


mungkin dalam bentuk angka misalnya agama yang dianut,
islam,kristen dll.

Berkaitan dengan proses kuantifikasi data biasa, variabel


digolongkan menjadi 4 jenis yaitu:
1.

Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar


atas proses penggolongan; contoh: jenis kelamin, status
perkawinan, jenis pekerjaan

2.

Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan


atas jenjang dalam atribut tertentu.

3.

Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari


pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasaumsikan
terdapat satuan pengukuran yang sama. Contoh: prestasi
belajar, penghasilan dan sebagainya.

4.

Variabel ratio,
absolut.

adalah variabel yang mempunyai nol

Menurut Fungsinya variabel dapat dibedakan :


1.

Variabel Tergantung (Dependent Variabel)


Yaitu kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul
ketika penelitian mengintroduksi, pengubah atau mengganti
variabel bebas.

2.

Variabel Bebas ( Independent Variabel)


Adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang
oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan
hubungannya dengan fenomena yang diobservasi.

3.

Variabel Intervening
Adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan
antara variabel independen dengan Variabel dependen menjadi
hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan
diukur. Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang
terletak di antara variabel independen dan dependen,
sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi
berubahnya atau timbulnya variabel dependen.

4.

Variabel Moderator
Dalam mengidentifikasi variabel moderator dimaksud adalah
variabel yang karena fungsinya ikut mempengaruhi variabel
tergantung serta meperjelas hubungan bebas dengan
variabel tergantung.

5.

Variabel kendali
Yaitu yang membatasi variabel moderator. Variabel ini
berfungsi sebagai kontrol terhadap variabel lain terutama
berkaitan dengan variabel moderator jadi juga seperti
variabel moderator dan bebas ia juga ikut berpengaruh
terhadap variabel tergantung

6.

Variabel Rambang
Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat
diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan
terhadap variabel bebas maupun tergantung.

Pengujian Variabel
Dalam rangka memilih variabel-variabel yang
dianggap layak untuk dimasukkan dalam analisis
selanjutnya, dengan mengenakan sejumlah pengujian
pada semua variabel, dan mengeluarkan variabel
yang terbukti tidak layak.

Model Analisis (Metode Statistik)

Analisis Korelasi

Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau


lebih dilakukan dengan menghitung korelasi antar variabel
yang akan dicari hubungannya.

Korelasi merupakan angka yang menunjukkan kuatnya


hubungan dan arah hubungan antar variabel.

Kuatnya hubungan dinyatakan dengan besarnya koefisien


korelasi, sedangkan arah hubungan dinyatakan dalam
bentuk hubungan positif atau negatif.

Analisis Regresi

Analisis regresi dilakukan apabila kedua variabel


tersebut mempunyai hubungan sebab akibat atau
hubungan fungsional.

Untuk menetapkan bahwa kedua variabel tersebut


mempunyai hubungan sebab akibat atau hubungan
fungsional atau tidak, harus didasarkan pada teori atau
konsep-konsep tentang dua variabel tersebut.

Analisis Diskriminan

Merupakan metode statistik untuk memprediksi pengaruh


beberapa variabel independen (yang diukur dalam skala
Interval atau rasio) terhadap satu variabel dependen
dengan skala nominal.

Analisis Multivariat

Merupakan metode statistik yang digunakan untuk


menguji perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam
dua atau lebih variabel dependen berdasarkan satu
variabel independen yang diukur dengan skala nominal.