Anda di halaman 1dari 42

Kadaster Kelautan

Page 1

Pengertian Kadaster
Wikipedia
Kadaster atau yang lebih dikenal dengan pertanahan adalah sebuah sistem
administrasi informasi persil tanah (land information system) yang berisi kepentingankepentingan atas tanah, yaitu hak, batasan, dan tanggung jawab (rights, restrictions,
and responsibilities) dalam bentuk uraian geometrik (peta) dan daftar-daftar di suatu
pemerintahan.
Kadaster 2014 (publikasi yang dihasilkan oleh Jurg Kaufmann dan Daniel
Steudler, Ketua dan Sekretaris Kelompok Kerja 7.1 dari Komisi 7 FIG)
Kadaster 2014 merupakan metode yang mengatur data kepemilikan public tentang
semua objek tanah yang sah dalam suatu Negara atau wilayah tertentu berdasarkan
pengukuran batas.
FIG, 1995
Kadaster adalah sistem informasi pertanahan yang berbasis persil, menghubungkan
beberapa aspek administrasi (seperti hak, larangan dan kewajiban) dengan gambaran
geometris sebuah lahan di atas permukaan tanah. Sistem ini juga dapat menjelaskan
data kepemilikan dan peruntukannya

Page 2

Pengertian Kelautan dan


Kemaritiman
http://m.kompasiana.com/aqshaya (Simposium Poros Maritim dengan Tema :
Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim, dari Negara Kepulauan menjadi
Negara Maritim di Gedung Lemhannas tanggal 9 Oktober 2014)
Kelautan adalah hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan di wilayah laut yang
meliputi permukaan laut, kolom air, dasar laut dan tanah di bawahnya, landas kontinen
termasuk sumber kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, pesisir, pantai, pulau
kecil, serta ruang udara diatasnya;
Kemaritiman adalah bagian dari kegiatan di laut yang mengacu pada pelayaran /
pengangkutan laut, perdagangan (sea-borne trade), navigasi, keselamatan pelayaran,
kapal, pengawakan, pencemaran laut, wisata laut, kepelabuhanan baik nasional
maupun internasional, industri dan jasa-jasa maritim;

Page 3

Pengertian Kadaster Kelautan

Permanent Comitee on GIS Infrastructure for Asia and the Pasific


(PCGIAP), 2001
Kadaster kelautan adalah suatu sistem yang dapat mengelola dan
menyajikan batas-batas wilayah di laut secara spasial dan hubungannya
dengan batas-batas wilayah lain di sekitarnya ataupun yang diatas
dan/atau di bawahnya atau di sekitarnya, serta dikaitkan dengan data
atribut mengenai kepentingan dan hak yang melekat padanya.

Jacub Rais, 2002


Penerapan prinsip-prinsip kadaster di wilayah laut, yaitu mencatat:
penggunaan ruang laut oleh aktifitas masyarakat dan pemerintah; ruang
laut yang dilindungi, dikonservasi, taman nasional, taman
suaka
margasatwa, dan sebagainya; dan penggunaan ruang laut oleh komunitas
adat.

Page 4

Tamtomo, 2006
Sistem penyelenggaraan administrasi publik yang mengelola dokumen
legal dan administratif, baik yang bersifat spasial maupun tekstual,
mengenai kepentingan berupa: hak, kewajiban, dan batasannya, termasuk
catatan mengenai nilai, pajak, serta hubungan hukum dan perbuatan
hukum yang ada dan berkaitan dengan penguasaan dan pemanfaatan
ruang perairan pesisir dan laut.

Robertson et al . , 1999
System to enable the boundaries of maritime rights, restrictions and
interests to be recorded, spatially managed and physically defined in
relationship to the boundaries of other neighboring or underlying rights and
interests.

Page 5

BPN dan LPPM-ITB, 2003


Kadaster kelautan adalah sebuah sistem informasi publik yang berisi catatan,
daftar dan dokumen mengenai kepentingan, hak, kewajiban dan batasannya,
termasuk catatan mengenai nilai, pajak serta hubungan hukum dan perbuatan
hukum yang ada dan berkaitan dengan penguasaan, penggunaan dan
pemanfaatan partisi atau persil laut dalam rangka mewujudkan tertib hukum,
tertib administrasi, tertib penggunaan dan tertib pemeliharaan ekosistem laut
serta mendukung tertib perencanaan, penataan dan pengelolaan wilayah laut
secara spasial terpadu.
Hak milik tidak diberikan di wilayah laut berdasarkan adagium abad ke-17
bahwa the ocean space as a commons, available to all, but owned by non,
diartikan sebagai ruang laut adalah milik bersama, tersedia untuk semua
tetapi tidak dimiliki, sebagai amanat bahwa laut adalah titipan warisan umat
manusia.

Page 6

Tujuan Kadaster Kelautan


Diselenggarakan dalam rangka mewujudkan tertib hukum,
tertib administrasi, tertib penggunaan dan tertib
pemeliharaan ekosistem laut serta mendukung tertib
perencanaan, penataan, dan pengelolaan wilayah laut
secara spasial terpadu.

Page 7

Ruang Lingkup Kadaster Kelautan

Marine Cadastre describes the location and spatial extent


of rights, restrictions and responsibilities in the marine environment
Page 8

GAGASAN kadaster KELAUTAN DI KANADA

Page 9

Sumber : Jean-Claude TTREAULT, Jean GAGNON and Jos MBala (CHC 2012, The
Case for a Marine Cadastre to help affirm Canadas sovereignty in the Arctic and enable
integrated marine Spatial Planning)
Kanada merupakan negara terbesar kedua di dunia dan memiliki garis pantai
terpanjang di dunia. Dengan garis pantai yang panjang merupakan tantangan dalam
pengelolaan wilayah pesisir dan laut di kanada.
Lautan Kanada menawarkan satu potensial ekonomi yang maha besar untuk masa
depan Kanada, dengan banyak stakeholder yang memanfaatkan bagian-bagian yang
berbeda dari lingkungan lautan, stakeholder ini akan meningkatkan konflik di lautan.
Kadaster laut multiguna dapat menjadi unsur utama untuk pemerintahan efektif wilayah
laut.
Implementasi kadaster kelautan di Kanada hingga saat ini masih dikembangkan
melalui Good Governance of Canadas Oceans Project yang secara umum ditangani
oleh Department of Fisheries and Oceans (DFO) dan University of New Brunswick
(UNB)

Page 10

Gagasan Kadaster Kelautan di Australia

Page 11

Sumber : Andrew Binns, dkk (Developing the Concept of a Marine Cadastre: An


Australian Case Study)
Australia adalah satu negara maritim. Dikelilingi oleh laut, garis pantai Australia adalah
hampir 60,000 km di dalam panjangnya dan area maritimnya adalah lebih dari du kali
luas wilayah daratnya (Kaye, 1995).
Dengan diberikannya keanekaragaman dari area maritimnya, ada kegiatan ekonomi,
kebutuhan sosial dan lingkungan yang diperlukan pengaturan secara efektif. Kebijakan
saat ini dan kerangka kelembagaan pengaturan wilayah lautan ini adalah kompleks,
dengan legislasi pemerintah dan hukum internasional seperti Konvensi perserikatan
bangsa-bangsa pada Hukum Laut (UNCLOS) perlu dipertimbangkan (Collier et al.
2001). Kerangka legislatif yang ada saat ini menjadikan hubungan dan interaksi yang
rumit diantaranya tumpang tindih dan saling lempar kewenangan, tanggungjawab dari
stakeholder baik di lingkungan laut maupun di permukaan laut.
Didasari keadaan ini, satu kerangka manajemen seperti kadaster laut perlu diciptakan,
agar menyediakan pondasi dari masalah pengelolaan, meliputi fokus global pada
pembangunan yang berkelanjutan pada lingkungan laut, dapat dituju.
Implementasi kadaster kelautan di Australia dimulai dari Marine Cadastre Project yang
dilakukan oleh Australian Reasearch Council (ARC) pada awal 2002 berkaitan dengan
pengembangan Spatial Data Infrastructure (SDI)
Page 12

Seluruh kepentingan dan hak didaftar dalam system kadaster Australia,


seperti : area pembuangan amunisi, kapal rusak, bahan kimia, lapangan
minyak, fasilitas gas, kabel bawah laut, taman laut nasional, area latihan
militer, alur pelayaran, garis wilayah teritorial, bahkan juga hak-hak
masyarakat aborigin, zona ekonomi eksklusif dan zona tambahan.
Implementasi kadaster kelautan di Australia dimulai dari Marine Cadastre
Project yang dilakukan oleh Australian Reasearch Council (ARC) pada awal
2002 berkaitan dengan pengembangan Spatial Data Infrastructure (SDI)

Page 13

Sumber: Roger Fraser et al.2003. Issues in the Development of Marine Cadastre


Page 14

Gagasan Kadaster Kelautan di Belanda

Page 15

Sumber : Michael Barry (Ocean Governance And The Marine Cadastre: The
Netherlands North Sea)
Pemerintahan di Belanda saat ini sedang mengembangkan konsep kadaster kelautan.
Hal ini terkait dengan tekanan yang terjadi di laut, dan tekanan yang dihasilkan dari
kepentingan ekonomi dan lingkungan. Gambaran dan analisa sistem formal dari
pemerintahan Belanda di Laut Utara menyumbangkan alasan untuk membahas konsep
ini. Rute perkapalan pada laut utara adalah sangat sibuk. Belanda adalah satu
produsen utama dari gas alam. Konflik kelautan dan sengketa daerah pemancingan
telah melibatkan Belanda sejak dari lebih dari 400 tahun. Belanda dikepung oleh
negara bertetangga baik di darat dan di laut, dan aktivitas negara tetangga pada Laut
Utara dapat dampak pada lingkungan lautan di negara yang lain. Selanjutnya terdapat
beberapa negara di area sepanjang aliran sungai menuju laut utara. Oleh karena itu
diperlukan pengaturan melalui kadaster laut.
Implementasi kadaster kelautan di Belanda dikembangkan berkaitan dengan
Netherlands North Sea Governance untuk mendukung pengelolaan laut utara (north
sea) yang merupakan salah satu perairan laut yang memiliki aktivitas paling sibuk di
dunia.

Page 16

Di Belanda, kendatipun nomenklatur marine cadastre tidak ada dalam


peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam kenyataannya batas
wilayah teritorial negara diukur, dipetakan dan didaftar dalam sistem kadaster
(adminsitrasi pertanahan). Sebagaimana berlaku pada kebanyakan negaranegara di Eropa Barat, sistem tenurial tanah termasuk pula ruang perairan
yang menjadi satu kesatuan fungsi dan letak dengan tanahnya.

Page 17

Gagasan Kadaster Kelautan di Malaysia

Page 18

Sumber : Zakaria Mat Arof, dkk. (Understanding Marine Cadastre System in Malaysia)
Malaysia merupakan sebuah negara yang dikelilingi oleh air meliputi keseluruhan
negeri di Malaysia kecuali Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Wilayah
Persekutuan Putrajaya. Malaysia dikelilingi oleh Selat Melaka, Selat Tebrau, Laut China
Selatan dan Laut Sulu. Panjang persisir pantai Malaysia ialah 4,492 km yang terbagi
menjadi dua yaitu 1,737km Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak 2,755km.
Malaysia sebagai sebuah negara yang dikelilingi oleh laut, adalah amat penting untuk
melihat dengan lebih jelas dan komprehensif akan keperluan perundangan dan
peraturan untuk mewujudkan kadaster laut.
Explorasi, eksploitasi, konservasi dan manajemen dari sumber daya laut di Peninsular
Malaysia, Sabah dan Sarawak bergantung kepada aturan yuridikasi yang dimana ada
berbagai macam cara termasuk oleh pemerintahan negara bagian, departemen di
pusat dan UNCLOS. Meskipun tidak ada aturan spesifik mengenai kadaster laut, tetapi
ada banyak aktivitas berhubungan ke hak dari pemakaian ruang laut yang telah
diselesaikan oleh badan terkait. Oleh karena itu diperlukan aturan khusus untuk
menerapkan kadaster laut.

Page 19

Gagasan Kadaster Kelautan di Turki

Page 20

Sumber : Faik Ahmet Sesli and Gul Uslu (The importance of marine cadastre for
Turkey, African Journal of Agricultural Research Vol. 5(14), pp. 1749-1758, 30 July,
2010)
Manusia telah memanfaatkan laut untuk berbagai aktivitas untuk mendapatkan
makanan yang bergizi, memperoleh bahan baku, memajukan teknologi dan
menyediakan angkutan laut di sepanjang hidupnya. Lingkungan laut, yaitu lingkungan
yang paling tepat untuk pencemaran alam, yang dengan cepat kehilangan fitur
penyimpanan makanan untuk orang-orang di masa mendatang. Pencemaran alam dari
laut tidak hanya berbahaya untuk masa depan, tapi juga untuk hari ini secara biologis.
Pencemaran akan merusak rantai makanan dan menghancurkan semua makhluk
hidup, termasuk manusia. Sejak berbagai aktivitas termasuk dalam zona ini (laut) yang
tidak dapat diperbaharui dan diproduksi, membuat pemerintah untuk mengambil alih
kepentingan dalam zona tersebut, sehingga perubahan dapat terkendali. Pembatasan
dari berbagai permintaan dan aktivitas telah memunculkan kewajiban dari suatu
pendaftaran.

Page 21

Gagasan Kadaster Kelautan di Korea Selatan

Page 22

Sumber : Hyun sook, LEE and Dong hyun, SHIN. (FIG Congress 2010, Issues with
Building a Marine Cadastre System in South Korea)
Korea Selatan merupakan suatu negara maritim; mempunyai 3000 pulau dengan
443,000 km2 area laut, yaitu 4.5 kali lebih besar dibandingkan daerah daratnya, dan
11,542 km wilayah perbatasan didominasi oleh batas laut. Aktivitas di pantai dan laut
telah berlangsung pada beberapa dasawarsa ini, meliputi aquaculture, pariwisata dan
rekreasi, mineral dan ekstraksi energi, perkapalan dan pemancingan. Peningkatan
pada penggunaan lingkungan laut telah dihasilkan di wilayah laut Korea menjadi lebih
tinggi dibandingkan di masa lalu. Selain itu, perhatian terhadap lingkungan akibat dari
aktivitas tesebut juga meningkat. Karena akibat bermacam-macamnya aktivitas yang
beroperasi di wilayah laut Korea, kebijakan dan kerangka kelembagaan saat ini yang
mempunyai kewenangan di laut masih rumit dan tumpang-tindih.
Selanjutnya, lingkungan laut merupakan berwujud tiga dimensi dan perlu dipandang
sebagai empat dimensi sebab kebutuhan atribut dan kondisi berhubungan dengan
waktu tertentu (Lee, 2009).
Beberapa solusi dari kejadian di atas adalah dengan menciptakan suatu sistem
klasifikasi dan pemetaan yang terintegrasi sebagai visualisasi. Biasanya, ini dikenal
sebagai kadaster laut. Kadaster laut akan mengintegrasikan tumpang tindih pengaturan
manajemen saat ini dan membantu dalam mewakili dan mengatur persaingan hak,
pembatasan dan tanggungjawab dari semua stakeholder (Binns et al. 2003).

Page 23

Gagasan Kadaster Kelautan di Cina

Page 24

Sumber : Hyun-sook, LEE and Man-seung, Cho (FIG Working Week 2011, A Comparative Study on
Marine Spatial Management between China and South Korea)
The laws in china about marine cadastre can be divided into marine boundary and marine area use. The
first marine boundary law group includes Law of Contiguous Zone and Territorial waters in China and
Continental Shelf and the Exclusive Economic Zone Act in China, the second group has shown as below;
Marine area usage related Regulations in China
(1) Desert island protection and use management regulations
(2) Approval the marine area use and the State Council report
(3) Standard fee of demonstration marine area using
(4) Registration right of marine use
(5) Marine use survey management
(6) Offshore oil platforms and installation management
(7) Marine area use license certificate management
(8) Marine area using related argument quality management regulations
(9) Offshore oil development process, environmental impact assessment management
(10)Marine License and related conflict adjustment management
Chinese government has been established the marine cadastre system for 10 years and to avoid dispute
between the local government, set several principles on marine administration delimitation as below;
1. Considering of the social stability and unity of coastal areas
2. Considering of National Security and Defense
3. Considering of Sustainable development of the maritime boundary
4. Considering of administrative aspects
The State Oceanic Administration is belong to the State Land and Resources, which has a character of
protecting a Marine environment and manage the marine usage.
Page 25

Gagasan Kadaster Kelautan di Selandia Baru

Page 26

Selandia Baru terdiri dari dua pulau utama dan sejumlah pulau yang lebih kecil, terletak
di dekat pusat belahan lautan. Pulau Utara dan Pulau Selatan dipisahkan oleh Selat
Cook, selebar 22 kilometer di celah tersempitnya. Di samping Pulau Utara dan Pulau
Selatan, lima pulau terbesar yang dihuni adalah Pulau Stewart, Pulau Chatham, Pulau
Great Barrier (di Teluk Hauraki), Pulau d'Urville (di Marlborough Sounds) dan Pulau
Waiheke (kira-kira 22 kilometer dari Auckland tengah). Pulau-pulau negara ini terletak
di antara 3425 LS sampai 4717 LS, dan 16627 BT sampai 17835 BT.
Selandia Baru memiliki panjang (lebih dari 1.600 kilometer membujur dari utara ke
selatan) dan memiliki lebar maksimum 400 kilometer melintang dari barat ke timur,
dengan garis pantai sepanjang kira-kira 15.134 kilometer dan total luas daratan seluas
268.021 kilometer persegi Karena pulau-pulau luarnya yang terpisah jauh dan garis
pantainya yang panjang, negara ini memiliki sumber daya kelautan yang melimpah.
Zona Ekonomi Eksklusif-nya, merupakan salah satu yang terluas di dunia, meliputi
lebih dari 15 kali lipat luas daratannya.
Implementasi kadaster kelautan di Selandia Baru dikembangkan berdasarkan tujuan
strategis dari Land Information New Zealand (LINZ) untuk membantu pemerintah dalam
menyediakan data dan informasi sebagai alat pengambil keputusan menentukan hakha di masa datang terhadap penggunaan tanah di dasar laut. Dalam hal ini juga
diadakan kerjasama penelitian antara Selandia Baru dan Australia melalui Australia
New Zealand Land Information Council (ANZLIC)

Page 27

Kadaster Kelautan di USA

Page 28

Konsep marine cadastre telah dimulai dari pengelolaan hak publik oleh
negara atas batas wilayah teritorial negara, taman nasional, hutan lindung,
kawasan lindung pesisir dan laut, serta kawasan-kawasan pelestarian alam
dan lingkungan hidup
Implementasi kadaster kelautan di Amerika Serikat dikembangkan melalui
Ocean Planning Information System (OPIS) oleh The Coastal Services
Centre, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Negara
bagian yang sudah mengimplementasikan diantaranya : Florida, Georgia,
Carolina Utara, dan Carolina Selatan
MarineCadastre.gov is an integrated marine information system that provides
authoritative ocean data, tools, and technical support for US ocean planning
and decision making (initially related to alternative energy uses on the OCS

Page 29

Marine Cadaster was developed by a partnership between


the U.S. Department of Commerces National Oceanic and
Atmospheric Administration (NOAA) Office for Coastal
Management and the U.S. Department of the Interiors
Bureau of Ocean Energy Management (BOEM).

Page 30

Page 31

Peta Marine Cadastre


di Florida Sanctuary,
USA (US-DOC NOAA, 2002)

Batas wilayah laut provinsi (Florida State) didaftar dalam sistem kadaster
Batas Taman Nasional merupakan batas fungsional di mana sistem
tenurial darat dan laut menjadi satu kesatuan dan didaftar dalam sistem
kadaster
Page 32

Kadaster Kelautan di Swedia

Page 33

Sistem hukum hak kepemilikan tanah adalah termasuk pula ruang perairan
menjadi satu kesatuan fungsi dan letak dengan tanahnya

Page 34

Peta Land & Marine Cadastre untuk kepemilikan tanah berikut ruang perairan yang menjadi
satu kesatuan fungsi dan letak dengan tanahnya di Kota Stockholm, Swedia (Lantmateriet,
2007)

Kepemilikan tanah dan perairan


(danau dan laut) menjadi satu sistem
tenurial didaftar dalam sistem
kadaster (administrasi pertanahan)
dengan hak milik
(free hold)

Page 35

Gagasan Kadaster Kelautan di Beberapa Negara

Nama Negara
No

Gagasan

Merupakan negara dengan


wilayah pesisir dan lautan yang
luas / negara maritim

2
3
4

5
6
7

Pengelolaan hak publik dan


sumber daya potensial di laut
Mengatasi konflik di lautan
Tumpang tindih kewenangan
dan saling lempar tanggung
jawab atas persoalan di lautan
Membantu pengelolaan dan
mengatur aktivitas di laut
Mengatasi pencemaran laut
Pembatasan peningkatan
aktivitas di laut yang merugikan
Pengendalian perubahan yang
terjadi di laut

Kanada

Australia

Belanda

Malaysia

Turki

Korea
Selatan

Cina

Selandia
Baru

Page 36

Hak Pakai diberikan pada ruang perairan yang tidak terpengaruh oleh
kondisi pasang surut, artinya daerah ini selalu berair dan sudah ada
pemanfaatan seperti bangunan rumah pelantar/diatas air di Kota Batam dan
Tanjung Pinang, hak ini dapat diberikan untuk perorangan serta badan hukum
Hak Guna Bangunan: hak Ini dapat diberikan pada ruang perairan yang
pada saat surut akan nampak daratan/tanah, dimana pemanfaatan untuk rumah
dan pemukiman (contoh rumah pelantar di Kota Batam, hotel, resort, jasa-jasa
pesisir dan kelautan seperti Tempat Pelelangan Ikan, Dermaga, Pelabuhan,
Hak Guna Air, hak ini diberikan pada ruang laut teritorial yang tidak terkait
dengan wilayah laut dangkal/pesisir atau tidak terkait langsung dengan daratan
(sesuai dengan UUPA Pasal 16 ayat 2)

Page 37

Page 38

No
1

Nama
Negara
Malaysia

Belanda

3
4

Turki
Selandia
Baru
Australia

5
6
7
8

Tiongkok/Cin
a
Kanada
Korea
Selatan

Bentuk Negara
Monarki
Konstitusional
Monarki
Konstitusional
Republik
Monarki
Konstitusional
Monarki
Konstitusional
Republik
Monarki
Konstitusional
Republik

Sistem
Pemerintahan
Federasi
Parlementer

Keterangan
Mempunyai negara
bagian
Negara kesatuan

Parlementer
Parlementer
Federasi

Mempunyai negara
bagian

Demokrasi Sosialis
Parlementer
Presidensial
Campuran

Page 39

Nama
Negara
Kanada

Penggunaan /
Aktivitas di Laut
protection areas, navigation,
pipelines and cables, conservation
areas, oil and gas, aquaculture,
fishing, renewable energy projects,
mining

China

Turki

desert island protection, offshore oil Ministry of Land and Resources


platforms, fishing permit, disasters
monitoring, ocean exploration
Ministry of Agriculture and Rural Affairs

Environment Protection Agency for Special Areas

Ministry of Culture and Tourism

Ministry of Environment and Forestry

Department of Fisher

Marine and Coastal Management Department

Korea Selatan fishery, sea navigation, mining, use


of seabed, disposal, manmade
structure at harbour

No

Instansi/Lembaga yang Terkait


Provincial Coastal Land Administration Agencies

Ministry of Land, Transport and Maritime Affairs


Ministry of Education, Science and Technology
Ministry of National Defense
Ministry of Public Administration and Security
Ministry for Food, Agriculture, Forestry and Fisheries
Ministry of Culture, Sports and Tourism
Ministry of Knowledge Economy
Ministry of Welfare and Family Affairs
Ministry of Environment
National Fishery Research & Development Institute
National Oceanographic Institute
Korea Ocean Research & Development Institute
Korea Meteorological Administration

Page 40

No

Nama Negara

Penggunaan /
Aktivitas di Laut

Instansi/Lembaga yang Terkait

Australia

touris & recreation, marine protected areas, shipping,


heritage, cables and pipelines, aquaculture leases,
minerals and energy, native title, ocean waste disposal

Malaysia

transmission sand areas, fishing, undermarine cables,


pipelines for water and electrical, ship routes,
anchoring locations, route
distribution plans, military protection zones and military
waste fields, aquaculture areas
marine park and marine protected area, alternative
energy areas (for example wind,wave, tide,solar etc.),
oil and gas sector, waste disposal, recreation and
tourism area, marine environment, construction and
development

western europe largest natural gas producer, shipping


routes, exploitation of natural resources, mining and
minerals exploitation, cables and pipelines, fishing and
aquaculture, shipping and transportation, military
exercise areas, land reclamation, wind energy
recreation areas, nature conservation and
archaeological sites, scientific research, pollution
management, dumping sites for dredged material

Belanda

Selandia Baru

Department of Natural Resources and Mines


Queensland
Land Victoria
Geoscience Australia
Land Administration at the Department of Geomatics

Department of Surveying and Mapping, Malaysia


(JUPEM)
Ministry of Natural Resources and Environment
Ministry of Agriculture and Agro-Based Industry
Ministry of Rural and Regional Development
Ministry of Tourism
Ministry of Energy Green Technology and Water

Ministry of Transport, Public Works & Water


Management
Ministry of Defence
Ministry of Economic Affairs
Ministry of Agriculture, Nature Management &
Fisheries
Ministry of Foreign Affairs
Ministry of Housing, Spatial Planning & Environment
The National Spatial Planning Agency
Central Government agency (Land Information New
Zealand) - has responsibility for Land titles, Crown
land, valuation, topographic mapping and
hydrography
New Zealand Institute of Surveyors

Page 41

TERIMA KASIH

Page 42