Anda di halaman 1dari 34

KULIAH BATUBARA

GEOLOGI BATUBARA
Eksplorasi

Fakultas Teknik Geologi


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

Eksplorasi
Untuk mengantisipasi dampak kehabisan cadangan
minyak bumi di Indonesia, sejumlah langkah harus
dilakukan, yakni dengan mengintensifkan eksplorasi
sumber daya batubara di kawasan Indonesia.
Di Indonesia, batubara yang merupakan salahsatu
sumber daya energi alternatif konvensional
potensinya cukup besar.
Sebagai bahan substitusi minyak bumi, batubara
secara signifikan namun bertahap akan mampu
menggantikan peranan minyak bumi dalam waktu
dekat.
Batubara juga dapat berperan sebagai batuan
sumber maupun reservoir bahan energi
inkonvensional lainnya, yakni gas metana batubara.

Stages of Coal Exploration

Stages of Coal Exploration

Eksplorasi-Paritan

Eksplorasi

Eksplorasi

Eksplorasi

Eksplorasi

Eksplorasi

Eksplorasi

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
EKSPLORASI
Tujuan utama eksplorasi batubara adalah :
mengkaji dan menentukan lokasi,
luas,
kualitas sumber daya yang tersedia pada suatu daerah khusus,
mengidentifikasi faktor-faktor geologi yang akan memfasilitasi atau menghambat
pengembangan pertambangan.

Penginderaan Jauh/Inderaja
Interpretasi geologi dan struktur dapat dilakukan pada foto udara hitam-putih,
inframerah, dan citra satelit.
Interpretasi garis atau jalur singkapan suatu lapisan, pola terbakar, dan gambaran alur
purba (yaitu distribusi lateral pada endapan dangkal ataupun identifikasi pada
singkapan yang dikenal sebagai horizon pembawa-batubara) bisa didapat dari inderaja.
Inderaja juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan lokasi mata air, longsor, dan
ciri-ciri permukaan yang dapat digunakan pada interpretasi struktur atau dokumen
perizinan penambangan.

Eksplorasi
Kegiatan Lapangan
Penelitian lapangan pada runtunan pembawa batubara adalah
penting bagi eksplorasi, khususnya identifikasi dan penilaian area
pembawa batubara baru.
Kajian awal dilaksanakan di suatu singkapan untuk pengambilan
percontoh.
Kualitas batubara dan komposisi petrografi dapat diketahui
dengan menguji dan menganalisis percontoh batubara yang
diperoleh.
Pemetaan singkapan - subsingkapan, termasuk lubang uji dan
pembuatan paritan.
Pemetaan cocok dilaksanakan pada runtunan pembawa batubara
yang tersingkap karena erosi, perlipatan, dan pensesaran.
Namun, kelangkaan singkapan harus dievaluasi untuk
mendapatkan beberapa data geologi dasar.
Beberapa cara untuk mengidentifikasi lapisan batubara adalah
dari singkapan, lubang uji, dan paritan.

Eksplorasi

Menggunakan metode tali dan kompas pada pemetaan distribusi batubara


sepanjang sungai harus dilakukan walaupun air sungai sedang dalam.
Daerah Darmo Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Eksplorasi

Mengukur jurus-kemiringan dan cleat lapisan batubara Formasi Sinamar, di


Sinamar, Jambi.

Eksplorasi

Pengukuran jurus-kemiringan lapisan batubara di daerah Tering, Provinsi


Kalimantan Timur.

Eksplorasi

Pengambilan percontoh setangan yang diperoleh dengan menggali singkapan


batubara Muara Enim menggunakan cangkul dan belincong di daerah Tanjung
Enim, Sumatra Selatan.

Eksplorasi

Pemboran
Pemboran dilakukan untuk mengidentifikasi:
kedalaman dan
ketebalan seam batubara dan
juga runtunan vertikal satuan batuan sedimen
pembawa-batubara.
Identifikasi distribusi batubara secara lateral
serta model sedimentasi runtunan batubara
dapat diketahui dari korelasi antar-sejumlah
lubang bor.

Skema projek pemboran batubara yang memperlihatkan mekanisme


pelaksanaan pemboran. Tanda panah merah menunjukkan aliran air yang
melakukan peran penting dalam pengerjaan pemboran.

Eksplorasi

Persiapan pemboran: suatu dasar yang kokoh siap untuk menempatkan


perlengkapan pemboran.

Eksplorasi
Pemboran Lubang Terbuka
Pemboran lubang terbuka dilaksanakan untuk mengidentifikasi variasi
litologi vertikal (batuan hancur yang muncul bersama air selama
pemboran).
Umumnya, pemboran lubang terbuka hanya digunakan untuk kedalaman
dangkal.
Percontoh batuan diambil dari setiap kedalaman 50 cm dan diletakkan
dalam kantong percontoh untuk analisis selanjutnya.
Pemboran inti
Dilaksanakanuntuk mengidentifikasi lebih terperinci variasi litologi vertikal.
Tidak seperti pemboran lubang terbuka, kedalaman lapisan yang tepat
dapat ditentukan pada pemboran inti.
Percontoh batuan diambil dengan core barrel yang memungkinkan batuan
mempunyai bentuk bulat panjang mengikuti bentuk dan ukuran core
barrel.
Pemboran dapat dilakukan menggunakan metode konvensional atau
metode wire-line.

Eksplorasi

Mata bor dan perlengkapan yang akan dipasangkan pada ujung batang.

Eksplorasi

Roller Rock Bit 3-inti yang biasa digunakan untuk pengeboran


berputar

Eksplorasi

Head of wire-line yang digunakan untuk kegiatan pemboran inti, di daerah


batubara Kalimantan Timur.

Eksplorasi

Ahli geologi disertai oleh awak pemboran berusaha mengeluarkan percontoh inti
dari core barrel, sementara ahli geologi lain berusaha menentukan sifat percontoh
inti Lapisan P batubara Berau, Kalimantan Timur.

Eksplorasi

Percontoh inti batubara hasil pemboran yang disimpan dalam kotak kayu , dan
arah panah memperlihatkan bagian puncak dan dasar dari inti tersebut.

Eksplorasi

Percontoh batuan dari core barrel batubara Muara Enim yang terletak di daerah
Airlaya ke dalam boks inti.

Eksplorasi-Geofisika
Analisis Geofisika
Analisis geofisika digunakan dalam eksplorasi cekungan batubara dan untuk menggambarkan seam
batubara dan struktur geologi.

Metode Permukaan

Sejumlah metode permukaan yang digunakan adalah :


seismik,
magnetis-gravity, dan juga
metode listrik dan radioaktif.

Metode Bawah Tanah

Metode geofisika bawah tanah berupa survei :


seismics in-seam (ISS) dan
teknik radar getar.

Logging Lubang Bor

Logging geofisika (geolog) adalah pengukuran variasi sifat-sifat fisik khusus batuan pada
kedalaman lubang bor dengan peralatan pengukuran geofisika (sondes) yang dimasukkan ke
dalam lubang.

Hasil geolog berupa :


log radiasi (sinar Gamma, Density, Log Neutron, dan spectrometri gamma),
log Kaliper,
log Listrik,

log Dipmeter,
log Sonic, dan
log Temperatur.

Eksplorasi- Geofisika

Pengambilan/penambangan batubara dari bekas tambang terbuka dengan cara


menggali lubang ke dalam lapisan batubara, yang dilakukan dengan cara-cara
tradisional oleh masyarakat setempat.