Anda di halaman 1dari 27

UNGUEN

TA

LATAR BELAKANG

UNGUEN
TA

BASIS SALEP:
-HIDROFOBIK
-HIDROFILIK

SYARAT :
-TIDAK BERBAU
- STABIL
- KOMPATIBEL
- TIDDAK TERPENGARUH
OLEH SUHU

JENIS SALEP:
-Dasarsalephidrokarbon
- Dasar salep serap
- Dasarsalepyang
dapatdicucidenganair
Dasarsaleplarutdalamai
r

TUJUAN
Mengenal dan memahami cara
pembuatan, jenis basis dan cara
evaluasi bentuk sediaan
unguenta
Mengenal dan memahami profil
disolusi unguenta asam salisilat
dengan basis yang berbeda

FORMULA

PRINSIP KERJA
Basis dilelehkan, ditambahkan zat
aktif (asam salisilat) kemudian
dicampur hingga homogen dan
digilas dengan Roller Mill.
Unguenta diletakkan di atas object
glass, diberi beban, sebaran
diamati.
Unguenta diletakkan di atas object
glass, diberi beban (peningkatan
beban 50 g), diukur rata-rata
diameter.
5

Uji
Kemampu
an
Proteksi

Uji Daya
Lekat

Kertas saring dibasahi dengan


indikator PP, dikeringkan, unguenta
dioleskan, ditempel dengan kertas
saring lain, areal dibasahi dengan
KOH 0,1 N, diamati timbulnya
noda kemerahan.

0,3 g unguenta diletakkan pada kaca


objek (tidak menutup), ditindih
beban 1 kg, ujung kaca dijepit pada
alat uji dan diberi beban 80 g.
6

Uji
Disolus
i

Sel disolusi dan membran selofan


porous
disiapkan,
unguenta
dimasukkan dalam sel, bejana disolusi
diisi dengan aquadest, sel dimasukkan,
diambil cuplikan pada waktu 2, 10, 15,
25, 35, dan 45 menit.
Kadar ditetapkan dengan penambahan
1 tetes FeCl3 dan diukur menggunakan
spektrofotometer dengan panjang
gelombang 525 nm.
7

UJI HOMOGENITAS
Formula 1
Replikasi 1
Terdapat butiran

Formula 2
Replikasi 1
Tidak terdapat butiran

Replikasi 2
Terdapat butiran

Replikasi 2
Tidak terdapat butiran

Replikasi 3
Terdapat butiran

Replikasi 3
Tidak terdapat butiran
8

Formula 3

Formula 4

Replikasi 1
Tidak terdapat butiran

Replikasi 1
Tidak terdapat butiran

Replikasi 2
Tidak terdapat butiran

Replikasi 2
Tidak terdapat butiran

Replikasi 3
Tidak terdapat butiran

Replikasi 3
Tidak terdapat butiran

UJI DAYA SEBAR

Grafik Uji Daya Sebar Unguenta Beban vs Diameter Unguenta

4.5

3.5

Formula I
FormulaII
Formula III
Formula IV

2.5
Diameter
(cm)

1.5

0.5

20

40

60

80

Beban (g)

100

120

140

160

UJI PROTEKSI

UJI DAYA LEKAT

UJI DISOLUSI

PERSAMAAN KURVA BAKU

Kurva Baku Absorbansi Terhadap Kadar Asam Salisilat


1.2

f(x) = 1.2x + 0.45


R = 0.91

0.8

Absorbansi

Linear ( Kurva Baku


Absorbansi terhadap Kadar
Asam Salisilat)
Linear (Linear ( Kurva Baku
Absorbansi terhadap Kadar
Asam Salisilat))

0.6

0.4

0.2

0
0

0.1

0.2

0.3

Kadar (mg/mL)

0.4

0.5

0.6

MEJA I
FORMULA 4
MENIT
ABSORBANSI

C (mg/mL)

0,134

-0,2601

10

0,113

-0,2776

15

0,093

-0,2943

25

0,178

-0,2235

35

0,137

-0,2576

45

0,076

-0,3084

Kurva Waktu vs Absorbansi Formula IV


0.2
0.18

0.18

0.16
0.14
0.12
Absorbansi

0.14

0.13
0.11

0.1

0.09

0.08

0.08

0.06
0.04
0.02
0

10

15

20

25

Waktu

30

35

40

45

50

MEJA II
MENIT

FORMULA 2

FORMULA 3

Abs

C (mg/mL)

Abs

C (mg/mL)

0,078

-0,042

10

0,076

-0,032

15

0,074

0,094

20

0,075

0,031

25

0,065

0,027

30

0,067

- 0,030

35

0,079

0,017

40

0,081

0,035

45

0,087

0,036

PEMAHAMAN MATERI 1
1.

Jenis-jenis basis unguenta adalah


Basis Salep Hidrokarbon: dasar bersifat lemak, bebas air, preparat
yang berair mungkin dapat dicampurkan dalam jumlah sedikit.
Dipakai untuk efek emolien.
Dasar salep serapdibagi dalam dua kelompok. Dasar yang dapat
bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak
(paraffin hodrfilik dan lanolin anhidrat) dan Emulsi air dalam
minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air
tambahan (Lanolin).
Dasar salep yang dapat dicuci dengan air: dasar salep ini adalah
emulsi minyak dalam air antara lain salep hidrofilik dan lebih
tepatnya disebut krim. Dasar salep ini mudah dicuci dari kulit atau
dilap basah. Biasanya digunakan untuk kosmetik.
Dasar salep larut dalam air: disebut juga dasar salep tak berlemak
dan terdiri dari air.

2. Pembuatan unguenta salisilat


mengikuti peraturan unguenta no 4,
yaitu salep-salep yang dibuat dengan
cara mencairkan, campurannya harus
digerus sampai dingin.
3. Digolongkan dalam peraturan
unguenta tersebut karena
menggunakan basis-basis yang
dilelehkan terlebih dahulu sebelum
dicampurkan dengan asam salisilat.

4. Keuntungan penggunaan basis


unguenta larut dalam air atau basis
unguenta tercuci dibandingkan basis
unguenta lemak :
bersifat mudah dicuci sehingga dapat
diterima untuk dasar kosmetik.
dapat diencerkan dengan air dan
mudah menyerap cairan yang tendi
pada kelainan dermatologik.
lebih mudah terdifusi ke dalam tubuh
karena viskositas basis akan lebih
rendah ketika diaplikasikan ke kulit.

5. Beda basis tercuci air dan basis larut air :


Basis tercuci air : dasar salep adalah emulsi
minyak dalam air, antara lain salep hidrotilik
(krim) . Dasar salep ini dinyatakan juga sebagai
dapat dicuci dengan air.
Basis larut air : disebut juga dasar salep tak
berlemak dan terdiri dari konstituen larut air.

6. Faktor yang mempengaruhi kemampuan


menyebar unguenta:

Viskositas
Ukuran partikel
Homogenitas
Jenis basis

7. Tujuan uji-uji unguenta:


Uji daya sebar :
untuk mengetahui seberapa luas sebaran unguenta yang
dibuat. Semakin besar daya sebar, semakin bagus
sediaan unguenta yang dibuat. Karena dengan adanya
daya sebar tingi, sediaan dapat mencakup daerah
aplikasi (simptom kulit) sehingga zat aktif dapat tersebar
secara merata.
Uji daya lekat :
untuk mengetahui seberapa kuat unguenta dapat
melekat pada daerah aplikasi ( kulit ). Daya lekat
ditinjau dari lama waktu unguenta melekatkan 2 lapis
kaca obyek.
Uji kemampuan proteksi :
untuk mengetahui seberapa kuat unguenta menjaga
kestabilan.
Uji disolusi :

PEMAHAMAN MATERI 2
1. Dalam percobaan pelepasan obat
dan sediaan unguenta diperlukan
membran porus karena membran
porus adalah membran yang daya
serapnya
menyerupai
membran
pada
kulit
manusia.
Sehingga
diharapkan membran porus dapat
merepresantikan membran pada
kulit manusia.

2. Faktor yang mempengaruhi kecepatan


pelepasan obat dari basis unguenta kedalam
medium adalah :

kelarutan dari bahan obat


terhadap bahan pembawa
waktu difusi
viskositas basis/ campuran
faktor biologis

(afinitas

obat)

3. Uji disolusi secara in vitro belum mewakili


pelepasan obat secara nyata dari unguenta
ke kulit karena belum terdapat teknik
hidrologis penggunaan, analisis jaringan dan
cairan tubuh serta pembawa respon biologis