Anda di halaman 1dari 41

Gigi Palsuku Seperti Gigi

Asli Setelah Dipasang


Tutor : drg. Tri Nurrahman

Oleh :
Kelompok 2

Kelompok 2
1. Nina Audina

7. Wulandari

2. Aserina Julianti D

8. Rina Fitriana

3. Luthfie Haq

9. Laila Fitri

4. Yusfa Ainah

10.Devita Putri Diarasari

5. Marina Arum Syahadati

11.Asti Widya Ramadani

6. Muhammad Hernandi Y

12.Fifi Dwidhanti

Skenario 2
Gigi palsuku seperti gigi asli setelah dipasang

Seorang pasien perempuan umur 28 tahun dating ke klinik gigi dengan


keluhan rasa tidak nyaman saat makan karena gigi belakang bawah
hilang. Pemeriksaan intra oral gigi 45 hilang. Dokter gigi membuatkan
gigi tiruan cekat yang terbuat dari porcelain fused to metal untuk
menggantikan gigi yang hilang. Tahapan perawatan diawali dengan gigi
44 dan 46 dipreparasi, dicetak, hasil cetakan diisi dengan gips dan
menjadi model kerja,model ni kemudian dikirim ke laboratorium gigi.
Seminggu kemudian gigi tirun cekat selesai da siap untuk dinsersikan.
Gigi tiruan cekat dicobakan terlebih dahulu ke pasien dan disiapkan
semen untuk melekatkan gigi tiruan cekat ke gigi penyangga. Dokter gigi
mengaplikasikan semen dedngan mmpertimbangkan syarat-syarat
penggunaan, kelebihan serta kekurangannya.

Analisis Masalah
1. Apa saja semen yang digunakan pada skenario?
2. Apa saja syarat pemilihan semen?
3. Apa kekurangan dan kelebihan dari semen tersebut?
4. Bagaimana mekanisme perlekatan semen?
5. Apa saja komposisi bahan porselen fused to metal?
6. Bagaimana prosedur sementasi?
7. Apa indikasi dan kontraindikasi porselen fused to metal?
8. Apa saja jenis-jenis semen untuk gigi tiruan cekat?
9. Apa saja macam-macam gips?
10.Apa jenis semen sama yang digunakan pada porselen fused to metal?
11.Bagaimana prosedur seblum dikirm ke laboratorium?

1. Resin Modified Glass inonomer cement, zinc poliycarboklisat, GIC


2. Tidak mengiritasi, biokompatibel, tidak toksik
3. Sasaran Belajar
4. Secara mekanik, secara kimia
5. Sasaran Belajar
6. Sasaran Belajar
7. Indikasi restorasi dengan estetik dan dibutuhkan untuk daya beban yang berat
8. GIC
9. Gips memiliki 5 tipe : Impression Plaster (tipe I), Model Plaster (Tipe II), Dental Stone (Tipe III),
Dental Stone High Strenght (Tipe IV), dan Dental Stone High Strenght High Expansion (Tipe V)
10.Sasaran Belajar
11.Membuat Model Kerja dan dikirim ke lab

Problem Tree
Pasien datang
umur 28 tahun
hilang gigi 45

Komposisi

GTC

Semen

Jenis - jenis
+/-

Sifat

Manipulasi

Definisi Semen Kedokteran Gigi


Semen kedokteran gigi adalah campuran powder dan liquid yang merupakan
reaksi kimia antara asam dan basa. Powder yang bersifat basa dan liquid
yang bersifat asam membentuk konsistensi berupa pasta kental yang
kemudian akan mengeras menjadi massa yang padat. (Annusavice, 2003)
Semen Lutting adalah suatu bahan yang digunakan untuk mengisi celah atau
menyemen 2 komponen menjadi satu. Celah antara 2 komponen dapat
terjadi jika 2 permukaan relatif datar dipertemukan. Misalnya suatu protesa
cekat yang menjadi jalan masuk untuk saliva dan bakteri sehingga semen
digunakan untuk mengisi celah tersebut sampai menutup. Semen akan
membentuk ikatan adhesi dengan gigi dan protesa (Annusavice, 2003)

Syarat Semen Kedokteran Gigi


Bersifat non toksik serta non iritasi pulpa dari jaringan lainnya.
Tidak larut dalam saliva dan cairan lain yang dimasukkan ke dalam
mulut.
Sifat-sifat mekanis harus memenuhi persayaratan untuk tujuan
penggunaan bahan tersebut, misalnya semen untuk cavity lining
haruslah menghadulkan kekuatan yang cukup dalam waktu cepat untuk
memungkinkan bahan tambal dimasukkan ke dalam kavitas.
Perlindungan jaringan pulpa terhadap pengaruh bahan restorasi lainnya.
Sifat-sifat optis, untuk penyemenan suatu restorasi yang translusen.
Sifat-sifat optis bahan semen haruslah menyerupai sifat optis jaringan
gigi.

Bersifat merekat terhadap enamel dan dentin, tahan


terhadap alloy emas, porselen dan akrilik tetapi tidak
terhadap instrument/alat-alat.
Bersifat bakteriostatis.
Tidak merusak pulpa.
Sifat-sifat rheologi : adonan semen haruslah mempunyai
viskositas rendah sehingga bisa didapatkan lapisan semen
yang tipis dan waktu kerja yang cukup pada suhu mulut
untuk memungkinkan pemasangan bahan restorasi.
(Combe, 1992)

Klasifikasi Semen Kedokteran Gigi


Water Based Cement

1.

GIC

2.

Resin Modified
GIC

3.

Zinc
Polycarboksilat
semen

4.

Zinc phospate

Oil Based Cement

1.Zinc Oxide
Eugenol

Resin Based Product


1. Estetik resin based
cement
2. Adhesive resin based
cement
3. Self adhesive resin
cement
4. Temporary Resin cement
5. Compomet Cement

1. Glass Ionomer Cement


Komposisi :

Powder:

Liquid:
(Aryono,2011)

Kelebihan
1. Biokompatibilitas
2. Estetik
3. Kekuatan kompresi tinggi
4. Bersifat adhesi
5. Tidak iritan
6. Mengandung fluor
7. translusen
. Kekurangan
1. Tdk dapat menahan tekanan kunyah besar
2. Tdk tahan terhadap keausan
3. Kekerasan kurang baik
4. Rapuh dan sensitiv terhadap air pada saat pengerasan
5. Dapat larut dalam air dan asam
(Wassell. R,2002)

GIC
Indikasi :
1. Gigi tiruan tetap konvensional dengan pasien yg memiliki tingkat karies tinggi, atau OH
kurang

(Wassell. R,2002)
. Kontraindikasi :

Sifat :
Sifat fisik : cendrung lebih tahan asam dan juga lebih rentan terhadap keausan.
. Sifat biologi : mempunyai sifat antikaries, relative biokompatibel.

Manipulasi GIC
Powder dan liquid dikeluarkan dengan jumlah yang tepat pada paper pad
Bubuk dibagi menjadi 2 bagian dan salh satu bagian dicampur dengan liquid
Manipulasi dilakukan dengan gerakan melipat searah. Hal ini dikarenakan bentuk
molekul GIC yang kotak dan hanya bisa tercampur dengan cara melipat
Sisa powder ditambahkan dan total waktu yang digunakan untuk mencampur adalah
30-40 detik, dengan setting time (initial setting) 4 menit
Setelah restorasi ditempatkan dan diukur konturnya dengan benar, permukaan harus
dilindungi dari kontaminasi saliva dengan menggunakan varnish
Kelengkapan dan finishing akan selesai setelah 24 jam (final setting)
(Craigh et al, 2003)

2. Resin Modified GIC (Hybrid Cement) / RMGIC


Komposisi :
Powder : berupa bahan yang dikeraskan dengan sinar mengandung
kaca yang dapat melepaskan ion-ion dan inisiator untuk pengerasan.
Liquid : Mengandung air, asam poliakrilat, asam poliakrilat dengan
gugus karboksilik yang dimodifikasi dengan monomer metakrilat dan
hidroksietilmetakrilat.

Resin Modified GIC


Sifat :
Sifat fisik : bahan ini melepaskan F dalam jumlah yang sebanding
dengan semen ionomer kaca konvensional.
Kekuatan tariknya tinggi.
Adhesi dengan struktur gigi dan bahan tambalan lain.
Kebocoran mikro lebih banyak.
Dapat menyerap air.

Resin Modified GIC


Kelebihan
1. lebih kuat dari GIC
2. Kekuatan ikat yang kuat > cocok untuk preparasi non retenti

Resin Modified GIC


Indikasi :
sementasi mahkota keramik zirkonia dan jembatan.
sementasi mahkota alloy dan jembatan ke struktur gigi
pembentuk inti restorasi dan bonding bracket ortodonti.
Self cured resin modified glass ionomer cement ditunjukkan untuk semen permanen
dari mahkota logam ceramic, bridges, inlat logam, onlay, dan crown, post cement, dan
lutting.

Kontra indikasi
Sementasi allceramik crown yang mempunyai kekuatan rendah > fraktur klinis

Resin Modified GIC


Manipulasi :

Ambi serbuk 1 sendok takar, letakkan di atas paper pad

Ukur cairan 1 tetes penuh

Aduk keseluruhan bahan dalam waktu 15 20 detik (totak waktu


pengadukkan 30 detik) hingga adonan menjadi kental,
permukaan halus dan mengkilap/glossy.

3. Semen Zinc Phospate


Komposisi : kandungan utama adalah zinc oxide. Gram metalik
digunakan untuk mengubah karakteristik kerja & sifat akhir
semen. Magnesium oksida biasanya ditambahkan utntuk
mengurangi proses pada saat proses kalsinasi. Silikon dioksida
merupakan filler inaktif pada bubuk semen. Bismuth trioksida
ditambahkan untuk menghasilkan campuran semen yang halus dan
juga untuk memperpanjang setting time.

Semen Zinc Phospate


Kelebihan :
1. Insolator panas yang baik
2. Daya larut relatif rendah di dalam air
3. Compressive strength yang tinggi
. Kekurangan :
1. Keasamanan semen cukup tinggi
2. Iritatif terhadap pulpa.

Sifat - Sifat
1. Compresive Strength 104 Mpa dan tensile strength 5,5 Mpa
2. Modulus elastisitas 13 Gpa, sehingga cukup kaku
3. Daya larut semen seng fosfat di dalam air yang relatif lebih rendah
4. Pengerasan semen seng fosfat tidak melibatkan reaksi apapun dengan
jaringan keras di sekitarnya
5. Asam fosfat dalam cairan semen seng fosfat memiliki nilai keasaman yang
tinggi

Manipulasi
1. Penentuan resio P/L sesuai dgn kosnsistensi yg diinginkan
2. Menggunakan mixing lab yg dingin
3. Bbubuk harus dibagi menjadi beberapa bagan kecil pengadukan
dengan posisi sedikit mencampurkan bubuk kecairan dgn
spatulasi yg tepat. Area pengadukan harus cukup luas
4. Protesa harus diletakan segera mungkin sebelum pembentukan
matriks terjadi dan ditahan dgn tekanan sampai air setting.
Isolasi tetap dilakukan untuk menjaga daerah tetap kering
5. Semen yg berlebih dibuang setelah setting. Disarankan untuk
mengaplikasikan varnish untuk memberikan waktu agar semen
matang dan mencegah semen larut karena cairan mulut

4. Semen Zinc Oxyde Eugenol


Komposisi : Komposisi utama bubuk semen ini adalah zink oksida.
White rosin ditambah untuk mengurangi kerapuhan semen yang
telah set. Zinc stearate ditambahkan sebagai plasticizer, dan zink
asetat untuk meningkatkan kekuatan semen. Eugenol dan olive oil
merupakan cairan semen ini yang berfungsi sebagai plasticizer.
Semen zinc oxide non-eugenol biasanya mengandung suatu
aromatic oil dan zinc oxide. Dapat juga dilakukan penambahan
bahan lain seperti olive oil, oleic acid dan beeswax.

Tipe ZnOE menurut ADA no.30


Tipe I, semen luting ZOE sementara
Kekuatan semen sementara harus cukup rendah untuk memudahkan penyingkiran restorasi tanpa menyebabkan
trauma pada gigi dan merudak restorasi.
Tipe II, semen luting ZOE jangka panjang/ tetap
Sebagian besar semen komersial dibuat berdasarkan dua sistem untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan
terhadap abrasi. Sistem pertama menggantikan cairan eugenol dengan asam orthoethoxybenzoic (EBA), dan
penambahan alumina dibubuknya. Sistem kedua terdiri dari bubuk yang mengandung fine partikel polimer dan
partikel zink oksida yang telah mendapatkan perlakuan permukaan dengan asam karboksilik, dengan eugenol
sebagai cairannya. Aplikasi yang baik dari semen ini untuk luting jangka pendek atau menengah mahkota dan gigi
tiruan cekat pada akrilik sementara.
Tipe III, Bahan restorasi sementara/ isolasi termis
Tipe IV, cavity liners

Semen Zinc Oxyde Eugenol


Kelebihan:
1. Mempunyai working time yang cukup
2. Daya antibakteri
3. Memberikan perlindungan pulpa
4. Menimalkan kebocoran mikro
. Kekurangan :
1. Adanya kandungan eugenol yang beresiko alergi
2. Kekuatan yang kurang
3. Kurang tahan terhadap abrasi
4. Mudah larut dalam cairan mulut

Semen Zinc Oxyde Eugenol


Indikasi :
1. Luting mahkota sementara
2. Semen sementara restorasi logam mahkota jembatan
3. Restorasi sementara
4. Endodontik sealer

Manipulasi Semen Zinc Oxyde Eugenol


Semen ini dicampur dengan cara menambahkan sejumlah puder
ke dalam cairan hingga diperoleh konsistensi yang kental.
Perbandingan jumlah puder dan liquidnya berkisar 4 : 1 atau 6 : 1
akan menghasilkan semen dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan
agar didapat adonan berbentuk dempul. Pencampuran dapat
dilakukan pada glass slab tipis dan menggunakan spatula logam yang
tahan karat.

5. Semen Zinc Polycarboxylate


Komposisi : terdiri dari cairan dan bubuk. Cairan adalah larutan air
dari asam poliakrilat/kopolimer dari asm akrilik dgn asam
karboksilat yg tidak jenuh. Bubuknya mengandung oksida seng dgn
sejumlah oksida magnesium. Oksida-oksida lainnya misalnya
bismuth dan aluminium juga dapat ditambahkan. Bubuk ini juga
mengandung sejumlah kecil stanous fluorida.

Semen Zinc Polycarboxylate


Kelebihan
1. Tdk mengiritasi pulpa
2. Melekat baik pada struktur gigi
3. Tidak mudah lepas
4. Insulatir panas yang baik
. Kekurangan
1. Waktu kerja pendek
2. Disintegrasi tinggi
3. Tdk melekat baik pada logam mulia

Sifat Semen Zinc Polycarboxylate


1. Pengaruh iritasi yang sangat kecil terhadap pulpa
2. Sifat kimianya, semen ini mudah larut dari bahan zinc phospate
3. Insulator panas yang baik
4. Hampir sama kuat dengan semen zinc phospate dalam segi kompresi dan lebih kuat dari
zinc phospate dalamsegi tension
. Sifat mekanis.
. Compressive strength dari semen polikarboksilat adalah sekitar 55 MPa (40-70 MPa), relatif
lebih rendah daripada semen Zink Fosfat. Namun kekuatan tarik sedikit lebih tinggi. Semen
polikarboksilat tidak sekaku semen zink fosfat. 5,14,15
. Daya larut.
Daya larut semen di dalam air memang rendah, tetapi jika terpajan asam organic dengan pH
4,5 atau kurang, daya larutnya meningkat sangat besar. Selain itu penurunan rasio bubukcairan akan meningkatkan daya larut dan kecepatan disintegrasi secara nyata di dalam
rongga mulut.5

Manipulasi Semen Zinc Polycarboxylate :


Rasio bubuk : cairan umumnya rasionya adalah 1,5 bagian bubuk dengan 1 bagian cairan menurut
beratnya.
Semen ini harus dicampur pada permukaan yang tidak menyerap cairan, misalnya alas aduk dari
kaca, temperature dingin dapat memperpanjang waktu kerja tapi yang didinginkan hanya bubuk
semennya.
Cairan tidak boleh dikeluarkan dulu sebelum pengadukan siap, karena cairan akan cepat
kehilangan kandungan airnya di udara terbuka. Hilangnya air dari cairan akan sangat meningkatkan
kekentalannya
Bubuk dicampurkan dengan cepat ke dalam cairan. Setelah pengadukan selama 30 detik semen
akan mengental. Semen jangan diaduk terlalu lama atau dibiarkan lebih lama diatas alat aduk
karena permukaan semen akan menjadi buram dan adukan menjadi lengket.
Agar terjadi ikatan yang baik antara semen dengan struktur gigi maka semen harus segera
ditempatkan pada gigi sebelum tampilannya yang mengkilat hilang. (Phillips,2003)

6. Semen Silikat
Komposisi :
Powder : Bubuk semenya adalah kaca yang terdiri dari silica (SiO2); alumina
(Al2O3); senyawa flourida, seperti NaF, dan Na3AlF6; dan beberapa garam
kalsium, seperti Ca(H2PO4)H2O dan CaO. Bahan-bahan ini dipanaskan sampai
suhu 1400C sampai terbentuk kaca. Tujuan senyawa flourida adalah untuk
menrunkan temperature pencampuran dari kaca.
Cairan : Cairannya adalah larutan dari asam fosfor dengan garam-garam dapur.
Ketika bubuk dan cairan dicampur , permukaan partikel bubuk terpajan asam,
dan melepaskan ion-ion Ca2+, Al3+, dan F-. ion-ion logam berpresipitasi sebagai
fosfat yang membentuk matriks semen dengan sisipan garam-garam fluoride.

Semen Silikat
Kelebihan :
1. Estetis sangat baik dan dapat menyamai warna gigi
2. Mengandung flouride
. Kekurangan :
1. Dapat mengalami staining bila permukaan telah menjadi kasar

Sifat
1. Warnanya sesuai dengan warna gigi dan cocok digunakan untuk
restorasi gigi anterior
2. Tensile strength kurang baik
3. Daya larut semen di dalam air memang rendah namun mudah
larut terhadap asam yang terdapat dalam plak yang melekat di
atasnya
4. Terikat secara kimiawi dengan struktur gigi karena adanya
flouride

7. Semen Silikofosfat
Bubuk : aluminosilicate glass, seng oksida, dan magnesium oksida
Cair : asam fosfat, air, seng dan aluminium salt.

Manipulasi :
- manual :
Bubuk : cairan = 2,2 : 1
Menggunakan glass lab dan spatula plastik
Pengadukan dengan teknik memutar selama 1 menit dengan mencampur bubuk dan cairan sedikit
demi sedikit
- mekanis :
Menggunakan amalgamator, keuntungannya :
Mengurangi kemungkinan terkontaminasi
Perbandingan bubuk dan cairan lebih akurat
Lebih cepat dari manual

Indikasi :
Tambalan sementara
Sementasi fixed restoration
Kontra indikasi :
Pada kasus gangren pulpa

ALL
METAL

PFM
Crown & Bridges

Preparasi
dengan
bentuk yang
retentif

CONVENTIONAL LUTTING
Zinc Phospate
GIC

Preparasi
Non
retentif

Resin Modified GIC


Resin Cement

Porcelain Fused to Metal


Restorasi porcelain fused to metal memiliki kelebihan yaitu estetik yang
baik, tahan terhadap kekuatan fungsional, biokompatibel dan kerapatan
marginal yang baik, tidak mengalami penyusutan.
Indikasi :

Kontraindikasi :

untuk estetis, menutup mahkota


secara penuh,

pasien dengan karies yang aktif

karies yang luas gigi yang


memerlukan kekuatan dan retensi
yang besar
memperbaiki malposisi gigi
gigi fraktur

penyakit
dirawat

periodontal

yang

tidak

ruang pulpa yang masih besar


gigi dengan kontak oklusi yang besar
pasien dengan kebiasaan bruximsm
dan clenching

(Mona Deli, Sukartini Endang. 2013)

Daftar Pustaka
Anusavice, Kenneth J. 2003. Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi. Jakarta : EGC.
Combe, EC. 1992. Sari Dental Material. Penerjemah: Slamat Tarigan. Jakarta :
Balai Pustaka.
Deli Mona, Endang Sukartini. Restorasi pasak fiber dan porcelain fused to metal
pada fraktur gigi insisif rahang atas pasca perawatan endodontik. Andalas Dental
Journal. 2013.
Phillips, W. Ralph. 2003. Science Of Dental Materias. Philadelphia USA : W.B
Saunders Company.
Aryono, Alif Chandra. 2011. Skripsi. Semen Dalam Bidang Kedokteran Gigi. Bagian
Konservasi FKG Universitas Jember.
Craigh, Robert., John M Powers. Dental materials : properties and manipulation.
2003