Anda di halaman 1dari 15

KEPENTINGAN DAN MANFAAT

PSIKOLOGI AGAMA

Dosen Pengampu:
Drs. H. Alfian Khairani, M.Pd.I
Hamdan Juwaeni, S.Psi, M.Pd

LOGO

TUJUAN UMUM MEMPELAJARI


PSIKOLOGI AGAMA
Untuk menemukan fakta-fakta dan prinsip-prinsip tentang
Tingkah laku manusia
Untuk memahami diri kita sendiri

Agar seseorang dapat menilai dirinya sendiri

Untuk memahami kehidupan jiwa orang lain

Untuk mengetahui apa sajakah yang mendorong manusia


mengalami perubahan / konversi agama
Dapat dipakai sebagai bekal untuk memeriksa tingkah
laku normal

TIGA KEPENTINGAN MEMPELAJARI


PSIKOLOGI AGAMA

Kepentingan ilmiah

Kepentingan
praktis

Kepentingan
Normatif

(teoritis) yaitu dengan


lahirnya Psikologi Agama
dapat menamoung
aspirasi atau hasil
berbagai penelitian
tentang kelakuan
keagamaan ditinjau dari
aspek psikologi

(yang langsung
menyangkut kehidupan
sehari-hari), teori-teori
Psikologi Agama itu perlu
diterapkan untuk mencari
landasan yang berfaedah
bagi pemecahan masalah
khusunya dalam realisasi
tingkah laku religius

Psikologi Agama diharapkan


mampu memandang secara
obyektif terhadap realitas
tingkah laku keagamaan
secara wajar, proporsional,
apa adanya, sehingga
hitroginitas, keanekaragaman
mewujudkan kehidupan yang
toleran, rukun, atas dasar
saling pengertian dan saling
menghargai sesama umat
beragama.

MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI AGAMA


Dengan Psikologi Agama dapat diketahui perilaku
keagamaan yang dilakukan seseorang tidak
semuanya bertitik tolak dari rasa imannya kepada
Tuhan
(Teologis),
tetapi
selain
itu
ada
kemungkinan didorong oleh adanya motif-motif
tertentu, sehingga agama dalam hal ini cuman
bersifat fungsional (psikologis)
Dengan Psikologi Agama, dapat diketahui adanya
kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan
dalam kelakuan keagamaan yang disebabkan
oleh faktor dari dalam yaitu kondisi fisik maupun
psikisnya seseorang dan faktor dari luar karena
situasi lingkungan sekitranya.

RINCIAN MANFAATPSIKOLOGI
AGAMA SECARA KHUSUS
MANFAAT PSIKOLOGI AGAMA BAGI PENDIDIK
Menumbuhkan sikap positif anak didik terhadap agama yang
dianutnya.
Dalam menumbuh kembangkan sikap keagamaan anak didik
ini ada beberapa faktor yang mesti dipahami, yaitu :
1) Jiwa/pribadi
anak
satu
sama
lain
berbeda-beda
keadaannya,
pertumbuhannya/perkembangannya
serta
wataknya, yang semuanya itu perlu bimbingan yang tepat
dari guru
2) Kepribadian guru sendiri merupakan alat yang sangat tajam
bagi pelaksanaan pendidikan anak dalam sekolah, sehingga
kepribadian guru sendiri menjadi ciri dari keberhasilannya ;
3) Ilmu pengetahuan yang harus dimiliki dan dikuasai dengan
baik oleh guru.

Dengan Psikologi Agama, dapat diketahui bahwa


perilaku keagamaan sebagian didorong oleh adanya
motif, sehingga dengan demikian mungkin satu
macam kelakuan keagamaan diakibatkan atau lahir
dari berbagai macam motif, atau sebaliknya dari motif
yang sama muncul kelakuan keagamaan yang tidak
sama (bermacam-macam)
Dengan menyadari adanya berbagai macam motif
dalam kelakuan keagamaan, maka hal tersebut sangat
penting
sekali
artinya
dalam
membina
dan
membimbing rasa keagamaan, sesuai dengan ajaran
agama yang sebenarnya, kemudian bisa mencari jalan
atau cara-cara yang lebih sesuai dengan orang yang
dihadapi tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan dalam kehidpan beragama maupun dalam
kehidupan sosial masyarakat

MENUMBUHKAN KETERAMPILAN
BERAGAMA
Keterampilan-keterampilan yang dilatihkan,
ditumbuhkan oleh guru agama itu bertujuan
agar anak :
1) sanggup hidup bersama dengan orang
lain dan mampu menyelesaikan masalah
pribadinya
2) memperoleh kebahagiaan hidup pribadi
3) serasi antara cita-cita hidup di dunia
dengan kebahagiaan di akhirat.

MENANAMKAN PENGETAHUAN AGAMA


Ciri dan tingkatan pengetahuan itu bermacam-macam
menurut S. Bloom yaitu :
(1) penambahan pengetahuan (knowledge)
(2) pemahaman (comprehension)
(3) penerapan
(application)
yaitu
kemampuan
menggunakan teori, prinsip
(4) analisis (analize) misalnya menganalisis masalah
yang
rumit
dengan
membaginya
menjadi
beberapa bagian kecil untuk dikaji satu persatu
(5) Sintesis
(synthese)
yaitu
menggabungkan
beberapa bagian kedalam satu wadah/bentuk baru
(6) evaluasi, yaitu kemampuan untuk menentukan
kriteria.

SYARAT MENANAMKAN PENGETAHUAN AGAMA

1. Pengetahuan itu harus sesuai dengan


kesanggupan murid
2. Pengetahuan itu harus bersifat dasar
3. Dapat digunakan secara praktis

KEGUNAAN PSIKOLOGI AGAMA BAGI ORANG TUA

Orang Tua Sebagai Tokoh Teladan


1.Orang tua adalah sosok manusia yang pertama
dikenal oleh anak
2.Anak memandang orang tuanya serba sempurna
karena
refleksi
dari
kekuatan,
kekuasaan,
kebijaksanaan
keadilan,
ketabahan,
kesabaran,
kejujuran, dll dari orang tuanya
3.Fungsi dan peran orang tua sebagai tokoh teladan
telah diakui dalam pendidikan Islam
4.Agama dan keyakinan seorang anak dinilai sangat
tergantung pola keberagamaan orang tuanya
5.Anak melaksanakan tuntutan Tuhan/Agama melalui
teladan orang tua, bukan dengan perintah

Orangtua Sebagai Pembimbing


Hubungan anak dengan orang tua didasarkan atas pengajaran, yang
bertujuan
1. Agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
2. Agar anak dapat menghindari konflik dalam hidupnya

Manfaat Psikologi Agama Bagi Orang tua


3. Menyadarkan orang tua akan perannya sebagai pembimbing dari
putera-puterinya
4. Menyadarkan orang tua akan keterbatasan anak-anaknya
5. Memberikan pengertian pada orang tua agar menjaga jangan sampai
timbul anggapan dari pihak anakanak bahwa hukuman yang
diberikan akan mengurangi kasih sayang
6. Menyadarkan orang tua bahwa anak mengenal Tuhan/Agama melalui
bimbingannya
7. Upaya membimbing pengenalan kepada Tuhan/Agama dilakukan
dengan penuh kasih sayang

KEGUNAAN PSIKOLOGI AGAMA BAGI


JURU DAKWAH / DAI / MUBALIGH
Seorang Juru dakwah harus mengetahui jenis dan
kualitas mental agama yang ada dalam pribadi dan
masyarakat beragama.
Dapat mencarikan materi dakwah, metode dan
peralatan serta tempat yang sesuai bagi sasaran
dakwah atau misi agamanya.
Secara pribadi; hal ini penting untuk mengenal
dirinya, memperbaikinya serta memahami dengan
benar dan baik harapan masyarakat terhadapnya
agar jadi panutan / teladan, agar tidak ditinggalkan
oleh massanya, agar tidak mudah ditunggangi oleh
anasir non-agama dan aliran serta gerakan
keagamaan yang bermasalah karena sosok ulama
yang ketokohan dan kharismatik sudah mulai
memudar di mata masyarakat/umat.

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan rubuhnya


wibawa ulama dalam pandangan masyarakat:
1) Ulama sekarang sering menampilkan sesuatu
yang lain di bibirnya dan lain pula di hatinya
2) Ulama sekarang jika dibujuk sedikit atau
sebaliknya diancam sedikit, cepat menghalalkan
yang haram / mengharamkan yang halal
3) Ulama
sekarang
sering
terlambat
dalam
melayangkan analisis nilai dan norma agama
terhadap perkembangan teknologi baru

KEGUNAAN PSIKOLOGI AGAMA BAGI :


Politisi, Negarawan, Petugas keamanan : agar tahu menciptakan
suasana keagamaan yang santun terhadap masyarakat, supaya mereka
dapat berkomunikasi dengan baik dan sejuk terhadap masyarakat.
Pembimbing dan penyuluh : agar dapat membimbing klien dalam
mempelajari, memilih serta mengenalkan ajaran agama yang mereka
yakini dan menentramkan jiwanya.
Ahli psikoterapi : supaya menyembuhkan pasien melalui penggunaan
pemahaman atas nilai ajaran agama yang mereka yakini tanpa intervensi
dan benturan.
Intinya psikologi agama berguna bagi setiap orang / instansi / serta berbagai
lapangan kehidupan dan pekerjaan yang banyak menggunakan tenaga
manusia. Karena setiap kebudayaan meletakkan nilai agama sebagai nilai
tertinggi dalam kehidupan.

Thank You !

LOGO