Anda di halaman 1dari 35

Pengertian Psikologi

Pengertian Secara Harfiah


Psikologi secara harfiah berasal dari kata Psyche = jiwa
dan logos = ilmu. Dalam mitos orang Yunani Kuno
disebutkan bahwa Psyche adalah seorang gadis cantik
bersayap seperti sayap kupu-kupu. Jiwa digambarkan
mereka
berupa
seorang
gadis,
dan
kupu-kupu
merupakan
simbol
keabadian.
Psikologi
dapat
diterjemahkan menjadi Ilmu Jiwa. Tetapi di Indonesia para
ahli lebih suka menggunakan istilah psikologi, karena
(1)Jiwa sering dihubungkan dengan masalah mistik,
kebatinan dan kerohanian,
(2)Objek utama psikologi bukanlah jiwa, karena jiwa tidak
bisa dipelajari secara ilmiah

2. Pengertian secara Istilah


a. Menurut Verbeek
Psikologi adalah ilmu yang menyelidiki penghayatan dan
perbuatan manusia ditinjau fungsinya bagi subjek
b. Bimo Walgito
Psikologi merupakan suatu ilmu yang menyelidiki serta
mempelajari tentang tingkah laku serta aktivitas-aktivitas, dimana
tingkah laku serta aktivitas itu sebagai manifestasi hidup kejiwaan.
Walaupun banyak definisi tentang Psikologi tetapi belum ada
definisi yang sempurna, namun pada dasarnya para ahli
menyetujui bahwa psikologi adalah Ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan
lingkungannya.

PENGERTIAN AGAMA
1. Pengertian Secara Harfiah
Agama juga memiliki ragam pengertian dan
definisi,
pada
umumnya
masyarakat
di
Indonesia selain mengenal kata agama dikenal
pula kata Din dari bahasa Arab yang sama
artinya dengan istilah Religie (Belanda) atau
kata Religion (Inggris).
Menurut Harun Nasution (1979) agama berasal
dari kata; al Din, religi dan agama. Al-Din dalam
bahasa Semit berarti undang-undang atau
hukum. Kemudian dalam bahasa Arab , kata Din
mengandung makna menguasai, menundukan,
patuh, utang , balasan, kebiasaan

2. Pengertian Secara Istilah


a. Menurut Harun Nasution
Secara definisi agama dapat diartikan sebagai berikut;
1) Pengakuan terhadap adanya hubungan manusia dengan kekuatan
ghaib yang harus dipatuhi
2) Pengakuan terhadap adanya kekuatan ghaib yang menguasai
manusia
3) Mengikat diri pada suatu bentuk hidup yang mengandung
pengakuan pada sumber yang berada diluar diri manusia dan
yang mempengaruhi perbuatan-perbuatan manusia.
4) Kepercayaan pada suatu kekuataan gaib yang menimbulkan cara
hidup tertentu
5) Suatu sistem tingkah laku (code of conduct) yang berasal dari
sesuatu kekuatan gaib
6) Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan
lemah dan perasaan takut terhadap kekuatan misterius yang
terdapat dalam alam sekitar manusia
7) Ajaran ajaran yang diwahyukan kepada manusia melalui seorang
rasul ( Harun Nasution, 1987)

b. Menurut Abdul Aziz Ahyadi (1987)


Agama adalah penglaman dunia seseorang tentang
Ketuhanan disertai keimanan dan peribadatan untuk
mencapai kebahagiaan dunia.
Berdasarkan pengertian Psikologi dan agama diatas
dirumuskanlah pengertian Psikologi Agama sebagai berikut:
1. Menurut Zakiah Daradjat, Psikologi Agama adalah
meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku
orang, atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang,
karena cara seorang berpikir, bersikap, bertingkah laku,
tidak dapat dipisahkan dari keyakinanya, karena keyakinan
itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.
2.
Menurut Jalaludin, Psikologi agama adalah salah satu
cabang psikologi yang meneliti dan mempelajari tingkah
laku manusia dalam hubungan dan keyakinan terhadap
agama yang dianutnya, serta dalam kaitannya dengan
perkembangan
usia
masing-masing.
Upaya
untuk
mempelajari tingkah laku keagamaan tersebut dilakukan
melalui pendekatan Psikologi.
3.
Burhanudin dan Mulyono, Psikologi Agama adalah

OBJEK PSIKOLOGI AGAMA


1. Menurut Dzakiah Daradjat
(1)Kesadaran
Agama
(
religius
counsciousness) yaitu bagian yang
hadir (terasa) dalam pikiran dan
dapat diuji melalui instropeksi.
(2)Pengalaman
Agama
(Religious
Experience), yaitu unsur perasaan
yang membawa kepada keyakinan
yang
dihasilkan
oleh
tindakan
(amaliah)

Psikologi agama tidak berwenang :


Meneliti kebenaran dasar-dasar dan pokokpokok keyakinan suatu agama. Psikologi
Agama hanya terbatas meneliti bagaimana
pengaruh perasaan dan pengalaman orangorang yang beriman terhadap Tuhan itu dalam
kehidupannya.
Meneliti tentang pengertian akhirat, karena
setiap agama akan memberikan batasan. Yang
dapat diteliti dan dianalisis adalah pengaruh
kepercayaan akan adanya hidup sesudah mati
(akhirat) terhadap sikap dan tingkah laku
orang yang mempercayainya dalam kehidupan
sehari-hari.

Meneliti pengertian surga dan neraka, serta


hubungannya dengan dosa dan pahala. Yang
dapat diteliti itu adalah kesadaran dan
perasaan orang terhadap hal-hal tersebut
yang membawa pengaruh terhadap sikap
dan tingkah lakunya dalam kehidupan ini
Psikologi agama tidak mungkin meneliti
kebenaran kitab suci setiap agama. Yang
dapat diteliti adalah pengaruh ayat-ayat
yang terdapat dalam kitab suci terhadap
orang yang mempercayainya dan kelegaan
batin yang terjadi setelah membaca atau
mendengar atau mengamalkan ayat-ayat
suci tersebut.

2. Jalaluddin dan Ramayulis (1987)


Psikologi agama mempelajari dan meneliti :
1) Bagaimana
pengalaman
manusia
itu
dalam
hubungannya dengan Tuhannya.
2) Bagaimana sikap manusia atau sikap jiwanya terhadap
Tuhan
3) Bagaimana pula pengalamannya tentang dirinya sendiri
dalam mengarahkan diri kepada Tuhan
4) Bagaimana pandangannya tentang kehidupan nyata ini
dikala ia meninjaunya dari sudut hubungannya dengan
Tuhan
5) Bagaimana pula pandangannya tentang masalah suka
dan duka serta tentang kehidupan dan kematian
6) Intinya Psikologi Agama itu meneliti tentang apakah dan
bagaimanakah manusia itu dikala ia berhadapan dengan
sesuatu yang dianggapnya zat adikudrati/supernatural.

METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI AGAMA


Metode yang bersifat filosofis, ini bisa dilakukan
dengan;
1. Metode Intuitif : Yaitu penyelidikan yang
dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja
dalam pergaulan sehari-hari untuk mengetahui
keadaan
seseorang
melalui
kesan
yang
diperoleh dari orang tersebut.
2. Metode
Kontemplatif,
adalah
penyelidikan
dengan jalan merenungkan objek yang akan
diketahui dengan mempergunakan kemampuan
berpikir yang benar-benar obyektif, tidak
tercampur dengan pengaruh-pengaruh lainnya.
3. Metode yang bersifat filosofis religis, yaitu suatu
penyelidikan dengan mempergunakan materimateri agama tertera di dalam kiktab suci atau

Metode Empiris, yang dapat dibagi ke dalam tiga


bagian:
Metode
observasi
dengan
melalui
introspeksi/Retrospeksi dan Ekstrospeksi
Kesulitan metode Introspeksi
1. Sulit melakukan dua tugas secara bersamaan
(mengahayati dan mengingat kembali)
2. Faktor ingatan kadang-kadang menghambat,
karena bercampur aduk antara ingatan dan fantasi
3. Kesulitan melukiskan keadaan kejiwaan dengan
kata-kata
4. Kadang-kadang diragukan keobyektifannya sebab
ada perasaan malu atau segan dll, apabila
menyangkut kelemahan-kelamahan dirinya

KESULITAN METODE EKSTROSPEKSI


1. Simpulan yang kurang benar
2. Kadang-kadang
orang
yang
diobservasi kurang jujur, sehingga
menutupi hal-hal yang sebenarnya
dan bertingkah laku yang dibuatbuat
3. Observer kadang-kadang kurang jeli
dalam meneliti dan mengawasi
suatu
proses
yang
diselidiki,
sehingga
terjadi
kelengahan
kelengahan yang akan mengurangi
validitas data yg diperoleh

KEPENTINGAN DAN MANFAAT PSIKOLOGI


AGAMA
Tujuan umum mempelajari psikologi adalah:
1. Untuk menemukan fakta-fakta dan prinsipprinsip tentang tingkah laku manusia yang
dapat diketahui dengan baik
2. Untuk memahami diri kita sendiri
3. Agar seseorang dapat menilai dirinya
sendiri
4. Untuk memahami kehidupan jiwa orang lain
5. Dapat dipakai sebagai bekal untuk
memeriksa tingkah laku normal

TIGA KEPENTINGAN MEMPELAJARI PSIKOLOGI


AGAMA

1. Kepentingan ilmiah (teoritis) yaitu dengan lahirnya


Psikologi Agama dapat menamoung aspirasi atau
hasil
berbagai
penelitian
tentang
kelakuan
keagamaan ditinjau dari aspek psikologi
2. Kepentingan praktis (yang langsung menyangkut
kehidupan sehari-hari), teori-teori Psikologi Agama
itu perlu diterapkan untuk mencari landasan yang
berfaedah bagi pemecahan masalah khusunya dalam
realisasi tingkah laku religius
3. Kepentingan Normatif, mkasudnya bahwa Psikologi
Agama diharapkan mampu memandang secara
obyektif terhadap realitas tingkah laku keagamaan
secara wajar, proporsional, apa adanya, sehingga
hitroginitas,
keanekaragaman
mewujudkan
kehidupan yang toleran, rukun, atas dasar saling
pengertian dan saling menghargai sesama umat
beragama.

MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI


AGAMA

Dengan Psikologi Agama dapat diketahui kelakuan


keagamaan yang dilakukan seseorang tidak
semuanya bertitik tolak dari rasa imannya kepada
Tuhan
(Teologis),
tetapi
selain
itu
ada
kemungkinan didororng oleh adanya motif-motif
tertentu, sehingga agama dalam hal ini cuman
bersifat fungsional (psikologis)
Dengan Psikologi Agama, dapat diketahui
adanaya kemungkinan terjadinya perubahanperubahan dalam kelakuan keagamaan yang
disebabkan oleh faktor dari dalam yaitu kondisi
fisik maupun psikisnya seseorang dan faktor dari
luar karena situasi lingkungan sekitranya.

Dengan Psikologi Agama, dapat diketahui bahwa


kelakuan keagamaan sebagian didorong oleh adanya
motif, sehingga dengan demikian mungkin satu
macam kelakuan keagamaan diakibatkan atau lahir
dari berbagai macam motif, atau sebaliknya dari
motif yang sama muncul kelakuan keagamaan yang
tidak sama (bermacam-macam)
Dengan menyadari adanya berbagai macam motif
dalam kelakuan keagamaan, maka hal tersebut
sangat penting sekali artinya dalam membina dan
membimbing rasa keagamaan, sesuai dengan ajaran
agama yang sebenarnya, kemudian bisa mencari
jalan atau cara-cara yang lebih sesuai dengan orang
yang dihadapi tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan dalam kehidpan beragama maupun dalam
kehidupan sosial masyarakat

RINCIAN MANFAAT PSIKOLOGI AGAMA


Manfaat Psikologi agama bagi pendidik
Menumbuhkan sikap positif anak didik terhadap agama yang
dianutnya.
Dalam menumbuh kembangkan sikap keagamaan anak didik
ini ada beberapa faktor yang mesti dipahami, yaitu :
1) Jiwa/pribadi anak satu sama lain berbeda-beda keadaannya,
pertumbuhannya/perkembangannya serta wataknya, yang
semuanya itu mengahajtkan kepada bimbingan yang tepat
dari guru
2) Kepribadian guru sendiri merupakan alat yang sangat tajam
bagi pelaksanaan pendidikan anak dalam sekolah, sehingga
kepribadian guru sendiri menjadi ciri dari keberhasilannya ;
3) Ilmu pengetahuan yang harus dimiliki baik-baik oleh guru
(HM Arifin;1978)

MENUMBUHKAN KETERAMPILAN
BERAGAMA
Keterampilan-keterampilan
yang
dilatihkan, ditumbuhkan oleh guru
agama itu bertujuan agar anak : (1)
sanggup hidup bersama dengan
orang
lain
dan
mampu
menyelesaikan masalah pribadinya
(2) memperoleh kebahagiaan hidup
pribadi (3) serasi antara cita-cita
hidup di dunia dengan kebahagiaan
di akhirat.

MENANAMKAN PENGETAHUAN AGAMA


Ciri dan tingkatan itu bermacam-macam
menurut S. Bloom yaitu : (1) penambahan
pengetahuan (knowledge) (2) pemahaman
(comprehension) (3) penerapan (application)
yaitu kemampuan menggunakan teori, prinsip
(4) analisis (analize) misalnya menganalisis
masalah yang rumit dengan membaginya
menjadi beberapa bagian kecil untuk dikaji
satu persatu (5) Sintesis (synthese) yaitu
menggabungkan beberapa bagian kedalam
satu wadah/bentuk baru (6) evaluasi, yaitu
kemampuan untuk menentukan kriteria.

SYARAT MENANAMKAN PENGETAHUAN AGAMA

1. Pengetahuan itu harus sesuai


dengan kesanggupan murid
2. Pengetahuan itu harus bersifat
dasar
3. Dapat digunakan secara praktis

KEGUNAAN PSIKOLOGI AGAMA BAGI ORANG TUA


Orang tua sebagai tokoh teladan
1. Orang tua adalah sosok manusia yang pertama
dikenal oleh anak
2. Anak memandang orang tuanya serba sempurna
karena
refliksi
dari
kekuatan,
kekuasaan,
kebijaksanaan keadilan, ketabahan, kesabaran,
kejujuran dll dari orang tuanya
3. Fungsi dan peran orang tua sebagai tokoh teladan
telah diakui dalam pendidikan Islam
4. Agama dan keyakinan seorang anak dinilai sangat
tergantung pola keberagamaan orang tuanya
5. Anak melaksanakan tuntutan Tuhan/Agama melalui
teladan orang tua, bukan dengan perintah

Orangtua sebagai pembimbing


Hubungan anak dengan orang tua didasarkan atas pengajaran,
yang
bertujuan
1. Agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
2. Agar anak dapat menghindari konflik dalam hidupnya

Manfaat Psikologi Agama Bagi orang tua


3. Menyadarkan orang tua akan perannya sebagai pembimbing
dari putera-puterinya
4. Menyadarkan orang tua akan keterbatasan anak-anaknya
5. Memberikan pengertian pada orang tua agar menjaga jangan
sampai timbul anggapan dari pihak anak anak bahwa
hukuman yang diberikan akan mengurangi kasih sayang
6. Menyadarkan orang tua bahwa anak mengenal Tuhan/Agama
melalui bimbingannya
7. Upaya membimbing pengenalan kepada Tuhan/Agama
dilakukan dengan penuh kasih sayang

KEGUNAAN PSIKOLOGI AGAMA BAGI REMAJA


Usia
remaja
adalah
usia
mencari
dan
memantapkan identitas
Akibat kurangnya pengalaman dan belum
tercapainya kematangan berpikir, mereka belum
berhasil mencapai keseimbangan ideal.
Anak remaja jangan diberlakukan seperti anakanak dan jangan juga diberlakukan seperti orang
dewasa
Secara tegas manfaat Psikologi Agama bagi
remaja adalah memberikan pengertian bahwa
mereka perlu membina diri sendiri dalam rangka
memantapkan identitas, khususnya nilai-nilai
religius
guna
mengantisipasi
derasnya
gelombang sekulariasasi, budaya globalisasi yang
bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur agama,
dan norma sosial. Juga akan memudahkan

SUMBER KEJIWAAN AGAMA


1. Teori Monistik
a. Thomas Van Aquino= Kemampuan berfikir seseorang;
b. Fredrick Hegel= Pengetahuan yang sungguh-sungguh
benar dan tempat kebenaran yang abadi;
c. F. Schlei Macher= Rasa Ketergantungan yang Mutlak
(sense of Depend);
d. Rudolf Otto= Rasa ketergantungan terhadap sesuatu
yang lain daripada yang lain (The Wholly Others),
keadaan mental seperti itu disebut Otto sebagai
Numinous
e. Sigmund Freud= Libido Sexuil (Naluri seksual), dengan
proses: (1) Oedipoes Complex dan (2)Father Image/citra
bapak.

f. William Mac Dougall= Kumpulan dari


berbagai instink (menurut dia ada 14
instink), agama timbul dari dorongan
instink secara integral.
2. Teori Fakulty
a. Fungsi jiwa=(1) Cipta (Reason)
intelektual manusia, (2) Rasa
(Emotion) yg banyak berperan
membentuk motivasi dlm corak
tingkah laku; (3) Karsa
(Will),mendorong timbulnya

c. Zakiyah Daradjat= teori 6 kebutuhan: (1) Rasa


kasih sayang; (2) Rasa aman; (3) Rasa harga diri;
(4) Rasa bebas; (5) Rasa sukses; (6) Rasa ingin
tahu,mendorong manusia meneliti,menyelidiki;
d. W.H. Thomas= Teori The Four Wishesnya, yaitu
4 macam keinginan; (1) Keselamatan (Security);
(2) Mendapatkan penghargaan (Recognition); (3)
Ditanggapi (Response); dan (4) Pengetahuan dan
pengalaman baru (new experience).

3. TEORI FITRAH
Al-Quran S.Ar-Ruum : 30

Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada


agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada
perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus;
,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168]

[1168] Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia


diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu
agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama
tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak
beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh
lingkungan.

MAKNA FITRAH
1. Fitrah berarti suci (jasmani dan rohani),
2. Fitrah berarti Islam,
3. Fitrah berarti mengakui keesaan Allah Swt (tauhid);
4. Fitrah berarti murni (al ikhlas)
5. Fitrah berarti kondisi penciptaan manusia yang
cenderung menerima kebenaran;
6. Fitrah dalam arti potensi dasar manusia sebagai alat
untuk mengabdi dan marifatullah ;
7. Fitrah dalam arti ketetapan atau kejadian asal manusia
mengenai kebahagiaan dan kesesatannya;
8. Fitrah dalam arti tabiat alami manusia;
9. Fitrah dalam arti insting (gharizah) dan wahyu dari Allah

PERKEMBANGAN KEJIWAAN AGAMA


ANAK
Kohnstamm membagi Tahap
Perkembangan manusia 5 priode:
1. Umur 0-3 tahun priode vital atau
menyusui;
2. Umur 3-6 tahun priode estetis atau
masa mencoba dan bermain;
3. Umur 6-12 tahun priode intelektual
(masa sekolah);
4. Umur 12-21 tahun priode sosial atau
masa pemuda;

TAHAP PERKEMBANGAN MRT EB.HURLOCK


1. Masa pranatal (dari konsepsi hingga lahir)
2. Masa neonatus (lahir-akhir minggu kedua);
3. Masa bayi (akhir minggu kedua akhir tahun
kedua);
4. Masa kanak-kanak awal (2 6 tahun);
5. Masa kanak-kanak akhir (6 10/11 tahun);
6. Masa pubertas (11 13 tahun);
7. Masa remaja (awal 13-17 tahun, akhir 17-21 tahun );
8. Masa dewasa awal (21-40 tahun);
9. Masa setengah baya (40-60 tahun);
10.Masa tua (60 tahun ke atas).

PRINSIP BIMBINGAN KEAGAMAAN


PADA ANAK
1. Prinsip biologis (secara fisik anak yang baru
lahir dalam keadaan lemah, tubuhnya belum
tumbuh secara sempurna, ia membutuhkan
pertolongan orang disekelilingnya;
2. Prinsip Tanpa Daya, (selama belum sempurna
pertumbuhan fisik dan psikisnya hingga ia usia
dewasa selalu mengharapkan bantuan orang tua
nya);
3. Prinsip Eksplorasi (kesempurnaan perkembangan
potensi manusia berupa jasmani memerlukan
pengembangan dengan pemeliharaan dan
latihan. Potensi rohani akal dan yang lainnya
membutuhkan kematangan dengan
pemeliharaan dan bimbingan yang diarahkan

FASE PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK


1. Fase Donging (the fairy tale stage) dimulai usia 3-6 tahun,
pemahaman anak tentang Tuhan banyak dipengaruhi oleh
fantasi dan emosi, karena sesuai dengan perkembangan
intelektualnya;
2. Fase kenyataan (the realistic stage). Dimulai sejak anak masuk
sekolah dasar, konsep Tuhan berdasarkan kenyataan (realistis)
melalui lembaga keagamaan (masjid, mushalla, gereja, Pura,dll)
dan pengajaran dari orang tua atau guru di sekolah. Ide
pemahaman keagamaan waktu ini didorong oleh emosional
hingga ia bisa melahirkan konsep Tuhan yang formalis. Anakanak merasa senang, tertarik dengan kegiatan keagamaan yang
dilakukan orang dewasa di tempat ibadah tadi.
3. Fase individu (the individual stage), anak telah memili kepekaan
emosional yg tinggi sejalan dengan bertambah usianya.

SIFAT AGAMA PADA ANAK


1. Tidak mendalam (Unreflective) mereka menerima ttg
agama tdk mendalam, mereka puas dgn keterangan yg
kurang masuk akal dari orang lain;
2. Egosentris, sejak tahun pertama anak sdh memiliki
kesadaran dirinya, semakin tumbuh semakin besar rasa
egonya, dlm masalah keagamaan anak menonjolkan
kepentingan dirinya dan kesenangan pribadinya (Tuhan
harus menyayanginya, adil, dll).
3. Antromorphis, konsep ketuhanan mereka
menggambarkan aspek-aspek kemanusiaan (Tuhan
Penyayang karena ayahnya Menyayanginya, orang tua
yang kejam, tidak adil maka Tuhan dipandangnya seperti
itu. Jadi keberadaan Tuhan itu sama dgn manusia

Lanjutan ......
4. Verbalis dan Ritualis, anak mengenal Tuhan mula
mula melalui ucapan, mereka menghafal doa, ayatayat suci, selain itu amaliah (ritual) yg dikerjakannya
menurut tuntunan yg diberikan orang tuanya;
5. Imitatif, anak menjalankan ajaran agama dengan
cara meniru, dari hasil pengamatannya dgn orang di
sekitarnya (berwudhu,azan,iqamah,Shalat,berdoa);
6. Rasa heran, terakhir anak beragama krn merasa
heran, kagum pada orang tua secara lahiriyah. Rasa
kagum ditanamkan melalui cerita sehingga timbul
rasa takjub anak.

MIDLE TEST PSIKOLOGI


AGAMA
1. Kepentingan mempelajari Psikologi Agama meliputi
kepentingan ilmiah, praktis, dan normatif. Dari tiga
kepentingan ini melahirkan sejumlah manfaat, diantaranya
bagi guru dan orangtua. Jelaskan manfaat tersebut?
2. Ketika Psikologi Agama mau berdiri sebagai disiplin ilmu,
muncul keberatan diantaranya dari pemuka agama,
jelaskan mengapa pemuka agama keberatan Psikologi
Agama berdiri sbg disiplin ilmu?
3. Sumber kejiwaan agama bisa dilihat dari teori monistik,
fakulty, dan teori fitrah. Coba anda kemukakan pendapat
Sigmund Freud tentang sumber kejiwaan agama?
Bagaimana dengan pendapar anda?
4. Jelaskan maksud istilah-istilah berikut: sense of depend, the
wholly other, numinous, dan the four wishes.