Anda di halaman 1dari 9

LOGO

FILSAFAT ILMU
HAMDAN JUWAENI, S.Psi, M.Pd
www.themegallery.com

Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani: Philo yang berarti cinta dan
Sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom).
Filsafat dapat diartikan sebagai cinta kepada kebijaksanaan.
Berfilsafat dengan demikian juga bertujuan hanya untuk mencari,
mempertahankan dan melaksanakan kebenaran/kebijaksanaan
atau ditujukan untuk kebenaran itu sendiri, berfilsafat tidak bertujuan
untuk ketenaran, pujian, kekayaan, atau yang lainnya.
Inilah yang kemudian dikenal dengan tradisi pemikiran filosofis
Yunani yaitu suatu pemahaman atas kebenaran-kebenaran
pertama (first truth), seperti baik, adil dan kebenaran itu sendiri,
serta penerapan dari kebenaran-kebenaran pertama ini dalam
problema-problema kehidupan.

Pengertian Filsafat Menurut Ahli


Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam
yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal
tentang filsafat. Filsafat dianggap sebagai sikap atau kepercayaan yang ia miliki.
Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap
yang sangat kita junjung tinggi. Pengertian filsafat ini merefleksikan bentuk atau
tugas dari filsafat kritik, khususnya dalam mengkritisi keyakinan-keyakinan dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Inilah yang
menjadi tugas dari filsafat spekulatif dalam usahanya mentransendensikan
pengalaman-pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam visi atau gambaran yang
komprehensif.
Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata
dan konsep. Pengertian ini termasuk dalam kategori kerja filsafat kritik sebagaimana
telah diuraikan sebelumnya bahwa filsafat mempunyai tugas menganalisis konsepkonsep seperti substansi, gerak, waktu, dan sebagainya.
Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung yang mendapat
perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.
Pengertian ini pada prinsipnya berada dalam pemikiran para filsuf dalam rangka
menjawab berbagai problematika kehidupan dan tentunya terus berlangsung tanpa
mengenal titik lelah (Widodo, 2007: 9)

CABANG-CABANG FILSAFAT
Ontologi
Ontologi atau sering juga disebut metafisika (meta = melampaui,
fisik = dunia nyata/fisik) adalah cabang filsafat yang membicarakan
tentang hakikat segala sesuatu yang ada, atau membahas watak
yang sangat mendasar (ultimate) dari benda atau realitas yang
berada di belakang pengalaman yang langsung (immediate
experience).
Ontology berbicara tentang segala hal yang ada, pertanyaanpertanyaan yang akan dibongkarnya tidak terbatas, misalnya
apakah hakikat ruang, waktu, gerak, materi, dan perubahan itu?
Apakah yang merupakan asal mula jagad raya ini? Dan lain
sebagainya. Kaitannya dengan pendidikan, ontologi ilmu pendidikan
membahas tentang hakikat substansi dan pola organisasi Ilmu
pendidikan

Epistemologi
Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki
asal mula, susunan, metode-metode, dan sahnya
pengetahuan.
Pertanyaan yang mendasar adalah: Apakah mengetahui
itu? Apakah yang merupakan asal mula pengetahuan
kita? Bagaimana cara kita mengetahui bila kita
mempunyai pengetahuan? Bagaimanakah cara kita
memperoleh pengetahuan? Dan lain sebagainya.
Dengan demikian, epistemologi membahas tentang
hakikat objek formal dan material ilmu pendidikan

Aksiologi
Aksiologi berbicara tentang nilai dan
kegunaan dari segala sesuatu terkait
dengan kaidah moral pengembangan
penggunaan ilmu pengetahuan yang
diperoleh.
Aksiologi ilmu pendidikan, membahas
tentang hakikat nilai kegunaan teoretis
dan praktis ilmu pendidikan

Logika
Logika merupakan cabang filsafat yang membicarakan tentang aturanaturan berpikir agar dengan aturan-aturan tersebut dapat diambil
kesimpulan yang benar.
Dengan kata lain logika adalah pengkajian yang sistematis tentang aturanaturan untuk menguatkan premis-premis atau sebab-sebab mengenai
konklusi aturan-aturan itu, sehingga dapat kita pakai untuk membedakan
argument yang baik dan yang tidak baik.
Logika dibagi dalam dua cabang utama, yaitu logika deduktif dan logika
induktif. Logika deduktif berusaha menemukan aturan-aturan yang dapat
dipergunakan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang bersifat
keharusan dari satu premis tertentu atau lebih, sedangkan logika induktif
mencoba menarik kesimpulan tidak dari susunan proposisi-proposisi
melainkan dari sifat-sifat seperangkat bahan yang diamati. Logika ini
mencoba untuk bergerak dari suatu perangkat fakta yang diamati secara
khusus menuju kepada pernyataan yang bersifat umum mengenai semua
fakta yang bercorak demikian, atau bergerak dari suatu perangkat akibat
tertentu menuju kepada sebab atau sebab-sebab dari akibat-akibat tersebut

Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi


Tahapan
Ontologi (hakikat
ilmu pendidikan)

Obyek apa yang telah ditelaah ilmu pendidikan?

Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut?


Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti
berpikir, merasa dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan?
Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa
ilmu pendidikan?
Bagaimana prosedurnya?

Epistemologi (Cara
Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa
Mendapatkan
ilmu pendidikan?
Pengetahuan)

Bagaimana prosedurnya?

Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan


dengan benar?

Apa yang disebut dengan kebenaran itu sendiri?

Apa kriterianya?

Sarana/cara/teknik apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan


yang berupa ilmu pendidikan?
Aksiologi (Guna

Untuk apa pengetahuan tersebut digunakan?


Pengetahuan)

Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah


moral?

Bagaimana penetuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?

Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi


metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional?

LOGO

Thank You !
Add your company slogan

www.themegallery.com