Anda di halaman 1dari 15

Perkembangan

Kehidupan Beragama
Dosen Pengampu :
Drs. H. Alfian Khairani, M.Pd.I
Hamdan Juwaeni, S.Psi, M.Pd

L/O/G/O

Institut Agama Islam Negeri


Antasari banjarmasin
2016

PERKEMBANGAN
KEHIDUPAN BERAGAMA

Masa
Masa
Anak-anak Remaja

Masa
Dewasa

Masa
Lansia

TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA


Kohnstamm membagi Tahap Perkembangan
manusia 5 priode:
1. Umur 0-3 tahun priode vital atau menyusui;
2. Umur 3-6 tahun priode estetis atau masa
mencoba dan bermain;
3. Umur 6-12 tahun priode intelektual (masa
sekolah);
4. Umur 12-21 tahun priode sosial atau masa
pemuda;
5. Umur 21 tahun ke atas priode dewasa
(kematangan fisik dan psikis)

TAHAP PERKEMBANGAN
MENURUT HURLOCK
1. Masa pranatal (dari konsepsi hingga lahir)
2. Masa neonatus (lahir-akhir minggu kedua);
3. Masa bayi (akhir minggu kedua akhir tahun kedua);
4. Masa kanak-kanak awal (2 6 tahun);
5. Masa kanak-kanak akhir (6 10/11 tahun);
6. Masa pubertas (11 13 tahun);
7. Masa remaja (awal 13-17 tahun, akhir 17-21 tahun );
8. Masa dewasa awal (21-40 tahun);
9. Masa setengah baya (40-60 tahun);
10.Masa tua (60 tahun ke atas).

PRINSIP BIMBINGAN
KEAGAMAAN PADA ANAK
1. Prinsip biologis (secara fisik anak yang baru lahir
dalam keadaan lemah, tubuhnya belum tumbuh secara
sempurna, ia membutuhkan pertolongan orang
disekelilingnya;
2. Prinsip Tanpa Daya, (selama belum sempurna
pertumbuhan fisik dan psikisnya hingga ia usia dewasa
selalu mengharapkan bantuan orang tua nya);
3. Prinsip Eksplorasi (kesempurnaan perkembangan
potensi manusia berupa jasmani
memerlukan
pengembangan dengan pemeliharaan dan latihan.
Potensi rohani akal dan yang lainnya membutuhkan
kematangan dengan pemeliharaan dan bimbingan yang
diarahkan kepada pengeksplorasian perkembangannya.

Perkembangan keberagamaan pada anakanak melewati tiga tingkatan :


The
The Fairy
Fairy
Tale
Tale Stage
Stage

The
The Realistic
Realistic
Stage
Stage

The
The Individual
Individual
Stage
Stage

Fase Perkembangan Agama


Pada Anak

FASE PERKEMBANGAN AGAMA


PADA ANAK
1. Fase Donging (the fairy tale stage) dimulai usia 3-6 tahun,
pemahaman anak tentang Tuhan banyak dipengaruhi oleh
fantasi dan emosi, karena sesuai dengan perkembangan
intelektualnya;
2. Fase kenyataan (the realistic stage). Dimulai sejak anak
masuk sekolah dasar, konsep Tuhan berdasarkan kenyataan
(realistis) melalui lembaga keagamaan (masjid, mushalla,
gereja, Pura,dll) dan pengajaran dari orang tua atau guru di
sekolah. Ide pemahaman keagamaan waktu ini didorong
oleh emosional hingga ia bisa melahirkan konsep Tuhan
yang formalis. Anak-anak merasa senang, tertarik dengan
kegiatan keagamaan yang dilakukan orang dewasa di
tempat ibadah tadi.
3. Fase individu (the individual stage), anak telah memiliki
kepekaan emosional yg tinggi sejalan dengan bertambah
usianya.

UNREFLECTIVE
EGOSENTRIS
ANTROMORPHIS
VERBALIS DAN RITUALIS
Sifat-sifat
Agama
Pada
Anak

IMITATIF
RASA HERAN

SIFAT AGAMA PADA ANAK

1. Tidak mendalam (Unreflective) mereka menerima tentang


agama tdk mendalam, mereka puas dengan keterangan
yang kurang masuk akal dari orang lain;
2. Egosentris, sejak tahun pertama anak sdh memiliki
kesadaran dirinya, semakin tumbuh semakin besar rasa
egonya, dlm masalah keagamaan anak menonjolkan
kepentingan dirinya dan kesenangan pribadinya (Tuhan
harus menyayanginya, adil, dll).
3. Antromorphis,
konsep
ketuhanan
mereka
menggambarkan aspek-aspek kemanusiaan (Tuhan
Penyayang karena ayahnya Menyayanginya, orang tua
yang kejam, tidak adil maka Tuhan dipandangnya seperti
itu. Jadi keberadaan Tuhan itu sama dengan manusia

Lanjutan ......
4. Verbalis dan Ritualis, anak mengenal Tuhan mulamula melalui ucapan, mereka menghafal doa, ayatayat suci, selain itu amaliah (ritual) yg dikerjakannya
menurut tuntunan yg diberikan orang tuanya;
5. Imitatif, anak menjalankan ajaran agama dengan cara
meniru, dari hasil pengamatannya dgn orang di
sekitarnya (berwudhu, azan, iqamah, Shalat, berdoa);
6. Rasa heran, terakhir anak beragama krn merasa
heran, kagum pada orang tua secara lahiriyah. Rasa
kagum ditanamkan melalui cerita sehingga timbul
rasa takjub anak.

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan


Agama pada Masa Anak-anak
Perkembangan agama pada masa anak terjadi
melalui pengalaman hidupnya sejak kecil
dalam lingkungan keluarga, disekolah dan
masyarakat.
Pengalaman
dalam
lingkungan
banyak
memberikan pengaruh dalam membentuk
sikap religius (sesuai dengan ajaran agama),
karena semakin banyak unsur agama maka
sikap, tindakan dan kelakuan dan caranya
menghadapi hidup akan sesuai dengan
ajarana agama.

Pendidikan Agama Islam Yang Perlu Di Terapkan


Kepada Anak Sejak Usia Dini Antara Lain:

Membisikkan Kalimat Tauhid dan Thayyibah


Mengajari Akhlak yang Mulia
Mengislamkannya atau mengkhitankannya
Upaya Melestarikan Kesehatan Mental Anak
Melalui Pendidikan Agama Islam

Cara untuk menjaga kesehatan mental anak


melalui pendidikan agama islam antara lain :
Menanamkan Rasa Keagamaan terhadap Anak
Membimbing dan Mengarahkan Perkembangan
Jiwa Anak Melalui Pendidikan
Menanamkan Etika Yang Baik Terhadap Diri
Anak Berdasarkan Norma-Norma Keagamaan

Thank You!

L/O/G/O

MIDLE TEST PSIKOLOGI AGAMA


1. Kepentingan mempelajari Psikologi Agama meliputi kepentingan
ilmiah, praktis, dan normatif. Dari tiga kepentingan ini melahirkan
sejumlah manfaat, diantaranya bagi guru dan orangtua. Jelaskan
manfaat tersebut?
2. Ketika Psikologi Agama mau berdiri sebagai disiplin ilmu, muncul
keberatan diantaranya dari pemuka agama, jelaskan mengapa
pemuka agama keberatan Psikologi Agama berdiri sbg disiplin
ilmu?
3. Sumber kejiwaan agama bisa dilihat dari teori monistik, fakulty,
dan teori fitrah. Coba anda kemukakan pendapat Sigmund
Freud tentang sumber kejiwaan agama? Bagaimana dengan
pendapar anda?
4. Jelaskan maksud istilah-istilah berikut: sense of depend, the
wholly other, numinous, dan the four wishes.