Anda di halaman 1dari 7

ANAMNESIS

Gejala Nasal
(obstruksi hidung unilateral dan rinorea, secret yang berbau, epistaksis)

Gejala Orbital
(diplopia, proptosis atau penonjolan bola mata, oftalmoplegia, gangguan visus dan
epifora)

Gejala Oral
(nyeri di gigi, tetapi tidak sembuh meskipun gigi yang sakit telah dicabut)

Gejala Fasial
(penonjolan pipi, disertai nyeri, anesthesia atau parestesia muka jika sudah mengenai
nervus trigeminus)

PEMERIKSAAN FISIK

Perhatikan wajah simetris/asimetris

Periksa kavum nasi dan nasofaring melalui rinoskopi anterior dan posterior
Permukaan yang licin, permukaan yang berbenjol-benjol, rapuh dan mudah berdarah

Perhatikan apakah ada pembesaran kelenjar leher

PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Biopsi
Pengangkatan sejumlah
kecil jaringan untuk
pemeriksaan dibawah
mikroskop. Dilakukan
pemeriksaan patologi
anatomi (PA)

- Pemeriksaan
Endoskopi
Merupakan pemeriksaan
penunjang sekaligus
dapat berfungsi sebagai
media biopsi dan juga
terapi bedah pada tumor
sinonasal yang jinak.

- Pemeriksaan X-ray
Dapat menunjukkan sinus
dipenuhi dengan gambaran
seperti udara

- CT SCAN

- MRI

Merupakan pemeriksaan
superior untuk menilai
batas tulang traktus
sinonasal dan dasar
tulang tengkorak.
Penggunaan kontras
dilakukan untuk menilai
tumor, vaskularisasi dan
hubungannya dengan
arteri karotis

Untuk membedakan
daerah sekitar tumor
dengan jaringan lunak,
membedakan sekret di
dalam nasal yang
tersumbat yang
menempati rongga nasal,
menunjukkan penyebaran
perineural, membuktikan
temuan imaging pada
sagital plane, dan tidak
melibatkan paparan
terhadap radiasi ionisasi.

- Positron Emission
Tomography (PET)
Untuk membuat gambar
organ dan jaringan dalam
tubuh. Scanner kemudian
mendeteksi zat ini untuk
menghasilkan gambar
bagian dalam tubuh.
Sering digunakan untuk
keganasan kepala dan
leher untuk staging dan
surveillance.

STAGING
Sinus Maksillaris
Tx

Tumor primer tidak dapat ditentukan

T0

Tidak terdapat tumor primer

Tis

Karsinoma in situ

T1

Tumor terbatas pada mukosa sinus maksilaris tanpa erosi dan destruksi tulang.

T2

Tumor menyebabkan erosi dan destruksi tulang hingga palatum dan atau meatus media tanpa melibatkan dinding
posterior sinus maksilaris dan fossa pterigoid.

T3

Tumor menginvasi dinding posterior tulang sinus maksilaris, jaringan subkutaneus, dinding dasar dan medial orbita, fossa
pterigoid, sinus etmoidalis.

T4a

Tumor menginvasi bagian anterior orbita, kulit pipi, fossa pterigoid, fossa infratemporal, fossa kribriformis, sinus sfenoidalis
atau frontal.

T4b

Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, duramater, otak, fossa kranial medial, nervus kranialis selain dari divisi
maksilaris nervus trigeminal V2, nasofaring atau klivus.

Kavum Nasi dan Ethmoidal


Tx
T0
Tis

Tumor primer tidak dapat ditentukan


Tidak terdapat tumor primer
Karsinoma in situ

T1

Tumor terbatas pada salah satu bagian dengan atau tanpa invasi tulang

T2

Tumor berada di dua bagian dalam satu regio atau tumor meluas dan melibatkan daerah nasoetmoidal kompleks,
dengan atau tanpa invasi tulang

T3

Tumor menginvasi dinding medial atau dasar orbita, sinus maksilaris, palatum atau fossa kribriformis.

T4a

Tumor menginvasi salah satu dari bagian anterior orbita, kulit hidung atau pipi, meluas minimal ke fossa kranialis
anterior, fossa pterigoid, sinus sfenoidalis atau frontal.

T4b

Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, dura, otak, fossa kranial medial, nervus kranialis selain dari V2,
nasofaring atau klivus.

Kelenjar Getah Bening Regional (N)


Nx

Tidak dapat ditentukan pembesaran kelenjar

N0

Tidak ada pembesaran kelenjar

N1

Pembesaran kelenjar ipsilateral 3 cm

N2

Pembesaran satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm, atau multipel kelenjar ipsilateral <6 cm atau metastasis bilateral atau
kontralateral < 6 cm

N2a

Metastasis satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm

N2b

Metastasis multipel kelanjar ipsilateral, tidak lebih dari 6 cm

N2c

Metastasis kelenjar bilateral atau kontralateral, tidak lebih dari 6 cm

N3

Metastasis kelenjar limfe lebih dari 6 cm

Metastasis Jauh (M)


Mx

Metastasis jauh tidak dapat dinilai

M0

Tidak terdapat metastasis jauh

M1

Terdapat metastasis jauh


Stadium Tumor Ganas dan Sinus Paranasal

Tis

N0

M0

T1

N0

M0

II

T2

N0

M0

III

T3

N0

M0

T1

N1

M0

T2

N1

M0

T3

N1

M0

T4a

N0

M0

T4a

N1

M0

T1

N2

M0

T2

N2

M0

T3

N2

M0

T4a

N2

M0

T4b

Semua N

M0

Semua T

N3

M0

Semua T

Semua N

M1

Iva

IVb

IVc