Anda di halaman 1dari 51

MATERI INTI 3

KOMUNIKASI EFEKTIF
UNTUK TERSELENGGARANYA
ASUHAN MANDIRI PEMANFAATAN
TOGA DAN AKUPRESUR

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN UMUM:
Peserta mampu membimbing, mendampingi &
membina masyarakat untuk merubah
perilaku kehidupan sehatnya, melalui
ASMAN pemanfaatan TOGA dan akupresur,.
TUJUAN KHUSUS
Setelah mengikuti materi ini peserta
menguasai /mene-rapkan dengan baik:
1. Teknik Komunikasi efektif
2. Pemanfaatan teknik komunikasi efektif
dalam mendukung upaya perubahan
perilaku masyarakat dalam asuhan mandiri
pemanfaatan TOGA dan akupresur dalam

FILOSOFI PEMBELAJARAN INI


1. KNOWS

: TAHU

2. KNOWS HOW : TAHU CARANYA


3. SHOWS HOW : TUNJUKKAN KEMAMPUAN U/ MELAKUKAN
1 S/D 3
4. DOES !!!

: KOMPETEN (JAKARTA)
: LAKSANAKAN!!! (DI PUSK)
(PERFORMANCE/KINERJA)
3

POKOK BAHASAN
DAN SUB POKOK BAHASAN

A.KOMUNIKASI EFEKTIF
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengertian komunikasi
Tujuan komuniksi
Model komuniksi
Syarat para pihak dalam membangun komunikasi
Proses penyampaian pesan
Kegagalan dalam berkomuikasi

B. PENERAPAN ASMAN PEMANFAATAN TOGA DAN


AKU-PRESUR, melalui langkah-2 perubahan
perilaku, dengan memanfa-atkan penguasaan
teknik komunikasi efektif:
1. Langkah-langkah perubahan perilaku (Steps to
Behavior Change/SBC)
2. Pemanfaatan Komunikasi efektif yang dibangun di
Puskesmas dalam rangka perubahan perilaku

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
PEMBELAJARAN
1. Langkah 1 (10 menit);
Pengkondisian
2. Langkah 2 (10 menit), Praktek
pyampaian pesan Komunikasi
Berantai
3. Langkah 3 (70 menit);
Penyampaian Materi Ceramah
dan Tanya-Jawab

1. PENGERTIAN KOMUNIKSI
Banyak pengertian Komunikasi, antara
lain:
a. Menurut Rogers & O. Lawrence
KINCAID:
Komunikasimerupakan suatu Proses
Interaksi dimana terdapat dua
orang/lebih yg sedang membangun/
melakukan Pertukaran informasi, satu
dengan yg lain, yg akhirnya mereka
Saling Memahami & Mengerti.

2. TUJUAN MELAKUKAN KOMUNIKASI


SECARA UMUM:
1. Mengirimkan, memberikan, menyampaikan,
atau menyerahkan informasi
2. Bertukar informasi, meminta
penjelasan/klarifikasi, mem-beri instruksi,
mengajukan/menjawab pertanyaan
3. Menyampaikan persepsi, memotivasi,
mengedukasi, mem-beri pilihan (konseling),
adopsi pesan, advokasi, dlm rangka
menawarkan sesuatu (barang, jasa, ideide).
SECARA SPESIFIK:
4. Membangun komitmen,
5. Membangun kerjasama,
6. Problem solving (pemecahan masalah),

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


a. Model komunikasi satu langkah (one
step communica-tion model),
1) Cara komunikasi:
) Lisan atau tulisan,
) Langsung atau melalui media
b. Cara penyampaian pesan
Pesan dari sender didressedup/encoded, sesuai kebutuhan U/
penyampaian pesan, disampaikan
melalui saluran/media yang tepat
Penerima pesan
(Receiver/audience) akan
men-decodes/mengolah pesan
agar dpt dimengerti, sehingga

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


Feedback: Untuk evaluasi kebenaran
FEEDBAC
penerimaan pesan
K
SENDE
R

ENCODI
NG

MESSA
GE

DECODIN
G

RECEIV
ER

NOIS
E

LINGKUNGAN

SINGLE STEP COMMUNICATION MODEL


Cara Komunikasi:
Lisan atau Tulisan
Langsung atau melalui Media

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


b. Model Komunikasi dua langkah Two step flow
communication process.
. Memanfaatkan intermediaries/perantara/
pemberi pengaruh/influencer.
. Intermediaries/perantara tersebut
diharapkan dapat memberi pengaruh pada
target sasaran untuk menerima pesan yang
diberikan
. Keluarga, teman dekat/sahabat, Tokoh
Masya-rakat dengan kriteria sebagai
inovator /early adopters, lebih tepat untuk
dimanfaatkan sbg perantara penyampaian
pesan dari pada memanfaatkan mass media

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


1
Two step flow communication process.
2

Opinion
Leader

3
Opinion
Former

SENDE
R/SOU
RCE

MESSAGE
S
Opinion
Former

ENCODIN
G

4
DECODIN
G

5
6
7

Opinion
Leader

R
E
C
EI
V
E
R
S

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


c. Komunikasi Berantai.
. Proses komunikasi berjalan, dr sender
pertama ke penerima pertama penerima
pertama sbg sender kedua diteruskan ke
penerima kedua; dari penerima kedua
sebagai sender ke-3 diteruskan ke
penerima ke-3, dst.
. Kerugian proses komunikasi berantai adalah
ter-jadinya deviasi/distorsi penyimpangan
pesan, terutama bila proses komunikasi
dilakukan secara lisan, tanpa dilengkapi
dengan dokumen tertulis tentang isi dan
maksud dari pesan yang akan disampaikan,
seperti: HO, peraga, catatan, dan lainnya.

3. MODEL DAN PROSES


KOMUNIKASI
KOMUNIKASI BERANTAI :
SENDE
RI

RECEIVE
R I/
SENDER
2

RECEIVE
R 2/
SENDER
3

TERTULIS ------- LISAN


RECEIVER
5/
SENDER 6
?

RECEIVE
R6 ?????
?

RECEIVER
4/
SENDER
5

RECEIVER
-3/
SENDER 4

3. MODEL DAN PROSES KOMUNIKASI


d. Komunikasi word of mouth & peer to peer
communication/ gethok-tular.
. Komunikasi ini berkembang di luar
organisasi, dalam hal ini puskesmas
. Dampak hasil komunikasi word of mouth,
dari mulut ke mulut, jauh lebih kuat dari
pada cara komunikasi biasa, terutama bila
sumber berita bukan dari organisasi.
. Menurut literatur, berita yang baik (satu
kepuasan) melalui word of mouth hanya
akan diteruskan kepada 7 (tujuh) orang
saja, sementara berita buruk
(ketidakpuasan/ kekecewaan) disampaikan
kepada 30 (tiga puluh) orang.
. Karenanya organisasi dalam hal ini

4. SYARAT PARA PIHAK DALAM


MEMBANGUN KOMUNIKASI
a. Sesuai posisinya masing-2, Sender
&Penerima (Receiver) pesan, harus
mempersiapkan/mengatur:
Bahasa Tubuh Gestur, mimik
muka/Ekspresi, tatap mata,
Penataan emosi,
Perhatikan kondisi psikologis partner
bicara
Perhatikan privacy dari partner
komunikasi, bilamana dipandang perlu.
Perhatikan adat-istiadat, budaya,
agama ,

4. SYARAT PARA PIHAK DALAM


MEMBANGUN KOMUNIKASI
b. Perlu persiapan pihak-pihak yang
berkomunikasi:
1) Cara komunikasi:
) Langsung lisan:
o)Berhadapan tatap muka,
o)Lewat media (Telepon,video
conference, dan lainnya)
) Tidak langsung, melalui:
o) Tulisan: surat, dokumen, dan
lainnya
o) Media elektronik: sms, watchup, e-mail, e-RujukanR dll

4. SYARAT PARA PIHAK DALAM


MEMBANGUN KOMUNIKASI
b. Perlu persiapan pihak-pihak yang
berkomunikasi:
1) Cara komunikasi:
2) Semuanya harus ditata dengan baik,
sehingga komunikasi menjadi
efektif:
) Pesan yang disampaikan sender,
dapat diartikan penerima pesan,
SAMA
) Pengambilan keputusan menjadi
mudah, cepat, tepat, dan
dilanjutkan dengan tindakan,

5. PROSES PENYAMPAIAN PESAN


DALAM KOMUNIKASI
a. Komunikasi akan lebih efektif/kondusif/dpt
diterima, bila:
1) Bahasa sender mudah dimengerti, cara
bicara/tutur kata diupayakan baik,
menggunakan dialek local
2) Sudah dibangun hubungan baik dengan
audience
3) Memperhatikan budaya lawan
bicara/masyarakat yang bersangkutan
4) Bahasa tubuh dan mimik muka pemberi
pesan, baik
5) Situasi emosional penerima dan pemberi
pesan sama-sama baik
6) Sender mengcoding, reciever

5. PROSES PENYAMPAIAN PESAN


DALAM KOMUNIKASI
8. Seperti Radio: bila frequensinya sama, Akan
diterima; Manusia dengan tingkat/level sama,
komunikasi akan nyambung. Dudukkan partner
bicara pada posisi setingkat
9. Ada media pendukung penyampaian pesan: HandOut, Peraga, Catatan, dll.
10.
Penerima pesan melibatkan selengkap mungkin
panca indranya untuk menangkap pesan, berupa:
. Indra pendengaran,
. Indra penglihatan,
. Indra penciuman,
. Indra pengecap,
. Indra peraba

Pesan akan lebih


mudah/ lebih cepat
dimengerti

5. PROSES PENYAMPAIAN PESAN


DALAM KOMUNIKASI
b. Faktor penghambat penyampaian pesan:
1) Kondisi emosi pemberi/penerima
pesan kurang baik
2) Kurang/tidak manfaatkan/optimalkan
fungsi panca-indra (peraba, perasa,
pendengaran, penglihatan, penciuman)
semaksimal mungkin,
3) Kalau saya mendengar, saya LUPA,
tetapi kalau saya mendengar dan
melihat/mencium/meraba/merasa, saya
INGAT
4) Pesan disampaikan kurang/tidak
mendorong orang untuk menaruh

5. PROSES PENYAMPAIAN PESAN


DALAM KOMUNIKASI

b. Faktor penghambat penyampaian pesan:

5) Contoh nyata, keterlibatan beberapa indra dlm


berkomunikasi:
) Remaja buta katarak sejak lahir, kemudian
dioperasi sehing-ga tidak buta lagi, ketika
diperlihatkan ballpoint, dia tidak tahu bahwa itu
ballpoint .
) Hanya dengan pendengaran dan penglihatan
saja, remaja tersebut tidak dapat menjawab
dengan benar, sehingga komunikasi tidak
bersambut
) Remaja diminta meraba ballpoint tersebut, baru
dapat men-jawab bahwa benda itu ballpoint.
Disini keterlibatan indra pendengaran,
penglihatan, & peraba, mengartikan sesuatu

6. KEGAGALAN DALAM
BERKOMUNIKASI BILA.
a. Terjadi Mis-interpretasi, Mis-understanding,
pesan yg dikirim Sender, diartikan oleh Reciever
b. Disampaikan berantai tanpa catatan/clue, isi/
maksud pesan berkurang, pesan menyimpang,
terjadi Distorsi
c. Instruksi lisan yang tidak segera ditulis, mungkin
akan terjadi distorsi pesan, karena pesan/informasi
lisan tidak akan lama ter-retensi .
d. Demikian pula halnya bila terjadi di masyarakat dlm
proses pengembangan ASMAN pemanfaatan
TOGA dan akupresur juga dapat gagal.
e. Instruksi/nasehat/pembicaraan tidak nyambung,
didiamkan, ditolak, tidak dilaksanakan, lainnya.

PROSES KOMUNIKASI
SENDERS FRAME
OF REFERENCE

SENDER
OR
SOURCE

ENCODED
MESSAGE

DISTORTI
ON

RECEIVERS FRAME OF
REFERENCE

M
E
DI
A

NOISE
FEEDBACK

DECODE
D
DE
MESSAG
E

RECEIVE
R

DISTORTI
ON

KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM


IMPLEMENTASI PERUBAHAN
PERILAKU.

PEMANFAATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI


EFEKTIF DALAM IMPLEMENTASI PERUBAHAN
PERILAKU.

1. Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional


Pemanfaatan TOGA dan Akupresur, melalui
Pendekatan Perubahan Perilaku
2. Penguasaan Teknik Komunikasi Efektif &
Perubahan Perilaku
3. Langkah-langkah perubahan perilaku
(Steps to Behavior Change atau SBC),
4. Komunikasi efektif di Puskesmas
5. Rangkaian proses tindak-lanjut hasil
pelatihan petugas puskesmas dalam asuhan
mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur,

ASMAN KESTRAD
DGN PEMANFAATAN TOGA DAN
AKUPRESUR
Merupakan satu cara/ide baru yg
dikembangkan untuk:
Meningkatkan kepeduliannya memelihara,
menjaga, mempertahankan dan
meningkatkan status kesehatannya secara
mandiri, serta
Memutus ketergantungannya selalu
kepada petugas kesehatan dalam upaya
mencegah dan mengatasi
masalah/gangguan kesehatan ringannya
Puskesmas dapat mengembangkan kegiatan
ASMAN Pemanfaatan TOGA & Akupresur di

PENGUASAAN TEKNIK KOMUNIKASI


EFEKTIF & PERUBAHAN PERILAKU
UNTUK (Topik Praktek Komunikasi
Efektif!!!)
Penjab ASMAN dapatkan dukungan Kapus
dlm tugasnya
Membangun KERJA-SAMA dengan para
Penjab DARBIN Puskesmas, Mitra-2 kerja
Puskesmas, Kades/Lurah, Masyarakat
sasaran, dll, dikoordinir & dipimpin KaPus &
Tim Manajemen.
Membimbing, mendampingi dan membina
masyarakat dalam PROSES PERUBAHAN
PERILAKU kepada KLP-2 keluarga binaan
ASMAN pemanfaatkan TOGA & Aku-presur di

LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN PERILAKU


(STEPS TO BEHAVIOR CHANGE ATAU SBC),

a.Piotrow, Kincaid, Rimon & Rinehart


(1997)

Menyimpulkan pengalamannya selama 25 tahun


dalam mengembangkan Kespro & KB Steps to
Behavior Change (SBC), atau Langkah-2 Menuju
Perubahan Perilaku;
Suatu adaptasi model dari difusi inovasi &
persuasif model, diperkaya dengan penerapan
Pemasaran sosial (social marketing),
Dilaksanakan melalui 5 (lima) langkah perubahan
perilaku: Knowledge (pengetahuan), Approval
(penerimaan, persetujuan), Intention (terbangun
minat), Practice (mempraktikkan), dan
Advocacy (advokasi).

LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN PERILAKU


(STEPS TO BEHAVIOR CHANGE ATAU SBC),
KAIPA:
1.Meningkatkan pengetahuan (Knowledge) target
sasaran tentang ASMAN Pemanfaatan TOGA &
Akupresur sebagai bagian UKM Kesehatan Tradisional
2.Menumbuhkan penerimaan (Approval) target sasaran
pd ide baru ASMAN Pemanfaatan TOGA & Akupresur
Beri contoh/bukti Meyakinlan target sasaran.
3. Membangkitkan minat (Intention) Kelompok-2 Binaan
di masyarakat menerima ide baru asuhan mandiri
pemanfaatan TOGA & akupresur Bergabung
menjadi Keluarga Binaan ASMAN
4.Mendorong target sasaran untuk mau dan mampu
mempraktikkan (Practice) ASMAN pemanfaatan
TOGA dan akupresur
5. Membimbing, mendampingi dan membina kelompok-2

4. KOMUNIKASI
EFEKTIF DI
PUSKESMAS

A
IK
N
U
M SI

N
U
M SI
O
K

O
K

A
IK

A
IK
N
U
M SI

N
U I
M S
O
K

O
K

A
K
I

KERJASAMA
LP/LS/MASY
DI PUSKESMAS

4. KOMUNIKASI EFEKTIF DI PUSKESMAS


a. Dimanfaatkan dalam rangka:
1) Membangun kerjasama antar-pihak dalam
lingkungan internal di puskesmas, dng
dukungan Ka. Puskesmas ; yang terdiri atas:
Tim Manajemen Puskesmas (UKM, UKP, Admen, &
Manajemen Mutu)
Petugas-petugas lainnya di puskesmas
2) Membangun kerjasama antara puskesmas
dengan pihak-2 di luar lingkungan/eksternal
Puskesmas:, oleh Ka. Puskesmas
Camat, Kepala Desa/Lurah dgn perangkatnya,
Puskesmas lain.
Mitra2 Puskesmas: LS, Swasta/Badan Usaha,
Ormas (Pemuda, Wanita, Agama, Profesi, dll),
TOMA dgn kriteria sbg Inovator, Early Adopters dan
masyarakat
3) Membangun hubungan hirarkis dgn Tkt Admin

4. KOMUNIKASI EFEKTIF DI PUSKESMAS


b. Kemampuan Penjab ASMAN untuk
kembangkan Komunikasi Efektif:,
1) Identifikasi Audiens (sasaran-antara), sbg
perantara dari calon penerima pesan , dlm
upaya kembangkan ASMAN pemanfaatan
TOGA & Akupresur di Masy.
2) Menentapkan tujuan, hasil dan manfaat
atas komu-nikasi yg dibangun secara
efektif terhadap target-2 sasaran, sesuai
KEPENTINGAN SASARAN (Outside-in),
3) Merancang pesan sesuai dengan
kepentingan sasaran Dicontohkan TTD
Mandiri, Ditugaskan: ASMAN
4) Memilih saluran komunikasi yang paling

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
1) Identifikasi Audiens
sbg sasaran-antara
perantara dari calon penerima pesan , dlm
upaya kembangkan ASMAN pemanfaatan
TOGA & Akupresur di Masyarakat:
Kepala Puskesmas Sebagai laporan hasil
pelatihan
Penjab UKM, UKP dan Admen, dan
pelaksananya sebagai mitra kerja internal
di puskesmas
Tim Pembinakeluarga
Darbin Puskesmas,
Jaringan
Kelompok-2
binaan ASMAN
Pemanfaatan
TOGA
danBidan
Akupresur,
Puskesmas
(pustu,
di Desa)sebagai
dan
target
sasaran
kegiatan ASMAN
Jejaring
FKTP, akhir
sbg mitra

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
2) Menetapkan tujuan,
hasil & manfaat atas
komunikasi yang dibangun secara efektif
terhadap target-2 sasaran, sesuai
kepentingannya:
a) Setelah target-2 sasaran dgn
karakteristiknya diketahui komunikator
harus memutuskan:
(1)Rumusan materi pesan, sesuai
kepentingan target-2 sasaran, kaitan
dgn keg. ASMAN (TOGA&Akupresur),
(2)Bentuk materi pesan: Lisan dan atau
Tertulis
(3)Menggunakan media yg tepat untuk

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
2) Menetapkan tujuan,
hasil & manfaat atas
komunikasi efektif thd target-2 sasaran, sesuai
kepentingannya:
a) ..
b) Tanggapan yang diharapkan dari masing-2
target audiens dalam posisinya masing-2
(1) Sasaran-antara: Sbg Influencer; Adopsi
Pesan; Gerak-kan Masy, U/ ASMAN,
Kegiatan ASMAN di Keluarga
(2) Sasaran Akhir, Keluarga Binaan:
(a) Memahami pesan (Knowledge) Ya,. Saya
TAHU
(b) Feed-back; (Ungkap kembali), Setuju
(Approval); YAKIN

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
3) Merancang pesan,
sesuai dengan
kepentingannya
a) Atas kejelasan kepentingan audiens,
(Sasaran-antara, sasaran langsung)
Kembangkan pesan-2 Persuasif secara
efektif., sesuai KEPENTINGAN sasaran,
atau: AIETA (Attention, Interest, Evaluation,
Trial, Adoption (AIETA) Penugasan: (1)
pada sasaran Ka. Puskes-mas; (2( pada
sasaran Lintas Program (Lokmin)
b) Formulasi pesan, Pemecahan masalah:
yaitu:
(1) Isi pesan, apa yang akan dikatakan

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
4) Memilih saluran komunikasi yang paling
tepat
Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis
yaitu:
a) Saluran komunikasi personal,
mencakup dua orang atau lebih yang
berkomunikasi secara langsung satu
sama lain
b) Saluran komunikasi nonpersonal,
menyam-paikan pesan tanpa

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF

5)Menentukan total anggaran


promosi
Ada empat (4) metode utama yang
digunakan dlm menyusun anggaran
promosi atau kegiatan, yaitu:
a) Harus disesuaikan dengan
kemampuanya
b) Dapat menyeimbangkan terhadap
persaingan
c) Disesuaikan dengan rumusan tujuan

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
6) Membuat keputusan atas bauran
promosi (Marketing Mix):
a) Product/services, dipromosikan
sebagai ide baru ASMAN sebagai
Upaya pemecahan masalah
(Customer Solution).
b)Price, bukan sekedar harga atau
anggaran tetapi juga UPAYA
Pemerintah & masyarakat, Cost
untuk Kepuasan semua pihak
c) Place, tempat Convinience

b. KEMAMPUAN PENJAB ASMAN


UNTUK KEMBANGKAN KOMUNIKASI
EFEKTIF
7) Mengukur hasil promosi yang
dilaksanakan.
a) Komunikator ukur dampak pesan pd
sasaran.
b) Hal ini mencakup:
(1)Tanya sasaran Kenal/Ingat
Pesannya
(2)Berapa kali lihat/perhatikan
pesannya
(3)Hal-hal apa saja yang mereka ingat,
(4) Bagaimana perasaan mereka ttg

5. PROSES TINDAK-LANJUT HASIL


PELATIHAN
PETUGAS PUSKESMAS

a. Langkah-2 menuju perubahan perilaku/Step to


Behavior Change Kenbangkan di Wilker Pusk
b. Laporan ke Ka. Pusk Kalau Komunikasi Efektif
Dukungan Ka. Pusk U/ Tindak Lanjut. Proses pendidikan bagi Internal Pusk. & Darbin,
Knows, Knows How, Shows How, DOES
c. Buat Gerakan ASMAN di Wilker Pusk. Pengembangan ASMAN di wilker, Perlu sustainability
Integrasi dlm proses RUK RPKPenerapan dgn
Benar & Bertanggung-jawab Pendampingan
d. Proses Tinjut Wasdali Berkelanjutan
e. Pemberdayaan Masyarakat

SIKLU S MANAJEMEN PUSKESMAS YG BERKUALITAS


(INI CONTOH UNTUK SIKLUS 2015, 2016, 2017)
2015

2016
JANU
ARI

Evalua
si 2015
Akhir
RUK
2016
Persia
pan
RPK
2016
Awal
RUK
2017

FEBR
UARI

M
U
S
R
E
M
B
A
N
G
D
E
S

LOK
MIN

M
U
S
R
E
M
B
A
N
G
M
A
T

LOK
MIN

MAR
ET

2017

APRIL MEI JUNI JULI AGU SEP OKT NOV DES


ST T
EVA

P1

LUA
SI

M
U
S
R
E
M
BPELAKSANAAN RPK 2016
A
N
G
K
A
BPEMBAHASAN RUK 2017

LOK
MIN

LOK
MIN

LOK
MIN

LOK
MIN

LOK
MIN,

LOK
MIN

LOK
MIN

LOK
MIN

Revi
LOK
LOKMI
LOK
ew
MIN
N LS
MIN
Kine
LS
I,
LS II
III
rja
Persiap
an
Teng
PENGGERAKAN DAN PELAKSANAAN (P2)
Musren
ah
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN DAN PENILAIAN
bangm

LOK
MIN
LOK
MIN
LS
IV

(P3)

LOK
MIN

Evalua
si 2016
Akhir
RUK
2017
Persia
pan
RPK
2017
Awal
RUK
2018

B. SIKLUS MANAJEMEN PUSKESMAS YG BERKUALITAS


(INI CONTOH UNTUK SIKLUS 2015, 2016, 2017)
2016

2015
Evaluasi
2015
Akhir RUK
2016
Persiapan
RPK
2016
P1
Awal RUK
2017

2017

Adanya dokumen Rencana 5 Tahun, dan akan disusun


tahapan RUK tahunan; Di awal 2016 ditetapkan RPK 2016,
sesuai ketersediaan Sumber Daya, 2016
Comm. Health Analysis (CHA); SMD; MMD; Masukan dari
K3, Diketahui-nya Kebutuhan, harapan, tuntutan,
masyarakat . pd Yankes berkualitas
Kesinambungan Proses susun RUK 2017 pusk.
terintegrasi dgn proses Mus-renbangdes (Akhir Jan
2016) Masuk ke Puskesmas, Lokmin LP Lokmin LS
memperhatikan dokumen Rencana 5 tahun (20152019) yg sudah disusun MusrenbangMat (Mgg I-2 Feb
2016), Berita Acara
Masuk ke Dinkes Kab/kota (bersama semua Pusk. se
Kab/ kota), Bahas untuk masuk ke perencanaan Dinkes
Kab/kota Masuk ke Pemda Kab/kota & (masukan dari
M
(M
AN
Kantor kecamatan) Pembahasan Pra-Musrenbang
EN P
U
CA
AJ
antar SKPD Kab/ kota (Mgg 3-4 Feb) Musrenbang
KU SK
E
DI
Kab/kota (Mgg IV Maret)
P
M
DU
PU ES
E
KU
Penggerakan Pelaksanaan (P2), Pembentukan &
L
NG MU A: MA N
Penetapan Penjab Darbin-2 Pusk, Tim Pembina
KE TU SUM S
Evaluasi
PE ,
BE
DarbinSosialisasi RPK16; Break-down masing-2
M
RD
IM
PENGGERAKAN
PELAKSANAAN
(P2)LP, dan 2016
AY
Pelaksanaan
KegiatanDAN
2016*
Lokmin Bulanan
PI
P
Akhir RUK
A,
NA
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN
DAN
PENILAIAN
Lokmin
Triwulan
(LS)
&
Masyarakat

Pantau
&
Was-dal
N
2017
)

PPEAKTIK LAPANGAN

YANG DIDAHULUI
PENUGASAN
DALAM KELAS

PRAKTIK LAPANGAN YANG DIDAHULUI


PENUGASAN DALAM KELAS
PRAKTIK LAPANGAN:
1. Peserta dalam Kelas dibagi 2 kelompok
besar,
2. Masing-2 kelompok bertanggung jawab untuk
sampai-kan pesan kepada Kepala Puskesmas &
kepada Lintas Program Puskesmas, yang
mempunyai kepentingan berbeda, sekalipun
tujuan akhir sama, memberda-yakan
masyarakat untuk memandirikan hidup sehat-nya
melalui ASMAN
3. Masing-2 kelompok sudah mempersiapkan diri,
materi dan alat bentu, sepanjang diperlukan,
untuk mencapai tujuan penyampaian pesan
Perubahan perilaku dan penyebar-luasan pesan
KAIPA

PRAKTIK LAPANGAN YANG DIDAHULUI


PENUGASAN DALAM KELAS
PENUGASAN DALAM KELAS (SESI I& SESI II).
A. Kelompok I, akan dibagi dlm 2 Sub Kelompok (IA,
dan IB), masing-2 akan persiapkan Laporan kepada
Ka.Pusk
B. Kelompok II, akan dibagi dlm 2 kelompok (IIA, IIB),
masing-2 akan persiapkan bahan Diseminasi
informasi ttg ASMAN kpd Lintas Program di Pusk.
C. Sub Kelompok IA & IIA akan berperan sbg
penyampai pesan, Sub Kelompok IB dan IIB, sbg
penerima pesan
D. Penugasan pembuatan materi pesan, oleh ke-4 sub
kelonp0k akan digunakan secara berbeda.
E. Tugas persiapan penulisan, diluar jam jadwal
belajar, Diskusi dan penulisan pesan dilaksanakan
pd Sesi I
F. Penugasan penyampaian pesan dan simpulan: Sesi II

PRAKTIK LAPANGAN YANG DIDAHULUI


PENUGASAN DALAM KELAS

PENUGASAN DALAM KELAS (SESI I): 45


menit:
A. Kelompok I:
1. Sub Kelompok 1A, melapor kepada
pemeran Ka. Pusk (Sub Kelompok !B)
Dgn kemampuan komunikasi efektif,
Berhasil sadarkan Kapusk, ttg
pentingnya ASMAN dalam
penugasannya sbg Kapusk Kapusk,
ambil alih tanggung-jawab di Pusk A
dvocate to others Penggerak ASMAN
di wilker Puskesmas
2. Sub Kelompok 1B, Sbg pemeran

PRAKTIK LAPANGAN YANG DIDAHULUI


PENUGASAN DALAM KELAS
PENUGASAN DALAM KELAS (SESI II): 45 Menit.
B. Kelompok II, 20 Menit:
1. Peserta Pusk adalah: Penjab UKM, UKP,
Jaringan/Tim Pembina Darbin dan staf
pendukung lainnya.
2. Sub Klp IIA, Dis-info harus dapat
menyampaikan pesan, Target sasaran akan
menerima pesan, kesediaan untuk
menggerakkan ASMAN, dgn usulan keterpaduan
dalam bidang tanggung-jawabnya
3. Sub Klp IIB akan tanggapi, bertanya, beri
masukan berdasarkan rumusan kelompoknya,
Penyempurnaan
4. Kelompok I (A & B) akan berperan sebagai
pengamat

PRAKTIK LAPANGAN YANG DIDAHULUI


PENUGASAN DALAM KELAS
1. Atas simpulan hasil penyajian dan tanggapan Kelompok I
& Kelompok II, Pelatih akan menyimpulkan keduanya
2. Hasil diskusi kedua kelompok akan menjadi model
pembelajaran dalam implementasi Komunikasi
Efek-tif, yang harus dapat merubah perilaku
target sasaran
3. Perubahan perilaku, Memotivasi , dan menyarankan
orang lain berbuat sama Advocate to others
4. Ka Puskesmas akan menggerakkan Timnya,
menye-barluaskan penerimaan ASMAN untuk
melakukannya, terintegrasi dalam bidang tugas
masing-2
5. Staff Puskesmas sesuai bidang tugasnya akan meneruskan gerakkan ASMAN dalam bidang tugasnya masing-2

SIMPULAN HASIL PENUGASAN DALAM KELAS,


SEBAGAI PERSIAPAN PRAKTEK LAPANGAN

1. Kelompok I:

Akan menyimpulkan proses pembelajaran


penyam-paian pesan kepada Kepala
Puskesmas tentang Pengembangan dan
Gerakan ASMAN, sampai Ka Pusk akan
memberi dukungan Kunci: Komunikasi
Efektif padapengambil keputusan tingkat
Puskesmas

2. Kelompok II:

Akan menyimpulkan proses pembelajaran


penyam-paian pesan kepada Staf
Puskesmas tentang ASMAN dan GERAKAN

SEKIAN

51

Anda mungkin juga menyukai