Anda di halaman 1dari 14

Kristalografi dan Mineralogi

(Batuan UltraBasa)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

BY KELOMPOK 1
ABIDANI MURATNA (F1D14001)
LETA LESTARI (F1D114010)
MAYA FEBRINA (F1D114018)
DIVIA LESTARI (F1D114026)
VINA NICKE SURI (F1D114030)
ROYAN DWINDA (F1D114035)

Pembahasan
1.

Batuan Ultrabasa (Peridotit dan Komatit)


(Pengenalan Batuan , Kandungan Mineral , Genesa
Batuan serta Deskripsi Batuan)

Batuan Ultrabasa
Batuan ultrabasa adalah batuan beku yang kandungan
silikanya rendah (< 45 %), kandungan MgO > 18 %,
tinggi akan kandungan FeO, rendah akan kandungan
kalium dan umumnya kandungan mineral mafiknya
lebih dari 90 %. Batuan ultrabasa umumnya
terdapat sebagai opiolit.

Batuan Peridotit
Peridotit adalah batuan beku ultra basa Plutonik, yang
terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi
Ultra basa pada kedalaman tertentu dari permukaan
bumi. merupakan Suatu batuan ultramafic yang
memiliki butiran kasar. Batu ini berwarna gelap agak
kehijauan karena Olivin sebagai mineral mayoritas yang
menyusun batuan ini. Kunci untuk mengetahui bahwa
suatu batuan adalah peridotit yaitu apabila perbandingan
komposisi antara mineral Olivin dan Piroksen pada batuan
tersebut adalah sekitar 70% : 30%. Apabila kandungan
Olivinnya > 90% maka batuan itu sudah digolongkan
sebagai Dunite.

Peridotit digunakan sebagai batu setengah permata


sebagai bahan untuk perhiasan dan abrasif
(ampelas). Pembentukan nikel dari hasil pelapukan
peridotit.Peridote merupakan variasi permata
olivine terbaik yang kita kenal.

Batuan peridotit bernilai ekonomis tinggi karena


peridotit adalah batuan induk bijih nikel.
Menurut Vinogradov batuan ultra-basa rata-rata
mempunyai kandungan nikel sebesar 0,2 %. Unsur nikel
tersebut terdapat dalam kisi-kisi kristal mineral olivin dan
piroksin. Berdasarkan sifatnya yang fleksibel, tidak
berubah bila terkena udara, ketahanannya terhadap
oksidasi dan kemampuannya untuk mempertahankan
sifat- sifat aslinya pada suhu ekstrim, nikel banyak
digunakan dalam sektor industri. Sekitar 70% dari
produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel.

Deskripsi Peridotit
Berikut deskripsi batuan peridotit :
Warna
: Gelap kehijauan
Struktur
: Massif
Tekstur
: DK : Holokristalin
DG : Fanerik sedang-halus ( 1-5 mm )
- Bentuk Kristal
- Relasi
Komposisi mineral

: Euhedral-Subhedral
: Inequigranular porfiritik
: Olivin 65%
Piroksen 25%
Plagioklas 10%

Batu Peridotit

Genesa Batuan Peridotit


Peridotit merupakan batuan beku ultra basa plutonik,
yang terjadi dari hasil pembekuan magma
berkomposisi ultra basa pada kedalaman tertentu dari
permukaan bumi. Batuan ini merupakan batuan
ultramafik yang memiliki butiran kasar dengan suatu
tenunan crystallkine dan merupakan karakteristik dari
kerak samudra bagian bawah dan pembentukan jenis
batuan dengan prinsip theupper mantel.

Batuan Komatit
Komatite adalah jenis batuan ultrabasa yang berada di
atas mantel yang diturunkandari batu vulkanik .
Komatiite memiliki rendah silikon , kalium dan
aluminium , dan sangat tinggi magnesium konten.
Diberi nama komatite untuk menjadi jenis lokalitas di
sepanjang Sungai Komatit di Afrika Selat.

Batu Komatit

Deskripsi Komatit
Jenis batuan : Ultrabasa
Warna : Abu-abu kecoklatan, kehitaman
Tekstur : Fanerik
Struktur : Masif
Genesa batuan : Intrusif
Komposisi : 50 % clinopyrxene, 50 % ortopyroxene
Nama batuan : Komatit

Batuan Komatit
Warna

: Abu Abu
Genesa batuan
: Intrusif
komposisi batuan : Amphibole Dan Feldspar
Ukuran butir
: Fanerik
Jenis batuan
: Beku ultrabasa